Materi Pertemuan Ketujuh Industri Pertanian

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh

Sebelumnya izin memperkenalkan diri, nama saya Najla Atikah Dwirahma dengan nomor NPM 2115061043 dari kelas Teknik Informatika B. Hari ini, saya ingin membahas  mengenai materi yang disampaikan di kelas Industri Pertanian pada pertemuan ketujuh.

 

ARTIKEL ILMIAH

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikel ilmiah merupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Sedangkan secara ilmilah, artikel bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Sehingga dapat disimpulkan, artikel Ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya.  Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.

Ciri-ciri  Artikel Ilmiah

  • Rasional

Rasional artinya sebuah karya illmiah berdasarkan atau sesuai dengan nalar atau logika, dapat dipikirkan secara bijaksana atau logis, dan dapat diterima oleh nalar.

  • Objektif

Objektif artinya sebuah karya ilmiah hanya dapat dikembangkan secara aktual dan eksis, maksudnya adalah eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya berbeda antarbidang ilmu satu dengan yang lainnya.

  • Kritis

Kritis artinya sebuah karya ilmiah berfungsi sebagai wahana menyampaikan kritik timbal balik terhadap suatu permasalahan yang dijelaskan dalam artikel tersebut.

  • Reserved

Reserved artinya sebuah karya ilmiah dibuat dengan menahan diri, hati-hati, dan tidak mudah overclaming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi dan kepentingan tertentu,

  • Bahasa Formal

Bahasa formal artinya sebuah karya ilmiah memiliki gaya bahasa yang formal atau baku dan dibuat menggunakan bahasa sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam kaidah penulisan artikel ilmiah.

  • Sumber Referensi

Sumber referensi artinya sebuah karya ilmiah mengutip sumber jelas dan disertai dengan daftar pustaka. Adapun dalam pemilihan referensi tersebut harus berasal dari sumber yang terpercaya untuk memastikan kebenaran data yang akan diambil.

Jenis-jenis Karya Ilmiah

  • Artikel/jurnal ilmiah, adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya. Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.
  • Makalah, adalah karya ilmiah yang disusun mengenai suatu topik tertentu untuk dipresentasikan dalam suatu pertemuan seperti dalam seminar, panel diskusi, lokakarya, konferensi, muktamar, atau pertemuan-pertemuan lainnya untuk kemudian didiskusikan guna mencari suatu kebenaran atau solusi suatu masalah.
  • Kertas kerja, adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.
  • Paper, adalah bentuk karya ilmiah yang membahas satu topik tertentu. Paper bisa berupa analisis hasil penelitian baru atau bisa juga berupa ulasan tentang penelitian yang sudah ada.
  • Skripsi, adalah sebuah karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa berdasarkan hasil penelitian yang memenuhi persyaratan ilmiah dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S1). Didukung oleh data dan fakta serta melalui metodologi penelitian.
  • Tesis, adalah sebuah karya tulis ilmiah yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. Tesis merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir pada pendidikan Magister (S2).
  • Disertasi, adalah sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam penyelesaian program Doktor (S3). Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
  • Artikel ilmiah popular, adalah sebuah karya tulis yang paling menarik untuk sarana komunikasi antara ilmu dan masyarakat (orang awam). Artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Karena ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik.

Yang Ditulis pada Artikel Ilmiah

  1. Literatur;
  2. Apa yang dikerjakan pada suatu penelitian;
  3. Melaporkan hasil kerja peneliti;
  4. Jika berguna maka harus ditulis dilaporkan dan dipublish agar orang lain bisa mendapatkan pengetahuan berdasarkan apa yang dikerjakan;
  5. Jika apa yang dikerjakan tidak penting maka tidak perlu membuat artikel ilmiah maupun mempublishnya.

Struktur Artikel Ilmiah

  • Judul
  • Informasi penulis
  • Abstrak
  • Kata Kunci
  • Isi Artikel, terdiri dari pendahuluan, studi literatur, metode yang digunakan, hasil dan pembahasan, dan simpulan saran.
  • Daftar Pustaka

Sekian materi yang dapat sampaikan, semoga dapat bermanfaaat untuk kita semua. Jika ada kekurangan dan kesalahan, saya mohon maaf.  Dan saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Materi Pertemuan Keenam Industri Pertanian

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh

Sebelumnya izin memperkenalkan diri, nama saya Najla Atikah Dwirahma dengan nomor NPM 2115061043 dari kelas Teknik Informatika B. Hari ini, saya ingin membahas  mengenai materi yang disampaikan di kelas Industri Pertanian pada pertemuan keenam.

 

BIG DATA FOR AGRICULTURE

A. Big Data

Big Data adalah istilah umum untuk segala kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks sehingga menjadikannya sulit untuk ditangani atau diproses jika hanya menggunakan manajemen basis data biasa atau aplikasi pemrosesan data-data yang bersifat tradisional. Big Data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun yang sudah ada untuk memberikan manfaat nyata baik bagi bisnis maupun proses bisnis dari bidang-bidang yang lain. Secara garis besar Big Data memiliki beberapa karakteristik. Akan tetapi, pada dasarnya Big Data memiliki karakteristik 3V, yaitu sebagai berikut.

1. Volume, diperlukannya volume penyimpanan yang berkapasitas besar karena pada Big Data banyak terjadi penyimpanan serta pengolahan data dalam skala besar.

2. Velocity, untuk mengolah data dalam jumlah besar diperlukannya lalu lintas data yang sangat cepat secara realtime agar dalam pengiriman data dapat terlaksana dengan efektif dan juga stabil.

3. Variety, format data yang dimuat oleh Big Data bermacam-macam, antara lain dokumen teks, email, video, audio, gambar, dan lain-lain.

Selain yang telah disebutkan, Big Data berkembang lagi menjadi 10V, antara lain Volume, Velocity, Variety, Veracity, Value, Validity, Variability, Venue, Vocabulary, dan Vagueness.

Gambar 1. Karakteristik Big Data
Gambar 1. Karakteristik Big Data

 

B. Sumber Big Data

Gambar 2. Sumber Big Data
Gambar 2. Sumber Big Data

Big Data pada saat ini bisa dihasilkan dari beberapa sumber yang terdiri dari informasi penggunaan teknologi yang berkembang. Sumber-sumber tersebut antara lain sebagai berikut.

  • IoT
  • Media
  • Social Media
  • Communication data
  • Database
  • Network stream monitoring
  • Website
  • Cloud

C. Penggunaan Big Data

Gambar 3. Penggunaan Big Data
Gambar 3. Penggunaan Big Data
  1. Chatbot, banyak digunakan pada sektor retail dan bisnis, biasanya berfungsi untuk menjawab pertanyaan dari costumersecara otomatis berdasarkan keyword dari pertanyaan.
  2. Search Engine, akan meningkatkan akurasi dari hasil pencarian di search engine, sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan oleh user.
  3. Internet of Things, mendorong untuk peningkatan pada pengembangan IoT di masa yang akan datang. Dengan banyaknya data maka perangkat-perangkat IoT juga akan berkembang.
  4. Artificial Intelligence, proses menganalisa Big Data tidak bisa menggunakan metode manajemen tradisional. Oleh karena itu, AI akan sangat dibutuhkan sehingga perkembangannya akan saling beriringan.

 D. Keuntungan dari Big Data

Gambar 4. Keuntungan Big Data
Gambar 4. Keuntungan Big Data
  1. Predictive Analysis, kita bisa melakukan analisa prediksi dengan menggunakan data-data yang begitu besar.
  2. Harness Data from social media, prediksi data tadi bisa digabungkan dengan data-data lain seperti data dari sosial media.
  3. Decision Making, kemudian hasil analisanya bisa menghasilkan sebuah keputusan.
  4. Recommendation, keputusan tersebut nantinya bisa menjadi rekomendasi untuk melakukan optimasi.
  5. Optimization, optimasi dilakukan pada sebuah proses bisnis.
  6. Innovation, setelah dilakukan optimasi pada proses bisnis tersebut bisa menghasilkan inovasi yang nantinya akan mengembangkan sebuah proses ataupun sebuah bisnis.

E. Big Data on Agriculture

Big Data diharapkan dapat memberikan dampak yang besar dalam penerapan smart farming dan terlibat dalam keseluruhan rantai suplai. Kemudian sensor dan perangkat pintar hyang ada menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar dan memberikan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selanjutnya, Big Data diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain yang tradisional dan non-tradisional.

F. Trend on Big Data

Pada masa yang akan datang, di dunia pertanian penerapan Big Data akan sangat memengaruhi aspek-aspek di bidang pertanian. Contohnya pertanian di masa yang akan datang dibuat sebuah konsep data-data yang dihasilkan dari sensor-sensor yang ditanam di beberapa daerah, baik itu di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun perkebunan, data tersebut ketika dimonitoring dikumpulkan lalu dianalisa akan menghasilkan sebuah informasi yang nantinya informasi tersebut bisa menjadi satu pengambilan keputusan yang bisa menyebabkan hasil pertanian atau proses pertanian menjadi lebih maksimal dan lebih optimal.

 

Sekian materi yang dapat sampaikan, semoga dapat bermanfaaat untuk kita semua. Jika ada kekurangan dan kesalahan, saya mohon maaf.  Dan saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Materi Pertemuan Kelima Industri Pertanian

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh

Sebelumnya izin memperkenalkan diri, nama saya Najla Atikah Dwirahma dengan nomor NPM 2115061043 dari kelas Teknik Informatika B. Hari ini, saya ingin membahas  mengenai materi yang disampaikan di kelas Industri Pertanian pada pertemuan kelima.

AI for Agriculture

Gambar 1. AI for Agriculture
Gambar 1. AI for Agriculture

AI (Artificial Intelligence), juga dikenal sebagai kecerdasan buatan, adalah simulasi kecerdasan manusia yang dimodelkan dalam mesin dan dipogram untuk berpikir seperti manusia. Kegunaan AI pada umumnya adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia dan memaksimalkan hasil yang diperoleh dari suatu pekerjaan. Saat ini, banyak perusahaan di bidang teknologi yang bergerak dalam pengembangan berbagai jenis teknologi berbasis AI untuk mempermudah pekerjaan, salah satunya di bidang pertanian.

A. Proses Pertanian

Gambar 1. Proses Pertanian
Gambar 2. Proses Pertanian

1. Pengolahan Lahan, adalah proses untuk mempersiapkan lahan sebelum melakukan pembudidayaan dengan melakukan pembajakan pada lahan, pemupukan tanah, pembersihan lahan, atau lain sebagainya sehingga lahan siap untuk ditanami.

2. Pembibitan, para petani menyiapkan bibit yang akan ditanam. Bibit tanaman tidak langsung ditanam, biasanya ditunggu sampai tumbuh tunas terlebih dahulu. Jika sudah siap tanam, maka barulan bibit tersebut dapat ditanam.

3. Penanaman, bibit yang sudah siap, ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

4. Pemanenan, terjadi pemungutan hasil pertanian dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di sebuah lahan.

5. Penjualan Hasil, hasil pertanian yang telah dipanen akan dijual di pasar-pasar tradisional atau dijual secara online agar dapat dibeli konsumen.

 

B. Agroindustri

Pada komuditas pertanian, Indonesia merupakan salah satu negara terbaik dalam menghasilkan sumber daya alam, seperti udang, ikan, dan rempah-rempah. Setiap tahunnya, nilai ekspor rempah-rempah bisa mencapai 560 milyar rupiah. Agroindustri adalah kegiatan industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan dan jasa untuk kegiatan tersebut. Agrobisnis adalah suatu sistem terpadu yang melibatkan sumber daya hasil pertanian, manusia, ilmu dan teknologi, uang, dan informasi.  Fase-fase pada agroindustri yaitu perencanaan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi terpadu.

 

C. Revolusi Industri 4.0

Pada bidang pertanian, sudah ada teknologi yang dapat menopang kegiatan pertanian di tengah revolusi industri 4.0 saat ini, yaitu sebagai berikut.

1. IoT (Internet of Things), yaitu semua perangkat elektronik terhubung dengan internet dan dapat terkoneksi satu sama lain.

2. AI (Artificial Intelligance), yaitu ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas yang melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan computer.

3. HMI (Human Machine Interface), merupakan suatu sistem yang menghubungkan manusia dengan teknologi mesin, yang dapat berupa pengendali ataupun visualisasi status baik secara manual ataupun visualisi komputer yang bersifat real time, sehingga manusia dapat melakukan pemantauan pada proses-proses pertanian.

4. Robotic, yaitu mesin yang dapat bergerak secara autonomos. Contohnya teknologi drone atau pesawat tanpa awak untuk melakukan pemetaan lahan atau melakukan penyiraman.

 

D. Artificial Intelligence dan Pertanian

Gambar 3. Artificial Intelligence dan Pertanian
Gambar 3. Artificial Intelligence dan Pertanian

Beberapa video mengenai artificial intelligence dan pertanian, yaitu sebagai berikut.

1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence

(https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)

2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food

(https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI)

3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research

(https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)

4. Milenial dan Teknologi Bertani

(https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)

5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia

(https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)

Berdasarkan video tersebut, negara Singapura mengimplemetasikan AI dengan memakai sensor yang berbeda selama 24 jam yang kemudian sensor tersebut memberikan data suhu, kelembaban, cahaya, CO2, pupuk, ECPH, serta parameter lainnya melalui cloud agar sayuran yang sedang tumbuh dapat dikalibrasi. Di bidang perikanan, AI diterapkan untuk memeriksa dan menganalisis data-data seperti kualitas air dan kesehatan hewan. Mereka mencoba membuat program dan software yang akan membantu mengambil semua informasi dan menempatkan informasi itu dalam software.

Di negara Belanda, mereka telah menyempurnakan rumah kaca sebagai lingkungan yang ideal untuk terus menguji dan menerapkan segala macam cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Dari hal-hal sederhana seperti menguji warna lampu LED apa yang dapat meningkatkan ketahanan hama dan meningkatkan nilai gizi, hingga hal-hal gila seperti drone pembunuh ngengat. Mereka mengandalkan AI untuk mempelajari perilaku tanaman dan terus menyesuaikan kondisi tanpa masukan dari petani.

Di negara India, AI dimanfaatkan untuk memudahkan dalam monitoring lahan pertanian agar para petani bisa lebih mudah dalam mengontrol dan menganalisis keadaan lahan pertaniannya.

Di Indonesia, telah dilakukan uji coba mengganti sinar matahari menggunakan lampu LED pada indoor farming. Dengan menggunakan spektrum cahaya yang berbeda, produk yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang berbeda pula sesuai dengan spektrum cahaya yang digunakan. Hal ini tentunya dapat memudahkan para petani untuk mengembangkan produk pertaniannya menjadi produk yang lebih berkualitas dan mencapai target-target yang tidak akan meleset.

Menurut riset dari Microsoft bersama dengan firma riset IDC tahun 2019, hanya 14% perusahaan Indonesia yang sudah mengadopsi AI. Selanjutnya, menurut Oxford Insight, angka kesiapan adaptasi AI di pemerintahan Indonesia berada di peringkat 5 se-Asia Tenggara. Terdapat beberapa kendala dalam penerapan AI di Indonesia seperti pengelolaan Big Data dan Mindset Inovasi. Untuk mengatasinya, SDM Indonesia perlu memiliki 3 skills utama, yaitu kemampuan analitis, pengambilan inisiatif, dan tentunya keterampilan IT.

Kedaulatan pangan dapat terjadi jika produksi makanan cukup untuk dalam negeri, sehingga tidak akan banyak bergantung pada negara lain. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda jangan sampai membiarkan negeri kita yang kaya akan alamnya kehilangan jati diri sebagai negara agraris. Diharapkan para generasi muda dapat mengembangkan teknologi AI agar sumber daya alam kita dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak akan terbuang sia-sia.

Sekian materi yang dapat sampaikan, semoga dapat bermanfaaat untuk kita semua. Jika ada kekurangan dan kesalahan, saya mohon maaf.  Dan saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Tugas Pertemuan Keempat Industri Pertanian

Smart Water Management Framework Berbasis IoT untuk Mendukung Pertanian Urban

Banyak sekali tantangan dalam melakukan kegiatan pertanian di daerah urban, salah satunya adalah penyediaan air untuk menunjang kegiatan pertanian tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa air merupakan kebutuhan pokok manusia dengan kapasitas yang terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya teknologi yang mampu menjamin ketersediaan air bersih tetap terjaga dan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian di daerah urban atau urban farming.

Solusi yang dapat diterapkan adalah dengan memanfaatkan air limbah rumah tangga agar dapat mengurangi jumlah air yang terbuang atau biasa disebut dengan reuse water, yaitu sistem pemanfaatan air buangan dari proses waste water treatment. Sumber air lain yang dapat dimanfaatkan adalah air hujan dan air sungai yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan bantuan terknologi IT, sumber air alternatif ini dapat digunakan untuk membantu kebutuhan urban farming dengan konsep smart water management system sehingga biaya penyediaan air dapat dipangkas seefisien dan seefektif mungkin.

Konsep “Smart” dalam Smart Water Management (SWM) yang akan dikembangkan dapat dipahami sebagai kerangka kerja yang mampu membuat penggunaan air terkelola secara efisien dan efektif. SWM dapat membuat perubahan dalam hal mendapatkan data melalui teknologi Internet of Things (IoT) secara real time sehingga analasis cepat dapat dilakukan dalam membuat keputusan pengelolaan air untuk meminimalkan biaya di masa mendatang menggunakan metode machine learning. Sistem SWM yang diusulkan meliputi pemantauan tingkat air secara real time, mengidentifikasi kebocoran pada sistem distribusi air pipa, serta memantau dan memelihara kualitas air. Lalu, semua data dan hasil analisis dapat diakses melalui perangkat seluler seperti smartphone.

Gambar 1.Gambaran umum kerangka kerja Smart Water Management
Gambar 1.Gambaran umum kerangka kerja Smart Water Management

Perangkat sensor dikelola dan digunakan untuk menangkap informasi dan data yang dibutukan secara real time dan berkala, yang kemudian dikirim ke pusat data melalui Wi-Fi. Komunikasi dengan konektivitas melalui Wi-Fi dapat digunakan sebagai penghubung antara perangkat sensor  menuju  pusat  data  untuk  dapat  mulai  diproses. Setelah itu, terjadi manajemen data, yaitu proses menyimpan dan mengelola data volume besar yang dikumpulkan oleh sensor. Kemudian data-data tersebut dianalisis. Terkahir, data informasi yang sudah dikelola dan dianalisis akan ditampilkan pada perangkat mobile melalui sebuah aplikasi. Dalam aplikasi tersebut juga dapat  mengontrol ketersediaan  air  dan  dapat  memberikan  peringatan  atau  pemberitahuan  dini  pada  musim  kering maupun  jika  terdapat  kebocoran  pada  saluran  distribusi  air. Dengan  bantuan  algoritma machine learning kerangka kerja dapat berjalan secara automation dalam memprediksi kebutuhan air di masa yang akan datang.

Masih banyak teknologi yang dapat dimasukkan ke dalam kerangka kerja Smart Water Management System, salah satunya terkait penggunaan algoritma machine learning untuk menentukan atau memilih sumber daya air yang akan digunakan dalam pengairan lahan pertanian melihat dari cuaca, musim, ataupun ketersediaan air dalam tangki air yang tersedia.

Gambar 2. Desain penerapan Smart Water Management System untuk pertanian urban
Gambar 2. Desain penerapan Smart Water Management System untuk pertanian urban

Proses pertanian yang menjadi pengembangan penelitian tersebut yaitu proses penyiapan budidaya. Karena dalam penelitian tersebut membicarakan pemantauan dan pemeliharaan. Di mana proses pemantauan dan pemiliharan merupakan salah satu proses yang ada dalam penyiapan budidaya.

Sumber : https://stt-pln.e-journal.id/petir/article/view/1112

Djaksana dkk. (2021). Smart Water Management Framework Berbasis IoT untuk Mendukung Pertanian Urban. Petir: Jurnal Pengkajian dan Penerapan Teknik Informatika, 14(1), 1-7.

Materi Pertemuan Ketiga Industri Pertanian

PROSES PERTANIAN

Najla Atikah Dwirahma – 2115061043 – PSTI B

A. Jenis Pertanian

1. Sawah

Gambar 1. Sawah
Gambar 1. Sawah

Sawah adalah lahan pertanian di mana tanahnya haruslah basah atau digenangi oleh air. Sawah terbagi menjadi 2, yaitu sawah irigasi dan sawah non irigasi. Sawah irigasi adalah lahan pertanian dengan pengairan menggunakan irigasi dari sumber air yang mengalir, baik itu yang alami maupun yang buatan. Sedangkan sawah non irigasi tidak menggunakan saluran air. Biasanya para petani menanam komunitas pertaniannya bergantung pada alam, seperti hujan atau cuaca. Sehingga para petani harus memiliki pengetahuan mengenai cuaca.

2. Ladang/Huma

Gambar 2. Ladang
Gambar 2. Ladang

Ladang adalah lahan pertanian dengan menggunakan lahan yang kering, cukup luas, dan kebanyakan tidak rata atau tidak selalu datar. Pada ladang/huma biasanya ditanami tanaman tanaman semusim dan penggunaanya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah tempat). Menggunakan lahan kering bukan berarti ladang tidak membutuhkan air. Biasanya menyesuaikan dengan kondisi alam, letak geografis, serta perbedaan unsur hara tanahnya untuk mengetahui tanaman apa yang cocok ditanam di daerah tersebut.

3. Tegalan

Gambar 3. Tegalan
Gambar 3. Tegalan

Tegalan sendiri mirip seperti ladang, yaitu menggunakan lahan yang kering. Biasanya tegalan terdapat pada dataran tinggi. Tegalan ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

4. Kebun

Gambar 4. Kebun
Gambar 4. Kebun

Kebun dapat dibedakan antara kebun dengan lahan terbatas yang biasa dilakukan pada halaman rumah, dan perkebunan dengan lahan yang luas misalnya pada perkebunan daun teh. Komoditasnya pun bermacam-macam, bisa sayuran ataupun buah-buahan.

Selain yang telah disebutkan, dalam pertanian terdapat juga perternakan dan perikanan yang komoditasnya bermacam-macam, ada yang memproduksi ayam, sapi, kambing, ikan lele, ikan mas, dan lain-lain.

 

B. Proses dalam Pertanian

1. Pengolahan Lahan

Proses pertama dalam pertanian yaitu pengolahan lahan. Pengolahan lahan adalah proses untuk mempersiapkan lahan sebelum melakukan pembudidayaan dengan melakukan pembajakan pada lahan, pemupukan tanah, pembersihan lahan, atau lain sebagainya sehingga lahan siap untuk ditanami.

2. Penyiapan Budidaya

Pada proses penyiapan budidaya, para petani menyiapkan bibit yang akan ditanam. Bibit tanaman tidak langsung ditanam, biasanya ditunggu sampai tumbuh tunas terlebih dahulu. Jika sudah siap tanam, maka barulan bibit tersebut dapat ditanam.

3. Pemanenan

Pada proses pemanenan, terjadi pemungutan hasil pertanian dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di sebuah lahan.

4. Pemasaran Produksi

Dalam pemasaran produksi, yang dilakukan adalah menjual hasil panen. Saat ini pemasaran produksi tidak hanya dapat dipasarkan secara offline, tetapi bisa juga secara online dengan menggunakan platform jual beli seperti aplikasi Tanihub.

 

C. Contoh Teknologi di Bidang Pertanian

1. Optimasi Sistem Cerdas Pada Pengering Tanaman Obat Berbasis Internet Of Thing dengan Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan

2. Deteksi Tingkat Kematangan Buah Tomat dengan Metode Fuzzy Logic Menggunakan Modul Kamera Raspberry PI

3. Sistem Rekomendasi Pemilihan Benih Varietas Unggul Padi Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process – Simple Additive Weighting

4. Sistem Monitoring Budidaya Ikan Lele Berbasis Internet Of Things Menggunakan Raspberry PI

 

 

Materi Pertemuan Kedua Industri Pertanian

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Sebelumnya izin memperkenalkan diri, nama saya Najla Atikah Dwirahma dengan nomor NPM 2115061043 dari kelas Teknik Informatika B. Hari ini, saya ingin membahas  mengenai materi yang disampaikan di kelas Industri Pertanian pada pertemuan kedua.

MATERI I : PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI MELALUI PERTANIAN PRESISI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN

Sekarang ini, kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0 di mana teknologi siber dan teknologi otomatisasi berkolaborasi. Di era revolusi industri 4.0 ini, banyak sekali aspek kehidupan yang telah mengalami perubahan. Salah satunya di bidang pertanian. Beberapa contoh dari penerapan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian sebagai berikut.

 

  1. Pengolahan Lahan

 

Gambar 1. Pemanfaatan pada Pengolahan Tanah
Gambar 1. Pemanfaatan pada pengolahan tanah

Salah satu contoh perkembangan teknologi dalam pengolah tanah yaitu pemanfaatan GPS. Dengan pemanfaatan GPS, kita dapat membuat jalur traktor otomatis tanpa awak, drone untuk analisis posisi lahan, dan sebagainya.

  1. Monitoring
    Gambar 2. Pemanfaatan IoT sebagai alat monitoring
    Gambar 2. Pemanfaatan IoT sebagai alat monitoring

    Penerapan Internet of Things (IoT) pada pertanian dapat membantu para petani untuk mengirim dan menerima data informasi dari teknologi sensor, seperti informasi suhu, udara, pH tanah, kelembaban, dan lain sebagainya. Data-data  ini akan dikumpulkan menjadi satu dengan monitoring.

  2. Pemasaran
    Gamabr 3. Aplikasi pemasaran
    Gambar 3. Aplikasi pemasaran

    Dengan memanfaatkan situs web dan aplikasi pemasaran, para petani tidak hanya menjual hasil panennya secara offline, tetapi juga bisa secara online. Aplikasi-aplikasi ini dapat menjadi perantara antara petani dengan konsumen dengan mudah.

    MATERI II : REKAYASA E-AQUACULTURE UNTUK OTOMASI MONITORING TAMBAK UDANG

    • Analisis Situasi

    Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil udang dan sebagian besar hasil udang diekspor ke luar negeri. Selain itu, Lampung juga merupakan provinsi pensuplai benih Udang Vaname nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84%.

    • Permasalahan

    Tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisional di mana kontrol terhadap kualitas tambak itu sendiri dilalukan secara manual dan berkala. Hal ini mengakibatkan seringnya penurunan kualitas air terlambat diketahui dan dapat menyebabkan penyakit white faces pada udang.

    • Solusi

    Melakukan monitoring di tambak udang menggunakan sistem berbasis Internet of Things (IoT). Perangkat IoT berupa sensor dan mini computer di pasang ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data. Data dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.

     

    Sekian materi yang dapat sampaikan, semoga dapat bermanfaaat untuk kita semua. Jika ada kekurangan dan kesalahan, saya mohon maaf.  Dan saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh