• 0819-0531-3696
  • nauvalsm@gmail.com

Author Archive

Poster Covid-19

Corona

mrpolo

COVID-19

Apa itu coronavirus?

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Baru-baru ini, bumi kita sedang diserang oleh sebuah virus yang memakan banyak korban jiwa. Virus ini termasuk kedalam Coronavirus (CoV). Virus corona baru tersebut merupakan jenis yang tidak mirip dengan kelompok virus corona lainnya. Pada awalnya, virus ini dinamakan dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) sampai akhirnya ditetapkan nama resmi yaitu SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dicurigai menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Meski begitu, virus ini juga telah dikonfirmasi menular dari manusia ke manusia.

Gejala yang dirasakan ketika terserang virus ini adalah seperti hidung berair, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, demam, dan tidak enak badan secara keseluruhan. Namun sebenarnya, orang yang terinfeksi virus ini menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Tergantung dengan jenis virus dan seberapa serius infeksinya.

Secara umum, penularan coronavirus, antara lain:

  • Melalui udara (virus keluar dari mereka yang batuk dan bersin tanpa menutup mulut)
  • Sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi
  • Menyentuh permukaan benda yang terdapat virus kemudian menyentuh wajah (hidung, mata, dan mulut) tanpa mencuci tangan

Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Di Indonesia sendiri, sudah sangat banyak jumlah pasien yang dinyatakan positif corona. Berikut merupakan sebaran pasien yang dinyatakan corona per 29 Maret 2020 :

  1. DKI Jakarta
    Terkonfirmasi : 675
    Sembuh: 45
    Meninggal: 68
  2. Jawa Barat
    Terkonfirmasi : 149
    Sembuh: 1
    Meninggal: 19
  3. Banten
    Terkonfirmasi : 106
    Sembuh: 1
    Meninggal: 4
  4. Jawa Timur
    Terkonfirmasi : 90
    Sembuh: 11
    Meninggal: 7
  5. Jawa Tengah
    Terkonfirmasi : 63
    Sembuh: 0
    Meninggal: 7
  6. Sulawesi Selatan
    Terkonfirmasi : 47
    Sembuh: 0
    Meninggal: 1
  1. DI Yogyakarta
    Terkonfirmasi : 22
    Sembuh: 1
    Meninggal: 2
  1. Kalimantan Timur
    Terkonfirmasi : 17
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  2. Bali
    Terkonfirmasi : 10
    Sembuh: 0
    Meninggal: 2
  3. Papua
    Terkonfirmasi : 9
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  4. Sumatera Utara
    Terkonfirmasi : 8
    Sembuh: 0
    Meninggal: 1
  5. Kalimantan Barat
    Terkonfirmasi : 8
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  6. Kalimantan Tengah
    Terkonfirmasi : 7
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  7. Aceh
    Terkonfirmasi : 5
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  8. Sumatera Barat
    Terkonfirmasi : 5
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  9. Kepulauan Riau
    Terkonfirmasi : 5
    Sembuh: 0
    Meninggal: 1
  10. Lampung
    Terkonfirmasi : 4
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  11. Sulawesi Tenggara
    Terkonfirmasi : 3
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  12. Riau
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  13. Sumatera Selatan
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 2
  14. Nusa Tenggara Barat
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  15. Kalimantan Utara
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  16. Sulawesi Utara
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  17. Sulawesi Tengah
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  18. Papua Barat
    Terkonfirmasi : 2
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  19. Jambi
    Terkonfirmasi : 1
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  20. Kalimantan Selatan
    Terkonfirmasi : 1
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  21. Sulawesi Barat
    Terkonfirmasi : 1
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  22. Maluku
    Terkonfirmasi : 1
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0
  23. Maluku Utara
    Terkonfirmasi : 1
    Sembuh: 0
    Meninggal: 0

 

 

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah virus ini agar kita tidak terinfeksi?

  1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk dilakukan dalam mencegah penyebaran virus Corona. Cucilah tangan dengan air dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan.

  1. Gunakan Masker

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

  1. Hindari Kontak Dengan Binatang Liar

“Hindari kontak langsung tanpa pelindung dengan hewan hidup dan permukaan yang sudah bersentuhan dengan hewan,” tulis WHO dikutip Antara. Bila memang bersentuhan dengan hewan dan produk hewani, segera cuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih. Jangan sampai menyentuh mata, hidung dan mulut yang bisa jadi pintu masuk penyebaran penyakit. Selain itu, jauhi kontak dengan hewan yang sakit dan daging yang sudah busuk. Serta hindari hewan-hewan liar, sampah dan cairan kotor yang ada di pasar untuk menghindari risiko terkena virus.

  1. Terapkan Social Distancing

Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19. Selain itu, ada beberapa contoh penerapan social distancing yang umum dilakukan, yaitu:

  • Bekerja dari rumah (work from home)
  • Belajar di rumah secara online bagi siswa sekolah dan mahasiswa
  • Menunda pertemuan atau acara yang dihadiri orang banyak, seperti konferensi, seminar, dan rapat, atau melakukannya secara online lewat konferensi video atau teleconference
  • Tidak mengunjungi orang yang sedang sakit, melainkan cukup melalui telepon atau video call

 

Sumber:

https://www.alodokter.com/pentingnya-menerapkan-social-distancing-demi-mencegah-covid-19

https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-penularan-virus-corona

https://www.google.com/amp/s/www.urbanhire.com/blog/cara-mencegah-penyebaran-corona-covid-19-di-kantor/amp/

https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/kesehatan/penyakit/coronavirus-adalah/amp/

https://tirto.id/pencegahan-virus-corona-tips-aman-belanja-di-pasar-daging-evCr

mrpolo

Identitas Nasional

A. Pengertian Identitas Nasional

Identitas nasional memiliki pengertian yaitu suatu jati diri dari suatu bangsa. Artinya, jati diri tersebut merupakan milik suatu bangsa dan berbeda dengan banga lainnya. Dalam garis besarnya, identitas nasional merupakan suatu jati diri yang tidak hanya mengacu pada individu tertentu, namun juga berlaku untuk suatu kelompok/organisasi/negara.

B. Fungsi Identitas Nasional

Fungsi identitas nasional adalah :

1) Alat pemersatu bangsa.

Tujuan : Sebagai alat untuk mempersatukan bangsa.

2) Pembeda dengan bangsa lainnya.

Tujuan : Membuat negara tersebut berbeda dengan negara lainnya

3) Landasan Negara

4) Identitas Negara

Dengan adanya identitas nasional bisa membuat suatu negara lebih menonjol dibandingkan dengan negara lainnya

C. Unsur Pembentuk Identitas Nasional

Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk. Artinya, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan budaya. Kemajemukan itulah merupakan suatu gabungan akan unsur – unsur penting dalam pembentukan identitas nasional. Berikut ini beberapa unsur penting dibentuknya suatu identitas nasional.

  1. Agama

Indonesia sendiri dikenal sebagai masyarakat agamis, artinya setiap setiap penduduk di Indonesia memiliki agama mereka masing – masing dan hal tersebut wajib hukumnya. Agama yang berkembang di Indonesia sendiri adalah Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu.

  1. Suku Bangsa

Suku bangsa juga dikenal sebagai unsur pembentukan akan identitas nasional tersebut. Suku bangsa adalah satu golongan sosial yang bersifat askriptif, yakni dibawa sejak lahir.

  1. Kebudayaan

Budaya menjadi salah satu faktor penting akan pembentukan identitas nasional. Dengan berbagai macam budaya yang dimiliki oleh Indonesia menjadi salah satu ciri khas dari negara Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu, kita harus melestarikan budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang kota.

  1. Bahasa

Dengan bahasa sebagai identitas nasional, pastinya kita harus bangga. Tidak semua negara memiliki keanekaragaman bahasa seperti yang dimiliki oleh Indonesia. Maka dari itu, agar tidak terpecah belah, ada satu bahasa yang merupakan bahasa pemersatu, yakni bahasa Indonesia

D. Karakteristik Identitas Nasional

Untuk Indonesia sendiri ada 3 karakteristik identitas nasional yang dimiliki, seperti berikut ini:

  1. Kesatuan Indonesia
  2. Persamaan Nasib
  3. Keinginan Untuk Merdeka
    Referensi :

    https://salamadian.com/pengertian-identitas-nasional-indonesia/

     

mrpolo

Warga Negara

  1. Definisi warga negara

 

Warga Negara adalah penduduk sebuah negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran dan sebagainya, yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga dari negara tersebut.

 

Warga negara juga diartikan sebagai semua orang yang secara hukum merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Seorang warga negara memiliki hubungan kuat dengan tanah air dan Undang-Undang negaranya, meskipun orang tersebut berada di luar negeri dan terikat dengan ketentuan hukum Internasional.

 

Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, pengertian warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga negara Indonesia.

 

Secara yuridis berdasarkan pasal 26 ayat (1) UUD 1945 dan perubahannya, istilah warga negara dibedakan menjadi 2 kategori yaitu:

  • Warga negara asli (pribumi), yaitu penduduk asli negara tersebut. Misalnya warga Indonesia yang berasal dari suku Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Bugis, Dayak, Asmat, Aceh, Bali, Toraja, dan etnis keturunan lndonesia lainnya.
  • Warga negara asing (vreemdeling), yaitu penduduk yang berasal dari suku bangsa keturunan bukan asli Indonesia. Misalnya warga Indonesia yang berasal dari suku China (Tionghoa), Arab, India, Belanda, Eropa, dan sebagainya, yang telah disahkan berdasarkan undang-undang menjadi warga negara Indonesia.
  1. Siapa saja?

Warga negara adalah semua orang yang secara hukum merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Warga negara bisa berupa warga negara lokal atau warga negara asing di sebuah negara.

Adapun menurut UU UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah:

  1. Setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI.
  2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI.
  3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya.
  4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  5. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI.
  6. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI.
  7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.
  8. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  9. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
  10. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
  11. Anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
  12. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi:

  1. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.
  2. Anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan.
  3. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
  4. Anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:

  • Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
  • Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia.
  1. Perbedaan antara warga negara dengan penduduk

Warga negara adalah orang yang menempati suatu wilayah dan diakui secara hukum, sedangkan penduduk adalah orang yang menempati suatu wilayah tetapi tidak diakui secara hukum.

Seorang warga negara di suatu negara tidak selalu menjadi penduduk negara tersebut. Misalnya, warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri. Dan penduduk suatu negara tidak selalu merupakan warga negara di mana ia tinggal. Misalnya orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

 

Referensi:

https://www.zonareferensi.com/pengertian-warga-negara

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-warga-negara.html

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-warga-negara-indonesia-secara-umum

mrpolo

Review Monitor Acer Predator X34P

     Acer lagi-lagi merilis monitor bertema Predator yang bernama Acer Predator X34P. Tampilannya sangat pas sebagai aksesori para gamer di pasaran, aksennya yang merah dan tajam. Bezelnya yang kecil membuat monitor anda terlihat rapih. Dudukannya bisa disesuaikan sesuka hati sehingga Anda tidak membungkuk saat memakai komputer.

     Lebar monitor ini adalah 34 inci dengan resolusi QHD UltraWide 3340×1440 dan IPS panel untuk warna yang makin meriah. Predator X34P mempunyai refresh rate sebesar 120Hz dan waktu respons 4ms yang akan memberikan akurasi warna yang lebih dari monitor gaming 144Hz lainnya. Acer juga memasukkan  teknologi G-Sync Nvidia, jadi meskipun GPU Anda tidak dapat memberikan 120Hz, Predator akan menyesuaikan diri untuk memberikan visual yang halus.

     Peningkatan bayangan area gelap dipermainan berarti musuh tidak bisa bersembunyi darimu. Hamparan crosshair di tengah layar berarti Anda akan dapatkan 360 headshots dengan mudah. Ada juga tema-tema warna sesuai dengan jenis permainan, seperti sports, FPS dan lain-lain.

     Monitor ini seharga $1500 , bukan monitor yang murah,  namun setara dengan kualitas yang tersedia di monitor ini. Dengan desain yang elegan, gamer akan senang jika memiliki monitor ini di meja mereka.

mrpolo

Alasan Saya Masuk Teknik Informatika Unila

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan nama saya Muhammad Nauval Saiholau. Biasa dipanggil Nauval. Disini saya sebagai mahasiswa baru Unila. Dan saya disini ingin memberitahu kalian semua alasan saya masuk Teknik Informatika Unila.

Saya selalu bercita-cita ingin membuat aplikasi yang berguna untuk masyarakat banyak. Salah satu jalan untuk menggapai cita-cita saya yaitu kuliah di jurusan teknik informatika. Setelah konsultasi kepada guru dan tempat les, saya disarankan untuk mendaftarkan diri ke teknik informatika Unila. Dan alhamdulillah, saya berhasil masuk teknik informatika Unila melewati jalur SBMPTN.

Itulah mengapa alasan saya ingin masuk teknik informatika Unila.

Sekian terima kasih ,

Wassalamualaikum Wr. Wb.

mrpolo