Jurnal Perkuliahan 6 : Blockchain for Agriculture

Blockchain for Agriculture

images (7)

blockchain merupakan rantai blok urut yang dirangkai dan didistribusikan bersama. Setiap blok terdiri dari ledger (buku besar) dan tiga elemen, yakni data, hash, dan hash dari blok sebelumnya. Jenis data yang digunakan  pada teknologi ini bergantung pada tujuan blockchain itu sendiri.

Hash berisikan data berupa tanda tangan atau sidik jari atau tanda tangan. Hash digunakan untuk mengidentifikasi blok dan seluruh isinya dalam kode unik. Hash dari blok sebelumnya merupakan bagian yang membawa jejak informasi sebelumnya sekaligus mengamankan rantai blockchain.

Cara kerja blockchain

Blockchain dimulai saat sebuah blok menerima informasi baru. Sistem blockchain terdiri atas transaksi dan blok yang berisikan rangkaian hash kriptografi dan hash blok sebelumnya hingga membentuk jaringan. Blockchain bekerja dengan mencatat informasi yang tidak bisa diubah.

Pemanfaatan blockchain

Teknologi blockchain dapat dimanfaatkan di bidang keuangan. Pasalnya, teknologi ini dapat diibaratkan seperti buku kas digital yang bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun dengan mudah tanpa perlu meinta persetujuan lembaga keuangan layaknya bank.

Teknologi blockchain secara tidak langsung telah memudahkan seluruh proses transaksi. Transaksi juga lebih aman dan transparan sehingga dapat meminimalisasi penyelewengan data, seperti suap ataupun korupsi.

Keunggulan blockchain

  • Sistem Lebih Transparan.
  • Proteksi Data Lebih Baik
  • Audit Lebih Baik
  • Mencegah Biaya Middleman

Kelemahan blockchain

  • Kurang efisien
  • Kesulitan untuk diatur

3 Pilar Teknologi Blockchain

  • Decentralization
  • Transparency
  • Immutability

Blockchain pada agriculture

Era   revolusi   industri   4.0   telah   mendorong penerapan  teknologi  informasi  di  berbagai  bidang termasuk   dalam   pertanian   yang   mendorong   era agromaritim   4.0. penggunaan blockchain dapat meningkatkan sistem ketertelusuran yang ada melalui penyimpanan   data   secara   permanen. Penggabungan    kecerdasan buatan dan blockchainmerupakan hal yang mungkin dilakukan. Konsep blockchain for AI maupun AI for blockchain keduanya dapat diimplementasikan secara bersamaan pada bidang  pertanian. Perangkat IOT juga dapat  ditambahkan  dalam  sistem  tersebut  berupa sensor   dan   perangkat   penunjang   lainnya.   Model prediksi dapat diperoleh dari data basedalam sistem blockchain yang  kemudian  dipelajari  berdasarkan konsep    kecerdasan    buatan. Penggunaan sistem blockchain dalam manajemen rantai pasok dan penggunaan sistem e-commerce dapat meminimumkan   peran   perantara.  Hal  ini  dapat bermuara  kepada  peningkatan  kesejahteraan  petani.

Peluang  kebaruan  riset  pada  integrasi  AI  dan Blockchain di bidang pertanian masih terbuka dengan luas.  Berbagai  macam  sistem  AI  dapat  digunakan sesuai  konsep smart  farming.  Teknologi blockchaindapat digunakan untuk meningkatkan keamanan data dari sistem  AI  yang selama  ini  masih tersentralisasi . Penggunaan  teknologi  yang  tepat  dan sesuai dengan kebutuhan    pengguna    sehingga    teknologi    yang dikembangkan    dapat    bermanfaat    bagi    seluruh pemangku kepentingan.

Blockchain for Agriculture

blockchain merupakan rantai blok urut yang dirangkai dan didistribusikan bersama. Setiap blok terdiri dari ledger (buku besar) dan tiga elemen, yakni data, hash, dan hash dari blok sebelumnya. Jenis data yang digunakan  pada teknologi ini bergantung pada tujuan blockchain itu sendiri.

Hash berisikan data berupa tanda tangan atau sidik jari atau tanda tangan. Hash digunakan untuk mengidentifikasi blok dan seluruh isinya dalam kode unik. Hash dari blok sebelumnya merupakan bagian yang membawa jejak informasi sebelumnya sekaligus mengamankan rantai blockchain.

Cara kerja blockchain

Blockchain dimulai saat sebuah blok menerima informasi baru. Sistem blockchain terdiri atas transaksi dan blok yang berisikan rangkaian hash kriptografi dan hash blok sebelumnya hingga membentuk jaringan. Blockchain bekerja dengan mencatat informasi yang tidak bisa diubah.

Pemanfaatan blockchain

Teknologi blockchain dapat dimanfaatkan di bidang keuangan. Pasalnya, teknologi ini dapat diibaratkan seperti buku kas digital yang bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun dengan mudah tanpa perlu meinta persetujuan lembaga keuangan layaknya bank.

Teknologi blockchain secara tidak langsung telah memudahkan seluruh proses transaksi. Transaksi juga lebih aman dan transparan sehingga dapat meminimalisasi penyelewengan data, seperti suap ataupun korupsi.

Keunggulan blockchain

  • Sistem Lebih Transparan.
  • Proteksi Data Lebih Baik
  • Audit Lebih Baik
  • Mencegah Biaya Middleman

Kelemahan blockchain

  • Kurang efisien
  • Kesulitan untuk diatur

3 Pilar Teknologi Blockchain

  • Decentralization
  • Transparency
  • Immutability

Blockchain pada agriculture

Era   revolusi   industri   4.0   telah   mendorong penerapan  teknologi  informasi  di  berbagai  bidang termasuk   dalam   pertanian   yang   mendorong   era agromaritim   4.0. penggunaan blockchain dapat meningkatkan sistem ketertelusuran yang ada melalui penyimpanan   data   secara   permanen. Penggabungan    kecerdasan buatan dan blockchainmerupakan hal yang mungkin dilakukan. Konsep blockchain for AI maupun AI for blockchain keduanya dapat diimplementasikan secara bersamaan pada bidang  pertanian. Perangkat IOT juga dapat  ditambahkan  dalam  sistem  tersebut  berupa sensor   dan   perangkat   penunjang   lainnya.   Model prediksi dapat diperoleh dari data basedalam sistem blockchain yang  kemudian  dipelajari  berdasarkan konsep    kecerdasan    buatan. Penggunaan sistem blockchain dalam manajemen rantai pasok dan penggunaan sistem e-commerce dapat meminimumkan   peran   perantara.  Hal  ini  dapat bermuara  kepada  peningkatan  kesejahteraan  petani.

Peluang  kebaruan  riset  pada  integrasi  AI  dan Blockchain di bidang pertanian masih terbuka dengan luas.  Berbagai  macam  sistem  AI  dapat  digunakan sesuai  konsep smart  farming.  Teknologi blockchaindapat digunakan untuk meningkatkan keamanan data dari sistem  AI  yang selama  ini  masih tersentralisasi . Penggunaan  teknologi  yang  tepat  dan sesuai dengan kebutuhan    pengguna    sehingga    teknologi    yang dikembangkan    dapat    bermanfaat  bagi  seluruh pemangku kepentingan.

sumber referensi:

1. https://www.akseleran.co.id/blog/blockchain-adalah/

2. https://www.ruangmom.com/blockchain.html

3. https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/4059/pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>