Kuis Pengetahuan Lingkungan : Permasalahan Lingkungan


Nama : A. Rochman Fachrozi

NPM : 2115061067

Kelas : TI B

Dosen Pengampu : Rio Ariesta Pradipta, S.Kom, M.T.I


 

Untuk bisa menjawab kuis silahkan mahasiswa mencari dari berbagai sumber (sertakan sumber yang  digunakan) tentang permasalahan lingkungan yang terjadi di Lampung secara umum.

Masalah disini boleh terkait hal berikut (pilih salah satu saja) :

  • Polusi Udara
  • Polusi Air
  • Polusi Tanah
  • Tata kelola sampah
  • Penyakit
  • Kependudukan
  • Pangan
  • Kemiskinan

Setelah mendapatkan permasalahan terkini berdasarkan sumber yang terpercaya, kemudian silahkan analisa hal berikut:

  1. Apa akar masalah yang terjadi?
  2. Siapa yang terdampak
  3. Analisa solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah
  4. Siapa saja yang harus menerapkan solusi berdasarkan analisa no.3?

Permasalahan kesejahteraan sosial yang berkembang dewasa ini menunjukkan bahwa ada warga negara yang belum terpenuhi hak atas kebutuhan dasarnya secara layak karena belum memperoleh pelayanan sosial dari negara. Dengan demikian, pembangunan kesejahteraan sosial, sebagaimana pula pembangunan secara umum tidak mungkin dilaksanakan oleh pemerintah sendiri. Pembangunan sebaiknya dilaksanakan secara sinergis antar pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Guna mencapai kondisi tersebut, perlu dibangkitkan semangat kebersamaan pada masyarakat untuk dapat mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya berdasarkan potensi yang dimilikinya sendiri.

Permasalahan kemiskinan menjadi salah satu permasalahan yang harus diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah provinsi Lampung.  

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Lampung (Sep 2019-Mar 2021)

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Lampung (Sep 2019-Mar 2021)

Angka kemiskinan di Provinsi Lampung menunjukkan kenaikan selama pandemi Covid-19.

Apa akar dari permasalahan kemiskinan di provinsi Lampung?

Mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kemiskinan di Lampung, Faizal menyampaikan ada beberapa indikator terkait kemisikinan di Lampung yakni diantaranya laju inflasi umum pada Maret-September relatif rendah. Dan penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, dan adanya pengaruh angka penerima bantuan sosial baik dari pusat maupaun daerah untuk golongan masyarakat bawah.

“Faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap kemiskinan diantaranya adalah laju inflasi umum yang rendah di Lampung hanya 0,06 persen, dan pengaruh lainnya yakni penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 sebanyak 655,9 ribu orang ” ujarnya.

Siapa yang terdampak?

Data Badan Pusat Statisik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin Lampung sebelum pandemi pada September 2019 berjumlah 1.041.480 jiwa atau 12,3% dari total penduduk.

Namun, pada Maret 2020 angkanya meningkat menjadi 1.049.320 jiwa (12,34%). Peningkatan jumlah penduduk miskin di provinsi paling selatan Pulau Sumatera terus bertambah menjadi 1.091.140 jiwa (12,76%).

Sampai pada pada Maret 2021, angkanya berkurang menjadi 1.083.930 jiwa (12,62%). Penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 pada September 2020 mencapai 655,9 ribu jiwa (10,25%). Hal itu ikut mendorong naiknya angka kemiskinan Lampung, di mana ada sebanyak 52 ribu menjadi penganggur dan 549,7 ribu pekerja mengalami pengurangan jam kerja. Namun, pada Maret 2021 penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 turun menjadi tinggal 340,3 ribu jiwa (5,28%). Kucuran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan membaiknya nilai tukar petani membuat jumlah penduduk miskin di Lampung berkurang di triwulan pertama tahun ini.

Apa saja solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

Untuk bidang Ketenagakerjaan, di mana jumlah tenaga kerja dapat menjadi salah satu faktor produksi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, untuk itu perlu adanya peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, peningkatan dan perluasan tenaga kerja, hubungan industrial dan perlindungan tenaga kerja, dan sebagainya.

Selain itu juga, telah ada program kegiatan pemagangan yang dilaksanakan secara terpadu melalui perimbangan antara dana pusat dan daerah. Selain pemagangan terdapat juga program tenaga kerja sukarela yang diharapkan dapat mendayagunakan tenaga kerja Sarjana di Provinsi Lampung. Terkait masalah ketransmigrasian Provinsi Lampung sejak beberapa tahun lalu telah menjadi pengirim transmigran. Pada tahun 2016 masih dilanjutkan. Para transmigran tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus dan Pesisir Barat. Hal ini diperkuat dengan Surat Direktur Jendral Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Nomor: B.117/DPKP2TRANS/II/2016 Tanggal 22 Februari 2016.

Siapa saja yang harus menerapkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

Pemerintah dan masyarakat sekitar. Pemerintah telah membuat kebijakan dan memberikan bantuan berupa bantuan sosial, dan lapangan kerja.

Sumber referensi:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/07/29/kemiskinan-lampung-meningkat-selama-pandemi-covid-19
https://www.gatra.com/detail/news/503772/ekonomi/penduduk-miskin-lampung-meningkat-akibat-pandemi
https://puspensos.kemensos.go.id/kemiskinan-di-kota-bandar-lampung
https://lampungprov.go.id/detail-post/upaya-mengayasi-pengangguran-dan-kemiskinan-di-provinsi-lampung

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>