Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 5

Artikel Ilmiah

✓ 2+ Pengertian Artikel Ilmiah Beserta Contohnya - ID Pengertian

Pengertian Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang berisi kumpulan gagasan, ide, dan hasil pemikiran berdasarkan hasil penelitian, pengamatan, kajian, dan evaluasi yang disajikan secara terstruktur sesuai metode ilmiah sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri Artikel Ilmiah

  • Menyajikan informasi, ide, atau pendapat untuk pemecahan suatu masalah.
  • Informasi yang disajikan di dalam artikel ditulis berdasarkan fakta dan data yang valid dan dapat ditelusuri.
  • Informasi yang disampaikan dalam artikel bersifat objektif dan tidak memihak.
  • Penulisan artikel ilmiah didasarkan pada hasil pemikiran yang logis dan empiris.
  • Penulisan menggunakan bahasa yang baku dan sistematis.

Jenis Karya Tulis Ilmiah

  • Makalah, adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris dan obyektif.
  • Skripsi, adalah karya tulis ilmiah yang menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa di tingkat Sarjana (S1), berisi penelitian serta pembahasan suatu topik dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu.
  • Artikel ilmiah, adalah tulisan yang berisi artikel tentang suatu penelitian maupun penjelasan atas suatu ilmu pengetahuan.
  • Kertas kerja, adalah karya ilmiah yang menganalisis data yang bersifat empiris dan obyektif seperti halnya makalah.
  • Tesis adalah karya tulis ilmiah yang menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa di tingkat magister (S2), tesis memfokuskan ide penulisnya serta informasi yang diperoleh selama penelitian.
  • Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa di tingkat doctoral (S3), berisi pembahasan tentang suatu penelitian yang dianggap baru dan original dengan topik yang dipilih sendiri oleh penulisnya.

Struktur Artikel Ilmiah

  • Judul
  • Informasi penulis
  • Abstrak, adalah penyajian singkat keseluruhan artikel dan merupakan bagian artikel kedua yang paling banyak dibaca orang setelah judul
  • Kata kunci
  • Isi artikel yang terdiri dari pendahuluan, studi literatur, metode yang digunakan, hasil pembahasan, simpulan dan saran
  • Daftar pustaka

Publikasi Artikel Ilmiah

Secara umum, ada dua cara yang dapat dilakukan supaya artikel ilmiah bisa dipublikasikan, yaitu dengan cara mengikuti konferensi/seminar dan memasukkan artikelnya pada jurnal nasional/internasional.

 

Referensi:

Contoh Artikel Ilmiah: Pengertian, Ciri, Syarat dan Jenis

Artikel Ilmiah: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri dan Sistematika

Jenis-Jenis Karya Ilmiah dan Penjelasannya

Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 4

BIG DATA FOR AGRICULTURE

 big data adalah

 

A. Pengertian Big Data

Big data adalah sebuah istilah yang menggambarkan tentang sebuah data dengan ukuran atau volume yang sangat besar variable data dengan kecepatan tinggi, kompleks yang membutuhkan Teknik dan teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen dan Analisa Informasi. Data yang dimaksud bisa data terstruktur maupun data tidak terstruktur.

Data Terstruktur, Jenis data structured (data tradisional) dapat diproses, disimpan, dan diambil dalam format tetap. Jenis data ini disimpan dalam bentuk tabel, baris dan kolom yang normalnya disimpan dalam excel atau spreadsheet, dimana informasi pada data sangat terorganisir dan dapat dengan mudah diakses dari database dengan algoritma mesin pencari sederhana.

Data Semi-Terstruktur, Jenis data semi-structured merupakan jenis data yang dimasukan ke dalam sebuah tabel, tetapi skemanya tidak sama dengan tabel biasa yang hanya terdiri dari baris dan kolom. Data semi-terstruktur mengandung format data terstruktur dan tidak terstruktur.

Data Tidak Terstruktur, Jenis data unstructured adalah data dengan bentuk yang tidak dikenal, harus disimpan dengan format khusus karena tidak memiliki struktur yang spesifik seperti jenis data structured. Raw data dari jenis data ini hanya dapat menghasilkan nilai setelah diproses dan dianalisa.

Pada awalnya istilah dalam Big Data hanya ada tiga, yang biasa disebut dengan 3V.

Volume, ukuran data besar dan cenderung meningkat

Velocity, Big data diproses dengan sangat cepat sehingga mendekati waktu nyata (realtime).

Variety, Jenis variasi data yang dimiliki oleh big data lebih banyak daripada menggunakan sistem database.

B. Sumber Big Data

Screenshot (442)

  1. Database
  2. Communication Data
  3. Iot
  4. Website
  5. Network Stream Monitoring
  6. Sosial Media
  7. Media
  8. Cloud

C. Contoh Penggunaan Big Data

  1. Chat Bot

Chat bot adalah sebuah program komputer yang menyimulasikan percakapan manusia, melakukan analisis dan pemberian informasi secara otomatis.

  1. Search Engine

Berfungsi untuk memudahkan pencarian informasi di internet. Dimana alat ini dirancang untuk mencari situs web di internet berdasarkan permintaan pengguna serta dapat melakukan pencarian dengan hasil yang akurat.

  1. Internet of Things

Merupakan suatu dari jaringan fisik yang dipasang dengan tujuan menghubungkan dan menukarkan data antar sistem lain dengan menggunakan internet.

  1. Artificial Intelligence

Suatu teknologi yang memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, program, dan robot untuk berpikir cerdas seperti manusia.

D. Manfaat Big Data

  1. Analisa yang Prediktif,
  2. Memanfaatkan Data dari Media Sosial
  3. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Data
  4. Merekomendasikan
  5. Pengoptimalan

E. Isu pada Big Data

  1. Big Data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart farming.
  2. Big Data diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain tradisional dan non-tradisional.
  3. Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan.
  4. Tata kelola (termasuk kepemilikan data, privasi, keamanan) dan model bisnis adalah masalah utama yang akan ditangani dalam penelitian di masa mendatang.

 

Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 3

AI for Agriculture

Seorang petani menggunakan mesin pintar penanam padi.

Apa itu AI ?

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan adalah sistem komputer (mesin) yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Dalam hal ini, AI mampu melakukan pembelajaran (perolehan informasi dan aturan untuk menggunakan informasi), penalaran (menggunakan aturan untuk mencapai kesimpulan), dan mengoreksi diri secara mandiri.

Proses pada Pertanian

Proses pertanianDalam pertanian sebenarnya ada banyak proses yang terjadi. Namun secara garis besar proses pertanian terdiri dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemanenan, dan penjualan hasil pertanian.

1. Pengolahan Lahan

Proses ini biasanya dilakukan untuk menyiapkan lahan sebelum ditanami. Lahan diolah sedemikian rupa agar unsur haranya siap secara fisik. ketika sudah siap baru baru akan ditanami oleh bibit-bibit yang sudah dipersiapkan oleh petani. Pada proses pengolahan lahan ini biasanya para petani membajak atau mencangkul dari tanah-tanah tersebut.

2. Pembibitan

Proses selanjutnya adalah proses penyiapan bibit atau pembibitan. Pada proses penyiapan bibit ini para petani biasanya mendapatkan bibit atau membeli dari tempat-tempat yang sudah tersedia, lalu bibit tersebut tidak langsung ditanami biasanya disiangi atau dipersiapkan untuk ditanam sampai bibit itu sudah siap.

3. Penanaman

Setelah siap, baru bibit tersebut ditanam di media tanam yang pada awalnya sudah disiapkan melalui proses pengolahan lahan. bibit-bibit yang sudah ditanam tersebut dijaga dan dirawat agar tanaman yang ditanam oleh para petani tersebut bisa tumbuh dengan sempurna dan sesuai dengan apa yang direncanakan.

4. Pemanenan

Setelah  proses pemeliharaan berjalan beberapa waktu maka tanaman yang sudah membesar sudah siap untuk dipanen, maka proses selanjutnya setelah penanaman dan proses pengolahan adalah proses pemanenan dimana pada proses pemanenan ini tanaman sudah siap diambil, dipetik dan sudah siap untuk digunakan oleh baik itu petani itu sendiri atau mungkin nanti dijual.

5. Penjualan hasil

Dari proses penanaman setelah penanaman hingga pemanenan ini ada satu proses penting lagi yaitu proses dimana tanaman hasil pertanian tersebut bisa dirasakan oleh konsumen atau penduduk sekitar, yaitu adalah proses penjualan, biasanya proses penjualan hasil pertanian dijual di pasar tradisional atau pasar-pasar modern. Pada proses penjualan hasil tanaman, hasil panen bisa sampai dari tempat pemanenan, baik itu di perkebunan atau pertanian hingga sampai di pasar tersebut melalui proses distribusi.

Agroindustri

Indonesia adalah salah satu negara terbaik dalam hal sumber daya alam, terutama adalah sumber daya alam berupa rempah-rempah. Dalam deretan komoditas pertanian Indonesia memiliki nilai ekspor terbesar rempah-rempah yang menempati peringkat keempat. Peringkat pertamanya adalah udang, peringkat kedua adalah ikan dan peringkat ketiga adalah kopi. Setiap tahunnya nilai ekspor rempah di Indonesia dapat mencapai 43 juta $ atau sebanding dengan 560 milyar rupiah di sektor industri, pertanian atau agroindustri, ini dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian dengan menitikberatkan pada perencanaan perancangan pengembangan dan evaluasi suatu system yang terpadu, sistem yang terpadu ini meliputi manusia lahan Informasi peralatan dan sumber daya alam pada kegiatan agroindustri untuk mencapai Efisiensi dan efektivitas yang optimal.

Di sektor pertanian setidaknya ada beberapa teknologi yang dapat menopang industri 4.0. Pada abad sebelumnya ada revolusi industri dari 1, 2 dan 3. Revolusi industri 1.0 ini ditandai dengan adanya kehadiran mesin mesin uap yang dapat mempermudah pekerjaan yang tadinya dikerjakan secara manual. Lalu berlanjut di industri 2.0 ditandai dengan adanya kehadiran mesin-mesin elektrik dimana mesin-mesin itu bisa berjalan secara otomatis, yang tadinya hanya uap sekarang bisa bertenaga listrik. Lalu industri 3.0 ini ditandai dengan kehadiran komputer automasi. Di era industri 4.0 ini ditandai dengan kehadiran internet dimana semua perangkat yang berhubungan dengan komputer pada saat ini bisa diotomatisasi lalu bisa juga di monitoring, bisa juga terakses melalui jaringan internet.

Pada sektor pertanian setidaknya ada empat teknologi utama yang dapat menopang di era industri 4.0. Yang pertama adalah IoT atau Internet of Things, kehadiran internet dan IoT ini adalah salah satu teknologi saat ini dimana perangkat-perangkat elektronik bisa saling terhubung melalui jaringan internet dan bisa saling terkoneksi satu dengan yang lainnya.  Lalu yang kedua itu adalah teknologi Artificial Intelligence, ini adalah pengembangan dari teknologi big data dan komputer programming. Dengan menggunakan Artificial Intelligence yang  diterapkan pada pertanian, bisa mengetahui seberapa efektif pertanian itu dijalankan, karena manusia tidak lagi secara manual melakukan perhitungan dibidang pertanian, tapi mesin sudah bisa melakukan perhitungan komputasi secara otomatis.  Yang ketiga adalah Human Machine Interface atau HMI, ini adalah sistem yang menghubungkan antara manusia dan teknologi mesin, HMI dapat berupa pengendali dan visualisasi status baik secara manual maupun melalui visualisasi komputer yang bersifat Real Time. Lalu teknologi yang lainnya yang terakhir adalah teknologi robotic atau teknologi mesin yang bisa berjalan secara otomatis. Teknologi robotik ini sudah banyak digunakan dalam menunjang membantu kegiatan di industri pertanian. Yang banyak digunakan pada saat ini adalah teknologi Drone. Drone atau pesawat tanpa awak digunakan untuk melakukan pemetaan lahan atau melakukan penyiraman pada lahan pertanian.

Referensi lebih lanjut tentang AI for Agriculture

1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence
2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food
3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research
4. Milenial dan Teknologi Bertani
5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia

 

 

 

Tugas Pekan Keempat: Artikel Jurnal

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN
KESESUAIN JENIS LAHAN PERTANIAN UNTUK BUDIDAYA
TANAMAN BUAH-BUAHAN MENGGUNAKAN METODE
SIMILARITY BERBASIS WEB

Artikel Jurnal

Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beraneka ragam hasil produksi pertanian dan perkebunan, Salah satu hasil produksi pertanian adalah tanaman buah-buahan.  Usaha pembudidayaan tanaman buah sering mengalami hambatan, salah satunya adalah dalam menentukan kesesuaian lahan pertanian untuk penanaman tanaman buah tertentu. Hal ini disebabkan kurangnya informasi tentang penentuan kesesuaian jenis lahan pertanian dan keterbatasan pengetahuan petani. Penentuan kesesuaian lahan pertanian sangatlah penting, karena jika pemilihan lahan pada awal pembangunan tanaman area-areal yang tidak produktif tidak disisihkan, maka kerugian finansial yang cukup besar akan terjadi nantinya.

Penelitian dalam jurnal ini adalah membangun sebuah perangkat lunak sistem pendukung keputusan berbasis web mengenai penentuan kesesuaian jenis lahan pertanian untuk pembudidayaan tanaman buah-buahan menggunakan metodologi similarity (kemiripan). Sebuah metode yang akan mencari solusi kesimpulan berdasarkan kemiripan objek yang ada kemudian dipilih solusi dengan nilai similarity terbesar. Keberadaan sistem pendukung keputusan dalam bidang pertanian dapat membantu petani untuk membuat keputusan melalui perencanaan yang baik sebelum mulai melakukan apapun terhadap lahan mereka.

Salah satu metode untuk membangun sistem adalah Case Based Reasoning yaitu dengan pengambilan keputusan dengan kasus yang baru dengan berdasarkan solusi dari kasus-kasus sebelumnya. Secara umum terdapat empat langkah proses pada metode Case Based Reasoning.

Siklus Case Base Reasoning

Gambar 1. Siklus Case Base Reasoning

  1. Retrieve (memperoleh kembali) kasus atau kasus-kasus yang paling prinsip. Proses ini dimulai dengan mendeskripsikan satu atau sebagian masalah dan berakhir apabila telah ditemukan kasus sebelumnya yang paling cocok.
  2. Reuse (menggunakan) informasi dan pengetahuan dari kasus tersebut untuk memecahkan permasalahan. 1) Perbedaan antara kasus yang sebelumnya dan yang sekarang. 2) Bagian apa dari kasus yang telah diperoleh yang dapat ditransfer menjadi kasus baru.
  3. Revise (meninjau) kembali atau memperbaiki) usulan solusi.  1) Mengevaluasi solusi kasus yang dihasilkan oleh reuse. Jika berhasil, maka dilanjutkan dengan proses retain. 2) Jika tidak maka memperbaiki solusi kasus menggunakan domain spesifikasi pengetahuan.
  4. Retain (menyimpan) bagian-bagian dari pengalaman tersebut yangmungkin berguna untuk memecahan masalah dimasa yang akan datang  Retain (menyimpan) bagian-bagian dari pengalaman tersebut yang mungkin berguna untuk memecahan masalah dimasa yang akan datang

Fungsi kemiripan (similarity) adalah langkah yang digunakan untuk mengenali kesamaan atau kemiripan antara kasus-kasus yang tersimpan dalam basis kasus dengan kasus yang baru. Kasus dengan nilai similarity yang paling besar dianggap sebagai kasus yang “paling mirip”. Asumsi dasar yang digunakan adalah kasus yang mirip akan memiliki solusi yang mirip.

Analisis kebutuhan yang dibutuhkan perangkat lunak yang meliputi: data masukan (input), proses, informasi keluaran (output), dan basis pengetahuan (knowledge base).

Data Masukan (Input)                                                                                                   Data masukan yang diperlukan berupa data tanaman buah, fakta lahan, dan  cara penanaman. Data tanaman buah diperlukan karena merupakan inti dari pengetahuan yang akan digunakan sebagai tujuan diagnosis. Data fakta lahan merupakan data yang dimasukan oleh user. Data cara penanaman merupakan data yang berisi cara penanaman tanaman buah.

Informasi Keluaran (Output)

a. Dapat menampilkan buah apa yang cocok ditanam pada suatu lahan
tertentu.
b. Dapat menunjukan bagaimana cara penanaman buah sesuai dengan
buah hasil diagnosis.
c. Dapat menghitung kemiripan kasus dengan uji kasus similarity.
d. Dapat menampilkan informasi data fakta lahan yang cocok, sesuai
dengan tanamana buah yang dipilih.

Perancangan Sistem                                                                                                   Tahap perancangan sistem merupakan salah satu tahapan proses pembuatan aplikasi. Dalam pembuatan sistem penalaran berbasis kasus ini ada beberapa teknik yang digunakan yaitu : perancangan diagram alir alur keputusan, perancangan diagram alir perhitungan tingkat kesamaan kasus dengan metode similarity, perancangan diagram alir data (DAD), perancangan basis data, perancangan struktur menu, dan perancangan antamuka (user interface).

Dari penelitian jurnal ini dihasilkan sebuah perangkat lunak (software) baru, yaitu berupa program sistem pendukung keputusan yang berguna sebagai media konsultasi mengenai penentuan kesesuaian lahan pertanian untuk pembudidayaan tanaman buah-buahan disertai dengan cara penanaman tanaman buah-buahan. Aplikasi ini dapat diakses melalui situs http://www.spktanamanbuah.web.id.

 

Sumber Artikel Jurnal              https://media.neliti.com/media/publications/211351-sistem-pendukung-keputusan-penentuan-kes.pdf

 

Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 2

Proses Pertanian

Pertanian Dalam arti luas yaitu merupakan kegiatan-kegiatan produksi pada subsektor budidaya tanaman pangan dan hortikultura (budidaya tanaman kebun), peternakan, perikanan, perkebunan,  dan kehutanan. Beberapa jenis pertanian yaitu sebagai berikut.

  1. Sawah

Sawah yaitu tanah yang digarap dan diari untuk menanam padi. Jenis sawah terbagi menjadi sawa irigasi dan sawah non irigasi. Sawah irigasi adalah sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain melalui saluran-saluran yang sengaja dibuat untuk itu. Sedangkan non-irigasi adalah sawah yang bergantung pada air alam seperti, air hujan, pasang surutnya air sungai/laut, dan air rembesan.

  1. Ladang

Ladang/huma adalah lahan bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman musiman dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah-pindah). Kemungkinan lahan ini beberapa tahun kemudian akan dikerjakan kembali jika sudah subur.

  1. Tegalan/Kebun

Tegalan/kebun adalah lahan bukan sawah (lahan kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

  1. Peternakan dan Perikanan

Peternakan dan perikanan merupakan kegiatan mengembangbiakkan dan pemeliharaan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayati yang bertujuan untuk menyediakan sumber pangan bagi manusia.

Proses Dalam Pertanian

  1. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan adalah proses mengubah sifat tanah dengan alat pertanian sedemikian rupa sehingga diperoleh lahan pertanian yang sesuai kebutuhan untuk tujuan pemanfaatan yang diinginkan manusia dan sesuai bagi pertumbuhan suatu tanaman tertentu.

  1. Penyiapan Budidaya

Penyiapan budidaya terdiri dari penyiapan bibit, penyemaian, dan pemilihan bibit-bibit yang unggul untuk ditanami. Biasanya bibit-bibit ditanam terlebih dahulu hingga bertunas, kemudian baru dipindahkan ke lahan tanam.

  1. Pemanenan

Ketika sudah masa panen, hasil panen yang sudah matang dikumpulkan dan kualitasnya harus terus dijaga supaya nilai jualnya tidak berkurang.

  1. Pemasaran

Hasil panen yang sudah dikumpulkan didistribusikan untuk dijual. Jalur distribusi bisa langsung dari petani ke pembeli atau melalui distributor. Salah satu platform aplikasi online untuk mendistribusikan barang mereka adalah TaniHub . Sayangnya aplikasi ini masih masih belum dikembangkan untuk melayani petani di seluruh Indonesia, hanya melayani beberapa daerah di pulau jawa, khususnya Jabodetabek.

 

 

 

 

 

 

Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 1

Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

WhatsApp-Image-2021-09-03-at-22.34.54

Sejalan dengan berlangsungnya revolusi industri menuju era industri 4.0 telah membawa perubahan yang sangat signifikan, tidak hanya pada bergesernya jenis teknologi yang kita gunakan, tetapi lebih penting lagi adalah perubahan pola pikir (mindset) dalam memasuki era industri yang baru ini. Hal ini memberikan pengaruh terhadap arah pembangunan nasional yang tadinya bertumpu pada sektor pertanian menjadi industri yang kemudian berdampak pada wajah sistem pertanian Indonesia.

Pertanian presisi (precision agriculture) merupakan sistem pertanian modern yang mengaplikasikan penggunaan sensor di lahan pertanian dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan juga mengurangi dampak terhadap lingkungan. Teknologi pertanian presisi dan praktik manajemen spesifik lokasi dapat membantu petani memantau ladang dengan lebih akurat.  Contoh teknologi yang tersedia untuk pemantauan tanaman termasuk sistem GPS, sensor tanah, dan kamera resolusi tinggi. Penerapan teknologi informasi salah satunya adalah pengembangan software marketplace baik berbasis website atau pun mobile agar bisa digunakan untuk penjualan hasil panen dan juga membantu para petani bertemu dengan para pembeli.

Rekayasa E-Aquaculture untuk Otomasi Monitoring Tambak Udang

og-image-slide1

Lampung merupakan daerah penghasil udang dan sebagian besar hasil udang diekspor ke luar negeri. Selain itu Lampung juga merupakan provinsi pensuplai benih udang vaname Nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84%. Permasalahannya tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisional dimana kontrol terhadap kualitas tambak itu sendiri dilakukan secara manual dan berkala, hal ini mengakibatkan seringnya penurunan kualitas air terlambat diketahui, kualitas air yang buruk dapat menimbulkan risiko terkena penyakit white feces pada udang.

Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan sistem monitoring kualitas tambak udang berbasis IoT. Perangkat IoT berupa sensor dan mini komputer dipasang di tiap kolam untuk melakukan akuisisi data secara real-time, kemudian data dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.