Artikel Covid-19

COVID-19

kominfo-kemenkes-banner-corona

Apa itu COVID-19?

COVID-19 adalah virus jenis baru dari keluarga Coronavirus yang ditemukan di kota Wuhan, China pada bulan Desember 2019 yang lalu. Kemudian virus baru tersebut dinamai Coronavirus Disease-2019 dan disingkat menjadi COVID-19.

Virus ini menyerang saluran pernafasan yang menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti  flu biasa, Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia. Kemudian virus ini menyebar menjadi pandemi di seluruh dunia.

 

Penyebab Terinfeksi COVID-19

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

 

Gejala Terinfeksi COVID-19

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
  • Batuk
  • Sesak napas

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

 

Pencegahan COVID-19

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjangkit COVID-19, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

 

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

 

Saat ini, Per tanggal 25 Maret 2020 jumlah kasus COVID-19 yang terjadi dunia pada 187 negara telah mencapai 417.582 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 107.247 orang, dan jumlah pasien meninggal sebanyak 18.612 orang.

Sedangkan di Indonesia sendiri, sudah mencapai 686 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 30 orang, dan jumlah pasien meninggal sebanyak 55 orang.

Alangkah baiknya jika kita menerapkan perilaku untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan melakukan social distancing dan senantiasa menjaga kebersihan.

 

Referensi:

https://www.kemkes.go.id

https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona

https://www.alodokter.com/virus-corona

https://amp.kompas.com/tren/read/2020/03/25/070100465/update-virus-corona-di-dunia

Rangkuman Bab 5

BAGAIMANA HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA KEDAULATAN RAKYAT DAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT?

5de1c823b99ea

A. Konsep dan Urgensi Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara

  • Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain mana pun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
  • Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain mana pun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban dengan demikian merupakan sesuatu yang harus dilakukan (Notonagoro, 1975).
  • Menurut “teori korelasi” yang dianut oleh pengikut utilitarianisme, hak dan kewajiban warga negara merupakan wujud dari hubungan warga negara dengan negara. Hak dan kewajiban bersifat timbal balik, bahwa warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negara, sebaliknya pula negara memiliki hak dan kewajiban terhadap warga negara.
  • Hak dan kewajiban warga negara merupakan wujud dari hubungan warga negara dengan negara. Hak dan kewajiban bersifat timbal balik, bahwa warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negara, sebaliknya pula negara memiliki hak dan kewajiban terhadap warga negara.
  • Hak dan kewajiban warga negara dan negara Indonesia diatur dalam UUD NRI 1945 mulai pasal 27 sampai 34, termasuk di dalamnya ada hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia. Pengaturan akan hak dan kewajiban tersebut bersifat garis besar yang penjabarannya dituangkan dalam suatu undang-undang.

 

B. Sumber Historis, Sosiologis, Politik tentang Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara Indonesia

  1. Sumber Historis

John Locke, seorang filsuf Inggris pada abad ke-17, yang pertama kali merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik.

1. Magna Charta (1215)

Piagam perjanjian antara Raja John dari Inggris dengan para bangsawan. Isinya adalah pemberian jaminan beberapa hak oleh raja kepada para bangsawan beserta keturunannya, seperti hak untuk tidak dipenjarakan tanpa adanya pemeriksaan pengadilan. Jaminan itu diberikan sebagai balasan atas bantuan biaya pemerintahan yang telah diberikan oleh para bangsawan.

2. Revolusi Amerika (1276)

Perang kemerdekaan rakyat Amerika Serikat melawan penjajahan Inggris disebut Revolusi Amerika. Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan) Amerika Serikat menjadi negara merdeka tanggal 4 Juli 1776 merupakan hasil dari revolusi ini.

3.Revolusi Prancis (1789)

Revolusi Prancis adalah bentuk perlawanan rakyat Prancis kepada raja (Louis XVI) yang telah bertindak sewenang-wenang dan absolut. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (Pernyataan Hak-Hak Manusia dan Warga Negara) dihasilkan oleh Revolusi Prancis. Pernyataan ini memuat tiga hal: hak atas kebebasan (liberty), kesamaan (egality), dan persaudaraan (fraternite).

Konsep hak asasi kemudian berkembang menjadi empat macam kebebasan (The Four Freedoms). Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Rooselvelt. Keempat macam kebebasan itu meliputi:

  1. Kebebasan untuk beragama (freedom of religion),
  2. Kebebasan untuk berbicara dan berpendapat (freedom of speech),
  3. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want), dan
  4. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear).

Sekalipun aspek kewajiban asasi manusia jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan aspek hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam UUD NRI 1945, namun secara filosofis tetap mengindikasikan adanya pandangan bangsa Indonesia bahwa hak asasi tidak dapat berjalan tanpa dibarengi kewajiban asasi. Dalam konteks ini Indonesia menganut paham harmoni antara kewajiban dan hak ataupun sebaliknya harmoni antara hak dan kewajiban.

  1. Sumber Sosiologis

Pertama, suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa setelah tumbangnya struktur kekuasaan “otokrasi” yang dimainkan Rezim Orde Baru ternyata bukan demokrasi yang kita peroleh melainkan oligarki di mana kekuasaan terpusat pada sekelompok kecil elit, sementara sebagian besar rakyat (demos) tetap jauh dari sumber-sumber kekuasaan (wewenang, uang, hukum, informasi, pendidikan, dan sebagainya).

Kedua, sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat adalah akibat munculnya kebencian sosial budaya terselubung (sociocultural animosity). Gejala ini muncul dan semakin menjadi-jadi pasca runtuhnya rezim Orde Baru. Ketika rezim Orde Baru berhasil dilengserkan, pola konflik di Indonesia ternyata bukan hanya terjadi antara pendukung fanatik Orde Baru dengan pendukung Reformasi, tetapi justru meluas menjadi konflik antarsuku, antarumat beragama, kelas sosial, kampung, dan sebagainya.

  1. Sumber Politik

Sumber politik yang mendasari dinamika kewajiban dan hak negara dan warga negara Indonesia adalah proses dan hasil perubahan UUD NRI 1945 yang terjadi pada era reformasi. Pada awal era reformasi, muncul berbagai tuntutan reformasi di masyarakat.

Hak dan kewajiban warga negara dan negara mengalami dinamika terbukti dari adanya perubahan-perubahan dalam rumusan pasal-pasal UUD NRI 1945 melalui proses amandemen dan juga perubahan undangundang yang menyertainya.

 

C. Esensi dan Urgensi Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara

  1. Agama
  2. Pendidikan dan Kebudayaan
  3. Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Rakyat
  4. Pertahanan dan Keamanan

Jaminan akan hak dan kewajiban warga negara dan negara dengan segala dinamikanya diupayakan berdampak pada terpenuhinya keseimbangan yang harmonis antara hak dan kewajiban negara dan warga negara.

 

Referensi :

Winarno, dkk. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi, 115-144. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenrisetdikti Republik Indonesia.

Paper Analisa Kasus Disintegrasi Nasional

Nama                   : Sayhan Hudaya

NPM                      : 1915061048

Mata Kuliah        : Pendidikan Kewarganegaraan

Dosen MK           : Rio Ariestia Pradipta, S.Kom., M.T.I.

5de1c823b99ea

Analisis Permasalahan Disintegrasi Nasional Yang Terjadi Di Aceh Dan Papua

Kedua Permasalahan yang terjadi di Aceh dan Papua adalah terdapat gerakan separatisme atau gerakan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Permasalahan Disintegrasi Aceh:

Di Aceh terdapat gerakan separatisme oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sudah terjadi sejak tahun 1976 untuk berpisah dari NKRI dan mendirikan negara yang berlandaskan syariat Islam.

Operasi yang dilakukan GAM antara lain operasi merampok senjata, serangan terhadap polisi dan pos militer, pembakaran dan pembunuhan yang ditargetkan kepada polisi dan personel militer, informan pemerintah dan tokoh-tokoh yang pro-Republik Indonesia.

Selain operasi pemberontakan, GAM lebih sering melakukan Provokasi di Aceh guna mendapat banyak dukungan. GAM sudah banyak berganti-ganti penyokong, termasuk dari Libya yang pada tahun 1998-1999 melatih militer tentara GAM. Dimana, saat itu membuat Indonesia mengalami Krisis Militer dan daerah Aceh menjadi zona militer.

Ketika pemerintah pusat tidak efektif karena jatuhnya Soeharto, memberikan keuntungan bagi GAM dan mengakibatkan pemberontakan yang lebih besar. Hal ini membuat Pemerintah NKRI ingin mengakhiri konflik dengan GAM untuk selamanya. Operasi militer yang dilakukan TNI dan Polri pada tahun 2003-2004, serta kehancuran yang disebabkan oleh Tsunami Aceh 2004 menyebabkan GAM  melakukan gencatan senjata dan menerima persetujuan perdamaian pada tanggal 15 Agustus 2005.

 

Permasalahan Disitegrasi Papua:

Di papua, terdapat gerakan separatisme oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sudah terbentuk sejak bulan Desember tahun 1963. Bahkan kegiatan OPM masih terjadi hingga saat ini. Mereka awalnya menempuh jalur diplomatik, seperti melakukan upacara pengibaran bendera Bintang Kejora, menyanyikan lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan memiliki lambang negara sendiri.

Namun aksinya semakin menyimpang. Mulai dari pemberontakan bersenjata, melakukan sabotase dan mengancam PT Freeport, membunuh anggota TNI dan Polri, menyerang Pesawat Komersial, menyerang Ibu Kota Jayapura, menculik serta membunuh warga sipil, dan masih banyak lagi.

Fakta bahwa mayoritas korban dari aksi OPM adalah para warga sipil dan anak-anak, membuat Pemerintah Indonesia merespon dengan aksi militer yang lebih besar.  Mereka menyatakan bahwa aksinya tidak akan berhenti sampai Papua benar-benar terpisah dari NKRI.

 

Penyebab Permasalahan:

  • Gerakan GAM disebabkan oleh penerapan syariat agama Islam di Aceh dan perbedaan budaya dengan banyak daerah lain di Indonesia. Selain itu terdapat kebijakan-kebijakan Pemerintah Orde Baru Presiden Soeharto yang tidak disukai oleh rakyat dan tokoh terkemuka di Aceh.

Sistem Pemerintahan yang Sentralistik pada masa Orde Baru membuat permasalahan di Aceh yang letaknya berada di ujung Indonesia dana tidak diperhatikan oleh Pemerintah Pusat. Selain itu budaya pemerintah Indonesia yang dianggap “neo-kolonial”, dan meningkatnya jumlah migran dari pulau Jawa ke provinsi Aceh serta distribusi pendapatan yang tidak adil dari sumber daya alam menjadi bahan perdebatan. Keluhan-keluhan inilah yang membuat Hasan di Tiro untuk membentuk GAM pada tanggal 4 Desember 1976 dan mendeklarasikan kemerdekaan Aceh.

  • Gerakan OPM disebabkan karena mereka mengganggap bahwa Papua sejak awal tidak memiliki hubungan dengan Indonesia ketika republik Indonesia baru terbentuk. Saat pemerintahan Republik Indonesia dijalankan, tidak ada pembangunan ataupun aktivitas pemerintahan yang terjadi di wilayah Papua. Lalu mereka menolak pembangunan dan aktivitas pemerintahan apapun dari Indonesia, baik lembaga kemanusiaan, rombongan pemuka agama, organisasi pemerintahan, dan lain-lain. Dari situlah aksi OPM mulai berkembang.

 

Solusi:

Solusi Dari Pemerintah

Menurut saya, seharusnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur dan fasilitas serta membenahi pemerintahan secara merata sehingga tidak terjadi kesenjangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Untuk permasalahan di Papua pemerintah sebaiknya juga menempuh jalur diplomatik melalui pendekatan non militer, guna mencapai kesepakatan perdamaian antara pihak OPM dan Pemerintah Indonesia, mengingat aksi militer balasan pemerintah yang selalu dilakukan secara lebih besar tidak menyelesaikan masalah hingga saat ini.

Solusi dari seluruh lapisan masyarakat

Menurut saya, masyarakat harus lebih membuka diri untuk bertoleransi dan menghargai perbedaan di Indonesia, tidak menguatamakan kepentingan pribadi atau kebudayaannya sendiri, serta menyadari pentingnya Integrasi Nasional demi persatuan Indonesia.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Aceh_Merdeka

https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Papua_Merdeka

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan 4

“Urgensi Integrasi Nasional Sebagai Salah Satu Parameter Peraturan dan Kesatuan Bangsa”

pkn4

INTEGRASI NASIONAL

 

DEFINISI

Integrasi nasional berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu “Integrate” yang artinya menyatupadukan dan “Nation” yang artinya bangsa.

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Integrasi nasional juga berarti bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat.

 

KONSEP INTEGRASI NASIONAL

Konsep integrasi nasional terbagi secara vertikal dan secara horizontal, yaitu :

  • Konsep Integrasi Nasional secara vertikal mencakup bagaimana mempersatukan rakyat dengan pemerintah.
  • Konsep Integrasi Nasional secara horizontal mencakup bagaimana menyatukan rakyat Indonesia yang tingkat kemajemukannya cukup tinggi, baik golongan, agama, dan etnis yang berbeda.

Pada kenyataannya, integrasi nasional dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu:

  • Integrasi pada aspek politik, yaitu guna menjembatani celah perbedaan dalam rangka pengembangan proses politik yang partisipatif.
  • Integrasi pada aspek ekonomi, yaitu saling ketergantungan ekonomi antardaerah yang bekerja sama secara sinergis.
  • Integrasi pada aspek sosial budaya, yaitu hubungan antarsuku, antarlapisan dan antargolongan.

 

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK DAN PENGHAMBAT TERWUJUDNYA INTEGRASI NASIONAL

Faktor Pembentuk:

  • Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
  • Kemauan untuk menyatukan persatuan bagi bangsa Indonesia yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
  • Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, seperti dalam perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.
  • Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  • Kesepakatan nasional dalam bentuk pernyataan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

Faktor Penghambat:

  • Masyarakat Indonesia yang heterogen dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
  • Luas wilayah negara yang terdiri dari ribuan kepulauan dan dikelilingi lautan.
  • Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA, gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
  • Pada beberapa suku bangsa masih terdapat paham “etnosentrisme”. Yaitu menomorsatukan kelebihan budayanya dibanding budaya suku bangsa lain.

 

URGENSI INTEGRASI NASIONAL

Saat ini, Integrasi Nasional sudah mulai terkikis. Masyarakat cenderung  melakukan tindakan yang mengarah pada disintegrasi atau perpecahan.

Contohnya adalah terjadinya kasus-kasus seperti gerakan separatisme OPM di Papua dan GAM di Aceh, demonstrasi dan unjuk rasa yang anarkis, tawuran antar pelajar, dan perang antar suku di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya Integrasi Nasional penting untuk terciptanya keselarasan bangsa di tengah-tengah keadaan masyarakat yang berbeda-beda dan wilayah yang luas.

 

HAL-HAL YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENJAGA INTEGRITAS NASIONAL

  • Mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
  • Tidak berperilaku SARA.
  • Bertindak sesuai peraturan hukum yang ada.
  • Bersikap toleransi dan tenggang rasa antar ras, suku, dan umat beragama.
  • Menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi di tempat umum.
  • Tidak menciptakan kelompok-kelompok tertentu yang dapat mendorong Indonesia menuju perpecahan.
  • Menggunakan produk dalam negeri.
  • Tidak mengutamakan kelebihan budayanya dibanding budaya suku bangsa lain.

Sebagai masyarakat, kita harus menjaga Integritas Nasional agar persatuan Indonesia tetap terwujud dan tidak terjadi perpecahan.

Referensi:

https://ppkn.co.id/integritas-nasional/

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/skola/read/2020/02/25/153317369/integrasi-nasional-pengertian-faktor-pembentuk-dan-penghambat

https://blog.ruangguru.com/pengertian-integrasi-nasional-dalam-konteks-indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan 3

“Esensi dan Urgensi Identitas Nasional Sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Bangsa dan Karakter”

 pkn3

IDENTITAS NASIONAL

1. Definisi

Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah, ciri, tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu yang meliputi karakter, sifat, watak dan kepribadian,  sehingga membedakan dengan yang lain.

Sedangkan kata nasional merupakan gambaran akan identitas yang melekat pada diri seseorang atau suatu kelompok tertentu atau organisasi yang lebih besar berdasarkan kesamaan fisik, budaya, ragam, bahasa, sejarah, cita – cita, serta tujuan.

Jadi, Identitas Nasional adalah suatu jati diri dari suatu bangsa. Artinya, jati diri tersebut merupakan milik suatu bangsa dan berbeda dengan banga lainnya. Dalam garis besarnya, identitas nasional merupakan suatu jati diri yang tidak hanya mengacu pada individu tertentu, namun juga berlaku untuk suatu kelompok/organisasi/negara.

Jati diri bangsa Indonesia juga mencerminkan pembangunan karaktrer warga negaranya yang memiliki ciri khas sebagai berikut:

  1. Sifat Religius
  2. Menghormati bangsa dan manusia lain
  3. Persatuan
  4. Gotong royong dan musyawarah
  5. Demokrasi Pancasila

2. Fungsi

  • Sebagai Alat Pemersatu Bangsa
  • Sebagai Pembeda Dengan Bangsa Lainnya
  • Merupakan Landasan Negara
  • Identitas Negara Tersebut

3. Unsur Pembentuk Identitas Nasional

  • Agama
  • Suku Bangsa
  • Kebudayaan
  • Bahasa

4. Ciri-ciri negara yang mempunyai identitas nasional

  • Adanya pola perilaku masyarakat menyangkut adat istiadat yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Adanya lambang-lambang yang secara simbolik mendeskripsikan visi, tujuan dan fungsi didirikannya negara.
  • Adanya alat kelengkapan yang dimiliki negara untuk melayani kebutuhan masyarakatnya, seperti tempat ibadah, infrastruktur, teknologi komunikasi, dan sebagainya.
  • Adanya tujuan bersama yang ingin dicapai suatu bangsa yang tercermin dalam dasar negara dan konstitusinya.

5. Contoh identitas nasional Indonesia

  • Bahasa Indonesia.
  • Bendera negara Merah Putih.
  • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
  • Lambang Negara Garuda Pancasila.
  • Semboyan Bhinneka Tuggal Ika.
  • UUD 1945.
  • Konsepsi Wawasan Nusantara.
  • Kebudayaan Daerah
  • Bentuk Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
  • Bung Karno, merupakan tokoh, figur, sang proklamator, tokoh sentral berdirinya negara Indonesia.
  • Batik, produk budaya berupa corak lilin pada sehelai kain yang mengandung filosofi, bernilai seni dan ekonomi.
  • Borobudur, salah satu tempat ibadah umat Budha, candi Budha terbesar di dunia.
  • Rendang, salah satu makanan khas Minang yang telah mendunia.
  • Pancasila, ideologi resmi negara yang terdiri dari lima sila: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, Keadilan.

Kesimpulannya, Identitas Nasional bangsa Indonesia adalah berbagai keberagaman di Indonesia yang meliputi banyak aspek yang menjadikan negara Indonesia berbeda dengan negara lain.

Identitas Nasional bangsa Indonesia sangatlah banyak dan tidak hanya seperti contoh di atas. Kita sebagai warga negara Indonesia haruslah bangga terhadap keberagaman yang terdapat di Indonesia.

 

Referensi:

https://salamadian.com/pengertian-identitas-nasional-indonesia/

https://www.google.com/amp/s/sosiologibudaya.wordpress.com/2013/03/20/identitas/amp/

https://medium.com/@wahyupambudi/apa-itu-jati-diri-sudah-kah-anda-menemukan-jati-diri-anda-6c6d78e8462a

https://www.google.com/amp/sosiologis.com/identitas-nasional/amp

 

 

 

 

 

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan 2

“Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengembangkan Kemampuan Utuh Sarjana atau Profesional”

pkn2

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

1. Definisi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1).

Pendidikan meliputi 3 bagian yaitu:

  • Kognitif adalah pendidikan yang berkaitan potensi intelektual.
  • Afektif adalah pendidikan yang berkaitan dengan sikap diri dan nilai.
  • Psikomotorik adalah pendidikan yang berkaitan dengan keterampilan diri.

Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. (UU RI No. 12 Tahun 2006 Pasal 1 ayat 2).

Jadi, Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua, yang semua itu diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Tujuan

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menjadikan warga negara Indonesia sebagai warga negara yang baik dan terdidik.

Program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah. (UU RI No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi).

Lulusan program sarjana diharapkan:

  • Menjadi intelektual dan/atau ilmuwan yang berbudaya.
  • Mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja.
  • Mampu mengembangkan diri menjadi profesional.

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi. (UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).

WARGA NEGARA

1. Definisi

Warga negara menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah penduduk sebuah negara atau bangsa berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga dari negara itu.

Warga negara adalah semua orang yang secara hukum merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Warga negara bisa berupa warga negara lokal atau warga negara asing di sebuah negara. Definisi warga negara pun berbeda di tiap negara karena tiap negara juga memiliki konsep dan asas kewarganegaraan yang berbeda-beda.

Pengertian warga negara secara umum adalah semua penduduk di suatu negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya, serta memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai seorang warga negara di negara tersebut.

Warga negara juga bisa didefinisikan sebagai orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara, yang memiliki hubungan yang tidak terputus dengan tanah airnya, sekalipun yang bersangkutan berada di luar negeri, selama yang bersangkutan tidak memutuskan hubungannya atau terikat oleh ketentuan hukum internasional.

2. Siapa Saja yang Menjadi Warga Negara?

Warga negara adalah semua orang yang secara hukum merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Warga negara bisa berupa warga negara lokal atau warga negara asing di sebuah negara.

Adapun menurut UU UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah:

Melalui Kelahiran

  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga Negara Indonesia.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga Negara asing, maupun sebaliknya.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum Negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  • Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin.
  • Anak yang lahir di wilayah NKRI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  • Anak yang baru lahir ditemukan di wilayah NKRI selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
  • Anak yang lahir di wilayah NKRI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Anak yang dilahirkan diluar wilayah NKRI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
  • Anak WNI yang lahir diluar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai WNI.
  • Anak WNI yang belum berusia 5 ( lima ) diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai WNI.

Melaui Pengangkatan

  • Diangkat sebagai anak oleh WNI.
  • Pada waktu pengangkatan itu ia belum berumur 5 tahun.
  • Pengangkatan anak itu memperoleh penetapan pengadilan.

Melaui Pewarganegaraan

  • Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin.
  • Pada waktu pengajuan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah NKRI paling sedikit 5 tahun berturut – turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut – turut.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Dapat berbahasa indonesia serta mengakui dasar negara pancasila dan UUD 1945.
  • Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 tahun atau lebih.
  • Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.
  • Mempunyai pekerjaan dan / atau penghasilan tetap. Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara. Orang asing yang telah berjasa kepada NKRI atau karena alasan kepentingan negara.

Melaui Perkawinan

  • Warga Negara asing yang kawin secara sah dengan WNI.
  • Menyampaikan pernyataan menjadi warga Negara di hadapan pejabat.

3. Perbedaan Warga Negara dan Penduduk

Secara pengertian, penduduk adalah orang-orang yang menempati suatu wilayah di suatu negara. Jadi, penduduk Indonesia adalah orang-orang yang tinggal atau menempati wilayah di Indonesia.

Perbedaan penduduk dengan warga negara:

Waktu tinggal

Warga negara adalah orang-orang yang tinggal di suatu negara dalam jangka waktu panjang dan tidak memiliki rencana menetap di negara tersebut. Sedangkan penduduk adalah orang-orang yang menetap di suatu negara dalam jangka waktu yang panjang.

Status Kewarganegaraan

status warga negara tidak tercatat secara resmi, sedangkan penduduk tercatat secara resmi. seperti memiliki Kartu Keluarga dan KTP.

Kewarganegaraan

Pada warga negara, kewarganegaraannya bisa berbeda dengan tempat tinggalnya. Sedangkan pada penduduk, kewarganegaraannya sama seperti tempat tinggalnya sekarang.

Tingkat Kebebasan

Pada warga negara yang menetap di suatu negara tidak bebas melakukan hal-hal tertentu di negara tersebut. Seperti, bergabung dalam partai politik, menjadi Pegawai Negeri Sipil, dan mengikuti pemilu. Sedangkan penduduk, memiliki kebebasan yang lebih dalam melakukan hal-hal yang berhubungan dengan negaranya.

Kesimpulannya, warga negara belum tentu penduduk Indonesia, tetapi penduduk Indonesia terdiri dari warga negara Indonesia asli dan warga negara asing yang keberadaannya di Indonesia telah diakui secara hukum.

 

Referensi:

https://www.zonareferensi.com/pengertian-warga-negara

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-warga-negara.html

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-warga-negara-indonesia-secara-umum

 

Review Acer Predator X34P

Assalamualaikum wr.wb.

Hai, Sayhan disini, kali ini saya akan membahas dan me-review tentang Monitor Acer Predator X34P.

umcx0sap02

Desain

Monitor ini memiliki aksen merah dan Bezel yang sempit membuat kesan elegan khas rig gaming. Memiliki dudukan monitor yang dapat disetel pada ketinggian yang diinginkan, sehingga anda tidak bungkuk selama permainan. Dengan panel melengkung 1900R menjadikan pengalaman bermain yang lebih nyata daripada panel datar biasa.

Layar

Monitor ini memiliki lebar 34 inci, dengan resolusi UltraWide QHD 3440×1440 dan panel IPS yang dilengkapi gamut warna 100% sRGB untuk menghasilkan warna yang cerah dan tajam. Acer juga menyertakan dukungan untuk teknologi G-Sync Nvidia, sehingga meskipun GPU Anda tidak dapat memberikan 120Hz, Predator akan menyesuaikan diri untuk memastikan tampilan yang bagus.

Fitur

Monitor ini dapat meningkatkan bayangan area gelap dalam game yang dapat membuat musuh mudah terlihat oleh anda. Dengan hamparan crosshair di tengah layar, anda dapat mendapatkan headshots tanpa teropong dengan mudah. Predator juga dilengkapi dengan berbagai profil warna untuk berbagai jenis permainan yang berbeda misalnya aksi, balapan, dan olahraga, tanpa harus mengatur segala sesuatu secara manual setiap kali berganti genre permainan.

Harga

Monitor ini dibanderol dengan harga sebesar 21 juta rupiah atau sekitar $1500, bukan harga yang murah. Sebagai perbandingan harga, ada beberapa produk yang menjadi pesaing ketat, diantaranya Samsung LC34F791WQEX dan Philips 349X7FJEW yang mengemat jutaan rupiah lebih sedikit, karena tanpa dilengkapi G-Sync Nvidia yang mahal.

Kesimpulan

Jika anda memiliki anggaran yang memadai, saya menyarankan untuk membeli Acer Predator X34P yang memiliki berbagai keuntungan. Namun, jika anggaran anda kurang memadai, anda bisa melirik produk pesaing yang memiliki performa yang sama dengan Predator, jika Predator tidak dilengkapi dengan G-Sync Nvidia.

Sekian, review dari saya, saya akhiri, Assalamualaikum wr.wb.

Oleh: Anthony Agius

Sumber: Majalah PC Tech Authority Edisi 2018

MOTIVASI SAYA MASUK PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

Sejak kecil saya menyukai hal yang berkaitan dengan komputer, sehingga saya tertarik dengan prodi Teknik Informatika. Selain itu, Teknologi informasi pada era revolusi 4.0 sedang berkembang pesat dan banyak lapangan pekerjaan yang tersedia. Dengan masuk ke prodi Teknik Informatika saya dapat menguasai kemampuan yang dibutuhkan untuk bekerja dan membantu banyak orang di masa yang akan datang.