PART 2 | ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER

makna-persatuan-dan-kesatuan-630x380

Identitas Nasional

Identitas nasional dibentuk oleh dua kata dasar, ialah “identitas” dan “nasional”. identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang secara harfiah berarti jati diri, ciri-ciri, atau tanda-tanda yang melekat pada seseorang atau sesuatu sehingga mampu membedakannya dengan yang lain. Istilah “nasional” menunjuk pada kelompok-kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokan berdasar ras, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa identitas nasional adalah suatu ciri khas, karakteristik atau jati diri suatu negara.

Identitas Nasional Negara Indonesia

Indonesia sendiri mempunyai identitas nasional, yaitu seperti yang tercantum dalam Undang Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2009.

BAB XV. BENDERA DAN BAHASA

BAB XV BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA SERTA LAGU KEBANGSAAN

Pasal 35

Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.

Pasal 36

Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.

Pasal 36A

Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pasal 36B

Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.

Jati Diri

Jati diri adalah suatu hal yang ada di dalam diri seseorang, yang meliputi sifat, watak dan kepribadiannya. Sebagai suatu ciri khas yang membedakan dengan negara lain, Indonesia memiliki jati diri, yaitu :

1. Sifat religius

2. Menghormati bangsa dan manusia lain

3. Persatuan

4. Gotong royong dan musyawarah

5. Keadilan Sosial

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia bermakna kepribadian, identitas dan keunikan yang dapat terwujud sebagai satu kesatuan.

Referensi :

https://radenfatah.ac.id/tampung/hukum/20161122085810uud1945amandemen.pdf

- Nurwadi, Paristianti et all., 2016. “Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Kewarganegaraan Cetakan I”. Jakarta : Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

PART 1 | HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN UTUH SARJANA ATAU PROFESIONAL

download

Warga Negara

Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia, yang dimaksud warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sedangkan kewarganegaraan itu sendiri adalah segala hal ihwal yg berhubungan dengan warga negara. Adapun pengakuan status warga negara di Indonesia terdapat dalam pasal 26 Ayat 1 dan 2 UUD 1945, yaitu :

  1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
  2. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan

Secara etimologis, pendidikan kewarganegaraan berasal dari kata “pendidikan” dan kata “kewarganegaraan”. Pendidikan berarti usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1), sedangkan kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara (Undang-Undang RI No.12 Tahun 2006 Pasal 1 Ayat 2).

Jadi, pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik, diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya: pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua. Kesemuanya itu 24 diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Adapun fungsi dari pendidikan kewarganegaraan yaitu :

  1. Kognitif (Kemampuan berpikir kritis)
  2. Afektif (sikap/perilaku)
  3. Psikomotorik (Keterampilan)

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah. Lulusan program sarjana diharapkan :

– menjadi intelektual dan/atau ilmuwan yang berbudaya

– mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja

– mampu mengembangkan diri menjadi profesional.

Kita sebagai mahasiswa yang dianggap sebagai insan cendekian harus bisa memahami dinamika dan permasalahan politik kebangsaan melalui pendidikan kewarganegaraan. Karena setiap generasi adalah orang baru yang harus mendapat pengetahuan, sikap/nilai dan keterampilan agar mampu mengembangkan warga negara yang memiliki watak atau karakter yang baik dan cerdas (smart and good citizen) untuk hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan demokrasi konstitusional. Selain itu juga dengan pendidikan kewarganegaraan ini seharusnya dapat menumbuhkan bela negara dan rasa cinta tanah air pada mahasiswa sehingga memiliki semangat juang untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah Dunia dengan membuat inovasi-inovasi baru yang dapat bermanfaat bagi seluruh orang.

Referensi :

– Nurwadi, Paristianti et all., 2016. “Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Kewarganegaraan Cetakan I”. Jakarta : Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.