Covid – 19

1. Apa itu Covid -19

coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis Coronavirus. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019–2020. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan.

 

2. Gejala dan bahaya virus corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona

 

3. Statistika terkait data virus corona

Hingga saat ini virus corona telah menginfeksi 199 negara dan wilayah di seluruh dunia. Dengan statistika kasus sebagai berikut :

Screenshot_2020_0328_193339gambar 3.1 statistika kasus virus korona di seluruh dunia terhitung dari tanggal 22 januari 2020 – 25 maret 2020.

Screenshot_2020_0328_193443gambar 3.2 statistika jumlah kematian kasus virus korona di seluruh dunia, terhitung tanggal 22 januari 2020 – 25 maret 2020.

Sumber gambar : https://www.worldometers.info/coronavirus/

 

4. Apa yang seharusnya kita lakukan? 

Melihat kasus korona yang menjadi pandemi saat ini,  tentunya kita perlu siaga.  Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar kita dapat mengurangi peluang terinfeksi virus korona ini.

Adapun pencegahannya ialah :

1. mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik.

2. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin atau minum air mineral minimal 2 liter per harinya.

4. Etika saat akan batuk dan bersin.  Yaitu,  menggunakan tisu , atau menutupnya menggunakan lengan,  saat akan bersin.

 

Sumber artikel :

https://www.alodokter.com/virus-corona

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Penyakit_koronavirus_2019

https://www.worldometers.info/coronavirus/

 

 

Ringkasan Bab V PKN

BAGAIMANA HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK
NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM
DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA
KEDAULATAN RAKYAT DAN MUSYAWARAH
UNTUK MUFAKAT?

 

Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang demokrasi, dimana segala sesuatu dilakukan melalui proses musyawarah yang mufakat. Akan tetapi,  apakah hal ini dapat menjaga harmoni antara hak dan kewajiban warga negara itu sendiri? .sebagai warga negara,  maupun manusia sudah selayaknya kita memprioritaskan kewajiban kita dahulu,  lalu mendapatkan apa yang menjadi hak kita.  Akan tetapi,  masih banyak orang yang tidak berpikir seperti ini.

Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.
Menurut “teori korelasi” yang dianut oleh pengikut utilitarianisme, ada
hubungan timbal balik antara hak dan kewajiban. Menurut mereka, setiap
kewajiban seseorang berkaitan dengan hak orang lain, dan begitu pula
sebaliknya. Hak dan kewajiban warga negara merupakan wujud dari hubungan
warga negara dengan negara. Hak dan kewajiban bersifat timbal balik. Lantas apa pengertian dari hak dan kewajiban itu sendiri?

Hak adalah kuasa untuk menerima
atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak
tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain mana pun juga yang pada
prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Wajib adalah beban untuk
memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan oleh pihak
tertentu tidak dapat oleh pihak lain mana pun yang pada prinsipnya dapat
dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban dengan
demikian merupakan sesuatu yang harus dilakukan (Notonagoro, 1975). Atau Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sesuai dengan pengertian diatas,  kewajiban bersifat “beban” ,oleh karena itulah kewajiban itu sendiri sering dilalaikan oleh banyak orang. Selain itu,  dalam menjalankan kewajiban,  kita harus mengembang rasa tanggung jawab. Negara kita,  yaitu negara Indonesia lantas memiliki solusi agar kewajiban kita sebagai warga negara tidak ditinggalkan.  Guna merealisasikan kewajiban warga
negara, negara mengeluarkan berbagai
kebijakan dan peraturan yang mengikat
warga negara dan menjadi kewajiban
warga negara untuk memenuhinya. Salah
satu contoh kewajiban warga negara
terpenting saat ini adalah kewajiban
membayar pajak (Pasal 23A, UUD 1945).
Hal ini dikarenakan saat ini pajak
merupakan sumber penerimaan negara
terbesar dalam membiayai pengeluaran
negara dan pembangunan. Tanpa adanya
sumber pendapatan pajak yang besar
maka pembiayaan pengeluaran negara
akan terhambat. Pajak menyumbang
sekitar 74,63 % pendapatan negara. Jadi
membayar pajak adalah contoh kewajiban
warga negara yang nyata di era
pembangunan seperti sekarang ini.

Tradisi
budaya Indonesia semenjak zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara lebih
mengenal konsep kewajiban dibandingkan konsep hak. Mekanismenya
adalah kepatuhan tanpa reserve rakyat terhadap penguasa dalam hal ini
raja atau sultan sebagai bentuk penghambaan secara total.

 

Pergerakan budaya rupanya mengikuti dinamika kehidupan sosial politik di
mana tatkala hegemoni kaum kolonial mulai dipertanyakan keabsahannya
maka terjadilah perlawanan kaum tertindas dimana-mana menuntut hak-
haknya yang dirampas. Sejak itulah konsep hak mulai lebih mengemuka
dan menggantikan konsep kewajiban yang mulai meredup. Sampai saat ini,  konsep tersebut masih diberlakukan. Orang-orang bersamangat untuk menuntut hak mereka,  namun tidak bergairah saat dimintai kewajibannya.

 

Konsep hak dan kewajiban ini memiliki tiga versi sumber.  Yaitu:

1. Sumber Historis

Secara historis perjuangan menegakkan hak asasi manusia terjadi di dunia
Barat (Eropa). Adalah John Locke, seorang filsuf
Inggris pada abad ke-17, yang pertama kali
merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang
melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup,
hak kebebasan, dan hak milik.

2. Sumber sosiologis

sekarang ini terdapat beberapa gejala sosiologis fundamental yang menjadi
sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat kita (Wirutomo,
2001).
Pertama, suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa setelah
tumbangnya struktur kekuasaan “otokrasi” yang dimainkan Rezim Orde
Baru ternyata bukan demokrasi yang kita peroleh melainkan oligarki di
mana kekuasaan terpusat pada sekelompok kecil elit, sementara sebagian
besar rakyat (demos) tetap jauh dari sumber-sumber kekuasaan
(wewenang, uang, hukum, informasi, pendidikan, dan sebagainya).
Kedua, sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat kita saat ini
adalah akibat munculnya kebencian sosial budaya terselubung (socio-
cultural animosity). Gejala ini muncul dan semakin menjadi-jadi pasca
runtuhnya rezim Orde Baru.

3. Sumber politik

Sumber politik yang mendasari dinamika kewajiban dan hak negara dan
warga negara Indonesia adalah proses dan hasil perubahan UUD NRI 1945
yang terjadi pada era reformasi. Pada awal reformasi muncul berbagai tuntutan yang disampaikan oleh berbagai komponen masyarakat. Beberapa tuntutan reformasi itu adalah :

a. mengamandemen UUD NRI 1945,
b. penghapusan doktrin Dwi Fungsi Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia (ABRI),
c. menegakkan supremasi hukum, penghormatan hak asasi manusia
(HAM), serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),
d. melakukan desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan
daerah,
e. (otonomi daerah),
f. mewujudkan kebebasan pers,
g. mewujudkan kehidupan demokrasi.

 

UUD NRI Tahun 1945 tidak hanya memuat aturan dasar ihwal kewajiban
dan hak negara melainkan juga kewajiban dan hak warga negara. Dengan
demikian terdapat harmoni kewajiban dan hak negara di satu pihak dengan
kewajiban dan hak warga negara di pihak lain. Untuk memahami persoalan tersebut,
Dipergunakan pendekatan kebutuhan warga negara yang meliputi kebutuhan
akan:

1. agama

2.pendidikan dan kebudayaan

3.perekonomian nasional  dan kesejahteraan rakyat

4.serta pertahanan dan keamanan.

 

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa, Jaminan akan hak dan kewajiban warga negara dan negara dengan segala dinamikanya diupayakan berdampak pada terpenuhinya keseimbangan yang harmonis antara hak dan kewajiban negara dan warga negara.

 

 

Sumber :

Buku pendidikan kewarganegaraan (bab V)

https://www.romadecade.org/pengertian-hak-dan-kewajiban/#!

 

 

Urgensi Integrasi Nasional (pertemuan 4)

 

indonesia

Indonesia, negara yang terkenal akan kekayaannya. Mulai dari kekayaan Sumber Daya Alamnya, Rakyatnya yang terdiri atas ribuan suku dan etnis, bahasa, serta 17.000 lebih pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Di negara yang sebesar Indonesia, tentunya diperlukan integrasi untuk menyatukan perbedaan-perbedaan itu, menjadi sebuah kesatuan. Lantas terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa itu Integrasi?

Integrasi memiliki pengertian yaitu, sebuah sistem yang mengalami pembaruan hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh . Kata integrasi ini sendiri juga, diambil dari kata Integration (dalam bahasa Inggris), yang memiliki arti Kesempurnaan atau Keseluruhan. Makna lain dari Integrasi ialah, proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Dari pengertian Integrasi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa, Integrasi Nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Akan tetapi tentu saja, tidak selalu usaha-usaha Integrasi ini berjalan lancar. Setiap hal baik tentunya mempunyai sisi buruknya, begitu juga dengan integrasi yang memiliki lawan kata ” Disintegrasi ” . Jika pada integrasi identik dengan kata “Menyatukan” , maka pada disintegrasi identik dengan kata “Memecah belah”.

Setelah melihat adanya ancaman (disintegrasi) yang dapat memecah belah bangsa Indonesia, maka kita sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya ikut mendorong gerakan integrasi nasional ini. Oleh karena itulah dibutuhkan faktor pendukung. Faktor-faktor pendukung tersebut adalah sebagai berikut :

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Kemauan untuk menyatukan persatuan bagi bangsa Indonesia yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, seperti dalam perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

5. Kesepakatan nasional dalam bentuk pernyataan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

seiring melakukan faktor-faktor yang mendorong integrasi nasional diatas, kita juga perlu menghindari faktor-faktor penghambat integrasi nasional, antara lain:

1. Masyarakat Indonesia yang heterogen dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.

2. Luas wilayah negara yang terdiri dari ribuan kepulauan dan dikelilingi lautan.

3. Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA, gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.

4.Pada beberapa suku bangsa, masih menomorsatukan kelebihan budayanya dibanding budaya suku bangsa lain. Hal ini yang disebut dengan paham “etnosentrisme”.

 

Urgensi Integrasi Nasional Sebagai Salah Satu Parameter Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Judul : Urgensi Integrasi Nasional Sebagai Salah Satu Parameter Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Nama                     : Putri Anggia Cahyani
NPM                       : 1915061042
Mata Kuliah         : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama Dosen MK : Rio Ariestia Pradipta

Menganalisis kasus Disintegrasi Nasional yang terjadi di Papua dan di Aceh.

I. Pendahuluan
Integrasi adalah sebuah sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing (sumber : Wikipedia).

Setelah mengetahui pengertian integrasi diatas, rupanya ada pula lawan kata dari Integrasi, yaitu Disintegrasi. Dimana, jikalau pada Integrasi sifatnya menyatukan, akan tetapi pada Disintegrasi bersifat memecah belah.

Negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang memiliki 17.000 lebih pulau, ribuan suku dan etnik tentunya pernah mengalami kasus Disintegrasi Nasional. Dua kasus yang dapat kita jadikan contohnya ialah kasus OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Papua dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di Aceh.

II. Rincian Kasus

A. Organisasi Papua Merdeka
Organisasi Papua Merdeka, atau biasa disingkat menjadi  OPM adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 yang memiliki misi mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat atau bisa disimpulkan bahwa organisasi ini memiliki tujuan untuk memisahkan diri dari NKRI. Oleh karena itulah gerakan ini dilarang di Indonesia. Pencetusan tindakan Disintegrasi ini diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satu faktornya ialah Suku. Suku bangsa Indonesia bagian barat adalah suku bangsa Asia, sedangkan Papua bukanlah Asia melainkan bagian dari kepulauan Melanesia, Pasifik.

B. Gerakan Aceh Merdeka
Gerakan Aceh Merdeka atau biasa disingkat GAM adalah sebuah organisasi separatis yang memiliki tujuan supaya Aceh lepas dari NKRI. Gerakan yang dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) berawal atas dasar kekecewaan rakyat Aceh yang sudah berjasa besar bagi NKRI , akan tetapi pada 1950 berdasarkan keputusan Jakarta, menurunkan status Aceh menjadi keresidenan di bawah Provinsi Sumtera Utara.

Dari kasus diatas, timbul lah pertanyaan “bagaimana menyelesaikan konflik tersebut?”.Kita sebagai Masyarakat Indonesia tentunya wajib bertindak untuk mencari solusi agar Disintegrasi tersebut tidaklah berlanjut hingga akhirnya terjadi perpecahan. Ada solusi yang dapat dilakukan, solusi tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah, dan dapat pula dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
III. Solusi

A. Solusi yang bisa dilakukan pemerintah :
kasus : Organisasi Papua Merdeka

1. Membuat peta kebijakan, dan tidak hanya sekedar melakukan pembangunan infrastruktur dan ekonomi.
2. Mengusut kasus pelanggaran HAM yang dilakukan berkelanjutan.
3. Menghapuskan diskriminasi dan marginalisasi yang terjadi di Papua.

kasus : Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
1. Penerimaan otonomi khusus dan;
2. Terminasi konflik secara permanen.

Sedangkan untuk solusi yang dapat dilakukan oleh kita, yakni masyarakat Indonesia ialah :

1. Menghilangkan Diskriminasi antar suku dan etnis yang berbeda.
2. Menghargai dan menghormati segala perbedaan yang ada.
3. Menumbuhkan sikap Anti-Kekerasan dan cinta kedamaian.

Identitas Bangsa Indonesia

Setiap negara memiliki Identitas-nya masing-masing.  Identitas inilah yang nantinya menjadi keunikan dan ciri khas suatu negara.  Lantas apakah pengertian dari identitas itu sendiri?

Identitas adalah ciri-ciri dan jati diri dimana ia menetap.  Kata “menetap” yang dimaksud disini ialah,  negara tempat ia tumbuh dan berkembang.

Negara kita, yaitu negara Indonesia juga memiliki identitasnya sendiri, yang menjadikannya berbeda dibanding negara-negara lain.

Identitas Indonesia antara lain:

1. Sifat religius

Indonesia adalah bangsa yang sangat religius. Masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai agama, dan itulah yang harus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan. Saat ini ada 6 agama yang diresmikan yaitu, islam, protestan, katholik, budha, hindu dan konghucu.

2. Menghormati bangsa dan manusia lain

Sebagaimana dicantumkan pada sila kelima pancasila , yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Indonesia sangat menjunjung rasa menghargai dan menghormati tiap manusia demi menjaga keadilan sosial.

3. Persatuan

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, persatuan Indonesia adalah sebagai faktor kunci, yaitu sebagai sumber semangat, motivasi dan penggerak perjuangan Indonesia.

4.Gotong royong dan musyawarah

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Oleh karena itu,  gotong royong dan musyawarah menjadi identitas Indonesia.

5. Keadilan sosial

 

Sedangkan Identitas Nasional negara Indonesia (UU 1945 Bab XV) ialah:

1. Bendera nasional, yaitu Merah putih. (pasal 35)

2. Bahasa Negara, Bahasa Indonesia. (pasal 36)

3. Lambang Negara, Garuda. (pasal 36 A)

4. Dasar Negara,  Pancasila yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika (pasal 36 A)

5. Lagu Kebangsaan, Indonesia Raya (pasal 36 B)

Pendidikan kewarganegaraan

Rangkuman mata kuliah pendidikan kewarganegaraan Pertemuan pertama :

 

images

Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat dan orang tua guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Pengertian ini didapat dari dua susunan kata, yaitu “pendidikan” dan “kewarganegaraan”.

“Pendidikan” menurut UU no. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat (1) , yang berarti usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dan “Kewarganegaraan” menurut UU RI No. 12 Tahun 2006 Pasal 1 ayat 2 , yang berarti segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara.

Pada pendidikan kewarganegaraan ini,  dibahas istilah “warga negara” dan “penduduk” .

images (1)

 

Pengertian warga negara dan penduduk ini dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26 ayat (1), yang berbunyi:

“Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.”

 

Dan pengertian penduduk yang dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26 ayat (2) yang berbunyi:

“Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.”

Sebagai warga negara yang akan menjadi penopang negera Indonesia ini,  kita perlu menjadi “smart and good citizens” atau yang berarti menjadi warga negara yang baik dan terdidik. Dimana hal ini sudah diatur pada UU RI no. 12 tahun 2012, tentang pendidikan tinggi.

 

Review artikel majalah – “Stay anonymous Online”

Pada post kali ini, saya akan me-review salah satu artikel dari majalah “Pc and Tech” edisi 2018, yang berjudul “Stay Anonymous Online”.

Pada artikel tersebut, Nik Rawlinson membahas tentang kemungkinan agar kita bisa tetap menjadi “anonymous” di internet. Nyatanya, Nik mengungkapkan bahwa kita tidak bisa 100% menjadi “anonymous” di internet. Bahkan mode “incognito” yang disediakan oleh google chrome,memberikan peringatan bahwa, walaupun kita menjelajah di internet menggunakan mode “incognito” , agen-agen rahasia tertentu masih dapat melacak informasi pribadi kita. Namun jangan khawatir, kita masih dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan tersebarnya informasi kita, dengan menggunakan beberapa cara yang dibahas oleh Nik Rawlinson di artikel tersebut, diantaranya :

1. Menggunakan VPN

Nik berpendapat bahwa, cara ini merupakan cara paling mudah dan efektif untuk melindungi informasi-informasi pribadi kita.

2. Menggunakan TOR

TOR merupakan sebuah aplikasi browser yang memungkinkan data dari penggunanya tidak tersebar ke ranah luar. TOR sendiri merupakan aplikasi yang sempurna untuk melakukan “spionisasi” atau biasa disebut “spying”.

3. Menghapus Cookies

Perlu kita ketahui bahwa, “cookies” mengijinkan suatu website untuk menyimpan informasi pribadi kita. Untuk itu, disarankan agar kita menghapus “cookies” browser kita secara konstan.

 

Cara-cara yang disebutkan diatas merupakan cara untuk meminimalisir kemungkinan tersebarnya informasi pribadi kita. Dengan begitu, privasi pribadi kita bisa sedikit terjamin keamanannya. Hanya saja, jangan gunakan cara-cara tersebut untuk hal-hal yang bersifat negatif.. Seperti , penipuan, “prank” , dll.

 

Demikian resume majalah “Pc and Tech” terkait artikel “Stay Anonymous Online” yang telah saya buat, saya mohon maaf apabila ada kesalahan penggunaan kata.

 

Motivasi Saya Memilih Prodi TI

Motivasi saya memilih prodi TI adalah, karna di jaman revolusi industri 4.0 teknologi amat sangat dibutuhkan, maka dari itu peran seorang lulusan TI , benar-benar dicari… Selain itu, saya juga memiliki keinginan untuk bisa membuat game , yang bisa saya tuangkan ide-ide didalamnya ,mengingat sudah banyak game produksi dari Indonesia yang sudah mulai memiliki nilai jual, di luar sana. Dan saya bercita-cita menjadi bagian dari salah satu dari developer game Indonesia .