Jurnal Perkuliahan 5

ARTIKEL ILMIAH

Nur Kartikawati – 2115061084 – PSTI C

Artikel Ilmiah merupakan suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya, biasanya artikel ilmiah dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional. Adapun ciri – ciri artikel ilmiah yaitu :

  1. Rasional
  2. Objektif
  3. Kristis
  4. Reserved
  5. Bahasa Formal
  6. Sumber Referensi

Artikel ilmiah juga dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

  1. Artikel/Jurnal Ilmiah
  2. Makalah
  3. Kertas Kerja
  4. Paper
  5. Skripsi
  6. Tesis
  7. Disertasi
  8. Artikel Ilmiah Populer

Pada artikel ilmiah terdapat beberapa bagian yang harus ditulis diantaranya literatur, hal yang dikerjakan pada suatu penelitian, dan laporan hasil kerja para peneliti. Jika kita merasa artikel ini berguna, maka artikel harus dilaporkan dan dipublish agar kita bisa berbagi pengetahuan dari apa yang sudah kita teliti.

Jurnal Perkuliahan 4

Big Data for Agriculture

Nur Kartikawati – 2115061084 – PSTI C

Big Data adalah sebuah istilah untuk menjelaskan tentang volume besar variable data dengan kecepatan tinggi, kompleks yang membutuhkan teknik dan teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen, dan analisa informasi. Ada tiga konsep yang perlu dipahami untuk mengenal big data yaitu :

  1. Volume
  2. Velocity
  3. Variety

Sumber big data terbagi menjadi 8 :

  1. Media
  2. Cloud
  3. Website
  4. IoT
  5. Network Stream Monitoring
  6. Database
  7. Communication Data
  8. Social Media

Sedangkan pada penggunaannya, big data biasa diimplementasikan pada Artificial Intelligence (AI), Internet of ThingsSearch Engine, sama chat bot.

JURNAL PERKULIAHAN 3

ARTIFIAL INTELLIGENCE FOR AGRICULTURE

Nur Kartikawati – 2115061084 – PSTI C

AI atau Artificial Intelligence yang disebut juga kecerdasan buatan merupakan simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia. Pada era sekarang, artificial intelligence sudah banyak dikembangkan terutama di bidang pertanian.

  • Proses pertanian

Artificial intelligence diterapkan di bidang pertanian, khususnya pada proses pertanian. Penerapan tersebut diantaranya pada pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemanenan, dan penjualan hasil.

  • Agroindustri

Agroindustri merupakan merupakan aktivitas yg memanfaatkan output pertanian menjadi bahan baku, merancang dan menyediakan alat-alat dan jasa untuk aktivitas pertanian dimana aktivitas tersebut saling berhubungan (interelasi) produksi, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, pendanaan, pemasaran dan distribusi produk pertanian. Tahapan dalam agroindustri yaitu : Perencanaan, Perancangan, Pengembangan, dan Evaluasi terpadu.

  • Revolusi industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 dikenal juga dengan istilah “cyber physical system”, dimana pada era ini mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi.. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Keterlibatan tenaga manusia dalam proses pertanian dapat berkurang karena tenaga manusia dibantu dengan teknologi informasi. Dengan demikian, efektivitas dan efisiensi pada suatu lingkungan kerja dengan sendirinya bertambah. Dalam dunia industri, hal ini berdampak signifikan pada kualitas kerja dan biaya produksi.

Beberapa video tentang artificial intelligence dan pertanian yaitu :

  1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence

(https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)

  1. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food

(https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI)

  1. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research

(https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)

  1. Milenial dan Teknologi Bertani

(https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)

  1. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia

(https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)

Dari video-video tersebut dapat diketahui bahwasanya artificial intelligence (AI) sangat banyak diterapkan atau diiimplementasikan dalam bidang pertanian di berbagai negara seperti Singapura, Belanda, India, dan Indonesia. Pengimplementasian AI dalam negara-negara tersebut contohnya pada monitoring lahan pertanian, penanaman, produksi hasil pertanian, dan lain-lain. Dari penerapan-penerapan teknologi AI tersebut memiliki manfaat diantaranya :

1. Meminimalisir tenaga manusia, salah satunya pada saat penanaman

2. Proses produksi lebih efisien dan hasil panen lebih berkualitas

3. Industri pertanian menjadi lebih maju

PENGEMBANGAN PERTANIAN DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PRODUK DAN PEMASARAN PERTANIAN BERBASIS WEB

Perkembangan internet sebagai media informasi dan komunikasi saat ini sudah tidak asing lagi, sehingga sistem informasi banyak menggunakan jaringan internet dengan bentuk website untuk mempermudah dan mempercepat pemrosesan data sampai penyampaian informasi sehingga harapan dari dibangunnya sistem informasi ini dapat membantu para penyuluh, petani, pemerintah dan pelaku bisnis dalam mengelola dan mengendalikan produksi pertanian. Untuk contoh bentuk penerapannya yaitu rancang bangun system informasi produk dan pemasaran pertanian berbasis web. Bentuk flowchart Rancang Bangun Sistem Informasi Produk dan Pemasaran Pertanian Berbasis Web yaitu :

Capture

Rancang Bangun Sistem Informasi Produk dan Pemasaran Pertanian Berbasis Web telah dibangun dengan menggunakan PHP, MySQL. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa pemrograman PHP, Java, dan MySQL dengan basis server Xampp. Yang mana sistem ini dibutat untuk mengetahui jumlah pasaran dan beberapa macam produk pertanian yang ada di Kabupaten Kepahiang.

Daftar Pustaka :

Fredisen, F., Khairullah, K., Deslianti, D., & Hidayah, A. K. 2021. RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PRODUK DAN PEMASARAN PERTANIAN BERBASIS WEB. Journal Innovation Informatics (JII) vol 2(1) : 1-9.

JURNAL PEKULIAHAN INDUSTRI PERTANIAN PERTEMUAN 3

JENIS DAN PROSES PERTANIAN

Nur Kartikawati – 2115061084 – PSTI C

Pertanian merupakan bidang yang memiliki penting dalam kehidupan masyarakat karena bidang ini menghasilkan kebutuhan pokok masyarakat terutama dalam hal makanan. Selain itu, Indonesia merupakan negara agraris. Disebut negara agraris karena Indonesia mempunyai lahan pertanian yang luas serta memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beraneka ragam. Terdapat beberapa jenis pertanian yaitu :

  1. Sawah

Terdapat 2 jenis sawah di Indonesia yaitu sawah irigasi dan sawah non irigasi. Perbedaan kedua jenis sawah itu yaitu jika sawah irigasi sumber airnya berasal dari irigasi, sedangkan sawah non irigasi sumber airnya berasal dari alam contohnya air sungai, air huja, dan lain-lain.

  1. Ladang atau Huma

Ladang/Huma adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman semusim dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah pindah).

  1. Tegalan

Tegal/kebun adalah lahan bukan sawah (lahan kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

  1. Kebun

Kebun adalah sebidang lahan, biasanya di tempat terbuka, yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman.

Sedangkan beberapa proses dalam pertanian yaitu pengolahan lahan, penyiapan budidaya, pemanenan, dan pemasaran produksi.

JURNAL PEKULIAHAN INDUSTRI PERTANIAN PERTEMUAN 2

“PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI MELALUI PERTANIAN PRESISI PENGINGKATAN PRODUKSI TANAMAN”

Nur Kartikawati – 2115061084 – PSTI C

Pada revolusi industri 4.0 ini, semua bidang kehidupan mengalami perubahan. Perubahan tersebut paling banyak di bidang teknologi, bahkan sekarang pekerjaan fisik berat pun bisa saja digantikan dengan teknologi. Salah satu perkembangan teknologi juga terjadi di bidang pertanian. Smart farming merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi di bidang pertanian.

Revolusi-Industri-4.0-New

Smart farming merupakan suatu metode pertanian cerdas yang mana memiliki basis terknologi dan menggunakan artificial intelligence (AI) dengan tujuan memudahkan petani dalam melakukan pekerjaan (MSMB, 2018 dalam Rachmawati, 2020). Smart farming 4.0 berpotensi besar untuk meningkatkan pendapatan para petani dan berkontribusi terhadap keberlanjutan pertanian. Smart farming dapat meningkatkan ketepatan dalam pemberian input tanaman dan lahan pertanian.

Beberapa contoh smart farming dalam bidang pertanian yaitu :

  1. Contoh dalam kegiatan pengolahan lahan yaitu pemanfaatan GPS untuk jalur traktor otomatis, drone, dan sebagainya. Dari bidang TI sendiri biasanya membuat software yang akan digunakan.
  2. Contoh dalam kegiatan monitoring disini menggunakan perkembangan IOT in Agriculture. IOT bisa membantu dan mengembangkan pertanian. Data dari IOT yang diterapkan bisa digunakan kedepannya dan sebagai supply chain.
  3. Contoh dalam kegiatan pemasaran biasanya yaitu bidang TI mengembangkan aplikasi untuk bisa digunakan sebagai media perantara petani dan customer. Aplikasi yang dibuat ini saja dalam basis website atau basis mobile).