KKL di PT. Telkom

13151651_10154096081287822_4330851250059556681_n
Foto bersama sebelum kegiatan KKL dimulai.

 

Pada hari Selasa, tanggal 3 Mei 2016 KKL (Kunjungan Kuliah Lapangan) Program Studi Teknik Informatika Unila dilaksanakan di Kantor Wilayah Telkom (Kanwitel) Lampung cabang Kartini. Kegiatan Kunjungan Kuliah Lapangan dilakukan untuk Mata Kuliah Jaringan Komputer 1 dengan Dosen PJ Gigih Forda Nama, S.T., M.T.I. Keberangkatan kami dimulai pada jam 13.00 dan kegiatan ini dimulai jam 14.00.

 

13138899_10154096083147822_5329042400690627340_n
Bpk. Eko Waluyo saat memberikan materi Presentasi.

 

Kegiatan ini dimulai dengan presentasi dari Bpk. Eko Waluyo. Presentasi ini menjelaskan tentang bentuk topology jaringan Metro Ethernet yang melayani pelanggan di Provinsi Lampung, dengan layanan terbanyak yaitu Triple Play (Tv, Phone, Internet), selain teknologi Metro-e dijelaskan juga menjabarkan link interkoneksi Telkom yang sudah membentuk “Ring” untuk mengantisipasi “Single Point of Failure” serta beberapa layanan strategis lainnya.

 

13151822_10154096086737822_8793874969912141119_n
Contoh beberapa layanan yang disediakan PT. Telkom.

 

13177840_10154096087132822_7429547768627102677_n
Bentuk Topologi Metro-e (Metro Ethernet).

 

13177894_10154096087752822_3887620619559935286_n
Bentuk dari konfigurasi Jaringan TELKOMLink VPN IP.

 

13177549_10154096088662822_9099993995636151594_n
Serah terima Plakat KKL PSTI.

 

13177448_10154096088732822_1638934616310401219_n
Sesi foto bersama setelah Pemberian Materi.

 

Setelah presentasi selesai, berikutnya kami mengunjungi Ruang Network “Next Generation Network”. Didalamnya berisi perangkat interkoneksi FO ke pelanggan masyarakat dan Enterprise, pada ruang NGN ini diberikan penjelasan tentang Interkoneksi e-nodeB dari Layanan 4G Telkomsel yang bermuara pada Data Center.

13118827_10154096089432822_5884608856095405526_n
Battery Panel yang digunakan untuk cadangan Listrik di PT. Telkom.

 

Selain itu, Staff lainnya juga ada yang menjelaskan tentang infrastruktur kelistrikan Kanwitel yang sudah di support sistem listrik cadangan baik Genset maupun “System Rectifier with Battery Bank”.

 

13151605_10154096088837822_2147968218296000082_n
Demonstrasi Splicing/Penyambungan Kabel Fiber Optik

 

Selain itu,  ada juga demonstrasi Splicing/Penyambungan Kabel Fiber Optik yang dilakukan oleh salah satu petugas Telkom. Sebelum mengakhiri kunjungan ini, kami melakukan kegiatan foto bersama antara Dosen dan Perwakilan dari PT Telkom.

 

13178952_954104774659323_655051267001856135_n
Sesi foto bersama sebelum KKL berakhir.

 

Jenis-jenis Sorting

Kali ini, saya akan memposting tentang jenis jenis sorting. Sorting adalah suatu proses pengurutan data yang
sebelumnya disusun secara acak sehingga
dapat tersusun secara teratur berdasarkan suatu aturan tertentu.

Berikut ini adalah jenis-jenis dari sorting:

 

1. Bubble Sort

Bubble sort (metode gelembung) adalah metode/algoritma pengurutan dengan dengan cara melakukan penukaran data dengan tepat disebelahnya secara terus menerus sampai bisa dipastikan dalam satu iterasi tertentu tidak ada lagi perubahan. Jika tidak ada perubahan berarti data sudah terurut. Disebut pengurutan gelembung karena masing-masing kunci akan dengan lambat menggelembung ke posisinya yang tepat. Pengurutan ini menggunakan sistem perbandingan (Comparison-based sorting).

 

2. Insertion Sort

Gambaran dari sistem sorting ini adalah data dicek satu per satu mulai dari yang kedua sampai dengan yang terakhir. Apabila ditemukan data yang lebih kecil daripada data sebelumnya, maka data tersebut disisipkan pada posisi yang sesuai. Akan lebih mudah apabila membayangkan pengurutan kartu. Pertama-tama anda meletakkan kartu-kartu tersebut di atas meja, kemudian melihatnya dari kiri ke kanan. Apabila kartu di sebelah kanan lebih kecil daripada kartu di sebelahkiri, maka ambil kartu tersebut dan sisipkan di tempat yang sesuai. Pengurutan ini menggunakan sistem berdasarkan penyisipan dan penjagaan terurut (insert and keep sorted method).

 

3. Merge Sort

Metode penggabungan biasa digunakan pada pengurutan berkas. Prinsip dari metode penggabungan adalah mula-mula diberikan dua kumpulan data yang sudah dalam keadaan urut. Kedua kumpulan data tersebut harus dijadikan satu tabel sehingga dalam keadaan terurut. Pengurutan ini menggunakan sistem berdasarkan pembagian dan penguasaan (divide and conquer method).

 

4. Quick Sort

Metode dari sorting jenis in adalah dimulai dengan menscan daftar yang disortir untuk nilai median. Nilai ini, yang disebut tumpuan (pivot), kemudian dipindahkan ke satu sisi pada daftar dan butir-butir yang nilainya lebih besar dari tumpuan di pindahkan ke sisi lain. Pengurutan ini menggunakan sistem yang sama seperti merge sort.

 

5. Selection Sort

Meotde ini menggunakan cara yaitu, pengurutan dilakukan dengan memilih elemen terbesar dan menempatkan pada posisinya, kemudian mencari element terbesar berikutnya dan menempatkan pada tempatnya, dan seterusnya. Pengurutan ini menggunakan sistem berdasarkan prioritas (priority queue sorting method).

 

6. Shell Sort

Metode ini disebut juga dengan metode pertambahan menurun (diminishing
increment). Metode ini dikembangkan oleh Donald L. Shell pada tahun 1959, sehingga sering disebut dengan Metode Shell Sort. Metode ini mengurutkan data dengan cara membandingkan suatu data dengan data lain yang memiliki jarak tertentu, kemudian dilakukan penukaran bila diperlukan. Pengurutan ini mneggunakan sistem berkurang menurun (diminishing increment sort method).

 

Untuk uji coba sorting ini, saya menggunakan Laptop Acer tipe 4738Z dengan spesifikasi dibawah ini :

Spesifikasi Laptop

 

Grafik dibawah ini adalah hasil dari uji coba sorting berdasarkan lamanya sorting data sebanyak 10000 :

Bubble Sort

Bubble Sort

Range kecepatan sorting dari bubble sort selama 10 iterasi adalah dari 19,85 detik sampai 19,96 detik.

 

Insertion Sort

Insertion Sort

Range kecepatan sorting dari insertion sort selama 10 iterasi adalah dari 10,99 detik sampai 11,04 detik.

 

Merge Sort

Merge Sort

Range kecepatan sorting dari merge sort selama 10 iterasi adalah dari 0,10 detik sampai 0,12 detik.

 

Quick Sort

Quick Sort

Range kecepatan sorting dari quick sort selama 10 iterasi adalah dari 0,077 detik sampai 0,093 detik.

 

Selection Sort

Selection Sort

Range kecepatan sorting dari selection sort selama 10 iterasi adalah dari 7,37 detik sampai 7,44 detik.

 

Shell Sort

Shell Sort

Range kecepatan sorting dari shell sort selama 10 iterasi adalah dari 0,15 detik sampai 0,17 detik.

 

Kesimpulan dari uji coba sorting ini adalah metode sorting yang paling cepat adalah metode Quick sort dengan kecepatan 0,077 detik dan metode sorting yang paling lama untuk mengurutkan data adalah Bubble sort dengan kecepatan 19,85 detik.

 

Sekian posting kali ini dari saya.

 

Daftar pustaka :

– http://agusjembung.blogspot.co.id/2012/02/macam-macam-sorting.html

– http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/strukdat3.pdf

– http://arna.lecturer.pens.ac.id/Modul_ASD/8.1%20Insertion-Sort.pdf

Algoritma Greedy

It’s first post from me.

Untuk kali ini, saya akan menjelaskan apa yang dimaksud algoritma greedy. Saya tak sengaja menemukan istilah algoritma ini. Awalnya, saya hanya iseng mencari logo dari merk Spare Part mobil yang terkenal yaitu Greedy. Saat melihat hasilnya, ternyata ada istilah algoritma Greedy. Berikut adalah definisi tentang algoritma greedy yang saya baca dari beberapa situs. Kata greedy berasal dari bahasa Inggris yang berarti rakus, loba, atau tamak. Algoritma greedy merupakan salah satu jenis algoritma yang menggunakan pendekatan penyelesaian masalah dengan mencari nilai maksimum sementara untuk setiap langkahnya. Nilai maksimum sementara ini disebut dengan local maximum. Prinsip kerja dari algoritma ini adalah you can get you want now yang berarti anda mendapatkan yang anda inginkan sekarang. Algoritma greedy hanya melihat pilihan  dan mengambil keputusan yang ada saat itu, bukan pilhan yang muncul kemudian. Keputusan yang diambil juga tidak bisa diulang dikarenakan keputusan ini tidak bisa diubah untuk langkah selanjutnya. Kelemahan dari algortima greedy  adalah algoritma ini tidak bisa melihat pilihan yang akan muncul setelahnya. Sedangkan, permasalah optimasi memiliki banyak pilihan yang harus dieksplorasi. Tapi, kelebihan dari algoritma ini adalah pencarian solusinya lebih cepat dibandingkan jenis algoritma lainnya dan aproksimasinya masih layak dipakai untuk nilai optimum yang diinginkan.

Berikut ini adalah contoh kasus yang menggunakan algoritma greedy :

http://bertzzie.com/knowledge/analisis-algoritma/Greedy.html

http://www.metode-algoritma.com/2013/02/contoh-program-algoritma-greedy.html

 

Sekian sedikit penjelasan dari saya tentang algoritma greedy. Semoga Bermanfaat.