COVID 19

1. Apa itu Coronavirus?

Coronavirus adalah sebuah keluarga virus yang bisa menyebabkan suatu penyakit di dalam tubuh hewan atau manusia. Coronavirus yang berada di dalam tubuh manusia biasanya menyebabkan infeksi pada sistem pernafasan dari gejala demam hingga berbagai penyakit lain seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus yang baru saja ditemukan adalah Novel Coronavirus atau biasanya disebut Covid 19.

2. Apa itu Covid 19?

Covid 19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan coronavirus terbaru. Virus ini ditemukan di Wuhan, China pada bulan Desember, 2019.

3. Apa saja gejala seseorang terkena Covid 19 dan bahayanya?

Gejala yang paling sering ditemukan dari Covid 19 adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien biasanya juga mengalami sakit di bagian paru-paru, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, dan diare. Biasanya gejala hanya timbul secara ringan dan bertahap. Bahkan beberapa orang tidak menyadari bahwa dia terkena virus tersebut karena dia merasa sehat-sehat saja dan gejala tidak muncul pada orang tersebut. Banyak orang (sekitar 80%) sembuhh dari penyakit ini tanpa memerlukan perawatan tertentu. Sekitar 1 dari 6 penderita Covid 19 mengalami sakit hingga kesulitan bernafas. Orang yang lebih tua dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin untuk berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Orang yang sudah mengalami gejala demam, batuk, dan kesulitan bernafas harus segera menghubungi dokter.

4. Bagaimana Covid 19 menyebar?

   Orang dapat terkena COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 batuk atau buang napas. Tetesan ini mendarat pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut. Orang lain kemudian menangkap COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan ini, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. Orang-orang juga dapat menangkap COVID-19 jika mereka menghirup tetesan dari seseorang dengan COVID-19 yang batuk atau mengeluarkan tetesan. Inilah sebabnya mengapa penting untuk tinggal lebih dari 1 meter (3 kaki) dari orang yang sakit. WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara-cara COVID-19 tersebar dan akan terus berbagi temuan yang diperbarui.

5. Bagaimana cara kita mencegah dan melindungi diri dari Covid 19?

   Tetap mengikuti informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda. Banyak negara di dunia telah mempelajari kasus COVID-19 dan beberapa telah terkena wabah dari virus ini. Pihak berwenang di Cina dan beberapa negara lain telah berhasil memperlambat atau menghentikan wabah mereka. Namun, situasinya tidak dapat diprediksi jadi periksa secara teratur untuk berita terbaru. Anda dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menyebarkan COVID-19 dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

  • Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan hand-sanitizer berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan hand-sanitizer berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.
  • Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin. Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.
  • Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas. Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan COVID-19.
  • Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda. Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
  • Ikuti perkembangan COVID-19 terbaru (kota atau area lokal di mana COVID-19 menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat – terutama jika Anda adalah orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung atau paru-paru. Mengapa? Anda memiliki peluang lebih tinggi untuk menangkap COVID-19 di salah satu area ini.

6. Bagaimana data persebaran kasus Covid 19 di Indonesia?

Dari total jumlah kasus tersebut, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah lima orang, sehingga total yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 sebanyak 64 orang. Sementara sebanyak 114 pasien meninggal dunia. Jumlah itu bertambah 12 pasien dari hari sebelumnya atau Sabtu (28/3/2020).

Berdasarkan data nasional, DKI Jakarta menjadi daerah terbanyak pasien covid-19 dengan 675 kasus. Diikuti Jawa Barat 149 kasus, Banten 106 kasus, Jawa Timur 90 kasus, dan Jawa Tengah 63 kasus. Berikut ini data sebaran kasus positif Covid-19 di 30 provinsi berdasarkan data 29 Maret:

1. Aceh: tambah 0 kasus, total 5 kasus

2. Bali: tambah 1 kasus, total 10 kasus

3. Banten: tambah 3 kasus, total 106 kasus

4. DIY: tambah 0 kasus, total 22 kasus

5. DKI Jakarta: tambah 48 kasus, total 675 kasus

6. Jambi: tambah 0 kasus, total 1 kasus

7. Jawa Barat: tambah 30 kasus, total 149 kasus

8. Jawa Tengah: tambah 8 kasus, total 63 kasus

9. Jawa Timur: tambah 13 kasus, total 90 kasus

10. Kalimantan Barat: tambah 5 kasus, total 8 kasus

11. Kalimantan Timur: tambah 0 kasus, total 17 kasus

12. Kalimantan Tengah: tambah 0 kasus, total 7 kasus

13. Kalimantan Selatan: tambah 0 kasus, total 1 kasus

14. Kalimantan Utara: tambah 0 kasus, total 2 kasus

15. Kepulauan Riau: tambah 0 kasus, total 5 kasus

16 Nusa Tenggara Barat: tambah 0 kasus, total 2 kasus

17. Sumatera Selatan: tambah 0 kasus, total 2 kasus

18. Sumatera Barat: tambah 0 kasus, total 5 kasus

19. Sulawesi Utara: tambah 0 kasus, total 2 kasus

20. Sumatera Utara: tambah 0 kasus, total 8 kasus

21. Sulawesi Tenggara: tambah 0 kasus, total 3 kasus

22. Sulawesi Selatan: tambah 15 kasus, total 47 kasus

23. Sulawesi Tengah: tambah 0 kasus, total 2 kasus

24. Lampung: tambah 0 kasus, total 4 kasus

25. Riau: penambahan 1 kasus baru, total 2 kasus

26. Maluku Utara: tambah 0 kasus, total 1 kasus

27. Maluku: tambah 0 kasus, total 1 kasus

28. Papua Barat: tambah 0 kasus, total 2 kasus

29. Papua: tambah 2 kasus baru, total 9 kasus

30. Sulawesi Barat: 1 kasus perdana

7. Poster tentang “Stop Penyebaran Covid 19″

28798B60-84FD-4587-A742-FDB05A358CEB

Sumber :

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

https://nasional.kompas.com/read/2020/03/29/17164701/ini-sebaran-pasien-positif-covid-19-di-30-provinsi-per-29-maret?page=3

 

 

 

BAGAIMANA HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA KEDAULATAN RAKYAT DAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT?

A. Menelusuri Konsep dan Urgensi Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain mana pun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain mana pun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut “teori korelasi” yang dianut oleh pengikut utilitarianisme, hak dan kewajiban warga negara merupakan wujud dari hubungan warga negara dengan negara. Hak dan kewajiban bersifat timbal balik, bahwa warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negara, sebaliknya pula negara memiliki hak dan kewajiban terhadap warga negara. Hak dan kewajiban warga negara dan negara Indonesia diatur dalam UUD NRI 1945 mulai pasal 27 sampai 34, termasuk di dalamnya ada hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia. Pengaturan akan hak dan kewajiban tersebut bersifat garis besar yang penjabarannya dituangkan dalam suatu undang-undang.

B. Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik tentang Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara Indonesia

1. Sumber Historis

Secara historis perjuangan menegakkan hak asasi manusia terjadi di dunia Barat (Eropa). John Locke, seorang filsuf Inggris pada abad ke-17, yang pertama kali merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik.

Perkembangan selanjutnya ditandai adanya tiga peristiwa penting di dunia Barat, yaitu Magna Charta, Revolusi Amerika, dan Revolusi Perancis.

a. Magna Charta (1215)

Piagam perjanjian antara Raja John dari Inggris dengan para bangsawan. Isinya adalah pemberian jaminan beberapa hak oleh raja kepada para bangsawan beserta keturunannya, seperti hak untuk tidak dipenjarakan tanpa adanya pemeriksaan pengadilan. Jaminan itu diberikan sebagai balasan atas bantuan biaya pemerintahan yang telah diberikan oleh para bangsawan. Sejak saat itu, jaminan hak tersebut berkembang dan menjadi bagian dari sistem konstitusional Inggris.

b. Revolusi Amerika (1276)

Perang kemerdekaan rakyat Amerika Serikat melawan penjajahan Inggris disebut Revolusi Amerika. Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan) Amerika Serikat menjadi negara merdeka tanggal 4 Juli 1776 merupakan hasil dari revolusi ini.

c. Revolusi Prancis (1789)

Revolusi Prancis adalah bentuk perlawanan rakyat Prancis kepada rajanya sendiri (Louis XVI) yang telah bertindak sewenang-wenang dan absolut. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (Pernyataan Hak-Hak Manusia dan Warga Negara) dihasilkan oleh Revolusi Prancis. Pernyataan ini memuat tiga hal: hak atas kebebasan (liberty), kesamaan (egality), dan persaudaraan (fraternite).

Sejak permulaan abad ke-20, konsep hak asasi berkembang menjadi empat macam kebebasan (The Four Freedoms). Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Rooselvelt. Keempat macam kebebasan itu meliputi:

a. kebebasan untuk beragama (freedom of religion),

b. kebebasan untuk berbicara dan berpendapat (freedom of speech),

c. kebebasan dari kemelaratan (freedom from want), dan

d. kebebasan dari ketakutan (freedom from fear).

Sekalipun aspek kewajiban asasi manusia jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan aspek hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam UUD NRI 1945, namun secara filosofis tetap mengindikasikan adanya pandangan bangsa Indonesia bahwa hak asasi tidak dapat berjalan tanpa dibarengi kewajiban asasi. Dalam konteks ini Indonesia menganut paham harmoni antara kewajiban dan hak ataupun sebaliknya harmoni antara hak dan kewajiban.

2. Sumber Sosiologis

Situasi pasca reformasi sekarang ini terdapat beberapa gejala sosiologis fundamental yang menjadi sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat kita.

Pertama, suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa setelah tumbangnya struktur kekuasaan “otokrasi” yang dimainkan Rezim Orde Baru ternyata bukan demokrasi yang kita peroleh melainkan oligarki di mana kekuasaan terpusat pada sekelompok kecil elit, sementara sebagian besar rakyat (demos) tetap jauh dari sumber-sumber kekuasaan (wewenang, uang, hukum, informasi, pendidikan, dan sebagainya).

Kedua, sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat kita saat ini adalah akibat munculnya kebencian sosial budaya terselubung (sociocultural animosity). Gejala ini muncul dan semakin menjadi-jadi pasca runtuhnya rezim Orde Baru. Ketika rezim Orde Baru berhasil dilengserkan, pola konflik di Indonesia ternyata bukan hanya terjadi antara pendukung fanatik Orde Baru dengan pendukung Reformasi, tetapi justru meluas menjadi konflik antarsuku, antarumat beragama, kelas sosial, kampung, dan sebagainya. Sifatnya pun bukan vertikal antara kelas atas dengan kelas bawah tetapi justru lebih sering horizontal, antarsesama rakyat kecil.

Entitas negara persatuan dari bangsa multikultur seperti Indonesia hanya bisa bertahan lebih kokoh jika bediri di atas landasan pengelolaan pemerintahan yang sanggup menjamin kesimbangan antara pemenuhan prinsip kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan, yang berlaku bagi segenap warga dan elemen kebangsaan. Tuntutan bukan hanya tentang pemenuhan hak-hak individu (individual rights) dan kelompok masyarakat (collective rights), melainkan juga kewajiban untuk mengembangkan solidaritas sosial (gotong royong) dalam rangka kemaslahatan dan kebahagiaan hidup bangsa secara keseluruhan (Latif, 2011).

3. Sumber Politik

Sumber politik yang mendasari dinamika kewajiban dan hak negara dan warga negara Indonesia adalah proses dan hasil perubahan UUD NRI 1945 yang terjadi pada era reformasi. Pada awal era reformasi (pertengahan 1998), muncul berbagai tuntutan reformasi di masyarakat.

Tuntutan perubahan UUD NRI 1945 merupakan suatu terobosan yang sangat besar. Dikatakan terobosan yang sangat besar karena pada era sebelumnya tidak dikehendaki adanya perubahan tersebut. Sikap politik pemerintah yang diperkuat oleh MPR berkehendak untuk tidak mengubah UUD NRI 1945. Apabila muncul juga kehendak mengubah UUD NRI 1945, terlebih dahulu harus dilakukan referendum (meminta pendapat rakyat) dengan persyaratan yang sangat ketat. Karena persyaratannya yang sangat ketat itulah maka kecil kemungkinan untuk berhasil melakukan perubahan UUD NRI 1945. Hak dan kewajiban warga negara dan negara mengalami dinamika terbukti dari adanya perubahan-perubahan dalam rumusan pasal-pasal UUD NRI 1945 melalui proses amandemen dan juga perubahan undangundang yang menyertainya.

Jaminan akan hak dan kewajiban warga negara dan negara dengan segala dinamikanya diupayakan berdampak pada terpenuhinya keseimbangan yang harmonis antara hak dan kewajiban negara dan warga negara.

URGENSI INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU PARAMETER PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

URGENSI INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU PARAMETER PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Nama Mahasiswa : Rachel Adella Ferninda
NPM : 1915061054
Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama Dosen MK : Rio Ariestia Pradipta

A. Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu “Integrate” dan “Nation”. Integrate artinya menyatukan dan menggabungkan. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa integrasi berarti pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Kata nation artinya adalah bangsa. Jadi, integrasi nasional bisa disimpulkan berarti usaha atau proses untuk menyatukan segala jenis perbedaan dalam suatu bangsa atau negara. Perbedaan ini bisa dalam hal suku, ras, agama, adat istiadat, dan lain-lain.

B. Konsep Integrasi Nasional

Konsep integrasi nasional terbagi menjadi dua konsep, yaitu konsep vertikal dan konsep horizontal.

a) Konsep Vertikal

Konsep vertikal artinya bagaimana menyatukan pemerintah dengan rakyatnya yang terintegral secara vertikal. Dapat juga diartikan dengan bagaimana menyatukan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

b) Konsep Horizontal

Konsep horizontal artinya bagaimana menyatukan kemajemukan yang ada di Indonesia dalam segi suku, agama, ras, dan adat istiadat masyarakat Indonesia yang beragam.

C. Faktor Pendukung terjadinya Integrasi Nasional

1. Adanya rasa senasib sebagai masyarakat dari bangsa yang pernah dijajah.

2. Cinta tanah air.

3. Adanya rasa ingin untuk bersatu atau jiwa nasionalisme yang tinggi.

4. Adanya alat pemersatu bangsa yaitu bahasa Indonesia, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, lagu Indonesia Raya, bendera merah putih, dan lambang burung garuda.

D. Faktor Penghambat terjadinya Integrasi Nasional

1. Adanya ancaman dari luar seperti terorisme.

2. Masyarakat yang majemuk membuat sulit terjadinya integrasi contohnya karena ada rasa sukuisme yang tinggi.

3. Pembangunan yang tidak merata.

4. Wilayah yang terlalu luas.

5. Adanya oknum tertentu yang memecah belah antar golongan masyarakat.

E. Kasus Disintegrasi di Indonesia

Indonesia sendiri tentunya pernah mengalami kasus-kasus seperti usaha suatu provinsi untuk memisahkan diri dari Indonesia. Contohnya adalah Gerakan Aceh Merdeka dan Organisasi Papua Merdeka. Hal ini tentunya terjadi karena faktor-faktor yang sudah dijelaskan di atas.

GERAKAN ACEH MERDEKA

Gerakan Aceh Merdeka atau GAM adalah sebuah organisasi separatis yang memiliki tujuan supaya Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak 4 Desember 1976 – 27 Desember 2005. Hal ini bermula dari keputusan Jakarta pada 1950, yang menurunkan status Aceh menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara sehingga menyulut kekecewaan. Akibatnya, Teungku Daud Beureueh, tokoh terkemuka Aceh dan bekas Gubernur Militer di masa Revolusi, menyatakan perlawanan terhadap Jakarta. Ia lalu menyatakan bergabung dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan S.M. Kartosuwirjo. Presiden Sukarno kemudian memberikan status daerah istimewa kepada Aceh untuk meredam perlawanan. Dengan status ini, Aceh berhak mengatur agama, hukum adat, dan perkara seputar dunia pendidikan. Namun, perlawanan Aceh tidak hanya berhenti sampai situ. Perlawanan-perlawanan lain timbul yang menyebabkan banyaknya korban jiwa.

ORGANISASI PAPUA MERDEKA

Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini di Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Organisasi ini beroperasi dari Desember 1963 hingga sekarang. OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Faksi ini terdiri dari tiga elemen: kelompok bersenjata, masing-masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri -seperti di Pasifik, Eropa dan AS- yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan. Hingga sekarang. mereka masih sering melakukan perlawanan yang menyebabkan korban jiwa terutama perlawanan kepada musuh utama mereka yaitu TNI.

F. Solusi untuk Kasus Disintegrasi di Indonesia

1. Pemerintah

Dalam menangani kasus separatis dari berbagai wilayah di Indonesia, pemerintah harus bersikap adil terhadap setiap wilayah di Indonesia. Pembangunan tidak hanya merata di beberapa wilayah, tetapi di seluruh wilayah hingga pedalaman. Program desentralisasi juga harus dijalankan dengan benar dan efektif oleh pemerintah daerah untuk membangun wilayahnya sendiri. Pemerintah juga harus bijak dalam menentukan kebijakan. Jangan sampai hingga ada beberapa pihak yang merasa rugi akan kebijakan itu.

2. Masyarakat

Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus menjaga sikap patriotisme dan nasionalisme. Berhenti untuk bersikap egois, tidak toleransi, dan individualistis. Kita juga harus bersikap selektif dan hati-hati dalam menyikapi sesuatu. Menghargai perbedaan yang ada selalu harus ditanamkan dalam jiwa masyarakat Indonesia. Kita harus membantu pemerintah untuk melawan upaya disintegrasi dan berbagai gerakan separatis yang ada di Indonesia.

Referensi :

https://ppkn.co.id/integritas-nasional/

https://tirto.id/gam-lahir-demi-kedaulatan-atas-kekayaan-alam-aceh-cAMC

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46539502

 

ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER

A. Pengertian Identitas Nasional

Identitas nasional berarti jati diri suatu bangsa, yang maksudnya adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada macam – macam aspek kehidupan, baik dari ratusan suku atau budaya yang ada dihimpun menjadi satu kesatuan.

B. Fungsi Identitas Nasional

Fungsi identitas nasional adalah :

1) Alat pemersatu bangsa.

2) Pembeda dengan bangsa lainnya.

3) Identitas negara itu sendiri.

4) Landasan negara.

C. Unsur Pembentuk Identitas Nasional

Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk. Artinya, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan budaya. Kemajemukan itulah merupakan suatu gabungan akan unsur – unsur penting dalam pembentukan identitas nasional. Berikut ini beberapa unsur penting dibentuknya suatu identitas nasional.

  1. Agama

Dasar negara Indonesia, Pancasila sila pertama menyebutkan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai Keagamaan dan Ketuhanan.

Indonesia sendiri dikenal sebagai masyarakat agamis, artinya setiap penduduk di Indonesia memiliki agama mereka masing – masing dan hal tersebut wajib hukumnya. Agama yang berkembang di Indonesia sendiri adalah Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.

  1. Suku Bangsa

Suku bangsa juga dikenal sebagai unsur pembentukan akan identitas nasional tersebut. Suku bangsa adalah satu golongan sosial yang bersifat dibawa sejak lahir. Di mana suku bangsa sama dengan jenis kelamin dan umur. Di Indonesia terdapat ratusan suku bangsa atau kelompok etnis dengan bahasa mereka masing – masing.

  1. Kebudayaan

Kebudayaan adalah kemampuan manusia sebagai makhluk sosial yang berisi tentang model atau perangkat pengetahuan secara kolektif yang digunakan untuk mendukung kehidupan manusia itu sendiri. Dengan kata lain, kebudayaan merupakan suatu pedoman atau rujukan bagaimana manusia bisa menghadapi keadaan lingkungan sekitar guna bertahan hidup.

Budaya menjadi salah satu faktor penting akan pembentukan identitas nasional. Dengan berbagai macam budaya yang dimiliki oleh Indonesia menjadi salah satu ciri khas dari negara Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu, kita harus melestarikan budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang kota.

  1. Bahasa

Unsur pembentuk identitas nasional yang berikutnya adalah bahasa. Bahasa merupakan simbol atau lambang secara arbitrer atau verbal. Pembentuk bahasa dilakukan berdasarkan unsur – unsur bunyi ucapan manusia. Bahasa digunakan sebagai sarana komunikasi antar manusia satu dengan lainnya.

Sudah dijelaskan bahwa di Indonesia sendiri memiliki setidaknya ratusan suku bangsa dan setiap suku minimal memiliki satu bahasa yang berbeda. Salah satu contoh bahasa yang sering digunakan adalah Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan lain-lain.

Tidak semua negara memiliki keanekaragaman bahasa seperti yang dimiliki oleh Indonesia. Maka dari itu, agar tidak terpecah belah, ada satu bahasa yang merupakan bahasa pemersatu, yakni bahasa Indonesia.

D. Identitas Indonesia

 Lantas, apa saja identitas Indonesia yang menjadi ciri khas bangsa. Berikut diatur dalam undang-undang dasar negara RI tahun 1945.

BAB XV BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN

Pasal 35

Bendera Negara Indonesia ialah sang merah Putih.

Pasal 36

Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.

Pasal 36A

Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Pasal 36B

Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.

Pasal 36C

Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan diatur dengan undang-undang.

Referensi :

https://salamadian.com/pengertian-identitas-nasional-indonesia/

https://www.putra-putri-indonesia.com/lambang-negara.html

WARGA NEGARA

A. Pengertian Warga Negara

Warga negara adalah seluruh penduduk di suatu negara berdasarkan keturunan, tempat lahir, dan lain-lain, serta memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai seorang warga negara di negara tersebut.

Warga negara juga bisa didefinisikan sebagai orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara, yang memiliki hubungan yang tidak terputus dengan tanah airnya, sekalipun yang bersangkutan berada di luar negeri, selama yang bersangkutan tidak memutuskan hubungannya atau terikat oleh ketentuan hukum internasional.

Secara yuridis berdasarkan pasal 26 ayat (1) UUD 1945 dan perubahannya, istilah warga negara dibedakan menjadi 2 (dua) kategori yakni:

  1. Warga negara asli, yaitu penduduk asli negara tersebut. Misalnya warga Indonesia yang berasal dari suku Lampung, Palembang, Minang, Jawa, Batak, Betawi, dan suku-suku di Indonesia lainnya.
  2. Warga negara asing, yaitu penduduk yang berasal dari suku bangsa keturunan bukan asli Indonesia. Misalnya warga Indonesia yang berasal dari etnis Tionghoa, Arab, India, Belanda, Eropa, dan sebagainya, yang telah disahkan berdasarkan undang-undang menjadi warga negara Indonesia.

Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, pengertian warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga negara Indonesia.

B. Asas Kewarganegaraan

1) Ius Sanguinis

Ius Sanguinis berarti seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan garis keturunan atau kewarganegaraan orang tuanya. Misalkan, Joshua dilahirkan sebagai warga negara Amerika Serikat karena orang tuanya berkewarganegaraan Amerika Serikat.

2) Ius Soli

Ius Soli berarti seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan tempat ia dilahirkan. Misalnya, Juna dilahirkan di Indonesia, maka dari itu dia menjadi warga negara Indonesia.

C. Cara Memperoleh Kewarganegaraan

1) Keturunan. Seseorang dapat memperoleh suatu kewarganegaraan berdasarkan garis keturunannya.

2) Naturalisasi. Seseorang dapat memperoleh suatu kewarganegaraan atas kehendak sendiri atau permohonan menjadi warga negara suatu bangsa dengan syarat orang tersebut memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

3) Perluasan Wilayah Negara. Seseorang dapat memperoleh suatu kewarganegaraan jika negara yang ia tempati mengalami perluasan wilayah.

D. Alasan Seseorang dapat Kehilangan Kewarganegaraan

1) Sukarela. Seseorang dapat kehilangan kewarganegaraannya jika ia secara sukarela meninggalkan kewarganegaraannya demi kewarganegaraan bangsa lain. Misalnya, seseorang yang memperoleh dua kewarganegaraan.

2) Penghentian. Seseorang dapat kehilangan kewarganegaraannya jika dihentikan status kewarganegaraannya sebagai tindakan hukum karena yang bersangkutan mendapat kewarganegaraan bangsa lain.

3) Pencabutan. Seseorang dapat dicabut kewarganegaraannya jika orang tersebut melakukan tindakan yang melanggar hukum yang dapat merugikan negara dan melanggar undang-undang.

E. Fungsi Warga Negara

Hak dan kewajiban warga negara diberikan untuk memenuhi beberapa fungsi warga negara sebagai berikut.

  • Menjunjung hukum dan pemerintahan yang sah dan berdaulat.
  • Ikut serta melakukan upaya bela negara sesuai kemampuan masing-masing.
  • Menghormati hak asasi manusia (HAM) orang lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Taat kepada peraturan dan batasan yang ditetapkan dengan undang-undang.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan negara.
  • Menuruti dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali.
  • Turut serta dalam pembangunan negara untuk membangun bangsa.

Referensi :

https://www.zonareferensi.com/pengertian-warga-negara/

https://www.academia.edu/24986271/MAKALAH_KEWARGANEGARAAN

Review Corsair H100i Pro

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas produk terbaru dari Corsair yaitu kipas angin H100i Pro. Banyak yang sudah menanti-nanti produk keluaran dari Corsair mengingat Corsair hampir tidak pernah mengecewakan penggunanya.

Kipas angin H100i Pro memiliki desain 240mm yang lebih baik dari 120mm. Berbagai fitur baru telah ditambahkan Corsair seperti pencahayaan RGB, pelat dasar yang ditingkatkan, dan fitur favorit yaitu kipas angin levitasi magnetik. Kipas angin ini jauh berbeda dari kipas angin lain.

Tidak diragukan lagi software dengan polesan handal dari para staff Corsair. Hal lain yang cukup mengejutkan dari kipas ini adalah tingkat kebisingan.
Pada kasus kipas lain, mereka akan berisik jika dalam kecepatan penuh, tetapi untuk H100i Pro, tidak akan terjadi hal itu kecuali kita menyetelnya sedemikian. Kipas ini memiliki menu yang bisa diatur sesuai keinginan konsumen.

Desain dan fitur yang lebih baik membuktikan bahwa kipas ini patut direkomendasikan. Performanya yang sangat baik, harganya yang rendah, kebisingan yang rendah, dan garansi satu tahun. Tidak ada alasan untuk tidak memberikan kipas ini acungan jempol.

Motivasiku Masuk Teknik Informatika

Motivasi itu apa sebenarnya? Mengapa banyak orang yang memilih untuk tidak melanjutkan mimpinya kadang beralasan “Tidak ada motivasi untuk saya maju” atau “Untuk apa dan siapa saya melanjutkan ini?”

Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Kali ini, saya akan memberi tau apa motivasi saya sehingga saya sekarang bisa berdiri di antara puluhan mahasiswa baru Teknik Informatika Unila 2019.

Jujur, semua orang pasti ingin membanggakan kedua orangtua kita. Saya salah satunya. Saat – saat jatuh saya dimulai saat SNMPTN. Saya mendaftar di salah satu institut di Bogor dengan prodi yang sangat bertentangan dan tidak ada hubungan sama sekali dengan prodi yang saya tekuni sekarang. Ya, agribisnis. Tentunya, saya sempat berada di atas angin. Pihak bimbel saya, guru SMA saya, dan pihak konseling SNMPTN di sekolah saya sangat menyarankan dan mengatakan bahwa saya sangat berpeluang untuk diterima. Senyum mulai merekah di bibir saya. Tentu saja, nilai rata – rata raport saya cukup tinggi, SMA saya memiliki sejarah yang baik dengan institut tersebut, dan saya memiliki sertifikat – sertifikat yang cukup mendukung.

Namun, Allah tidak mengizinkan saya untuk diterima di institut tersebut. Teguran pertama untuk saya. Mungkin karena saya terlalu percaya diri dan sombong. Orangtua saya tentunya kecewa. Padahal, saya sudah yakinkan mereka bahwa tidak ada yang perlu diharapkan dari SNMPTN karena ini hanya peruntungan dan ‘hadiah kecil’ saja.

UTBK dimulai. Jujur saja, dengan mimpi saya yang setinggi langit, yaitu mencoba peruntungan di universitas top 3 atau setidaknya di fakultas kedokteran universitas top 20, usaha saya sangat tidak sesuai. Bolak – balik bimbel setiap hari, berlangganan bimbel online, dan sedikit latihan soal ternyata tidak cukup membantu. Nilai saya hanya berada di range menengah untuk mimpi saya yang sangat tinggi.

Saya pun dilanda kebingungan. Hasil dari berbagai macam rasionalisasi di webs SBMPTN tidak membuahkan hasil yang cukup baik. Membuat saya semakin tidak percaya diri. Sementara di lain sisi, orangtua saya semakin menekan saya untuk mencoba mendaftar di fakultas teknik. ‘Jurusan apapun bebas. Asalkan fakultas teknik.‘ Ucap ayah saya. Jujur, saya paling anti dengan teknik. Saya pasrah diterima di jurusan manapun asalkan itu bukan dari fakultas teknik.

Mendekati hari penutupan pendaftaran SBMPTN, saya mulai bimbang. ‘Apakah lebih baik jika saya mengikuti perkataan orangtua yang menyuruh saya agar masuk teknik saja?‘ Pikir saya. Saya benar – benar tidak tau harus nekat daftar di prodi dan universitas yang saya inginkan dengan risiko yang fatal atau harus mengorbankan mimpi saya demi membahagiakan orangtua saya? Alhasil, saya memutuskan mengikuti keputusan orangtua saya. Saya memutuskan mendaftar Teknik Informatika Unila di pilihan pertama. Alasannya karena saya sempat mengikuti OSK Komputer sewaktu SMA. Walaupun jujur, saya sudah melupakan hampir seluruh pelajaran algoritma dan pemrograman, setidaknya saya punya dasar, itu pikir saya.

Selain diterima di fakultas teknik, mimpi tertinggi orangtua saya adalah saya diterima di sekolah kedinasan. Sampai – sampai ayah saya rela pergi umroh tahun ini demi menyampaikan keinginan besarnya itu pada Allah secara lebih intens. Tes sekolah kedinasan dilakukan sebelum pengumuman SBMPTN. Lagi dan lagi, persiapan saya terbilang tidak cukup matang. Berbekal persiapan H-7, saya berpasrah diri pada Allah. Naas, justru saya gagal di pelajaran yang saya sepelekan dengan selisih poin yang tipis. Baiklah, kegagalan saya yang lain yang menciptakan wajah muram pada orangtua saya.

Sambil menunggu pengumuman SBMPTN, saya berdoa terus menerus agar bisa diterima di pilihan pertama saya. Walaupun saya cukup percaya diri dengan skor UTBK saya, tetapi saya berusaha untuk menekan rasa terlalu percaya diri itu. Alasannya karena tidak mau gagal lagi karena Allah murka melihat saya yang selalu sombong.

Tangis haru ibu saya tercipta saat melihat pengumuman SBMPTN yang menyatakan saya lolos di pilihan pertama. Saya pun ikut menangis haru. Jujur, di momen ini saya benar – benar tersentuh. Ternyata melihat kebahagiaan di wajah orangtua saya mampu menutupi luka yang saya peroleh akibat mengorbankan mimpi saya. Ya, bisa disimpulkan bahwa motivasi terbesar saya masuk teknik informatika adalah orangtua saya.

Mulai saat itu saya bertekad pada diri saya. ‘Ayo buat senyum merekah di bibir orangtua saya lagi. Ayo toreh prestasi selama di universitas. Ayo lulus cepat dengan predikat cum laude. Ayo bekerja di perusahaan besar nantinya.‘ Saya mulai mencoba untuk menikmati apa yang sudah saya peroleh ini. Saya tinggal bekerja keras untuk mewujudkan mimpi – mimpi saya itu. Selalu ambil hal positifnya. Mungkin saja, jalan saya memang di sini.

-Fin