ARTIKEL ILMIAH

Artikel

Menurut KBBI Artikel adalah:
1. Karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya
2. Bagian undang-undang atau peraturan yang berupa ketentuan; Pasal
3. Unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, misalnya the dalam bahasa inggris

Ilmiah

Menurut KBBI Artikel adalah segala sesuatu yang bersifat keilmuan; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.

Artikel Ilmiah

Ada banyak sekali pengertian Artikel Ilmiah menurut pada ahli, yang mana memiliki kesimpulan Artikel ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dan penyusunannya. Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.

Ciri-ciri Artikel Ilmiah: 

1. Rasional
2. Objektif
3. Kristis
4. Reserved
5. Bahasa Formal
6. Sumber Referensi

Jenis-jenis Artikel Ilmiah:

1. Artikel/Jurnal Ilmiah
2. Makalah
3. Kertas Kerja
4. Paper
5. Skripsi
6. Tesis
7. Disertasi
8. Artikel Ilmiah Populer

Isi Artikel Ilmiah:

1. Literatur
2. Apa yang dikerjakan pada suatu penelitian
3. Melaporkan hasil kerja peneliti
4. Jika berguna, maka harus ditulis, dilaporkan, dan di publish agar orang lain bisa mendapatkan pengetahuan berdasarkan apa yang dikerjakan peneliti
5. Jika apa yang dikerjakan tidak penting, maka tidak perlu membuat artikel ilmiah, maupun mempublishnya

Struktur Artikel Ilmiah:
1. Judul
2. Informasi Penulis
3. Abstrak
4. Kata Kunci
5. Isi Artikel: Pendahuluan, Studi Literatur, Metode yang digunakan, Hasil dan Pembahasan, Simpulan Saran
6. Daftar Pustaka

Fungsi Artikel Ilmiah

1. Sebagai rujukan suatu hasil penelitian
2. Untuk meningkatkan wawasan kita semua
3. Serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang dimiliki

Tujuan Artikel Ilmiah

1. Untuk menyampaikan beberapa gagasan yang dimiliki
2. Memenuhi tugas dalam menyelesaikan pendidikan
3. Untuk mendiskusikan hasil gagasan dalam suatu forum pertemuan,
4. Mengikuti perlombaan yang diadakan
5. Serta untuk berbagi ilmu pengetahuan/hasil penelitian yang diperoleh

Publikasi Artikel Ilmiah
1. Konferensi/Seminar : Prosiding
2. Artikel Ilmiah Populer

BIG DATA

Big data adalah kumpulan proses yang terdiri volume data dalam jumlah yang sangat besar atau terstruktur maupun tidak terstruktur yang kompleks sehingga teknologi pemrosesan data tradisional tidak lagi dapat menanganinya dengan baik. Big data sendiri merupakan pengembangan dari sistem database pada umumnya. Yang membedakan disini adalah proses kecepatan, volume, dan jenis data yang tersedia lebih banyak dan bervariatif daripada DBMS (Database Management System) pada umumnya. Ada banyak tantangan yang akan dihadapi ketika berhubungan dengan big data, mulai dari bagaimana data diambil, disimpan, hingga masalah keamanan data.

Karakteristik Big Data:

  1. Volume (Ukuran data).
  2. Velocity (Kecepatan data yang dihasilkan).
  3. Variety (Jenis data).
  4.  Veracity (Akurasi atau konsistensi).

Contoh Penggunaan Big Data:

  1. Chatbot (ex: Shopee)
  2. Search engine (ex: Google)
  3. Internet of Things
  4. Artificial Intelligence

Fungsi Big Data:

  1. Dapat menentukan penyebab suatu masalah, kegagalan secara real time.
  2. Pengambilan sebuah keputusan yang cerdas dan tepat.
  3. Mendeteksi sebuah anomali atau perilaku yang menyimpang dalam struktur bisnis.
  4. Mengurangi biaya, waktu, dan meningkatkan performa produk aplikasi.

Big Data On Agriculture:

  1. Big data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart Farming dan terlibat keseluruhan rantai suplai.
  2. Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  3. Big data diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain tradisional dan non-tradisional.
  4. Tata Kelola (termasuk kepemilikan data, privasi, keamanan) dan model bisnis adalah masalah utama yang akan ditangani dalam penelitian di masa mendatang.

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) FOR AGRICULTURE

Artificial Intelligence(AI) atau yang biasa disebut kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Pada revolusi industri 4.0 ini AI juga mulai dikembangkan untuk mendukung para petani.

Pada industri pertanian, proses pertanian menjadi hal utama penentu evaluasi (Pengolahan lahan,Pembibitan,Penanaman,Pemanenan,Penjualan hasil).

Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut.

Proses agroindustri  antara lain:

  1. Harvest planning
  2. Crop layout
  3. Field preparation
  4. Sowing
  5. Crop protection
  6. Harvesting
  7. Storage
  8. Quality control
  9. Processing
  10. Assortment building
  11. Domestric sale
  12. Export sale

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Revolusi Industri 4.0 dikenal juga dengan istilah “cyber physical system”. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi.

Tanggapan terhadap video:

  1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence (https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)
  2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food (https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI)
  3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research (https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)
  4. Milenial dan Teknologi Bertani (https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)
  5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia (https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)

Menurut penulis, pada Revousi Industri 4.0 ini teknologi sangat berperan pada industri pertanian atau biasa disebut smart farming. Dengan memanfaatkan teknologi maka hasil yang didapatpun bisa maksimal, contohnya mulai dari penggunaan Drone, alat sensor suhu,kelembaban udara dan lain lain. Sehingga yang tadinya tugas tersebut harus dilakukan oleh manusia saat ini bisa dilakukan oleh mesin, manusia cukup memonitor saja dan bertindak ketika terjadi kendala saja. Generasi muda indonesia harus berperan dalam memajukan pertanian Indonesia.

SISTEM CERDAS PENGONTROL KELEMBABAN TANAH PADA LAHAN PERTANIAN BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) MELALUI SMARTPHONE ANDROID

Kelembaban tanah merupakan salah satu parameter penting untuk berbagai proses hidrologi, biologi dan biogeokimia. Informasi kelembaban tanah banyak diperlukan untuk kalangan luas seperti pemerintah maupun swasta yang berkaitan erat dengan cuaca dan iklim, penjadwalan irigasi, dan perkiraan panen. Berdasarkan uraian diatas tentang pentingnya mengontrol kelembaban tanah dengan tepat, perlu dirancang sebuah alat yang dapat mengontrol kelembaban tanah secara otomatis dimana alat ini dapat melakukan penyiraman dengan media air sesuai kebutuhan kelembaban tanah yang diperlukan.

Perancangan SAS dimulai dengan memasang sensor kelembaban tanah dan sensor suhu di sekitar lahan agar dapat mengetahui kelembaban tanah. Sensor tersebut akan diprogram sedemikian rupa agar dapat bekerja sesuai kadar kelembaban tanah yang diinginkan. Jika sensor dinyatakan “ON” maka akan memberikan reaksi pada smartphone android yang sudah memiliki aplikasi dari x alat SAS, yaitu dengan memberikan pemberitahuan. Dari aplikasi tersebut pengguna dapat melihat kadar kelembaban pada lahan melalui pembacaan sensor serta mengontrol kembali dengan memberikan respons tertentu. Misalnya, jika diketahui bahwa kadar air kurang, maka sensor akan “ON” dan otomatis memberikan pemberitahuan pada android melalui aplikasi. Maka pengguna akan menanggapinya dengan memberikan respons apa yang harus dilakukan. Setelah itu, respons akan kembali ke sensor dan alat yang sudah dipasang di sekitar lahan juga akan bekerja secara otomatis.

 

Sumber : http://pilmapres.ristekdikti.go.id/file/kti/DIPLOMA_IPA_FRISCILIA_PERMATA_YUDIKA_SINAGA_19028347_KTI.pdf

MATERI PERTEMUAN 3 INDUSTRI PERTANIAN PSTI C

Jenis Pertanian

Pertanian dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik lokasi pertaniannya, antara lain:

1. Sawah

Sawah merupakan tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi. Sawah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sawah irigasi dan sawah non irigasi.

a. Sawah Irigasi

Merupakan sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain misalnya danau,waduk, atau bendungan. Dibuat saluran air lalu dialirkan ke sawah sehingga sawah irigasi memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun.

b. Sawah Non Irigasi

Merupakan lahan sawah yang tidak memperoleh pegairan dari sistem irigas tetapi tergantung pada air alam seperti tadah hujan, pasang surut air sungai/laut, dan air rembesan.

– Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang pengairannya mengandalkan air hujan. Biasanya sawah jenis ini penanamannya dilakukan pada musim hujan.

– Sawah lebak, yaitu sawah yang berada di sebelah sungai yang tanahnya lebih rendah dari aliran tersebut. Sawah jenis ini rawan sekali terkena banjir.

– Sawah bencah/pasang surut, yaitu sawah yang berada dekat dengan rawa atau sungai. Sawah jenis ini mengandalkan pasang naik dan surut air.

2. Ladang/Huma

Ladang/Huma adalah lahan pertanian kering yang biasanya ditanami tanaman musiman. Biasanya ladang/huma letaknya tidak jauh dari rumah petani.

3. Tegalan
Tegalan adalah lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan. Karena itu tegalan biasanya ditanami pada musim hujan. Biasanya tegalan ini ditanami tanaman musiman atau tahunan.

4. Kebun
Kebun adalah lahan terbuka. Kebun tidak memerlukan tanah yang luas, bahkan bisa dibuat dipekarangan rumah. Kebun bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau juga bisa dijual.

Proses Pertanian

1. Pengolahan Lahan

Merupakan suatu proses megubah sifat tanah dengan mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki dan sesuai untuk pertumuhan tanaman.

2. Penyiapan Budidaya

Terdiri dari proses penyiapan bibit, penyiangan, dan proses pemilihan bibit-bibit yang cocok atau unggul untuk di tanam.

3. Pemanenan

Merupakan proses pemungutan atau pemetikan hasl pertanian. Hasil panen yang optimal bisa didapatkan apabila pada pengolahan lahan dan penyiapan budidaya dilakukan secara benar.

4. Pemasaran

Pemasaran ini biasanya dilakukan di skala besar atau skala industri. Pemasaran berfungsi untuk mendistribusikan hasil pertanian yang dihasilkan oleh para petani kepada pembeli.

MATERI PERTEMUAN 2 INDUSTRI PERTANIAN PSTI C

Penerapan Teknologi Informasi di Bidang Industri Pertanian

Industri 4.0 Bidang Pertanian

 

Seperti yang telah kita ketahui, saat ni kita memasuki Revolusi Industri 4.0, ciri utama dari revolusi industri ini adalah penggabungan informasi dan teknologi komunikasi dalam bidang industri. Bahkan, yang tadinya membutuhkan banyak pekerja, kini bisa digantikan dengan menggunakan mesin.

Berikut adalah pemanfaatan TI di bidang Industri Pertanian

Pemanfaatan Drone untuk Pengoalahan Lahan
Pemanfaatan Drone untuk Pengoalahan Lahan

Pemanfaatan Drone untuk analisis kebun,penanaman bibit,penyemprotan tanaman,menilai kesehatan tanaman,dan sensor irigasi.

Pemanfaatan IoT untuk Monitoring
Pemanfaatan IoT untuk Monitoring

Memanfaatkan IoT sebagai alat monitoring akan menambah efisiensi waktu para pelaku bisnis pertanian sebab kegiatan monitoring perkembangan tanaman dengan IoT akan menggunakan sensor-sensor dan beberapa peralatan khusus.

 

Pemanfatan TI untuk Pemasaran

 

Pemanfaatan TI untuk Pemasaran di bidang Industri Pertanian adalah dengan dibuatnya marketplace untuk para petani baik berbasis website ataupun aplikasi, yang bisa menjadi tempat para petani menjual hasil panen nya. Seperti yang kita ketahui, apabila para petani memiliki pasar dan modal yang baik maka para petani pun akan lebih bersemangat untuk bertani, karena percuma saja jika banyak hasil panen tapi tidak ada pembeli.

Pemanfaatan TI untuk Aplikasi Petani
Pemanfaatan TI untuk Aplikasi Petani

Pemanfaatan TI untuk Aplikasi Petani adalah dibuatnya aplikasi untuk para petani yang bisa menjadi tempat para petani mencari informasi tentang tanaman maupun investor untuk mendapatkan modal.

 

Rekayasa e-Aquaculture untuk Otomasi Monitoring Tambak Udang

1. Analisis situasi

Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil udang dan sebagian besar hasil udang diekspor ke luar negeri. Selain itu, Lampung juga merupakan provinsi pensupply benih Udang Vaname nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84 %.

2. Permasalahan

Tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisional meskipun sebagian sudah dilakukan secara intensif.  Tambak udang secara tradisional di mana kontrol terhadap kualitas tambak itu sendiri dilalukan secara manual dan berkala. Hal ini mengakibatkan seringnya penurunan kualitas air terlambat diketahui.  Kualitas air yang buruk dapat menimbulkan resiko terkena penyakit white feces pada udang. Jika udang sakit maka udang tidak bisa dijual, yang mana sama saja akan mengakitabkan kerugian.

3. Solusi

Sistem monitoring kualitas tambak udang berbasis IoT. Perangkat IoT berupa sensor dan mini computer di pasang ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data. Data dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.