Jurnal Rangkuman Materi Pertemuan ke-7 Industri Pertanian PSTI C

Struktur Karya Ilmiah
Suatu karya ilmiah biasanya memiliki tiga bagian di dalamnya:

1. Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

2. Isi dan Pembahasan
Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.

3. Kesimpulan
Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.

 

Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah

Ciri-ciri karya ilmia hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:

1. Reproduktif
Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

2.Tidak Ambigu
Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.

3. Tidak Emotif

Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan  penulisnya.

4. Menggunakan Bahasa Baku
Menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan.

5. Menggunakan Kaidah Keilmuan
Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.

6. Bersifat Dekoratif
Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan.

 

7. Terdapat Kohesi
Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin disampaikan.

8. Bersifat Objektif
Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

9. Menggunakan Kalimat Efektif
Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar.

Jurnal ke-6

PENDAHULUAN
Istilah Industry 4.0 lahir dari ide revolusi keempat dimana European Parliamentary Reseach Service dalam Devies (2015)
menyampaikan bahwa revolusi industri terjadi empat kali. Revolusi Industri 1.0 berlangsung periode antara tahun 1750-
1850. Saat itu terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian. manufaktur, pertambangan, transportasi, dan
teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Dimulai dari Inggris
dan kemudian menyebar keseluruh dunia. Bermula dari penemuan mesin uap yang dapat diaplikasikan untuk memproduksi
banyak barang di eropa. Begitu juga perkembangan sektor transportasi, komunikasi dan keuangan eropa. Inggris yang
sebelumnya menggunakan tenaga hewan beralih penggunaan mesin yang berbasis menufaktur.
Revolusi yang kedua terjadi pada akhir abad ke-19 dimana mesin-mesin produksi ditenagai oleh listrik. Revolusi industri
generasi 2.0 ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber).
Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang dan lain sebagainya yang mengubah wajah
dunia secara signifikan
Kini data bukan lagi faktor pelengkap, namun telah menjadi senjata utama untuk memenangi persaingan di berbagai bidang
di era revolusi Industri 4.0 ini. Teknologi robot, artificial intelligence, internet of things, hingga big data bisa menggantikan
sebagian kebutuhan tenaga manusia. Era internet sering disebut juga era Big Data, Internet of Thing, Disrupsi, Revolusi
Industri 4.0

Mengenal Big Data
Mengenal Big Data, Big Data adalah istilah yang menggambarkan volume data yang besar, baik data yang terstruktur
maupun data yang tidak terstruktur. Big Data telah digunakan dalam banyak bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi
poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut. Big Data dapat dianalisis untuk wawasan yang mengarah pada pengambilan keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik. Data yang mudah dianalisis adalah data yang
terstuktur. Big Data sering dikaitkan dengan SNS (Social Network Service).
Big Data sebagai fenomena yang lahir dari meluasnya penggunaan internet dan kemajuan teknologi informasi yang diikuti
dengan terjadinya pertumbuhan data yang luar biasa cepat, yang dikenal dengan istilah ledakan informasi (Information
Explosion) maupun banjir data (Data Deluge). Hal ini mengakibatkan terbentuknya aliran data yang super besar dan terusmenerus sehingga sangat sulit untuk dikelola, diproses, maupun dianalisa dengan menggunakan teknologi pengolahan data
yang selama ini digunakan (RDBMS).
Definisi ini dipertegas lagi dengan menyebutkan bahwa Big Data memiliki tiga karakteristik yang dikenal dengan istilah
3V: Volume, Variety, Velocity. Dalam hal ini, Volume menggambarkan ukuran yang super besar, Variety menggambarkan
jenis yang sangat beragam, Dan Velocity menggambarkan laju pertumbuhan maupun perubahannya

DIKW (Data Information Knowledge dan Wisdom) yang kadang sering disebut dengan Representations of the DIKW
hierarchy dikenalkan oleh Ackoff’s di tahun1989 dengan artikelnya dengan judul From data to wisdom yang mengusulkan
hirarki dengan urutan tingkatan berikut data, information, knowledge, understanding and wisdom. Understanding urutan
tingkatan sebelum akhir karena dipercaya bahwa wisdom tingkatannya lebih tinggi, akan tetapi tidak aka nada wisdom tanpa
understanding dan juga sebaliknya. Untuk itu maka, teori menjadi lebih dikenal sebagai DIKW yaitu singkatan dari data,
information, knowledge, dan understanding. Gambar 2 berikut ini menggambarkan DIKW pyramid.

 

 

 

Pengertian data menurut pendapat para ahli, secara etimologi definisi data merupakan bentuk jamak dari datum yang dalam
bahasa latin berarti pernyataan atau nilai dari suatu kenyataan. Pernyataaan atau nilai ini berasal dari proses pengukuran
atau pengamatan atas suatu variabel dan dipresentasikan dalam bentuk tunggal atau jamak dari angka (numeric), karakter
(text), gambar (image) atau suara (sound)
Big Data Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0
Cara kerja Big data menyatukan data dari banyak sumber dan aplikasi yang berbeda. Data-data tersebut dikonversi menjadi
informasi yang dapat membantu pengguna untuk membuat keputusan strategis di suatu instansi. Big data membutuhkan
tempat penyimpanan yang bisa menyimpan data dalam bentuk apa pun. Biasanya big data menggunakan penyimpanan di
dalam Cloud. Solusi penyimpanan big data seperti Cloud, Cloud secara bertahap mendapatkan popularitas karena
mendukung persyaratan komputasi saat ini dan memungkinkan kita untuk menggunakan fitur sesuai kebutuhan.
Ketika teknologi di seluruh dunia menjadi lebih sinkron dan dapat dioperasikan, big data akan menjadi inti yang
menghubungkan segala sesuatunya. Dengan kemampuan untuk mengumpulkan data internasional dalam volume besar
secara efisien, kamu bisa lebih memahami dan mengelola berbagai fenomena.
Memanfaatkan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi internet. Big data nantinya akan
menyediakan data yang dibutuhkan di dalam revolusi Industri 4.0. Big data untuk memenangi persaingan di berbagai bidang
di era revolusi Industri 4.0 ini. Teknologi robot, artificial intelligence, internet of things, hingga big data bisa menggantikan
sebagian kebutuhan tenaga manusia. Era internet sering disebut juga era Big Data, Internet of Thing, Disrupsi, Revolusi
Industri 4.0. oleh sebab itu jelaslah bahwa big data menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

Jurnal ke-5

AI for Agriculture

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas, melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer.

Pembahasan:

Proses Pertanian
Proses pertanian ada 5:

Pengolahan Lahan
Pembibitan
Penanaman
Pemanenan
Penjualan hasil

Agroindustri

strategi-implementasi-PA-678x510 Gambar_Agroindustri

 
Agroindustri adalah perusahaan industri yang memproses hasil pertanian dari bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan) menjadi produk dalam rangka meningkatkan nilai tambahnya. Proses yang digunakan mencakup pengubahan dan pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi.

Dalam Agroindustri terdapat 4 tahapan, yaitu :

Perencanaan
Perancangan
Pengembangan
Evaluasi terpadu Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 merupakan perubahan fundamental di bidang industri yang telah memasuki era baru. Gelombang keempat dari perjalanan dan perkembangan revolusi industri. Revolusi industri 4.0 dapat dipahami sebagai perkembangan teknologi pabrik yang mengarah pada otomasi dan pertukaran data terkini secara mudah dan cepat yang mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala (internet of things), komputasi awan (cloud computing), dan komputasi kognitif.

Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Dibantu teknologi informasi dalam proses pengaplikasiannya, keterlibatan tenaga manusia dalam prosesnya dapat berkurang. Dengan demikian, efektivitas dan efisiensi pada suatu lingkungan kerja dengan sendirinya bertambah.

 

Referensi vidio AI for Agroindustri:

How Singapore Farms Use Artificial Intelligence (https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)
The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food (https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI)
AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research (https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)

Milenial dan Teknologi Bertani (https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)
Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia (https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)
Tanggapan mengenai video diatas:

Menurut saya penerapan AI dalam bidang pertanian memiliki banyak sekali manfaat untuk petani, mulai dari terbantunya proses pertanian, kurangnya resiko panen, dan masih banyak lagi. Saat ini banyak sekali lahan pertanian yang sudah dijadikan pemukiman warga sekitar, oleh sebab itu dengan adanya penerapan AI di bidang pertanian ini dapat memaksimalkan lahan pertanian sedikit mungkin dan juga proses pertanian semakin efisien sehingga ada peningkatan kualitas produksi.

Negara Singapura dan Belanda mereka telah menerapkan system pertanian AI, dengan demikian mereka dapat menanam sayuran menggunakan system hidroponik dengan tenaga mesin canggih. Oleh sebab itu mereka dapat menghasilkan sayur yang sehat dan berkualitas dengan memanfaatkan lahan pertanian yang sedikit. Mereka menggunakan banyak mesin mesin canggih salah satunya adalah drone.

Beberapa daerah di Indonesia juga sudah mulai menerapkan AI dalam bidang pertanian, seperti menanam sayuran hidroponik dengan menggunakan teknologi canggih yang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan memastikan panen akan berlangsung secara konsisten.

Namun dengan adanya penerapan AI di pertanian Indonesia, dapat mengakibatkan kenaikan harga pada sayur dan tanaman lain yang di panen. Dikarenakan modal untuk menerapkan AI tidaklah murah, tetapi hal itu sebanding dengan kualitas sayur dan tanaman yang di hasilkan melewati penerapan AI di Indonesia.

Jurnal ke 4

KAJIAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA BIDANG PERTANIAN MENUNJANG PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN”

Teknologi informasi sudah banyak di gunakan masyarakat di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pertanian.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam bidang ini menggunakan Teknologi Informasi berbasis GIS yang bertujuan untuk menganalisa kondisi tanah pertanian,potensi tanah beserta lokasi petanya.
Teknologi Informasi juga dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk-produk melalui sistem web.

Hasil pembahasan

1. Dalam penyebaran informasi guna menyebarkan informasi, masyarakat memanfaatkan teknologi seperti SMS,internet,sosmed, dsb

2. Pemetaan
Masyarakat menggunakan ti untuk pemetaan lahan pertanian, pemetaan penyebaran hama dan penyakit.

3.manajemen dan tata kelola
Dimanfaatkan untuk berkoordinasi antar lembaga yang terlibat dalam proses pertanian.

4. Analisis data
Dimanfaatkan untuk mengevaluasi kegiatan pertanian yang dilakukan

5. Pembelajaran
Teknik Informatika dimanfaatkan untuk membuat sistem belajar bertani bagi masyarakat. Media belajar berupa web atau CD interaktif

Sistem yg di kembangkan
Ada 16 sub sistem yang dikembangkan dan di buat dengan teknologi web service sehingga dapat berbagi data dan membentuk sistem komputerisasi pertanian yang

 

A9356E47-8772-4041-8AD0-A29B48EA228D

A297EA54-B98C-4255-AF54-9E467D77A1D3
Hal yang di perhatikan dalam pengembangan sistem

1. Teknologi pengembangan sistem
Adalah teknologi yang dipakai untuk buat software yang dapat dukung sistem yang dibuat seperti:
– Pemrograman menggunakan bahasa program berbasis web GIS
– Database yg digunakan menggunakan software murah atau free
– Menerapkan web service agar sistem dapat dilakukan interkoneksi data
– Sistem dibangun mengola data dalam bentuk XML, sehingga mampu mendukung transaksi antar sistem data.
– sistem didukung dengan kemampuan export import data Excel karena Excel sudah menjadi software yang dipahami oleh banyak orang.

2. Teknologi sharing data
Melibatkan petani dan masyarakat yang berhubungan dengan pertanian dan pemerintah. Yang terlibat mulai dari desa hingga negara.

Karena banyak yang terlibat makan data yang diberikan ke semua unsur yang ada di atas sehingga di perlukan teknologi yang dapat mensharing data antar sistem.
Agar sistem dapat mensharing data, setiap sistem harus memiliki kriteria:
– Bisa di akses sistem lain
– Menerapkan teknologi web service
– Format data menggunakan minimal XML
– Punya fasilitas sistem yg didukung kemampuan import export Excel
– Transmisi data antar sistem dikoneksikan dengan baik
3. Sosialisasi sistem informasi ke pengguna
Agar informasi dari sistem dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang terlibat di pertanian maka sistem harus:
– Bisa di akses semua petani
– Bisa di akses pemerintah tingkat bawah maupun atas
– Bisa menerima data dari petani sampai pemerintah pusat sesuai dengan fungsi nya

Jurnal ke-3

JURNAL RANGKUMAN MATERI PERTEMUAN KE-3

 

Assalamualaikum,

 

Mengetahui jenis pertanian

Mengetahui proses dalam pertanian

 

 

SAWAH

 

P_20160703_103837

 

 

 

Sawah merupakan tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi. Sawah dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

 

  1. Sawah Irigasi

 

0f82871b379445a0c7028d2cc4b5de65

Merupakan sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain misalnya danau,waduk, atau bendungan. Dibuat saluran air lalu dialirkan ke sawah sehingga sawah irigasi memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun.

 

  1. Sawah Non Irigasi

64-0

 

Merupakan lahan sawah yang tidak memperoleh pegairan dari sistem irigas tetapi tergantung pada air alam seperti tadah hujan, pasang surut air sungai/laut, dan air rembesan.

 

 

  1. Sawah Lebak

Persemaian-Terapung-Pembibitan-Tanaman-Padi-Pada-Sawah-Lebak-7

 

Merupakan sawah yang biasanya berada diantara delta sungai besar. Sawah jenis ini rawan banjr.

 

  1. Sawah Bencah

pengertian-sawah-dan-macam-macam-sawah

Merupakan sawah yang terletak didekat sungai dan sistem pertanian lahan basah yang dilakukan di daerah rawa.

 

  1. Sawah Tadah Hujan

sawah-tadah-hujan-pilihan-sulit-bagi-rakyat-misk-800-2018-02-28-025305_0

Merupakan sawah yang sumbernya tergantung pada ketersediaan air hujan. Sawah ini sering ditemui di pegunungan.

 

  1. Sawah Pasang Surut

 

download

Merupakan sawah yang sumber airnya bergantung pada pasang surutnya air sungai.

 

 

LADANG

 

012641300_1579076215-image__1_

Merupakan lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman semusim dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim.

Merupakan lahan yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

 

 

 

KEBUN

 

1200px-Kebun

 

Merupakan lahan pertanian yang biasanya di tempat terbuka yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman dan berada di wilayah permukiman, sehigga kebun dapat ditanami berbagai tanaman secara permanen.

 

 

 

Proses dalam pertanian

 

Pengolahan Lahan

Merupakan suatu proses megubah sifat tanah dengan mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki dan sesuai untuk pertumuhan tanaman.

 

Penyiapan Budidaya

Terdiri dari proses penyiapan bibit, penyiangan, dan proses pemilihan bibit-bibit yang cocok atau unggul untuk di tanam.

 

Pemanenan

Merupakan proses pemungutan atau pemetikan hasl pertanian. Hasil panen yang optimal bisa didapatkan apabila pada pengolahan lahan dan penyiapan budidaya dilakukan secara benar.

 

Pemasaran

Pemasaran ini biasanya dilakukan di skala besar atau skala industri. Pemasaran berfungsi untuk mendistribusikan hasil pertanian yang dihasilkan oleh para petani kepada customer.

 

 

 

Terima kasih ,mohon maaf bila ada kesalahan kata .

Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi

Di era perkembangan teknologi 4.0, teknologi menjadi salah satu alat perkembangan di berbagai sektor kehidupan, salah satunya perkembangan teknologi menyasar pada sektor pertanian. Pertanian presisi dalam Smart Farming menjadi salah satu andalan pemaksimalan teknologi di sektor pertanian.

 

Manfaat Revolusi Industri 4.0 memiliki dampak yang baik bagi petani, pun bagi masyarakat umum yang dapat mengonsumsi hasil pertanian yang berkualitas. Walaupun sudah ada beberapa capaian pemerintah dalam Penerapan Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian. di sisi lain ada pula tantangan yang harus dihadapi, diantaranya :

 

 

  1. Perlunya perbaikan infrastruktur Untuk menerapkan Internet of Thing (IoT) memerlukan akses internet yang baik, sementara itu di seluruh indonesia tidaklah semua akses internetnya berjalan dengan baik. Prosiding Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Pertanian dan Inovasi Spesifik Lokasi Memasuki Era Industri 4.0 38

 

  1. Perlunya biaya Alat teknologi yang canggih bukan murah harganya, apalagi luasnya wilayah perkebunan dan pertanian Indonesia membutuhkan alat yang banyak
  2. .Petani yang belum melek teknologi Walaupun Revolusi Industri 4.0 difokuskan terhadap petani milenial namun pentingnya teknologi juga berpengaruh terhadap petani yang bukan milenial, sebab petani indonesia saat ini masih banyak tamatan SD dan SMP yang masih berusia Produktif, mereka juga masih berperan dalam dunia pertanian dan dalam hal kemajuan teknologi pertanian di 35 tahun yang akan datang. Disamping itu pula, beberapa hal yang menjadi penyebab Revolusi Industri 4.0 bel 

 

Dengan menggunakan mesin canggih yang terhubung ke Internet, petani bahkan dapat mengontrol lahan mereka dengan menggunakan remote. beberapa program yang sudah berhasil dijalankan oleh Kementrian Pertanian adalah

 

Smart Green House Semua aktifitas yang memengaruhi petumbuhan tanaman yang berada dalam cakupan Smart Green House ini akan diatur oleh internet yang menggunakan sistem Artificial Intellegence. Contoh aplikasi diantaranya melakukan pengaturan terhadap cahaya, air dan hal yang memengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan kualitas yang terbaik.

download (1)

2. Smart Irrigation System Irigasi bawah tanah yang dimanfaatkan untuk tanah kering dengan sistem kerja mengatur kelembapan tanah sehingga tanah tidak gersang lagi dan dapat menjadi lembab sesuai dengan kebutuhan tanaman

download (2)

 

Automatic Tractor Sebuah teknologi dimana petani dapat mengontrol traktor dengan menggunakan remote, bahkan dapat dikontrol. Dampak Revolusi Industri secara langsung akan berpengaruh terhadap sektor pertanian

 

download (3)

Disamping itu pula, beberapa hal yang menjadi penyebab Revolusi Industri 4.0 belum berhasil diterapkan di Indonesia menurut Line Jobs adalah :

  1. Sumber Daya Manusia Faktanya, sebagian besar petani berusia lebih dari 40 tahun dan lebih dari 70 persen petani di Indonesia hanya berpendidikan setara SD bahkan dibawahnya. Pendidikan formal yang rendah tersebut menyebabkan pengetahuan dalam pengolahan pertanian tidak berkembang serta monoton. Petani hanya mengolah pertanian seperti biasanya tanpa menciptakan inovasi-inovasi terbaru demi peningkatan hasil pangan yang berlimpah.

 

  1. Kondisi Lahan Pertanian di Indonesia Tidak bisa dipungkiri bahwa penyebaran penduduk dan pembangunan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya “Lahan Tidur” atau lahan yang belum tergarap oleh masyarakat di daerah-daerah pedalaman, sementara, lahan di suatu wilayah strategis justru menjadi rebutan dengan harga mahal. Mengingat harga tanah yang semakin melonjak tinggi, luas kepemilikan lahan pertanian para petani di Indonesia pun rata-rata kecil. Bahkan, sebagian besar petani hanya bisa menggarap lahan milik orang lain sehingga hasilnya pun harus dibagi dua

 

 

 

                                                                                       KESIMPULAN

 Model dan inovasi teknologi Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh penting pada sektor pertanian dimana dalam berusahatani akan lebih efisien sehingga terjadi peningkatan produktivitas dan daya saing. Inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dapat menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai pertanian dan mau berusahatani di sektor pertanian.