Jurnal Perkuliahan 5

ARTIKEL ILMIAH

 

Tips-1

Pengertian Artikel Ilmiah

Artikel Ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang disusun menggunakan metodologi ilmiah, dengan tujuan untuk memberikan solusi kepada orang lain yang memiliki persoalan yang sama.

Menurut KBBI, artikel merupakan suatu karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Sedangkan ilmiah, maksudnya adalah ilmu pengetahuan; memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan.

Ciri-ciri Artikel Ilmiah

  • Objektif, artınya harus bersifat fakta-fakta aktual dari data-data hasil analisisnya.
  • Rasional
  • Kritis
  • Reserved, maksudnya adalah bersifat jujur,tidak melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan sesuai dengan data Hasil yang ada.
  • Artikel ilmiah memiliki gaya bahasa yang baku dan sistematis.
  • Pengutipan sumber jelas dan disertai dengan daftar pustaka.

Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah

  • Artikel atau jurnal ilmiah, adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya. Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.
  • Makalah, adalah karya ilmiah yang disusun mengenai suatu topik tertentu untuk dipresentasikan dalam suatu pertemuan seperti dalam seminar, panel diskusi, lokakarya, konferensi, muktamar, atau pertemuan-pertemuan lainnya untuk kemudian didiskusikan guna mencari suatu kebenaran atau solusi suatu masalah.
  • Kertas kerja, adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.
  • Paper, adalah bentuk karya ilmiah yang membahas satu topik tertentu. Paper bisa berupa analisis hasil penelitian baru atau bisa juga berupa ulasan tentang penelitian yang sudah ada.
  • Skripsi, adalah sebuah karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa berdasarkan hasil penelitian yang memenuhi persyaratan ilmiah dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S1). Didukung oleh data dan fakta serta melalui metodologi penelitian.
  • Tesis, adalah sebuah karya tulis ilmiah yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. Tesis merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir pada pendidikan Magister (S2).
  • Disertasi, adalah sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam penyelesaian program Doktor (S3). Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
  • Artikel ilmiah popular, adalah sebuah karya tulis yang paling menarik untuk sarana komunikasi antara ilmu dan masyarakat (orang awam). Artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Karena ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. 

    Strukur Artikel Ilmiah

    • Judul
    • Informasi Penulis
    • Abstrak
    • Kata Kunci
    • Isi Artikel
    • Pendahuluan
    • Studi Literatur
    • Metode Yang Digunakan
    • Hasil Pembahasan
    • Simpulan Saran
    • Daftar Pusaka

Publikasi Artikel Ilmiah

Secara umum, ada dua cara yang dapat dilakukan supaya artikel ilmiah dapat dipublikasikan, yaitu dengan cara mengikuti konferensi/seminar dan memasukkan artikelnya pada jurnal (nasional/internasional).

BIG DATA FOR AGRICULTURE

Big Data adalah sebuah istilah untuk menjelaskan tentang volume besar variable data dengan kecepatan tinggi, kompleks yang membutuhkan teknik dan teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen, dan analisa informasi. Big data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun yang sudah ada untuk memberikan manfaat nyata.

Karakteristik Big Data

Big Data memiliki 3 definisi utama yaitu Volume, Velocity, dan Variety.

Volume : Organisasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, perangkat pintar (IoT), peralatan industri, video, media sosial dan banyak lagi. Di masa lalu, menyimpannya akan menjadi masalah – tetapi penyimpanan yang lebih murah pada platform seperti danau data dan Hadoop telah meringankan beban.

Velocity : Dengan pertumbuhan Internet of Things, data mengalir ke bisnis dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan harus ditangani tepat waktu. Tag RFID, sensor, dan smart meter mendorong kebutuhan untuk menangani torrent data ini dalam waktu yang hampir bersamaan.

Varietas : Data hadir dalam semua jenis format – dari terstruktur, data numerik dalam database tradisional hingga dokumen teks, email, video, audio, data ticker saham, dan transaksi keuangan yang tidak terstruktur.

Sumber Big Data

  1. Website
  2. Cloud
  3. Media
  4. Social Media
  5. Communication Data
  6. Database
  7. Network Stream Monitoring
  8. IoT

Penggunaan Big Data

  1. Chat bot: adalah suatu program komputer yang dapat membalas pertanyaan atau mensimulasikan percakapan manusia melalui perintah suara, berdasarkan pertanyaan yang sering ditanyakan.
  2. Search engine: adalah program yang sering kita gunakan sehari hari untuk memudahkan kita untuk melakukan pencarian seperti website, aplikasi, informasi, dan berita yag sedang kita hadapi saat ini. Contoh search engine adalah google, yahoo dan lain sebagainya.
  3. Artificial intelligence: adalah sebuah program komputer yang dapat berfikirlayaknya manusia, program ini diharapkan bisa membantu pekerjaan manusia di masa yang akan datang . 

    Manfaat Big Data

    1. Predictive Analysis : melakukan analisa prediksi dengan menggunakan data-data yang begitu besar.
    2. Harness Data from social media, prediksi data tadi bisa digabungkan dengan data-data lain seperti data dari sosial media.
    3. Decision Making, kemudian hasil analisanya bisa menghasilkan sebuah keputusan.
    4. Recommendation, keputusan tersebut nantinya bisa menjadi rekomendasi untuk melakukan optimasi.
    5. Optimization, optimasi dilakukan pada sebuah proses bisnis.
    6. Innovation, setelah dilakukan optimasi pada proses bisnis tersebut bisa menghasilkan inovasi yang nantinya akan mengembangkan sebuah proses ataupun sebuah bisnis.

Big Data On Agriculture

  1. Big data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart Farming dan terlibat keseluruhan rantai suplai.
  2. Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  3. Big data diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain tradisional dan non-tradisional.
  4. Tata Kelola (termasuk kepemilikan data, privasi, keamanan) dan model bisnis adalah masalah utama yang akan ditangani dalam penelitian di masa mendatang.

Pertemuan kelima: AI for Agriculture

Proses pertanian adalah proses pada pengembangan di bidang pertanian dari awal hingga akhir. Agar mencapai hasil pertanian yang maksimal, harus dilakukan standardisasi proses, yaitu mengawasi setiap proses pertanian agar sesuai standard yang baik, serta standardisasi hasil yakni mengecek apakah hasil tani sesuai dengan standard yang ditentukan pasar. Ada beberapa tahap dalam proses pada pertanian, yakni sebagai berikut:

1. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan atau media penanaman ini adalah salah satu bagian penting yang terjadi pada proses industri pertanian. Proses ini biasanya dilakukan menyiapkan lahan tersebut sebelum ditanami, lahan diolah sedemikian rupa agar unsur haranya siap secara fisik. Biasanya dilkakukan oleh para petani yaitu membajak atau mencangkul dari tanah-tanah tersebut.

 

2. Pembibitan

Setelah proses pengolahan lahan, selanjutnya adalah proses penyiapan bibit. Untuk pembibitan ini sebenarnya para petani biasanya mendapatkan bibit atau membeli di tempat yang sudah tersedia. Biasanya penyiapan bibit ini ditunggu sampai ada batang muda, daun muda, dan ada sedikit akar.

3. Penanaman

Setelah bibit tersebut siap, baru diletakkan dan ditanam di media tanam. Untuk mengelola bibit-bibit yang sudah ditanam tersebut, kita harus menjaganya agar tanaman tersebut bisa tumbuh dengan sempurna dengan baik dan terhindar dari ganggan-gangguan seperti hama atau misalkan kekurangan sumber air atau unsur hara.

4. Pemanenan

Pada proses pemanenan ini tanaman sudah siap diambil, dipetik, dan digunakan oleh petani itu sendiri atau mungkin untuk dijual.

5. Penjualan Hasil

Proses penjualan hasil yaitu dimana tanaman hasil pertanian tersebut bisa dirasakan oleh akan konsumer atau penduduk disekitar.

Agroindustri

Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Proses Agroindustri yaitu:

  1. Perencanaan
  2. Perancangan
  3. Pengembangan
  4. Evaluasi Terpadu

dalam melakukan agroindustri, diterapkan juga precision agriculturemenggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Penggunaan artificial intelligence dalam pertanian pula dibantu oleh IoT menjadi sensor yg nantinya pula berfungsi menjadi pengumpul data, lalu pengambilan keputusan akan dilakukan sang AI.

Seiring menggunakan meningkatnya jumlah populasi global & perubahan perilaku konsumsi, ketahanan pangan global merupakan tantangan besar yg sedang dihadapi global. Kunci berdasarkan perkara ini merupakan menaikkan taraf efisiensi produksi pangan. Maksudnya, menggunakan memakai lebih sedikit natural resources misalnya air & lahan, bisa diproduksi output pangan yg lebih banyak.

Seperti yg sudah dijelaskan sebelumnya, efisiensi pangan bisa diciptakan melalui teknologi AI. Berkaca menggunakan Belanda, kita bisa menciptakan greenhouse dilengkapi menggunakan AI. Sistem ini akan mendeteksi kebutuhan yg diperlukan tumbuhan tumbuh maksimal, yg dalam akhirnya akan meningkkatkan produksi pangan.

Singapura merupakan salah satu negara yg telah memakai teknologi AI pada bidang pertanian. Mereka memakai sensor 24 jam yg bertugas mendeteksi kelembapan, level air, cahaya, & lain-lain. Data tadi nantinya akan dipakai buat menciptakan tindakan yg wajib dilakukan supaya tanaman tetap terjaga. Namun, masih ada hambatan pada penerapan AI ini yaitu laba yg didapatkan tidak relatif buat menutup ongkos produksi yg relatif besar . Hal ini salahsataunya ditimbulkan oleh jumlah produksi yg belum dimaksimalkan.

Penerapan teknologi dalam pertanian pula mulai diterapkan pada India. Hal ini bisa mengurangi risiko pengurangan kualitas output panen lantaran komputer akan segera memperingatkan petani jika terjadi suatu perubahan pada tanaman.

Di Indonesia pula mulai diterapkan teknologi pada bidang pertanian. Salah satunya penemuan pertanian hidroponik, yg pula sudah terotomatisasi pada mengatur suhu, kelembapan, pH air, & konsentrasi pupuk.

Penerapan AI pada Indonesia tentunya akan sangat membantu berdasarkan segala aspek, termasuk bidang pertanian. Namun, nyatanya kesiapan penerapan AI pada Indonesia belum terlalu tinggi. Beberapa kendalanya yaitu pengelolaan big data & mindset penemuan. Untuk mengatasi hal tadi, diharapkan asal daya insan yg memiliki 3 kemampuan utama: kemampuan analitis, pengambilan inisiatif, & keterampilan IT.

Penerapan teknnologi AI, terutama pada bidang pertanian, bisa menjawab tantangan ketahanan pangan buat waktu ini & pada masa mendatang. Sebagai negara agraris, Indonesia hendaknya segera meluaskan teknologi ini supaya terciptanya pertanian yg berkelanjutan.

Link Video

1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence

https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E

2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food

https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI

3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research

https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4

4. Milenial dan Teknologi Bertani

https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8

5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk

komentar :

Menurut saya Penerapan AI pertanian memiliki dampak positif langsung bagi petani produsen maupun konsumen hasil pertanian, meskipun terdapat sejumlah tantangan dalam penerapannya. Salah satu tantangannya ialah biaya dan infrastruktur. Peranti teknologi yang canggih tentu tidak murah harganya, apalagi besarnya kawasan pertanian Indonesia. Selain masih membutuhkan tambahan peranti pendukung yang masif, di sejumlah wilayah, infrastruktur internet dan aksesibilitasnya juga perlu terus ditingkatkan.

TUGAS MATA KULIAH INDUSTRI PERTANIAN PERTEMUAN KEEMPAT

Sumber jurnal:

https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/gj/article/view/14187/16

Perancangan IoT (Internet of Things) pada Sistem Irigasi Tanaman Cabai

 cabai140119

Air sangatlah penting bagi seluruh aspek kehidupan . Diantaranya dalam bidang pertanian,air berfungsi sebagai komponen utama pada fotosintesis dan sebagai pengatur suhu pada tumbuhan agar stabil. Hampir seluruh proses perkembangan tumbuhan memerlukan air. Air memberikan efek lembab pada tanah yang dapat membantu pertumbuhan tanaman.
Di Indonesia tanaman cabai merupakan tanaman favorit petani untuk di tanam. Tanaman tabai memberikan efek ekonomi yang tinggi karena kebutuhan akan cabai di Indonesia sangat tinggi. Tingkat produksi tanaman cabai di Indonesia tergolong sangat rendah rata-rata produksi mencapai 6,7 ton per hektar. Salah satu faktor rendahnya produksi cabai adalah cuaca sehingga mempengaruhi tingkat kelembapan tanah.
Contoh penerapan teknologi informasi dan komputer pada sistem irigasi tanaman cabai yaitu dengan mendeteksi kelembaban tanah sehingga dapat memompa air secara otomatis.
images (3)
Dengan perkembangan teknologi saat ini tingkat kelembapan tanah dapat di kontrol dengan penyiraman yang dilakukan secara otomatis atau sering disebut dengan Internet of Things (IoT).
TOP_IOT
Internet of Things (IoT) memungkinkan semua benda dapat berkomunikasi satu sama lain melalui internet. Adanya IoT dapat mengubah kegiatan pertanian khususnya sistem irigasi pada tanaman cabai tanpa harus berada pada suatu lokasi tempat instalasi perangkat. Sehingga ini menjadikan solusi untuk menjaga kelembapan tanah.
Perangkat inti dari internet of thing ini adalah NodeMCU.
download (1)
NodeMCU merupakan perangkat kecil open source yang di lengkapi wifi, sehingga memudahkan kita untuk mengontrol dan monitoring secara nirkabel. Daya yang digunakan oleh mikrokontroller ini adalah 3,3V dan mempunyai output yang juga sebesar 3,3V. Untuk menyalakan pompa menggunakan modul relay.
Modul relay adalah saklar(switch) yang dioperasikan secara elektromagnetik yang terdiri dari dua bagian utama yakni Coil dan mekanikal. Kemudian untuk melakukan penyiraman menggunakan pompa air. Pompa air adalah mesin untuk menggerakan fluida. Konsep internet of things mampu menghasilkan sistem monitoring yang efektif dan efesien karena tidak terkendala dengan jarak sehingga pemilik tanaman dapat melakukan monitoring terhadap tanaman. Sehingga penggunaan Internet of Things ini dapat membantu petani untuk menanam tanaman cabai.
Sekian pembahasan saya mengenai jurnal “Perancangan IoT (Internet of Things) pada Sistem Irigasi Tanaman Cabai”. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan. Semoga bermanfaat.

Rangkuman materi ke-3

PROSES PERTANIAN

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Jenis-jenis Pertanian

1. Sawah

P_20160703_103837Sawah adalah tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi memerlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Berdasarkan jenis pengairannya sawah terbagi menjadi dua yaitu sawah irigasi dan non irigasi.

  • Sawah Irigasi

Sawah irigasi adalah sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain melalui saluran-saluran yang sengaja dibuat untuk membantu meningkatkan produksi hasil pertanian. Sehingga dengan adanya irigasi, lahan tidak lagi mengandalkan hujan yang datangnya sering tidak menentu.

  • Sawah Non Irigasi

sawah non irigasi adalah lahan sawah yang tidak memperoleh pengairan dari sistem irigasi tetapi tergantung pada air alam. (air hujan, pasangsurutnya air sungai/laut, dan air rembesan)

2. Ladang/Huma

Seorang petani menyemprot pestisida di ladang bawang miliknya di Argapura, Majalengka, Jawa baratLadang merupakan lahan pertanian yang dapat ditanami berbagai macam komoditas yang berupa lahan kering, cukup luas, dan tidak datar. Biasanya ladang dijumpai di daerah sekitar pegunungan. Lahan kering disini artinya tetap membutuhkan air namun tidak sebanyak air pada sawah. Komoditas pada ladang berbeda-beda karena menyesuaikan dengan alam, kondisi geografis, tinggi rendahnya, dan juga kondisi tanah. Ladang biasanya ditanami tanaman musiman dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah-pindah). Kemungkinan lahan ini beberapa tahun kemudian akan dikerjakan kembali jika sudah subur.

3. Tegalan

12.-Apa-Perbedaan-SawahTegal-Pekarangan-Berdasarkan-Jenis-Fisik-Sertifikat-4-300x225Tegalan merupakan lahan pertanian yang menggunakan lahan kering. Tegalan ini hampir sama dengan ladang, tetapi pada umumnya lebih sering ditemukan di dataran tinggi. Tegalan biasanya ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

4. Kebun

20201118_1031171-2-1024x768Kebun merupakan lahan yang dapat ditanami baik di lahan terbatas maupun lahan yang luas. Contoh lahan terbatas yaitu menanam tanaman pada halaman belakang rumah, sedangkan lahan yang luas yaitu seperti perkebunan teh. Komoditas pada kebun juga bermacam-macam mulai dari sayuran sampai buah-buahan.

5. Peternakan dan Perikanan

1600752267cover-renstra-copy

Selain dari sawah, ladang, tegalan, dan kebun terdapat dua jenis pertanian lainnya yaitu peternakan dan perikanan. Komoditas pada peternakan dan perikanan sangat beragam. Contoh komoditas peternakan adalah unggas, sapi, kambing, dll.  Contoh komoditas perikanan adalah ikan air tawar, ikan air payau, dan ikan air laut.

Proses Dalam Pertanian

1. Pengolahan Lahan

Sebelum melakukan proses budidaya, kita harus terlebih dahulu mempersiapkan tempat atau lahan yang akan digunakan dengan melakukan proses pengolahan lahan sesuai dengan komoditas yang akan ditanami. Salah satu contohnya yaitu pada perkebunan teh maka kita harus melakukan proses pengolahan lahan dengan cara menebang pohon, pembajakan tanah, memberikan pemupukan awal pada tanah, dll.

 2. Penyiapan Budidaya

Pada penyiapan budidaya ini biasanya para petani menentukan bibit-bibit mana yang cocok untuk ditanami pada lahan yang sudah di siapkan tersebut. Setelah ditentukan maka diperlukan persiapan dan penjagaan sehingga komoditas tersebut bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Penyiapan budidaya ini merupakan proses panjang yang menentukan kualitas hasil panen pada proses pemanenan.

3. Pemanenan

Pemanenan merupakan proses pengambilan hasil setelah melalui proses pengolahan lahan dan penyiapan budidaya, sehingga kualitasnya juga bergantung pada kedua proses tersebut. Pada pemanenan ini harus dilakukan dengan maksimal dan sesuai dengan prosedur agar produk hasil pertaniannya juga maksimal dan tidak terjadi gagal panen.

4. Pemasaran

pemasaran produksi merupakan proses penyaluran hasil produksi pertanian kepada para pembeli. Untuk memudahkan proses pemasaran tersebut maka para petani dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dimana para petani bisa menjual hasil panennya kepada konsumen dengan menggunakan aplikasi. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan para petani adalah aplikasi TaniHub.

Berikut ini merupakan artikel jurnal tentang penerapan teknologi pada proses pertanian:

1. Optimasi Sistem Cerdas Pada Pengering Tanaman Obat Berbasis Internet Of Thing dengan Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan
2. Deteksi Tingkat Kematangan Buah Tomat dengan Metode Fuzzy Logic Menggunakan Modul Kamera Raspberry PI
3. Sistem Rekomendasi Pemilihan Benih Varietas Unggul Padi Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process – Simple Additive Weighting
4. Sistem Monitoring Budidaya Ikan Lele Berbasis Internet Of Things Menggunakan Raspberry PI
5. Aplikasi E-Tani Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Para Petani

RESUME MATERI 2 INDUSTRI PERTANIAN PSTI B

20210904_065835Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

Industry 4.0 bidang pertanian

 Revolusi Industri 4.0 memiliki peranan penting dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan melalui mekanisasi pertanian. Mekanisasi ini dapat berupa mesin otomatis yang terintegrasi dengan internet sehingga diharapkan bisa mencapai target swasembada tersebut.

 pengelolaan lahan 

Precision Agriculture (pertanian presisi)
Precision Agriculture (pertanian presisi)

penggunaan input berupa pestisida dan pupuk sesuai kebutuhan berdasarkan informasi olahan data pada tablet sehingga tidak ada kelebihan dalam dosis pengaplikasiannya karena dipenuhi berdasarkan kekurangannya. Dampak baik yang ditimbulkan pada pengaplikasian pupuk atau pestisida sesuai kebutuhan akan menjaga kesehatan dan kelestarian tanah, optimalisasi penggunaan input dan saving cost.

MONITORING

IoT (Internet Of Things)
IoT (Internet Of Things)

startup ini menggunakan jaringan internet baik untuk pengumpulan, pertukaran data dan kontroling alat dilapang yang terhubung dengan gadget. Fokus utama CI Agriculture yaitu pengembangan sistem manajemen pertanian dengan menggunakan big data analystic.

Rekayasa e-Aquaculture
untuk Otomasi Monitoring
Tambak Udang

Analisis situasi

Provinsi Lampung merupakan
daerah penghasil udang dan
sebagian besar hasil udang
diekspor ke luar negeri.
Selain itu, Lampung juga
merupakan provinsi
pensupply benih Udang
Vaname nasional nomor satu,
yaitu sebesar 37,84 %.

Permasalahan

Tambak udang di Lampung masih
dilakukan secara tradisional
meskipun sebagian sudah dilakukan secara intensif.
Tambak udang secara tradisional dimana kontrol terhadap kualitas
tambak itu sendiri dilalukan secara manual dan berkala.
Hal ini mengakibatkan seringnya
penurunan kualitas air .

Kualitas air yang buruk dapat 
menimbulkan resiko terkena penyakit white feces pada udang.
Hal ini tentu saja menimbulkan 
kerugian.

Solusi

Perangkat IoT berupa sensor dan mini computer di pasang
ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data.Data dikirim ke master board untuk diteruskan ke
database.