Jurnal Perkuliahan Pertemuan 11

Nama : Sabila Zata Amani

Npm : 2115061071

Kelas : TI B


 “Konsep Desain Perangkat Lunak”

Desain Perangkat Lunak

Desain perangkat lunak bukan hanya sebuah perancangan berupa interface (antar muka) sebuah perangkat lunak, tetapi memiliki lingkup yang jauh lebih luas.

Sebuah proses untuk mendefinisikan sesuatu yang akan dikerjakan dengan menggunakan teknik yang bervariasi serta didalamnya melibatkan deskripsi mengenai arsitektur serta detail komponen dan juga keterbatasan yang akan dialami dalam proses pengerjaannya.

Sebuah proses perancangan membutuhkan pengetahuan mengenai berbagai teknik atau model perancangan yang dapat digunakan. Selain itu, sebuah perancangan membutuhkan hasil analisa yang telah mampu mendeskripsikan kebutuhan dari sistem yang akan dibuat.Dan seorang desainer harus memahami kendala atau hambatan yang mungkin terjadi pada saat implementasi.

Desain perangkat lunak memiliki beberapa prinsip sebagai berikut :

  1. Desain Data (Data Design)
  2. Desain Arsitektur (Architectural Design)
  3. Desain Antar Muka (Interface Design)
  4. Desain Prosedural (Procedural Design)

Abstraksi 

Memiliki 3 macam bentuk yaitu :

  1. Abstraksi prosedural
    Merupakan urutan instruksi yang diberi nama yang mempunyai fungsi tertentu dan terbatas.
  2. Abstraksi data
    Kumpulan data yang bernama yang menggambarkan obyek data.
  3. Abstraksi kontrol
    Mengimplikasikan suatu mekanisme kontrol program tanpa menentukan detail-detail internal

Arsitektur Perangkat Lunak 

Merupakan representasi bergambar dari sistem aplikasi yang mengkomunikasikan organisasi sistem, berbagai komponen dan fungsinya, dan bagaimana komponen berinteraksi satu sama lain. Representasi skematis ini adalah hasil dari prinsip desain yang digunakan arsitek dan keputusan yang mereka buat.

Perangkta lunak struktural 

Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat prototipe dan menganalisis desain arsitektur.

Prosedur perangkat lunak

Berfokus pada detail-detail pemrosesan dari masing-masing modul secara individual. Prosedur harus memberikan spesifikasi yang teliti terhadap pemrosesan, mencakup urutan event, poin-poin keputusan nyata, operasi repetitif, dan organisasi struktur data.

Cohesion dan Coupling

Merupakan konsep dasar dalam perancangan dan rekayasa perangkat lunak.

Cohesian mengukur seberapa kuat setiap fungsi terkait dalam modul program. Kelas yang terstruktur dengan baik mengarah pada program yang sangat kohesif. Jika kelas tertentu melakukan serangkaian fungsi yang sangat terkait, kelas tersebut dikatakan kohesif. Di sisi lain, jika sebuah kelas melakukan sekumpulan fungsi yang sama sekali tidak terkait itu berarti kelas tersebut tidak kohesif sama sekali.

Coupling mengukur seberapa besar ketergantungan masing-masing modul program pada modul program lainnya. Interaksi antara dua objek terjadi karena adanya kopling. Program yang digabungkan secara longgar memiliki fleksibilitas dan ekstensibilitas yang tinggi. Kopling yang kuat tidak pernah bagus karena satu objek bisa sangat bergantung pada objek lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>