AI6 Manage Changes

TATAKELOLA TEKNOLOGI INFORMASI

CONTROL OBJECT AND MATURITY MODELS OF AI6

 Kelompok 4 :

  1. AYU RIZKI ANANDA
  2. FEDRA ARYA PRADANA
  3. GINANJAR
  4. LAS CHANDRO SIJABAT
  5. PURMA NAILU S.W.P
  6. SONNY KURNIAWAN

 

 

A. CONTROL OBJECTIVE
AI6.1 Perubahan Standar dan Prosedur
Menyiapkan prosedur manajemen perubahan formal untuk menangani dengan cara yang standar semua permintaan (termasuk pemeliharaan dan patch) untuk perubahan aplikasi, prosedur, proses, sistem dan layanan parameter, dan platform yang mendasari.
AI6.2 Penilaian Dampak, Pengutamaan dan Otorisasi
Menilai semua permintaan untuk perubahan dalam cara yang terstruktur untuk menentukan dampak pada sistem operasional dan fungsionalitas. Memastikan bahwa perubahan dikategorikan, diprioritaskan dan berwenang.
AI6.3 Perubahan Darurat
Menetapkan proses untuk mendefinisikan, mengangkat, pengujian, mendokumentasikan, menilai dan otorisasi perubahan darurat yang tidak mengikuti proses perubahan didirikan.
AI6.4 Perubahan Status Pelacakan dan Pelaporan
Membangun sistem pelacakan dan pelaporan untuk mendokumentasikan perubahan ditolak, berkomunikasi status disetujui dan di-proses perubahan, dan perubahan lengkap. Pastikan bahwa menyetujui perubahan diimplementasikan seperti yang direncanakan.
AI6.5 Perubahan Penutupan dan Dokumentasi
Setiap kali perubahan diimplementasikan, memperbarui sistem yang terkait dan dokumentasi pengguna dan prosedur yang sesuai.

 

B. MATURITY MODELS
Pengelolaan proses Mengelola perubahan yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk TI menanggapi bisnis persyaratan sejalan dengan strategi bisnis, sementara mengurangi solusi dan layanan cacat pengiriman dan ulang adalah:

Maturity Level 0.

Tidak tersedia
Tidak ada proses perubahan manajemen didefinisikan, dan perubahan dapat dilakukan dengan hampir tidak ada kontrol. Tidak ada kesadaran bahwa perubahan dapat mengganggu untuk IT dan operasi bisnis, dan tidak ada kesadaran akan manfaat dari manajemen perubahan yang baik.
Maturity Level 1.

Initial / Ad Hoc
Hal ini diakui bahwa perubahan harus dikelola dan dikendalikan. Praktek bervariasi, dan ada kemungkinan bahwa perubahan yang tidak sah terjadi. Ada dokumentasi yang buruk atau tidak ada perubahan, dan dokumentasi konfigurasi tidak lengkap dan tidak dapat diandalkan. kesalahan yang mungkin terjadi bersama-sama dengan gangguan ke lingkungan produksi yang disebabkan oleh perubahan manajemen yang buruk.
Maturity Level 2.

Pengulangan yang Intuitive
Ada proses perubahan manajemen informal tempat dan sebagian besar perubahan mengikuti pendekatan ini; Namun, itu tidak terstruktur, dasar dan rawan kesalahan. akurasi dokumentasi konfigurasi tidak konsisten, dan hanya perencanaan dan dampak terbatas assessment tempat take sebelum perubahan.

Maturity Level 3.

Ditetapkan
Ada proses manajemen perubahan secara formal didefinisikan di tempat, termasuk kategorisasi, prosedur prioritas, darurat, perubahan otorisasi dan manajemen rilis, dan kepatuhan muncul. Workarounds berlangsung, dan proses sering dilewati. Kesalahan dapat terjadi dan perubahan yang tidak sah kadang-kadang terjadi. Analisis dampak TI perubahan pada bisnis operasi ini mulai diformalkan, untuk mendukung penggelaran direncanakan aplikasi baru dan teknologi.

Maturity Level 4.

Dikelola dan terukur
Proses perubahan manajemen dikembangkan dengan baik dan konsisten diikuti untuk semua perubahan, dan manajemen yakin bahwa ada pengecualian minimal. Proses ini efisien dan efektif, tetapi bergantung pada prosedur manual yang cukup besar dan kontrol untuk memastikan kualitas yang dicapai. Semua perubahan tunduk perencanaan menyeluruh dan penilaian dampak untuk meminimalkan kemungkinan masalah pasca-produksi. Proses persetujuan untuk perubahan di tempat. Dokumentasi perubahan manajemen saat ini dan benar, dengan perubahan secara resmi dilacak. dokumentasi konfigurasi umumnya akurat. IT mengubah perencanaan manajemen dan
pelaksanaan menjadi lebih terintegrasi dengan perubahan dalam proses bisnis, untuk memastikan pelatihan itu, perubahan organisasi dan isu-isu kelangsungan bisnis ditangani. Ada peningkatan koordinasi antara IT mengubah manajemen dan proses bisnis mendesain ulang. Ada proses yang konsisten untuk memantau kualitas dan kinerja dari proses perubahan manajemen.

Maturity Level 5.

Dioptimalkan
Proses perubahan manajemen secara berkala dan diperbarui untuk tetap sejalan dengan praktek-praktek yang baik. Proses peninjauan mencerminkan hasil pemantauan. Informasi konfigurasi berbasis komputer dan memberikan kontrol versi. Pelacakan perubahan adalah canggih dan termasuk alat untuk mendeteksi perangkat lunak yang tidak sah dan tidak berlisensi. manajemen perubahan TI terintegrasi dengan bisnis manajemen perubahan untuk memastikan bahwa IT merupakan enabler dalam meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang bisnis baru bagi organisasi.

 

 

PT. Telkom Indonesia | KKL Teknik Informatika Unila 2014

Informatics Eng Unila goes to Telkom

Hay guys… hari ini saya akan memposting sedikit pengalaman seru saya bersama teman-teman dari Teknik Informatika Universitas Lampung. Kemarin tepatnya tanggal 4 Mei 2016, pukul 12.00 kami satu kelas bersama dosen pembimbing kami yaitu Pak Gigih Forda Nama S.T, MTI melakukan kujungan hangat ke PT. Tekom Indonesia yang berada di jalan Jl. Majapahit No 14, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Lampung 35118. Ini pertama kalinya kunjungan yang diadakan di PSTI (Program Studi Teknik Informatika) Universitas Lampung. Pada pukul 12.15 kami berangkat dengan mengendarai motor masing-masing, karna kunjungan ini tidak jauh dan hanya menempuh waktu 15 menit dari kampus. Sesampainya disana kami disambut hanggat oleh 2 pegawai yang cantik nan rapih pada saat itu. Disini selain melakukan kunjungan kami juga diberi ulasan sedikit mengenai PT. Telkom ini, disini terdapat pelayanan IndiHome, IndiHome Fiber merupakan layanan Triple Play dari Telkom yang terdiri dari Internet Fiber atau High Speed Internet (Internet Cepat), Interactive TV (UseeTV) dan Phone (Telepon Rumah). Layanan internet super cepat menggunakan FIBER optik dari Telkom Indonesia yang memiliki keunggulan.

  • INTERNET CEPAT
    Fiber optik mampu mentransfer data (bandwidth) hingga ratusan Mbps (jauh lebih cepat dibandingkan kabel coax atau copper).
  • INTERNET STABIL
    Kecepatan fiber optik jauh lebih stabil dibandingkan coax atau copper pada saat dilakukan sharing (akses internet secara bersamaan).
  • INTERNET HANDAL
    Fiber optik lebih tahan dalam kondisi cuaca apapun seperti serangan petir dan gangguan elektromagnet dibandingkan kabel coax atau copper. Sehingga komputer anda menjadi lebih aman.
  • INTERNET CANGGIH
    Fiber optik merupakan teknologi penghantaran data tercanggih dan terbaru yang digunakan dalam layanan fixed broadband.

Selain pelayanan diatas PT. Telkom juga tersebar luas di Indonesia, yukk kita lihat seberapa luas penyebaran layanan ini.

telkom

Telkom yang saya kunjungi. Sekarang sayaakan menceritakan ada apa saja sih di dalam kantor tersebut. Pertama kami mendapat materi yang di sampaikan oleh Bapak Eko Waluyo selaku Support BGES pada perusahaan ini. Ternyata dari penjelasan Pak Eko di seluruh cabang dan pelayanan yang diberikan oleh PT. Telkom ini tidak lagi menggunakan kabel baja, tetapi sudah menggunakan Fiber Optic. Fiber optic adalah media transmisi yang terbuat dari serat kaca dan plastik yang menggunakan bias cahaya dalam mentransmisikan data. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena mempunyai spectrum yang sangat sempit. Media transmisi fiber optic sudah menggantikan eranya media copper (tembaga) yaitu dengan alasan bahwa fiber optic memiliki banyak kelebihan diantatranya informasi ditransmisikan dengan kapasitas (bandwidth) yang tinggi, karena murni terbuat dari kaca dan plastik maka signal tidak terpengaruh pada gelombang elektromagnetik dan frekuensi radio. Sementara media tembaga dapat dipengaruhi oleh interferensi gelombang elektromagnetik dan media wireless dipengaruhi oleh frekwensi radio. Dengan kelebihan yang dimiliki ini maka fiber optic sudah banyak digunakan sebagai tulang punggung (backbone) jaringan telekomunikasi. Keren yaa.. selain itu limbah dari fiber optic ini juga tidak ada harganya dibanding tembaga, sehingga oknum nakal diluar sana tidak bisa mencampurtangani pekerjaan ini. Pada saat kunjungan kita diperlihatkan cara menyambung kabel optic yang putus dengan alat yang bernama ….. prosesnya cukup mudah jarna bisa kita lakukan sendiri, tetapi juga kita harus hati-hati jangan sampai patahan kaca menusuk dan masuk di kulit kita, karena bisa mengakibatkan patahan kaca tersebut masuk ke dalam tubuh kita, itu yang saya dengar dari mamas-mamas yang mendemonstrasikan pembebaran kaber optic yang putus. Ini adalah foto alat dan ketika kita menyambungkan kabel optic.

optic1

Setelah melihat penyambungan kabel, kami masuk ke Ruangan NGN (…..) ruang ini berisi banyak panel battery (kayak lemari yang isinya kabel yang terhubung gitu), bberhubung di ruangan ini gak boleh ngambil gambar, jadi saya gak punya nih fotonya.

Setelah masuk ke ruangan NGN, kami masuk ke ruangan yang isinya banyak banget Baterry Bank dengan Accu Basah dan memiliki 1600 Ampere 2 Volt setiap accunya sebanyak 48 buah.

optic3

Setelah masuk ke ruangan pembangkit listrik sementara ketika listrik padam ini, kami melanjutkan kunjungan ke sekeliling perusahan dan mengambil foto sebagai kenang-kenangan. Sekian untuk blog pengalaman ini dan berikut adalah foto-foto kami.

kkl1

kkl2

 

STRUKTUR DATA

Macam-macam sorting

 

Haiiii.. kali ini saya mau bagi bagi pengetahuan sedikit tentang macam macam teknik sorting. Sebelumnya agar semua mudah dipahami, harus tahu dulu apa itu sorting secara garis besar. Sorting yaitu proses penyusunan elemen-elemen dengan tata urut tertentu, sorting sendiri punya beberapa macam metode yang bisa di gunakan, mari kita liat satu persatu penjelasanya.

  1. Bubble Sort

Metode bubble sort adalah metode pengurutan dengan cara melakukan penukaran data dengan tepat disebelahnya secara terus menerus sampai bisa dipastikan bahwa dalam satu iterasi tertentu tidak ada lagi perubahan. jadi misalnya ada data yang belum berubah maka proses sorting terus berjalan sampai tidak ada perubahan yang berarti data sudah berurut. buble sort sendiri di sebut pengurutan gelembung karena masing-masing kunci akan dengan lambat menggelembung ke posisinya yang tepat jadi gitu gan definisinya.

 

  1. Insertion sort

Proses kerja dari insertion sort dengan cara data dicek satu per satu mulai dari yang kedua sampai dengan yang terakhir, nah kalo ditemukan data yang lebih kecil dari pada data sebelumnya, maka data tersebut disisipkan pada posisinya atau data di akan di tempatkan pada posisi yang sesuai. nah gambaran mudahnya gini seperti kita lao mau main kartu leng gan kan kartunya acak tuh dapetnya terus kita susun deh kartu itu sesuai pada tempatnya kek gitu lah metode pengurutan insertion sort ini gan. Nah kalo masih binggung saya jelasin deh, misalnya ada kartu yang di susun secara acak agan liat kartu di sebelah kanan agan lebih kecil dari kartu di sebelah kiri agan maka agan harus pindahin kartu agan ke tempat yang sesuai.

 

  1. Merge sort

Metode merge sort biasanya digunakan untuk mengurutkan berkas-berkas gan. proses kerja dari metode merge sort gini gan pertama-tama diberikan dua kumpulan data yang sudah dalam keadaan urut. terus kumpulan data tersebut harus dijadikan satu table sehingga dalam keadaan urut.

 

  1. Quick sort

Selanjutnya metode quicksort ,proses dari quick sort ini dimulai dengan menscan daftar yang disortir untuk nilai median. Nilai ini, yang disebut tumpuan (pivot), kemudian dipindahkan ke satu sisi pada daftar dan butir-butir yang nilainya lebih besar dari tumpuan di pindahkan ke sisi lain.

 

  1. Shell short

Metode shell sort ini disebut juga dengan metode pertambahan menurun (diminishing increment). Metode ini dikembangkan oleh Donald L. Shell pada tahun 1959, sehingga sering disebut dengan Metode Shell Sort. Metode ini mengurutkan data dengan cara membandingkan suatu data dengan data lain yang memiliki jarak tertentu, kemudian dilakukan penukaran bila diperlukan.

 

  1. Selection Sort

Metode ini dilakukan dengan memilih nilai terbesar dan menempatkan pada posisinya, kemudian mencari element terbesar berikutnya dan menempatkan pada tempatnya, dan seterusnya,

yuk liat seberapa cepet tiap tiap metode ketika di running

specpc

Ini spesifikasi laptop yang saya pakai untuk running program tiap tiap metode, dan disini juga saya make bahasa pemrograman Pyhton 2.7 buat aplikasinya guys.

Oke langsung aja ya kita liat kecepatan running 10.000 data yang di sorting dengan macam macam metode gan :

 

  1.  Bubble sort

Grafik yang di dapat pada metode bubble sort

bubble

Tabel hasil running metode bubble sort

Bubble

No. Percobaan Hasil Runing
1. 1 23,3
2. 2 24,9
3. 3 24,8
4. 4 25,0
5. 5 24,8
6. 6 26,1
7. 7 26,5
8. 8 24,7
9. 9 27,6
10. 10 26,6

 

Dapat di lihat pada tabel maupun grafik, hasil yang di dapat pada awal running hasil yang di dapat sangat stabil pada kecepatan runnig 23-27 detik sampai dengan iterasi ke-10 terus dan terus meningkat hingga didapat nilai terbesar pada iterasi ke-9 yaitu 27,6 detik dengan kondisi baterai power saver.

 

  1. Insertion sort

Grafik yang di dapat pada metode insertion sort

insert

Tabel hasil running metode insertion sort

Insert

No. Percobaan Hasil Runing
1. 1 12,1
2. 2 14,9
3. 3 15,1
4. 4 13,4
5. 5 13,3
6. 6 13,4
7. 7 13,1
8. 8 13.3
9. 9 13.2
10. 10 13,3

Pada metode ini dapat di lihat pada iterasi pertama di dapat nilai 12,1 detik dan dapat di katakan stabil hingga pada iterasi ke 10 di dapat nilai 13,3 detik , dan dapat dilihat yang paling lama terjadi saat percobaan ke 2 yaitu 14,9. metode ini lebih cepat dari pada metode bubble sort.

 

  1. Merge sort

Grafik yang didapat pada metode merge

merge

 

Tabel hasil running metode insertion sort

Merge

No. Percobaan Hasil Runing
1. 1 0,1
2. 2 3,1
3. 3 3,1
4. 4 3,1
5. 5 3,1
6. 6 2,9
7. 7 2,9
8. 8 2,9
9. 9 3,1
10. 10 3,1

Grafik yang di dapat pada metode ini di katakan sangat stabil. Hanya saja pada iterasi pertama di dapat 0,1 detik lalu langsung naik dengan drastis pada iterasi ke-2 dengan nilai sebesar 3,1 detik lalu grafik stabil sampai percobaan ke 10. Jadi pada program ini dapat di katakan program dapat memproses program dengan kecepatan paling lama 3,1 detik dan tercepat hingga 0,1 detik.

 

4.Quick sort

Grafik pada metode quick sort

quick

Tabel hasil running program quick sort

Quick

No. Percobaan Hasil Runing
1. 1 0,1
2. 2 2,9
3. 3 3,1
4. 4 3,1
5. 5 2,9
6. 6 2,9
7. 7 3,1
8. 8 2,8
9. 9 3,1
10. 10 2,9

 

Pada percobaan ini quick sort dapat di dapat tabel yang cukup stabil di 0,1 detik hanya pada awal running saja dan di dapat 3,1 detik dan pada iterasi ke-9. Jadi di ketahui pada metode ini pada awal iterasi merupakan waktu tercepat dan pada iterasi ke-9 merupakan waktu tempuh terlama untuk menjalankan program.

 

5 .Shell sort

Grafik yang di dapat pada metode shell sort

shell

 

Tabel yang di dapat pada metode shell sort

Shell

No. Percobaan Hasil Runing
1. 1 10,3
2. 2 10,3
3. 3 10,2
4. 4 10,3
5. 5 10,2
6. 6 10,2
7. 7 10,6
8. 8 10,2
9. 9 10,2
10. 10 10,8

 

Pada metode shell sort di dapat waktu yang cukup stabil ya itu antara kecepatan running 10 detik hanya di percobaan 7 dan 10 yang paling lama.

 

  1. Selection sort

Grafik yang di dapat pada metode selection sort

selection

 

Tabel hasil running metode selection sort

Selection

Percobaan Hasil run
No. Percobaan Hasil Runing
1. 1 3,1
2. 2 3,2
3. 3 3,2
4. 4 3,2
5. 5 3,2
6. 6 3,2
7. 7 3,2
8. 8 3,2
9. 9 3,6
10. 10 3,2

 

Pada metode ini didapat hasil dengan kecepatan running yang tidak stabil pada kecepatan rata ratanya yaitu sekitar 3,3 detik. kecepatan paling lama yang itu pada iterasi ke-9 yaitu 3,6 detik dan waktu paling cepat yaitu sekitar 3,1 detik pada iterasi ke-1.

Oke sekarang sudah pada tau kan mana metode sorting yang paling cepat dan yang paling lambat yaaa bubble sort paling lama yaitu dengan waktu rata rata running sekitar 25 detik dengan data yang di sorting sebanyak 10.000 data ,dan metode tercepat yaitu  metode quick sorting yaitu rata rata waktu sekitar 0,1 detik dengan data yang di sorting 10.000 data.

 

source : http://agusjembung.blogspot.com/2012/02/macam-macam-sorting.html

http://visualgo.net/sorting.html

Pengertian Artificial Intelligence (kecerdasan buatan)

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) istilah yang mungkin akan mengingatkan kita akan kehebatan optimus prime dalam film The Transformers. Kecerdasan buatan memang kerap diidentikkan dengan kemampuan robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Definisi Kecerdasan Buatan, Berbagai definisi diungkapkan oleh para ahli untuk dapat memberi gambaran mengenai kecerdasan buatan beberapa diantaranya :

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).

Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).

Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).

Sejarah Kecerdasan Buatan

Berbagai litelatur mengenai kecerdasan buatan menyebutkan bahwa ide mengenai kecerdasan buatan diawali pada awal abad 17 ketika Rene Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Kemudian Blaise Pascal yang menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Selanjutnya pada abad 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Perkembangan terus berlanjut, Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas” pada 1943 yang meletakkan pondasi awal untuk jaringan syaraf.

Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “Kecerdasan Buatan” pada konferensi pertama pada tahun 1956, selain itu dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang diyakini sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan yang mempunyai rintangan secara mandiri.

Jenis-Jenis Kecerdasan Buatan

Dalam perkembangannya kecerdasan buatan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Sistem Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.

Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa indonesia, dan sebagainya.

Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.

Robotika & Sistem Sensor.

Computer Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.

Intelligent Computer-Aided Instruction, komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih & mengajar.

Game Playing.

Soft Computing

Soft computing merupakan sebuah inovasi dalam membangun sistem cerdas yaitu sistem yang memiliki keahlian seperti manusia pada domain tertentu, mampu beradaptasi dan belajar agar dapat bekerja lebih baik jika terjadi perubahan lingkungan. Soft computing mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan, ketidakpastian, dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dan dikendalikan dengan mudah agar sesuai dengan realita (Prof. Lotfi A Zadeh, 1992).

Metodologi-metodologi yang digunakan dalam Soft computing adalah :

Logika Fuzzy/Fuzzy Logic (mengakomodasi ketidaktepatan).

Jaringan Syaraf Tiruan/Neurall Network (menggunakan pembelajaran).

Probabilistic Reasoning (mengakomodasi ketidakpastian).

Algoritma Genetika/Evolutionary Computing (optimasi).

Sesuatu yng unik, Misalnya saja, di masa mendatang ketika Anda mengunjungi sebuah situs agen perjalanan, maka di layar komputer akan muncul wajah seorang wanita yang sangat sempurna karena semuanya berupa ciptaan komputer. Uniknya, Anda akan mampu bercakap-cakap dengan wanita artifisial ini, seperti layaknya Anda berbicara dengan staff wanita beneran di counter biro perjalanan. Kalau ini tercapai, maka pelayanan dapat diberikan 100% online, dengan akurasi yang sangat tinggi. Terutama dari konsistensi, keramahan, kecepatan dan akurasi pelayanan. Lain kalau kita menggunakan staff manusia asli yang konsistensinya tidak bisa akurat karena terpengaruh kepada kondisi fisik dan emosi saat itu.

Al-Quran Sebagai Sumber Hukum Islam

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam

Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka beliau menetapkan hukum tersebut melalui sabdanya, yang kemudian dikenal dengan Hadits.

Sebagai sumber hukum Islam pertama dan utama, Al-Quran berperan penting dalam rangka penetapan hukum Islam terutama setelah meninggalnya Rasulullah SAW.

Seperti kita ketahui bahwa Al-Quran merupakan buku petunjuk (hidayah) bagi orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang percaya kepada hal ghaib, yang mendirikan shalat, yang menginfakkan sebagain rizki mereka, dan yang meyakini adanya akhirat. Satu hal yang juga disepakati oleh seluruh ummat Islam dan menjadi pembahasan pokok makalah ini ialah kedudukan Al-Quran sebagai sumber hukum Islam kapanpun dan dimanapun termasuk seharusnya di Indonesia (Pen.).

Pengertian, Nama, dan Turunnya Alquran

  1. Pengertian Alquran
  2. Pengertian Al-Quran Menurut Bahasa (Etimologi)
    Quran merupakan isim Mashdar (kata benda) dari kata kerja qoro-’a (أرق) yang bermakna talaa (الت) yang berarti membaca, atau bermakna jama’a yang berati mengumpulkan atau mengoleksi.

    Makna kata quran sinonim dengan qira’ah yang keduanya berasal dari kata qara’a. Dari segi makna, lafal quran bermakna bacaan.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ – فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

“Sesungguhnya atas tanggungan kami lah mengumpulkan nya (al-Qur’an) di dadamu dan membuatmu pandai membaca. Maka bila kami telah selesai membacakan nya ikutilah bacaan tersebut” (Al-Qiyamah: 17-18)


  1. Pengertian Al-Quran Menurut Syariat (Termonologi)

    Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas, membaca Al-Quran adalah ibadah.

    Kata “kalam” sebenarnya meliputi seluruh perkataan, namun karena istilah itu disandarkan kepada Allah akhirnya menjadi kalamullah. Perkataan yang berasal dari selain Allah seperti perkataan manusia, jin maupun malaikat tidak dinamakan Al-Quran.

    Allah telah menjamin untuk menjaga Al-Quran dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantinya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benr-benar memeliharanya.” (Al-Hijr:9)

 

  1. Nama-Nama Al-Quran

A.Nama Alquran

  1. Al-Kitab (kitabullah)
    Al-Kitab merupakan sinonim dari kata Al-Quran yang artinya kitab suci sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Nama ini diterangkan dalam Al-Qur’an surat A-Baqarah ayat 2.
  2. Az-zikr
    Az-Zikr artinya peringatan, nama ini di terangkan dalam Al-Quran surat Al-Hijr :9.
  3. Al-Furqan
    Al-Furqan artinya pembeda, nama ini diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Furqan ayat 1.
  4. As-Suhuf
    As-Suhif artinya lembaran-lembaran, Nama ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Bayinah ayat 2.
  5. Pembagian Surat Dalam Al-Quran
  6. Assabi’uthiwaal
    Yaitu tujuh surat yang panjang, ketujuh surat itu yaitu Al-Baqarah (286), Al-A’raf (206), Ali Imran (200), An-Nisa (176), Al-An’am (165), Al-Mmaidah (120), dan Yunus ( 109).
  7. Al-Miuun
    Yaitu surat yang berisi seratus ayat lebih. Maksudnya surat-surat tersebut memiliki ayat sekitar seratus ayat atau lebih. Misalnya surat Hud (123 ayat),Yusuf (111 ayat), dan At-Taubah (129 ayat).
  8. Al-Matsaani
    Yaitu surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat. Misalnya surat Al-Anfal (75 ayat), Ar-Rum (60 ayat), dan Al-Hijr(99 ayat).
  9. Al- Mufashshal
    Yaitu surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Ad-Dluha, dan An-Nasr. Surat-surat seperti ini kebannyakan di temukan dalam juz ke 30.

 

  1. Proses Turunnya Al-Quran

Turunnya Al-Quran merupakan peristiwa besar karena Allah menurunkan Al-Quran kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia. Al-Quran pertama kali turun pada malam Lailatul Qodar yang merupakan pemberitahuan kepada para malaikat-malaikat bahwa Allah telah memuliakan umat ini dengan risalah baru agar menjadi umat paling baik.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan nya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (malam Lailatul Qodr)”. (QS. Al-Qodr: 1)
Selanjutnya Al-Quran diturunkan secara bertahap berdasarkan peristiwa dan kejadian sampai Allah menyempurnakan agama Islam dan mencukupkan nikmatnya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلًا

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (Al-Insaan:23)

 

  1. Sejarah Turunnya Al-Quran

Allah menurunkan Al-Quran melalui perantaraan malaikat Jibril sebagai pengantar wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di gua Hiro pada tanggal 17 Ramadhan ketika Nabi Muhammad berusia 41 tahun, surat tersebut adalah Al-Alaq : 1-5. Sedangkan ayat terakhir Al-Quran turun pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah yakni surah Al-Maidah ayat 3.

Al-Quran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau sesuai dengan keperluan. Lama Al-Quran diturunkan ke bumi adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

  1. Hikmah Diturunkannya Al-Quran Secara Berangsur-Angsur
  2. Menguatkan hati Rosulullah SAW.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

“Orang-orang kafir berkata, kenapa Al-Quran tidak turun kepadanya sekali turun saja? Begitulah, supaya kami kuatkan hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (Al-Furqaan: 32)

  1. Menantang orang-orang kafir yang mengingkari Al-Quran (karena menurut mereka aneh kalau kitab suci diturunkan secara berangsur-angsur), Allah menantang mereka untuk membuat satu surat saja yang (tak perlu melebihi) sebanding dengannya. Alhasil, mereka tidak sanggup membuat satu surat pun seperti Al-Quran.
  2. Mudah dihapal dan dipahami.
  3. Motivator bagi orang-orang mukmin untuk menerima, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran.
  4. Mengiringi kejadian-kejadian di masyarakat dengan bertahap dalam menetapkan suatu hukum.

 

AL-SUNNAH SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

oleh Andi Mardian, Lc., MA

  1. PENDAHULUAN

Al-Sunnah adalah sumber hukum Islam yang kedua, salah satu kajian yang penting untuk dipelajari lebih mendalam.
II. PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN AL-SUNNAH

Al-Sunnah secara etimologi berarti:

الطريقة المسثقيمة و السيرة المستمرة حسنة كانت او سيئة

“Jalan yang lurus dan berkesinambungan yang baik atau yang buruk”[1]

Secara terminologis, para ulama berbeda pendapat dalam memberikan al-Sunnah sesuai dengan perbedaan dengan keahlian masing-masing. Para ulama Hadits mengatakan bahwa al-Sunnah adalah:

“Setiap apa yang ditinggalkan (diterima) dari Rasul saw berupa perkataan, perbuatan, ketetapan, akhlak atau kehidupan, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya, seperti tahanuts (berdiam diri) yang dilakukan di gua Hira atau sesudah kerasulan beliau”[2]

Para ulama Hadits memberikan pengertian yang luas terhadap al-Sunnah disebabkan pandangan mereka terhadap Nabi Muhammad saw sebagai contoh yang baik bagi umat manusia, bukan sebagai sumber hukum. Oleh karena itu, ulama Hadits menerima dan meriwayatkan al-Sunnah secara utuh atas segala berita yang diterima tentang diri Nabi saw tanpa membedakan apa-yang diberitakan itu-isinya berkaitan dengan penetapan hukum syara ataupun tidak, juga menyebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan Nabi sebelum atau sesudah beliau diangkat menjadi Rasul sebagai Sunnah.

Sedangkan ulama ushul fiqh menjadikan al-Sunnah secara terminology yaitu:

“Setiap yang datang dari Rasul saw selain al-Qur’an, baik berupa perkataan, perbuatan maupun ketetapan yang dapat dijadikan sebagai dalil dalam menetapkan hukum syara’”.[3]

Melalui definisi diatas dapat disimpulakn bahwa segala sifat, prilaku, dan segalanya yang bersumber dari Nabi saw dan tidak ada relevansinya dengan hukum syara’ tidak dapat dijadikan sebagai al-Sunnah. Karenanya, jumlah al-Sunnah dalam pandangan ulama ushul sangat terbatas.

Adapu ulama ushul fiqh Syi’ah menganggap bahwa al-Sunnah berarti ucapan, tindakan, ketatapan Nabi saw dan para imam. Merujuk kepada Hadits versi mereka: “Aku tinggalkan setelah kepergianku dua hal yang amat berharga kepada kalian untuk merujuk dan Allah melarangmu jika kalian tidak merujuk kepadanya yaitu Kitab Allah dan Ahlul baitku”.[4]

Sunnah dikalangan dilakalangan Syi’ah bukan hanya dari Rasul (al-Hadits al-nabawi) juga berasal dari 12 imam mereka (al-Hadits al malawi). Seperti diungkapkan oleh imam ke 6 mereka, Ja’far al-Shadiq:

“Hadistku adalah Hadits ayahku (Muhammad bin al-Baqir) dan Hadits ayahku adalah Hadits kakekku (Ali ibn Husein ibn Ali ibn Abi Thalib), dan Hadits kakekku adalah Hadits Husein (Husein ibn Ali ibn Abi Thalib) dan Hadits Husein adalah Hadits Hasan (Hasan ibn Abi Thalib) dan Hadits Hasan adalah Hadits Amirul Mukminin (Ali ibn Abi Thalib) dan Hadits Amirul Mukminin adalah Hadits rasulullah saw, dan Hadits Rasuullah saw pada hakikatnya berasal dari Allah swt”.[5]

Adapun istilah al-Sunnah seringkali diidentikkan dengan Hadits, Khabar dan Atsar.

  1. PENGERTIAN AL-HADITS

Hadits secara etimologi berarti الجديد (sesuatu yang baru),   الخبر(kabar, berita atau cerita), الكلام (perkataan).[6]

Sama dengan al-Sunnah, pengertian al-Hadits secara terminology dijelaskan oleh para ulama dengan redaksi yang berbeda-beda. Menurut ulama Hadits, Hadits adalah: “Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi saw, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan maupun sifatnya”.[7]

Sementara ulama ushul fiqh mengatakan bahwa Hadits adalah: “meliputi perkataan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw yang dapat dijadikan dalil dalam menentukan hukum syara’”.[8]

Dalam pandangan ulama ushul fiqh, segala sesuatu yang berasal dari Nabi saw tapi bukan berkaitan dengan hukum, seperti makan, tidur dan berpakaian tidak dianggap sebagai Hadits.

  1. PENGERTIAN AL-KHABAR

Secara etimologi khabar berarti النباء (berita),[9] yaitu segala berita yang diberikan kepada orang lain.

Sedangkan pengertian khabar secara terminology, khabar terbagi kedalam tiga pendapat, yaitu:

  1. Khabar adalah sinonim dengan Hadits, keduanya dapat digunakan untuk sesuatu yang marfu’ mauquf dan maqhthu’, mencakup segala sesuatu yang datang dari Nabi saw, sahabat dan tabi’in.[10]
  2. Khabar berbeda dengan Hadits, khabar adalah berita dari selain Nabi saw, sementara Hadits adalah sesuatu yang datang dari Nabi saw. Sehingga yang berkecimpung dalam kegiatan sejarah dan sejenisnya disebut akhbari, sedangkan seorang ahli Hadits disebut Muhaddits.[11]
  3. Khabar lebih umum daripada Hadits, setiap khabar dapat dikatakan Hadits tetapi tidak setiap khabar, tapi tidak setiap khabar dikatakan Hadits.[12]

Kegiatan yang trjado dalam masalah khabar pasti terjadi dalam masalah Hadits, tetapi tidak semua yang ada dalam khabar terdapat dalam Hadits.

  1. PENGERTIAN AL-ATSAR

Secara etimologi, al-Atsar berarti sisa atau peninggalan sesuatu. Secara terminology, atsar terbagi kedalam dua pendapat:

  1. Atsar adalah sinonim dengan Hadits yaitu segala sesuatu yang berasal dari Nabi saw
  2. Atsar adalah sesuatu yang yang disandarkan kepada sahabat dan tabi’in yang terdiri atas perbuatan.[13]

Jumhur ulama berpendapat bahwa khabar dan atsar untuk segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, Sahabat dan Tabi’in. Sedangkan ulama Khurasan berpendapat bahwa atsar untuk yang mauquf (berita yang disandarkan kepada sahabat) dan khabar untuk yang marfu’ (sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw).

 

MACAM-MACAM DAN PEMBAGIAN AL-SUNNAH

  1. Macam-macam al-Sunnah dilihat dari Segi bentuknya

Al-Sunnah jika dilihat dari segi bentuknya terdapat tiga perkara, yaitu:

  1. Sunnah qauliyah, yaitu Hadits-Hadits yang diucapkan langsung oleh Nabi saw dalam berbagai kesempatan terhadap berbagai masalah yang kemudian dinukil oleh para sahabat dalam bentuknya yang utuh sebagaimana diucapkan oleh Nabi saw.[14]Diantara contohnya yaitu Hadits dari Anas bin Malik bahwa rasulullah saw bersabda:

سووا صفوفكم فإن تسوية الصف من تمام الصلاة (رواه مسلم)

“Hendaklah kamu meluruskan shaf (barisan) mu, karena sesungguhnya shaf yang lurus itu termasuk dari kesempurnaan shalat” (H. R. Muslim)[15]

  1. Sunnah Fi’liyah, yaitu Hadits-Hadits yang berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh Nabi saw yang dilihat atau diketahui para sahabat, kemudian disampaikan kepada orang lain.[16]

Dalam masalah ini, para ulama ushul fiqh membahas secara mendalam tentang kedudukan  Sunnah fi’liyah. Masalah yang dikemukakan adalah: Apakah seluruh perbuatan Rasulullah saw wajib diikuti umatnya atau tidak. Ulama ushul fiqh membaginya kepada:[17]

  1. Perbuatan yang dilakukan Nabi saw sebagai manusia biasa, seperti makan, minum, duduk, berpakaian, memelihara jenggot dan sebagainya. Perbuatan seperti ini tidak termasuk sunnah yang wajib diikuti oleh umatnya. Hal ini dikarenakan perbuatan Nabi sebagai manusia biasa.
  2. Perbuatan yang dikerjakan Rasul saw yang menunjukkan bahwa perbuatan tersebut khusus untuk dirinya, seperti melakukan shalat tahajjud setiap malam, menikahi perempuan lebih dari empat atau menerima sedekah dari orang lain. Perbuatan seperti ini adalah khusus untuk diri Rasul dan tidak wajib diikuti.
  3. Perbuatan yang berkenaan dengan hukum dan ada alasannya, yaitu, sunnat, haram, makruh dan mubah. Perbuatan seperti ini menjadi syari’at bagi umat Islam.
  4. Sunnah Taqririyah, yaitu Hadits yang berupa ketetapan Nabi saw terhadap apa yang datang atau yang dilakukan sahabatnya. Nabi saw membiarkan atau mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabatnya tanpa memberikan penegasan apakah beliau bersikap membenarkan atau mempermasalahkannya.[18]

 

  1. Macam-macam al-Sunnah jika dilihat dari Segi Kualitas Rawinya

Al-Sunnah jika ditinjau dari segi periwayatannya, para ulama ushul fiqh membaginya menjadi dua macam, yaitu:[19]

  1. Sunnah yang bersambung mata rantai perawinya
  2. Sunnah yang tidak bersambung mata rantai perawinya

Sunnah yang bersambung mata rantai perawinya terbagi kepada tiga macam:

  1. Sunnah Mutawattir

Sunnah mutawattir adalah adalah sunnah yang diriwayatkan oleh rawi yang jumlahnya banyak dan diyakini mustahila adanya kebohongan. Penukilan sunnah mutawattir dengan jumlah perawi yang banyak yang terdiri dari 3 generasi, yaitu generasi sahabat, tabi’in dan tabi al-tabi’in.[20]

Jumhur ulama sepakat bahwa sunnah mutawattir adalah hujjah setelah al-Qur’an. Ditinjau dari segi bentuknya, para ulama ushul membagi sunnah mutawattir menjadi dua macam, yaitu:[21]

Pertama; mutawattir lafzhi, yaitu sunnah yang diriwayatkan oleh banyak orang, susunan redaksi dan maknanya sesuai antara riwayat dengan yang lainnya. Contohnya:

من كذب على متعمدا فليتبوأ مقعده من النار ( رواه البخارى و المسلم )

“Barang siapa berdusta dengan sengaja terhadapku, maka hendaklah ia mengambil tempat dalam neraka.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits diatas diriwayatkan oleh 40 orang sahabat bahkan lebih.

Kedua; mutawattir maknawi, yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh orang banyak yang berlainan lafal (redaksi) tetapi memiliki persamaan dalam maknanya. Contohnya:

انه كان يرفع يديه فى الدعاء

Terdapat pula lafal yang berbeda tetapi maknanya sama:

وهو رفع اليد عند الدعاء

  1. Sunnah Masyhur

Sunnah masyhur adalah sunnah yang diriwayatkan dari Nabi saw oleh dua orang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawattir. Kemudian Hadits ini tersebar pada generasi kedua (tabi’in) dan generasi ketiga (tabi al-tabi’in).

Sunnah masyhur pada mulanya berawal dari sunnah ahad, kemudian tersebar dikalangan orang banyak dan terjadi pada generasi tabi’in dan tabi’ al-tabi’in.[22] Menurut Hanafiyah, Hadits masyhur berada dibawah sunnah mutawattir dan berfungsi memperkuat ayat al-Qur’an.[23]

  1. Sunnah Ahad

Sunnah ahad adalah sunnah yang jumlah perawinya tidak sampai kepada jumlah mutawattir, baik perawi itu satu, dua, tiga atau lebih, namun tidak memberikan pengertian jika bilangan tersebut masuk kedalam jumlah mutawattir.

Ketiga imam madzhab (Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad) menerima Hadits ahad jika dianggap memenuhi syarat-syarat periwayatan yang sahih. Namun Abu Hafifah disamping meriwayatkan perawi harus tsiqah dan adil, juga perawi tidak melakukan sesuatu yang berlawanan dengan isi Hadits yang diceritakannya.[24]

Sementara, sunnah yang tidak bersambung jumlah perawinya kepada Nabi Muhammad saw dinamakan Hadits mursal. Hadits mursal adalah Hadits yang salah seorang perawinya tidak disebutkan.  Ulama yang lain menyebutnya dengan Hadits munqhathi’ (terputus).[25]

Para ulama berbeda pendapat dalam pemakaian Hadits mursal. Imam Ahmad tidak memakai Hadits mursal kecuali jika pada kasus tersebut tidak disebutkan Hadits lain. Menurutnya, Hadits mursal seperti Hadits dhaif (lemah) dan tidak memakainya kecuali dalam keadaan dharurat saja.[26] Sementara Imam Syafi’i menetapkan beberapa syarat dalam menerima dan tidak menolaknya secara mutlak. Syarat-syarat tersebut:[27]

  1. Hadits mursal itu diperkuat dengan Hadits musnad yang bersambung sanadnya dari segi makna. Dalam keadaan seperti ini yang diambil sebagai hujjah adalah Hadits musnad, bukan Hadits mursalnya.
  2. Hadits mursal itu diperkuat dengan Hadits mursal yang lain. Dengan demikian keduanya saling menguatkan
  3. Hadits mursal itu sesuai dengan perkataan sahabat, maka hal itu sama artinya dengan mengangkat status Hadits mursal menjadi marfu’
  4. Apabila kalangan ulama telah menerima Hadits mursal itu dan segolongan dari mereka mengeluarkan fatwa seperti yang terkandung dalam Hadits itu.

Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menerima Hadits mursal secara mutlak. Menurut keduanya, Hadits mursal ini sederajat dengan Hadits musnad. Keduanya tidak hanya menerima Hadits mursal tabi’in saja, yaitu Hadits yang tidak disebutkan perawi sahabat,  tetapi keduanya menerima Hadits mursal tabi al-tabi’in, yaitu Hadits yang tidak disebutkan perawi tabi’in dan sahabat. Ini disebabkan karena riwayat kedua imam ini berasal langsung dari tabi’in dan tabi al-tabi’in. Bagi keduanya yang terpenting adalah tingkat kepercayaan dari orang yang meriwayatkannya.[28]

 

KEHUJAHAN AL-QUR’AN

Jumhur ulama ushul fiqh sepakat bahwa sunnah mutawattir, masyhur dan ahad adalah sumber istinbath hukum Islam jika tidak ditemukan dalam Hadits. Dari ketiga bentuk Hadits diatas para ulama berbeda pendapat dalam menentukan kehujahan Hadits ahad.

Imam Syafi’i misalnya, beliau tidak menempatkan Hadits ahad setingkat dengan al-Qur’an atau Hadits mutawattir, karena al-Qur’an dan Hadits mutawattir adalah qathi al-wurud sedangkan Hadits ahad adalah zhonni al-wurud. Imam Syafi’i memberikan syarat-syarat ketat dalam menjadikan Hadits ahad sebagai hujjah dalam menentukan hukum Islam. Syarat-syarat tersebut diantaranya:[29]

  1. Rawi adalah orang yang dapat dipercaya atau adil.
  2. Rawi adalah orang yang berakal
  3. Rawi adalah orang yang kuat hapalannya
  4. Hadits yang diriwayatkannya tidak berbeda dengan Hadits yang diriwayatkan oleh orang lain yang lebih dipercaya.

Ulama Hanafiyah menerima Hadits ahad dengan syarat:[30]

  1. Hadits ahad diterima jika terkait dengan berbagai peristiwa
  2. Hadits ahad tidak bertentangan dengan qiyas, ushul dan kaidah-kaidah yang terdapat dalam syari’at
  3. Perawi ahad tidak menyalahi ahadnya.

Ulama Malikiyah menerima Hadits ahad jika tidak bertentangan dengan amal ahli madinah..[31] Sikap mendahulukan amal ahli Madinah daripada Hadits ahad disebabkan oleh tradisi hidup Nabi Muhammad saw telah menjadi sikap hidup penduduk Madinah dan secara factual dijadikan sebagai landasan menetapkan hukum.

Sementara kedudukan al-Sunnah terhadap al-Qur’an, para ulama ushul fiqh mengelompokkannya kedalam tiga bagian:[32]

  1. Al-Sunnah berfungsi memperkuat apa yang telah ditetapkan oleh al-Qur’an, tidak menjelaskan apalagi menambahkan ketetapan al-Qur’an.
  2. Al-Sunnah berfungsi memperjelas dan merinci apa yang telah digariskan dalam al-Qur’an. Seperti Hadits-Hadits yang berhubungan dengan tata cara salat, puasa dan sebagainya.
  3. Al-Sunnah berfungsi menetapkan hukum yang belum ditentukan dalam al-Qur’an.