TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI- COBIT (ACQUIRE AND IMPLEMENT)

KELOMPOK 3

ABDAN ZAMZAM RAMADHAN (1415061001)

ARNENSIUS ARISTA .G               (1415061008)

DESSY MAYA SARI                       (1415061011)

FAHREZA APRIYOGA                   (1415061015)

FEBBY DONA                                (1415061016)

MOHAMAD SUKARNO UMAR   (1415061028)

RESALINA OKTARIA                    (1415061036)

 

COBIT adalah sebuah framework tata kelola TI dan alat pendukung yang akan membantu para manajemen tingkat atas di bidang TI untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan kontrol, isu teknis, dan risiko bisnis (ISACA, 2007). COBIT memungkinkan pengembangan kebijkan yang jelas dan dapat diimplementasikan untuk mengontrol seluruh aspek yang berkaitan dengan teknologi informasi sebuah organisasi. COBIT menekankan kepatuhan pada peraturan dan membantu organisasi untuk meningkatkan value dari sistem TI yang mereka bangun serta membantu penyelarasan antara tujuan teknologi informasi dan tujuan perusahaan. Selain itu COBIT juga dibuat sangat sederhana dengan tujuan agar sebuah framework IT Governance mudah dilaksanakan.

Pada artikel ini membahas mengenai Acquire and Implement (AI) pada COBIT, lebih tepatnya yaitu AI 1. Sebelumnya Acquire and Implement (AI) menekankan domain AI menekankan bagaimana solusi teknologi informasi diidentifkasi, diperoleh, sertadiimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis.

(more…)

Read More

Push Down Automata (Ekivalensi PDA dan CFG serta deterministic PDA)

 [Aldi Tri Wibowo] Context Free Grammar (CFG)

Terinspirasi dari bahasa natural manusia, ilmuwan-ilmuwan ilmu komputer yang mengembangkan bahasa pemrograman turut serta memberikan tata bahasa (pemrograman) secara formal. Tata bahasa ini diciptakan secara bebas-konteks dan disebut CFG (Context Free Grammar). Hasilnya, dengan pendekatan formal ini, kompiler suatu bahasa pemrograman dapat dibuat lebih mudah dan menghindari ambiguitas ketika parsing bahasa tersebut. Contoh desain CFG untuk parser, misal : B -> BB | (B) | e untuk mengenali bahasa dengan hanya tanda kurung {‘(’,’)’} sebagai terminal-nya. Proses parsing adalah proses pembacaan untai dalam bahasa sesuai CFG tertentu, proses ini harus mematuhi aturan produksi dalam CFG tersebut.

Secara formal, CFG didefinisikan[2] : CFG G = (V,T,P,S), dimana V adalah daftar variabel produksi T, adalah daftar simbol atau terminal yang dipakai dalam CFG P, adalah aturan produksi CFG S, adalah variabel start aturan produksi CFG dapat ‘dinormalkan’ dengan pola tersendiri supaya tidak ambigu dan lebih sederhana, meskipun normalisasi CFG kadang membuat aturan produksi menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Teknik normalisasi yang digunakan dalam makalah ini adalah CNF (Chomsky Normal For)

Capture8

Gambaran parsing bahasa natural (Inggris)

Contoh desain CNF dari bahasa CFG, semisal CFGberikut:

S -> aA | bB (1)

A-> Baa|ba

B -> bAA|ab

CFG (1) tersebut ekivalen dengan CFG dibawah ini,dimana symbol terminal memiliki variabel produksi tersendiri:

S -> DA | EB (2)

A -> BDD | ED

B -> EAA | DE D -> a

E -> b

CNF yang dihasilkan dari CFG (2) diatas ialah:

S -> DA | EB (3)

A -> BF | ED

B -> EH | DE

F -> DD

H -> AA

D -> a

E -> b

Setelah terbentuk CFG yang telah dinormalkan secara CNF, dalam implementasi parsing, terdapat algoritma yang berguna untuk menentukan apakah suatu untai ‘valid’, atau dapat diciptakan dari aturan-aturan CFG yang ada. Salah satu algoritma yang dapat dipakai adalah Algoritma Cocke-Younger-Kasami (CYK). Algoritma ini menyelesaikan masalah analisa kembali sebuah sub-untai yang sama karena seharusnya analisa sub-untai independen terhadap parsing sub-untai yang diparsing setelahnya. Dengan Program Dinamis, independensi yang diinginkan dapat dicapai ketika parsing. Algoritma CYK termasuk dalam bidang Program Dinamis karena algoritma ini membangun tabel status dua dimensi ketika parsing dimana penentuan parsing selanjutnya diturunkan atau dihasilkan dari parsing sebelumnya, hingga akhir untai. Selain untuk mengetahui validitas untai dalam suatu CFG, algoritma CYK yang dimodifikasi dapat dipergunakan pula untuk membangun pohon parsing.

Capture7

Pohon parsing yang terbentuk dari sebuah bahasa natural

Contoh 1 :

Diketahui grammar G 1 = {I → H I H IA, H → a b c … z, A → 0 1 2 … 9} dengan I adalah simbol awal. Berikut ini kedua cara analisa sintaks untuk kalimat x23b.

(more…)

Read More

Capturing Paket Data Skype Menggunakan Wireshark

Wireshark merupakan software untuk melakukan analisa lalu-lintas jaringan komputer,yang memiliki fungsi-fungsi yang amat berguna bagi profesional jaringan, administrator jaringan, peneliti, hingga pengembang piranti lunak jaringan. Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP and SLIP), 802.11 wireless LAN.

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).

Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Skype protokol adalah proprietary jaringan telepon internet berdasarkan peer-to-peer arsitektur. Spesifikasi protokol ini belum tersedia untuk umumoleh Skype dan aplikasi resmi menggunakan protokol yang ditutup sumber.Jaringan skype tidak interoperable dengan sebagian lainnya Voice over IP jaringan (VoIP) tanpa lisensi dari skype.

(more…)

Read More

eSATA

eSATA External SATA (Serial Advanced Techlology Attachment) adalah teknologi SATA untuk media penyimpanan eksternal, disinyalir memiliki kemampuan transfer data lebih baik dari pada teknologi Firewire dan USB.

USB2ESATA.C

Berawal dari SATA yang menggantikan teknologi warisan ATA sebagai antarmuka bus generasi berikutnya dari hard drive internal. Antarmuka SATA lebih efisien dari pada ATA dan menyediakan arsitektur serial untuk kecepatan yang lebih besar daripada teknologi paralel yang lebih tua. Awalnya SATA dirancang sebagai teknologi antarmuka internal maupun dalam-the-box, membawa perbaikan. kinerja dan fitur baru untuk PC internal atau penyimpanan konsumen. Desainer kreatif dengan cepat menyadari antarmuka yang inovatif bisa diandalkan untuk diperluas di luar PC, membawa kinerja yang sama dan fitur untuk kebutuhan penyimpanan eksternal bukan mengandalkan USB atau 1394 interface. Disebut SATA eksternal atau eSATA, pelanggan kini dapat memanfaatkan kabel terlindung panjang hingga 2 meter di luar PC untuk mengambil keuntungan dari manfaat antarmuka SATA membawa ke penyimpanan. SATA sekarang keluar dari kotak sebagai standar eksternal, dengan didefinisikan secara spesifik kabel, konektor, dan persyaratan sinyal dirilis sebagai standar baru pada pertengahan 2004. (more…)

Read More

SORTING

Bubble Sort merupakan salah satu algoritma untuk sorting data, atau kata lainnya mengurutkan data dari yang terbesar ke yang terkecil atau sebaliknya (Ascending atau Descending). Bubble sort (metode gelembung) adalah metode/algoritma pengurutan dengan dengan cara melakukan penukaran data dengan tepat disebelahnya secara terus menerus sampai bisa dipastikan dalam satu iterasi tertentu tidak ada lagi perubahan. Jika tidak ada perubahan berarti data sudah terurut. Disebut pengurutan gelembung karena masing-masing kunci akan dengan lambat menggelembung ke posisinya yang tepat. Metode pengurutan gelembung (Bubble Sort) diinspirasikan oleh gelembung sabun yang berada dipermukaan air. Karena berat jenis gelembung sabun lebih ringan daripada berat jenis air, maka gelembung sabun selalu terapung ke atas permukaan. Prinsip di atas dipakai pada pengurutan gelembung. Algoritma bubble sort adalah salah satu algoritma pengurutan yang paling simple, baik dalam hal pengertian maupun penerapannya. Ide dari algoritma ini adalah mengulang proses pembandingan antara tiap-tiap elemen array dan menukarnya apabila urutannya salah. Pembandingan elemen-elemen ini akan terus diulang hingga tidak perlu dilakukan penukaran lagi. Algoritma ini termasuk dalam golongan algoritma comparison sort, karena menggunakan perbandingan dalam operasi antar elemennya. Berikut ini adalah gambaran dari algoritma bubble.

(more…)

Read More

ARTIFICIAL INTELLEGENCE

ai

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan atau inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer.Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas. Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industri dan rumah tangga.

(more…)

Read More

ENERGY AND ENVIRONMENT

Our modern life is based on the availability of low cost and reliable energy. To supply these energy needs, we have relied on a global system that combines vast physical infrastructure, complex economic and political relationships, and cutting-edge science and technology. This system—and the constantly increasing efficiency with which it has converted energy resources into usable energy—has allowed industrialization and the growth of a robust global economy.

Most of our energy needs are supplied by hydrocarbons. Yet supplies of these energy resources are finite, and at least in the case of petroleum, may soon face a peak in production capacity. Geopolitical events further constrain supplies; at the same time, demand is growing, especially in developing nations such as India and China. Finally, the environmental impacts of current energy systems are significant, and in the case of climate change, potentially catastrophic.

(more…)

Read More