Jurnal perkuliahan 3

AI For Agriculture

Proses Pertanian

  • proses pengolahan lahan

proses menyiapkan lahan tersebut sebelum ditanami lahan diolah sedemikian rupa agar unsur haranya siap secara fisik lalu ketika sudah siap baru dia akan ditanami oleh bibit-bibit yang sudah dipersiapkan oleh petani

  • proses pembibitan

para petani biasanya mendapatkan bibit atau membeli, lalu bibit tersebut tidak langsung ditanami biasanya disini disiangi atau dipersiapkan untuk ditanam sampai bibit itu sudah siap. penyiapan bibit ini ditunggu sampai ada batang muda daun muda dan ada sedikit akar setelah siap baru bibit tersebut diletakkan ditanam di media tanam yang pada awalnya sudah disiapkan melalui proses pengolahan lahan.

  • proses penanaman

bibit-bibit yang sudah ditanam tersebut harus dijaga agar tanaman yang ditanam oleh para petani tersebut bisa tumbuh dengan sempurna dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan dan terhindar dari misalkan gangguan-gangguan seperti hama atau misalkan kekurangan sumber air atau kekurangan unsur hara sehingga harus ditambah dengan proses pemupukan.

  • pemanenan

beberapa waktu maka tanaman tersebut sudah membesar dan sudah siap untuk dipanen, pada proses ini tanaman siap untuk dipetik dan digunakan.

  • penjualan dari hasil pertanian

proses dimana tanaman hasil pertanian tersebut bisa dirasakan oleh akan konsumer atau penduduk di sekitar. proses penjualan hasil pertanian ini kita ketahui dijual di Pasar tradisional atau pasar-pasar yang modern saat ini.

 

Agroindustri

Indonesia adalah salah satu negara terbaik dalam hal sumber daya alam terutamanya adalah sumber daya berupa sumber daya alam berupa rempah-rempah dalam deretan komoditas pertanian Indonesia memiliki nilai ekspor terbesar.

  • peringkat pertama adalah udang
  • peringkat kedua adalah ikan
  • peringkat ketiga adalah kopi.
  • peringkat keempat adalah rempah-rempah

industri di sektor pertanian atau agroindustri dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian dengan menitikberatkan pada:

  • perencanaan
  • Perancangan
  • pengembangan
  • evaluasi yang terpadu

 

Revolusi Industri 4.0

era industry 4.0 ini ditandai dengan kehadiran internet dimana semua perangkat yang berhubungan dengan komputer pada saat ini bisa diotomatisasi lalu bisa juga di monitoring juga terakses melalui jaringan internet maka kehadiran jaringan internet ini menjadi penanda bahwa revolusi industri sudah melanjutkan perjalannya ke generasi selanjutnya

teknologi era Revolusi Industri 4.0

  • IoT ( Internet of Things )
  • Teknologi Artificial Intellegence
  • Teknologi human-machine interface (HMI/Human Machine Interaction)

 

Artificial Intellegence Dalam Pertanian

artificial intelegent adalah pengembangan dari teknologi big data dan komputer programming dengan menggunakan artificial intelegent ini kita bisa jika diterapkan pada pertanian kita bisa mengetahui seberapa efektif pertanian itu dijalankan Karena manusia tidak lagi secara manual melakukan perhitungan dibidang pertanian tapi mesin sudah bisa melakukan perhitungan komputasi secara otomatis.

video:

  1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence

https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E

  1. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food

https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI

  1. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research

https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4

  1. Milenial dan Teknologi Bertani

https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8

  1. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk

tanggapan video

Penerapan Artifial Intellegence (AI) dalam sector pertanian sangat mempermudah dalam membantu pekerjaan para petani. Dari negara Singapore, Belanda, dan India sudah banyak mengembangkan AI dalam bidang pertanian, di Indonesia penerapan AI masih tergolong sedikit karena beberapa kendala, seperti pengolahan Big data. Penerapan AI ini sangat berperan penting dalam membantu kita melekukan beberapa pekerjaan oleh karena itu kita harus terus mengembangkannya sehingga kita dapat memajukan sektor pertanian yang ada di Indonesia.

Aplikasi Android pada Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu

 

Semakin pentingnya dan penerapan teknologi komunikasi dan informasi di bidang pertanian telah melahirkan e-pertanian dengan fokus utama pada peningkatan pertanian melalui berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi proses pertanian dan pengambilan keputusan.

Semakin pentingnya dan penerapan teknologi komunikasi dan informasi di bidang pertanian telah melahirkan e-pertanian dengan fokus utama pada peningkatan pertanian melalui berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi proses pertanian dan pengambilan keputusan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam Terpadu). Agar penyebaran informasi lebih cepat dan efisien ke seluruh Indonesia, maka informasi ini dikemas dalam bentuk perangkat lunak yang berbasis website

Judul dari aplikasi ini adalah “Katam Terpadu Versi Ringan”, versi ringan berarti data dan informasi yang didapatkan harus terhubungan dengan internet dan server katam terpadu. Cara ini sangat efisien dan efektif tapi membutuhkan koneksi internet secara otomatis

Detail informasi yang dihasilkan dari SI Katam Terpadu ini adalah:

a.Standing crop Standing Crop

b.Monitoring CCTV

c.Estimasi waktu dan luas tanam

d.Status tingkat kerawanan banjir dan kekeringan tingkat kebupaten

e.Status Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

f.Penentuan rekomendasi varietas dan prakiraan kebutuhan benih

g.Rekomendasi dan kebutuhan pupuk

h.Mekanisasi pertanian

 

Pengembangan aplikasi ini terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut:

  1. Desain antarmuka aplikasi berbasis Android
  2. Pembuatan aplikasi berbasis Android menggunakan Eclipse
  3. Uji coba aplikasi menggunakan simulator dari Android Development Tools (ADT) dan perbaikan.
  4. Upload aplikasi ke Google Play Store

Sistem aplikasi katam terpadu yang telah berkembang pesat dari dua subsistem (aplikasi web dan desktop) menjadi sistem yang lebih komprehensif menjadi tujuh subsistem, yang terdiri dari aplikasi web katam terpadu, aplikasi desktop katam terpadu, aplikasi SMS center, aplikasi Android versi ringan, aplikasi entri data melalui Google Drive, aplikasi desktop pemantauan katam, dan aplikasi web pemantauan katam. Kemudahan pengguna untuk mengakses data katam terpadu dari tingkat pusat sampai dengan petani melalui beberapa jalur komunikasi diharapkan dapat menurunkan kegagalan petani akibat perubahan iklim.

Rangkuman Pertemuan Ketiga Industri Pertanian

Meta Berliana

Npm 2115061047

PROSES PERTANIAN


 

Tujuan

  • Mengetahui Jenis Pertanian
  • Mengetahui Proses dalam Pertanian

 

Jenis Pertanian

  • Sawah

5e29921146d88

Lahan yang akan digunakan untuk pertanian yang dimana tanahnya harus basah

Sawah Irigasi : aliran air alami yang berasal dari sungai, untuk sawah yang berada jauh dari aliran sungai maka akan direakayasa aliran buatan.

Sawah Non irigasi : bergantung dengan alam seperti curah hujan, pasang surut air, dll

  • Ladang / Huma

download (6)

Lahan kering dan tidak datar tapi tetap butuh air biasanya menyesuaikan dengan kondisi alamnya

  • Tegalan

12.-Apa-Perbedaan-SawahTegal-Pekarangan-Berdasarkan-Jenis-Fisik-Sertifikat-4

Mirip seperti ladang, banyak terdapat di dataran tinggi

  • Kebun

download (7)

Kebun lebih fleksible, bisa dilahan yang sempit maupun luas, komoditas perrkebunan bisa berupa buah buahan atau sayuran

  • Lainnya

images (4)

download (8)

Peternakan dan perikanan

 

Proses dalam Pertanian

  • Pengolahan Lahan,

Sebelum komoditas bisa ditanam kita harus mempersiapkan lahannya terlebih dahulu seperti penebangan, pembajakan tanah, pemupukan, dll

  • Penyiapan Budidaya,

Menyiapkan bibit apa yang cocok ditanam di lahan tersebut

  • Pemanenan,

Menjaga kualitas proses penanaman sehingga hasilnya dapat tumbuh dengan baik dan siap untuk dipanen

  • Pemasaran Produksi.

Setelah pemanenan petani harus bisa menjual hasil panennya, pemasaran biasanya dilakukankan mendistribusikan hasil panen kepada penjual di pasar sehingga hasil panen akan sampai ke pembeli

 

Teknologi yang berbasis teknik yang dapat diterapkan dalam pertanian

Berikut beberapa artikelnya:

  • Optimasi Sistem Cerdas Pada Pengering Tanaman Obat Berbasis Internet Of Thing dengan Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan
  • Deteksi Tingkat Kematangan Buah Tomat dengan Metode Fuzzy Logic Menggunakan Modul Kamera Raspberry PI
  • Sistem Rekomendasi Pemilihan Benih Varietas Unggul Padi Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process – Simple Additive Weighting
  • Sistem Monitoring Budidaya Ikan Lele Berbasis Internet Of Things Menggunakan Raspberry PI
  • Aplikasi E-tani Sebagai Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Para Petani

Resume Pertemuan Kedua Industri Pertanian

Meta Berliana

Npm 2115061047

Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

Revolusi industri ini dapat dikatakan sebagai perubahan besar dan mendasar yang dilakukan oleh umat manusia dalam pengelolaan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan produksi komoditas, yang berdampak pada tatanan sosial, ekonomi, dan budaya. Sekarang adalah era Revolusi Industri 4.0, semuanya saling berhubungan, dan Industri 4.0 tidak hanya mengubah industri manufaktur, tetapi juga mengubah pertanian.

Revolusi Industri 4.0 berperan penting dalam mencapai tujuan swasembada pangan berkelanjutan melalui mekanisasi pertanian. Mekanisme ini dapat berupa mesin otomatis yang terintegrasi dengan internet, yang diharapkan dapat mencapai tujuan swasembada

Proses dalam  pertanian :

  • pengolahan lahan, dalam proses dapat menggunakan teknologi seperti drone dan GPS untuk jalur traktor otomatis .
  • Monitoring, penerapan Internet of things (IOT)
  • Pemasaran, contoh aplikasi untuk pemasaran adalah Sikumis.com dan Pak tani digital
  • Aplikasi pertanian , seperti tanam dan igrow

Aplikasi yang berada dalam bidang pertanian ini sangat membantu mempermudah para petani dan juga pembeli.

 

Rekayasa e-aquaculture untuk otomasi monitoring tambak udang

Analisis situasi

Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil udang  dan sebagian besar diekspor keluar negri juga sebagai Provinsi pensupply benih udang vanname nasional nomor satu.

Permasalahan

Tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisonal yaitu manual berkala terhadap kontrol dan kualitas tambak udang yang mengakibatkan penurunan kualitas air dan membuat kerugian.

Implementasi temuan

Perangkat IoT berupa sensor dan mini computer di pasang ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data.