Artikel Ilmiah (Scientific Paper)

Apa itu Artikel?
Menurut KBBI Artikel adalah
1. Karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya
2. Bagian undang-undang atau peraturan yang berupa ketentuan; Pasal
3. Unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, misalnya the dalam bahasa inggris

Apa itu Ilmiah?
Menurut KBBI Artikel adalah segala sesuatu yang bersifat keilmuan; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.

Apa itu Karya Ilmiah?
Karya tulis yang dibuat dengan prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta yang dapat diperoleh dari observasi, eksperimen, dan kajian pustaka.

Apa itu Artikel Ilmiah?
Artikel Ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya.

Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.

Ciri-ciri Artikel Ilmiah?
1. Rasional
2. Objektif
3. Kristis
4. Reserved
5. Bahasa Formal
6. Sumber Referensi

Jenis-jenis Artikel Ilmiah:
1. Artikel/Jurnal Ilmiah
2. Makalah
3. Kertas Kerja
4. Paper
5. Skripsi
6. Tesis
7. Disertasi
8. Artikel Ilmiah Populer

Apa Yang Ditulis Pada Artikel Ilmiah?
1. Literatur
2. Apa yang dikerjakan pada suatu penelitian
3. Melaporkan hasil kerja peneliti
4. Jika berguna, maka harus ditulis, dilaporkan, dan di publish agar orang lain bisa mendapatkan pengetahuan berdasarkan apa yang dikerjakan peneliti
5. Jika apa yang dikerjakan tidak penting, maka tidak perlu membuat artikel ilmiah, maupun mempublishnya

Struktur Artikel Ilmiah?
1. Judul
2. Informasi Penulis
3. Abstrak
4. Kata Kunci
5. Isi Artikel: Pendahuluan, Studi Literatur, Metode yang digunakan, Hasil dan Pembahasan, Simpulan Saran.
6. Daftar Pustaka

Publikasi Artikel Ilmiah
1. Konferensi/Seminar : Prosiding
2. Artikel Ilmiah Populer


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.

Big Data for Agriculture

Data adalah segala sesuatu yang bisa di catat dan nanti ketika ditentukan bisa dijadikan informasi.

Database adalah kumpulan data yang dikelola sedemikian rupa berdasarkan ketentuan tertentu yang saling berhubungan sehingga mudah dalam pengelolaannya.

Jenis-jenis data: Terstruktur (excel) , semi struktur (JSON, XML) , dan tidak terstruktur (video).

Big Data adalah sebuah istilah untuk menjelaskan tentang volume besar variabel data dengan kecepatan tinggi, kompleks yang membutuhkan teknik dan teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen dan analisa informasi – TechAmerican Foundation. Jenis datanya bermacam-macam, bukan hanya teks tetapi bisa berupa file, suara, video dalam size yang besar.

Yang membedakan Big Data dengan Database adalah proses kecepatan, volume, dan jenis data yang tersedia di Big Data lebih banyak dan bervariatif daripada Database pada umumnya.

Sumber Big Data:
Social Media, Communication Data, Database, Network Stream Monitoring, IoT, Website, Cloud, dan juga Media.

Contoh penggunaan Big Data: 
Chatbot (Retail, Business, dll)
Search Engine (Accurate search results)
AI (More use for AI, Data Science, dll)
IoT (Foster IoT Development)

Manfaat dari Big Data
Mendapatkan analisa yang prediktif, Memanfaatkan data dari sosial media, decision making, merekomendasikan, mengoptimalkan, dan sebagai inovasi.

Big Data on Agriculture
Agricultural big data berarti bahwa banyak data yang diciptakan secara alami dari tingkatan yang berbeda mulai dari menebar benih sampai memanennya. Teknologi big data dalam pertanian dapat mengambil dan menganalisa banyak data dari berbagai sumber dari berbagai macam daerah. Kumpulan dari agricultural big data disebut sebagai “crowed source”, yang dapat dilakukan via kendaraan terbang atau drone, dengan kamera khusus atau smartphone mulai dari satelit sampai smartphone itu sendiri. Data-data tersebut disimpan dalam database dan diproses dengan algoritma. Agricultural big data dapat digunakan untuk meneliti karakteristik dari benih, pola cuaca, keadaan dari tanah seperti pH dan nutrisi, manajemen marketing, kebiasaan konsumen, dan lain-lain. Sumber datanya dapat berasal dari segi biologis, geospasial, dan lingkungan.

Isu dalam Big Data:
Big data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart Farming dan terlibat dalam keseluruhan rantai suplai.
Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Big data juga diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain tradisional dan non-tradisional.
Tata kelola dan model bisnis adalah masalah utama yang akan ditanganin dalam penelitian di masa mendatang.


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.

Artificial Intelligence for Agriculture

Revolusi 4.0 ditandai dengan kehadiran internet dimana semua perangkat berhubungan dengan komputer.
Teknologi di Era Revolusi 4.0 :
1. Internet of Things (IoT)
2. Computer Vision
3. Artificial Intelligence (AI)
4. Human Machine Interface (HMI)
5. Teknologi Robotik dan Sensor, serta Teknologi 3D printing.

Artificial Intelligence (AI) merupakan simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia.

Artificial intelligence (AI) sebagai salah satu teknologi utama yang mendukung implementasi industri 4.0 sangat potensial dan prospektif. Sektor pertanian juga ikut berubah seiring dengan tren ini. Karena itu, tidak bisa dihindari kemudian muncul terminologi smart farming (pertanian cerdas), dan precission farming (pertanian presisi).

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ini dapat dikembangkan untuk membantu petani dengan memberikan bimbingan yang tepat tentang nutrisi dan pengelolaan air, penanaman optimal, panen tepat waktu, jenis tanaman yang akan ditanam berdasarkan kondisi lingkungan, rotasi tanaman, hama, serta pengendalian dan pengelolaan penyakit.

Proses pada pertanian:
1. Pengolahan lahan
2. Pembibitan
3. Penanaman
4. Pemanenan
5. Penjualan hasil


 

Setelah menyaksikan 5 video mengenai AI for agriculture, dapat saya simpulkan bahwasanya Singapura sudah lebih dulu memanfaatkan AI ke bidang agriculture ini. Contohnya teknologi sensor pendeteksi temperature udara, kelembaban udara, drone dan masih banyak lagi. Climate change mengancam produksi pangan, oleh karena itu kita diharapkan bisa menjaga kualitas pangan dengan menggunakan teknologi dan inovasi di pertanian. Ada perusahaan bernama IBM Research yang sedang mengembangkan teknologi AI untuk memberdayakan mitra ekosistem agribisnis seperti petani, input sellers, commodity traders, perbankan, dan insurance players yang ada di negara berkembang seperti India. Selain itu di Indonesia sendiri banyak anak muda yang ingin mendalami industri pertanian dan tidak sedikit dari anak muda tersebut juga memanfaatkan AI dalam sektor pertanian. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa juga harus bisa membuat inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanian ini dengan menggunakan teknologi.


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.

Penerapan Teknologi di Bidang Pertanian

Sektor pertanian pada masa sekarang merupakan komoditor penyumbangan peran sangat vital pada siklus kebutuhan kehidupan manusia. Dampak sering berubahnya angka tingkat kelayakan panen pada sektor pertanian kian menjadi tantangan bagi pergerakan pertumbuhan ekonomi, saat ini tingkat kelayakan hasil panen tidak hanya terjadi pada lahan yang tidak produktif saja namun juga merambah ke lahan yang produktifitasnya baik.

Mengutip dari jurnal “Perancangan Sistem Informasi E-Farming Berbasis Web Untuk Mengetahui Tingkat Kelayakan Panen Pada Sektor Pertanian” karya Nanda Dian Prasetyo, Wahyu Ahmad Hayyi Fauzi, Dede Supratman, dan Sri Murti. Dalam hal ini perlu adanya penyediaan sistem informasi yang dapat mendukung pengamatan atas angka kelayakan hasil panen yang akan dihasilkan oleh sektor pertanian, salah satunya dengan sistem informasi E-Farming. Metode pengemenbangan sistem informasi penilaan angka kelayakan panen pada sektor pertanian ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan menggunakan diagram ERD, DFD, untuk pemodelan aplikasi yang dibangun serta menggunakan Adobe Dreamweaver CS5 dan MYSQL-Server sebagai basis data dalam sistem.

E-Farming (elektornik pertanian) sama dengan istilah EAgriculture dan E-Agribusiness merupakan suatu konsep pengembangan pemanfaatan dunia ICT yang secara garis besar sama dalam peran di dunia sektor pertanian. Farming atau lazimnya didefinisikan sebagai proses kegiatan usaha dalam sektor pertanian mulai proses pratanam sampai dengan pemasaran dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan lingkup pertanian tersebut. Sistem E-Farming hasil pengembangan sistem yang diaplikasikan dengan sebuah sistem informasi berbasis website dimana didalam sistem ini dapat mengetahui hasil kelayakan produksi panen pada sektor pertanian selain itu juga terdapat berberapa bentuk atribut yang berfungsi menambah informasi bagi user dan yang berhubungan dengan sektor pertanian.

Tidak hanya menampilkan hasil dari data kelayakan di interface ini pengguna juga bisa mengetahui solusi mengatasi melemahnya angka indikator yang ada, dengan adanya pemberitahuan tindakan yang harus diambil untuk memperoleh angka standarisai yang harus dipenuhi, tindakan saran solusi ini dikeluarkan oleh sistem secara otomatis berdasarkan perolehan data dari para executiv user, dan operator analis di bidang sektor pertanian dan perkebunan. Di interface ini pengguna juga bisa mencetak hasil laporan analisa untuk dipergunakan dalam pengecekan kurun waktu yang telah ditentukan diantaranya setiap satu bulan sekali, jadi bisa dipergunakan untuk mengetahui siklus perkembangan produksi pertanian yang nanti pada akhirnya didapat petani, sehingga para petani siap menerima hasil yang ada nanti pada masa panen.


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.

Proses Pertanian

Ada 5 Jenis sawah, yaitu:
1. Sawah irigasi : sawah ini sumber pengairannya berasal dari danau, waduk atau bendungan. sumber air tersedia sepanjang tahun.
2. Sawah lebak : biasanya berada di antara delta sungai besar. Jenis ini rawan terkena banjir.
3. Sawah bencah : terletak di dekat sungai dan sistem pertanian lahan basah yang dilakukan di daerah di daerah rawa.
4. Sawah tadah hujan : sumber air tergantung pada ketersediaan air hujan. Sering ditemui di pegunungan.
5. Sawah pasang surut : sumber air bergantung pada pasang surutnya air sungai. Biasanya ditemui di dekat pantai.

Tegalam (kebun) adalah lahan bukan sawah yang ditanami tanaman semusim yang penggunaan lahan tida berpindah-pindah.

Huma (ladang) adalah lahan bukan sawah yang ditanami tanaman musiman, penggunaannya hanya 1-2 musim, kemudian pindah bila tidak subur lagi.

Proses pertanian :
1. Pengelolaan lahan
2. Penyiapan budidaya
3. Pemanenan
4. Pemasaran

Mina padi adalah suatu bentuk usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah.


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.

Rekayasa e-Aquaculture untuk Otomatis Monitoring Tambak Udang

Indonesia memiliki komoditas perikanan luar biasa, yang bisa dikembangkan. Provinsi lampung merupakan daerah penghasil udang dan sebagian besar hasil udang diekspor ke luar negeri. Lampung juga merupakan provinsi pensupply benih Udang Vename nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84%

Tetapi permasalahannya adalah tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisional, dimana kontrol terhadap kualitas dilakukan secara manual dan berkala. Hal ini mengakibatkan seringnya penurunan kualitas air yang lambat diketahui.

Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan melakukan monitoring kualitas tambak udang berbasis IoT. Perangkat IoT ini berupa sensor dan mini computer yang dipasang ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data. Data tersebut dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.

Penerapan Teknologi Informasi melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

Tanah di Indonesia sangat subur, sehingga banyak sekali peluang tanaman yang bisa ditanam. Agar peluang tersebut tidak terlewatkan maka pemanfaatan teknologi untuk memaksimalkan bidang pertanian sangat diperlukan.

Teknologi dalam pertanian dapat membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Contoh pemanfaatannya adalah dengan menggunakan drone untuk monitoring lahan. Hal ini dapat membantu para petani untuk melakukan pemetaan daerah lahan yang sangat luas.

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan pengembangan software marketplace baik berbasis website ataupun mobile agar bisa digunakan untuk penjualan hasil panen dan juga membantu para petani bertemu dengan para customer.

Secara bisnis marketplace merubah pola orang menjual barang dan orang membeli barang. Orang lebih senang menggunakan marketplace karena pilihannya banyak dan harganya juga bersaing. Selain marketplace bisa juga dengan mengembangkan software dengan tujuan membantu para petani untuk mencari modal usaha. Aplikasi ini memudahkan menemukan antara investor dengan para petani yang membutuhkan modal.


Sekian materi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan. Terima kasih telah membaca.