Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan 2

“Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengembangkan Kemampuan Utuh Sarjana atau Profesional”

pkn2

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

1. Definisi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1).

Pendidikan meliputi 3 bagian yaitu:

  • Kognitif adalah pendidikan yang berkaitan potensi intelektual.
  • Afektif adalah pendidikan yang berkaitan dengan sikap diri dan nilai.
  • Psikomotorik adalah pendidikan yang berkaitan dengan keterampilan diri.

Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. (UU RI No. 12 Tahun 2006 Pasal 1 ayat 2).

Jadi, Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua, yang semua itu diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Tujuan

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menjadikan warga negara Indonesia sebagai warga negara yang baik dan terdidik.

Program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah. (UU RI No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi).

Lulusan program sarjana diharapkan:

  • Menjadi intelektual dan/atau ilmuwan yang berbudaya.
  • Mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja.
  • Mampu mengembangkan diri menjadi profesional.

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi. (UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).

WARGA NEGARA

1. Definisi

Warga negara menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah penduduk sebuah negara atau bangsa berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga dari negara itu.

Warga negara adalah semua orang yang secara hukum merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Warga negara bisa berupa warga negara lokal atau warga negara asing di sebuah negara. Definisi warga negara pun berbeda di tiap negara karena tiap negara juga memiliki konsep dan asas kewarganegaraan yang berbeda-beda.

Pengertian warga negara secara umum adalah semua penduduk di suatu negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya, serta memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai seorang warga negara di negara tersebut.

Warga negara juga bisa didefinisikan sebagai orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara, yang memiliki hubungan yang tidak terputus dengan tanah airnya, sekalipun yang bersangkutan berada di luar negeri, selama yang bersangkutan tidak memutuskan hubungannya atau terikat oleh ketentuan hukum internasional.

2. Siapa Saja yang Menjadi Warga Negara?

Warga negara adalah semua orang yang secara hukum merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Warga negara bisa berupa warga negara lokal atau warga negara asing di sebuah negara.

Adapun menurut UU UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah:

Melalui Kelahiran

  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga Negara Indonesia.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga Negara asing, maupun sebaliknya.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum Negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  • Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin.
  • Anak yang lahir di wilayah NKRI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  • Anak yang baru lahir ditemukan di wilayah NKRI selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
  • Anak yang lahir di wilayah NKRI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Anak yang dilahirkan diluar wilayah NKRI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
  • Anak WNI yang lahir diluar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai WNI.
  • Anak WNI yang belum berusia 5 ( lima ) diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai WNI.

Melaui Pengangkatan

  • Diangkat sebagai anak oleh WNI.
  • Pada waktu pengangkatan itu ia belum berumur 5 tahun.
  • Pengangkatan anak itu memperoleh penetapan pengadilan.

Melaui Pewarganegaraan

  • Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin.
  • Pada waktu pengajuan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah NKRI paling sedikit 5 tahun berturut – turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut – turut.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Dapat berbahasa indonesia serta mengakui dasar negara pancasila dan UUD 1945.
  • Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 tahun atau lebih.
  • Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.
  • Mempunyai pekerjaan dan / atau penghasilan tetap. Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara. Orang asing yang telah berjasa kepada NKRI atau karena alasan kepentingan negara.

Melaui Perkawinan

  • Warga Negara asing yang kawin secara sah dengan WNI.
  • Menyampaikan pernyataan menjadi warga Negara di hadapan pejabat.

3. Perbedaan Warga Negara dan Penduduk

Secara pengertian, penduduk adalah orang-orang yang menempati suatu wilayah di suatu negara. Jadi, penduduk Indonesia adalah orang-orang yang tinggal atau menempati wilayah di Indonesia.

Perbedaan penduduk dengan warga negara:

Waktu tinggal

Warga negara adalah orang-orang yang tinggal di suatu negara dalam jangka waktu panjang dan tidak memiliki rencana menetap di negara tersebut. Sedangkan penduduk adalah orang-orang yang menetap di suatu negara dalam jangka waktu yang panjang.

Status Kewarganegaraan

status warga negara tidak tercatat secara resmi, sedangkan penduduk tercatat secara resmi. seperti memiliki Kartu Keluarga dan KTP.

Kewarganegaraan

Pada warga negara, kewarganegaraannya bisa berbeda dengan tempat tinggalnya. Sedangkan pada penduduk, kewarganegaraannya sama seperti tempat tinggalnya sekarang.

Tingkat Kebebasan

Pada warga negara yang menetap di suatu negara tidak bebas melakukan hal-hal tertentu di negara tersebut. Seperti, bergabung dalam partai politik, menjadi Pegawai Negeri Sipil, dan mengikuti pemilu. Sedangkan penduduk, memiliki kebebasan yang lebih dalam melakukan hal-hal yang berhubungan dengan negaranya.

Kesimpulannya, warga negara belum tentu penduduk Indonesia, tetapi penduduk Indonesia terdiri dari warga negara Indonesia asli dan warga negara asing yang keberadaannya di Indonesia telah diakui secara hukum.

 

Referensi:

https://www.zonareferensi.com/pengertian-warga-negara

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-warga-negara.html

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-warga-negara-indonesia-secara-umum

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>