Kuis Pengetahuan Lingkungan

Pencemaran Tanah

Nama: Pinka Ananda
NPM: 2115061089
Dosen: Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I

pengelolaan-sampah-di-metro-belum-efektif

Penyebab Pencemaran Tanah

Apa yang menjadi akar masalah pencemaran tanah di Lampung?

Lampung merupakan provinsi yang padat penduduk dimana banyak sekali aktivitas-aktivitas yang terjadi dimulai dari industri, pertanian, perdagangan dan sebagainya. Namun ternyata aktivitas aktivitas tersebut memberikan dampak yang negatif bagi lingkungan salah satunya adalah pencemaran tanah. Pencemaran tanah ialah kondisi permukaan atau bawah tanah yang tercemar oleh polutan dan terkontaminasi dengan bahan kimia. Masalahnya yang sering terjadi adalah penyebab pencemaran tanah pun bisa jadi adalah manusia itu sendiri. Pencemaran tanah merupakan masalah lingkungan hidup yang jadi perhatian secara khusus selama beberapa dekade. Selain itu, pencemaran tanah bisa berupa pengendapan bahan limbah padat atau cair di permukaan atau bawah tanah. Pencemaran tanah di area permukaan bisa berupa tumpukan sampah yang tidak dikendalikan. Alasan utama mengapa tanah menjadi terkontaminasi adalah karena adanya limbah buatan manusia. Limbah yang dihasilkan dari alam itu sendiri, seperti tanaman mati, bangkai hewan dan buah-buahan dan sayuran busuk hanya menambah kesuburan tanah. Namun, produk limbah penuh dengan bahan kimia yang awalnya tidak ditemukan di alam dan menyebabkan polusi tanah.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung mencatat  sampah yang diproduksi oleh masyarakat Lampung setiap hari mencapai 4.540,32  ton. Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Provinsi Lampung, Achmad Jon Viktor mengatakan, pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan di Provinsi Lampung sebanyak 4.466,62 ton per hari. Sementara di tahun 2021 mengalami peningkatan rata-rata menjadi 4.540,32 ton setiap hari. Pada tahun 2020 lalu total sampah di Lampung sebanyak 1.630.317,05 ton (lengkap lihat tabel). Sampah didominasi sisa makanan (organik) sebanyak 2.630,84 ton atau 58,9 persen, sampah plastik 1.103,26 ton atau 24,7 persen dan sampah kertas 424,33 ton atau 9,5 persen. Untuk total jumlah sampah tahun 2021 masih dihimpun. Namun dalam satu hari rata-rata sebanyak 4.540,32 ton.
Maka dari sampah yang sulit terurai tersebut lah yang dapat membahayakan lingkungan dan mencemari tanah.

Dampak Pencemaran Tanah

Siapa yang terdampak pencemaran lingkungan?

Jelas yang terkena dampaknya pada ekosistem lingkungan yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme di dalamnya. Selain itu dampak yang ditimbulkan diantaranya.

1. Efek pada Kesehatan Manusia

Mengingat bagaimana tanah adalah alasan kita dapat menopang diri kita sendiri, kontaminasi tanah memiliki konsekuensi besar pada kesehatan. Tanaman dan tanaman yang ditanam di tanah yang tercemar menyerap banyak polusi dan kemudian meneruskannya kepada kita. Ini bisa menjelaskan lonjakan tiba-tiba pada penyakit kecil dan terminal.

Paparan jangka panjang ke tanah tersebut dapat mempengaruhi susunan genetik tubuh, menyebabkan penyakit bawaan dan masalah kesehatan kronis yang tidak dapat disembuhkan dengan mudah.
Pencemaran tanah menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan pada manusia, di antaranya:

Kanker – Kebanyakan polutan tanah mengandung zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, seperti logam berat.

Kerusakan Organ – Hal ini juga disebabkan oleh zat polutan tanah yang berbahaya. Salah satu contohnya seperti kerusakan ginjal yang disebabkan oleh merkuri.

Bioakumulasi – Bioakumulasi dapat terjadi apabila manusia memakan daging/sayur yang telah terpapar polutan tanah. Kita harus mewaspadai hal ini karena berujung pada penyakit kronis laten (tidak disadari).

Bahkan, dapat membuat ternak sakit sampai batas tertentu dan menyebabkan keracunan makanan dalam jangka waktu yang lama. Pencemaran tanah bahkan dapat menyebabkan kelaparan yang meluas jika tanaman tidak dapat tumbuh di dalamnya.

2. Pengaruh terhadap Pertumbuhan Tanaman

Keseimbangan ekologi dari sistem apapun akan terpengaruh karena kontaminasi tanah yang meluas. Sebagian besar tanaman tidak dapat beradaptasi ketika kimia tanah berubah secara radikal dalam waktu singkat. Jamur dan bakteri yang ditemukan di tanah yang mengikatnya mulai berkurang, yang menciptakan masalah tambahan erosi tanah.

Kesuburan tanah perlahan-lahan berkurang, membuat tanah tidak cocok untuk pertanian dan vegetasi lokal apa pun untuk bertahan hidup. Pencemaran tanah menyebabkan lahan yang luas menjadi berbahaya bagi kesehatan. Tidak seperti gurun, yang cocok untuk vegetasi aslinya, tanah seperti itu tidak dapat mendukung sebagian besar bentuk kehidupan.

3. Kesuburan Tanah Menurun

Bahan kimia beracun hadir dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah dan karena itu penurunan hasil tanah. Tanah yang terkontaminasi kemudian digunakan untuk menghasilkan buah-buahan dan sayuran, yang kekurangan nutrisi berkualitas dan mungkin mengandung beberapa zat beracun yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada orang yang mengonsumsinya.

4. Debu Beracun

Emisi beracun dan bau busuk dari tempat pembuangan sampah dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.

5. Perubahan Struktur Tanah

Kematian banyak organisme tanah (misalnya, cacing tanah) di dalam tanah dapat menyebabkan perubahan struktur tanah. Selain itu, juga bisa memaksa predator lain untuk pindah ke tempat lain untuk mencari makanan.

Sejumlah cara telah diusulkan untuk mengekang tingkat polusi saat ini. Upaya pembersihan lingkungan seperti itu membutuhkan banyak waktu dan sumber daya untuk dilakukan. Industri telah diberikan peraturan untuk pembuangan limbah berbahaya, yang bertujuan untuk meminimalkan area yang tercemar.

Metode pertanian organik sedang didukung, yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Penggunaan tanaman yang dapat menghilangkan polutan dari tanah sedang didorong. Namun, jalan di depan cukup panjang, dan pencegahan pencemaran tanah akan memakan waktu bertahun-tahun lagi.

6. Keracunan Sumber Air Bawah Tanah

Pencemaran tanah juga menyebabkan keracunan sumber air bawah tanah. Karena air ini disimpan di bawah lapisan tanah, racun di dalam tanah dapat dengan mudah meresap perlahan dan mantap ke dalam permukaan air.

Kita juga harus ingat bahwa ini adalah air yang tersedia untuk konsumsi dan penggunaan melalui sumur dan sumur tabung. Ketika air beracun tersebut dikonsumsi atau digunakan dalam jangka waktu tertentu, itu menyebabkan banyak efek buruk pada kesehatan kita.

Penyakit seperti keracunan arsenik, keracunan makanan dan lain-lain disebabkan karena konsumsi air bawah tanah yang beracun ini dalam waktu lama. Penyakit ini juga terbukti cukup fatal.

Solusi Pencemaran tanah

Analisa solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

Degradasi tanah merupakan masalah kompleks yang mengharuskan pemerintah, lembaga, masyarakat, dan individu untuk mengambil tindakan bersama. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kesehatannya:

a. Makan bahan makanan yang berkelanjutan, daur ulang baterai dengan benar, buat kompos buatan sendiri dan buang obat-obatan di tempat yang diizinkan untuk tujuan ini.

b. Mendorong model yang lebih ramah lingkungan untuk industri, pertanian dan peternakan, di antara kegiatan ekonomi lainnya.

c.Meningkatkan perencanaan kota dan perencanaan transportasi serta pengolahan air limbah.

d. Meningkatkan pengelolaan limbah pertambangan, memulihkan lanskap dan melestarikan tanah lapisan atas.

e. Libatkan masyarakat lokal dan masyarakat adat dalam desain, implementasi, dan penilaian pengelolaan lahan dan tanah yang berkelanjutan

f. Membuat orang sadar akan konsep Reduce (mengurangi), Reuse (gunakan kembali) dan Recycle (daur ulang).

g. Mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk dalam kegiatan pertanian dengan melakukan berkebun organik dan makan-makanan organik tanpa pestisida.

h. Buang sampah dengan benar dan tidak membuang sampah ke tanah. Dan buang sampah ke tempat pembuangan yang jauh dari area pemukiman. Maka perlu tindakan pemerintah untuk menyiapkan tempat pembuatan sampah dari berbagai jenis sampah yang jauh dari pemukiman pendudukan.

i. Beli produk yang biodegradable.

Siapa saja yang harus menerapkan solusi berdasarkan analisa nomor 3? 

Orang yang harus menerapkan solusi berdasarkan analisa nomor 3 di antanya tentu seluruh masyarakat, pemerintah khususnya dinas lingkungan, petani, pelaku industri, dan orang yang melakukan aktivitas menghasilkan sampah baik kimia maupun sampah lainnya.

Sumber Referensi


https://www.kupastuntas.co/2021/10/28/rekayasa-pengelolaan-sampah-oleh-redaksi-kupas-tuntas#:~:text=Pada%20tahun%202020%20lalu%20total,sampah%20tahun%202021%20masih%20dihimpun.

https://amp-kompas-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/skola/read/2020/01/16/180000569/pencemaran-tanah-dampak-dan-solusi?amp_js_v=a6&amp_gsa=1&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16378487610618&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.kompas.com%2Fskola%2Fread%2F2020%2F01%2F16%2F180000569%2Fpencemaran-tanah-dampak-dan-solusi

https://m.merdeka.com/sumut/dampak-pencemaran-tanah-penyebab-beserta-cara-mengatasinya-kln.html?page=5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>