Monthly Archives: April 2020

Seberpa Bahaya COVID-19?

            Corona Virus Disease atau biasa kita dengar dengan COVID-19 kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus dan penyakit baru ini diketahui setelah menyebar yang kemunculannya dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan desember 2019. Sebelumnya penyakit ini belum pernah terindentifikasi pada manusia. Virus Coronoa adalah Zoonosis, yang berarti ditularkan antara hewan dan manusia. Jika pada virus SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia.

Kasus ini berawal saat ada pasien di Wuhan yang mengeluhkan mengenai radang tenggorakan dan sesak nafas. Yang kemudian semakin banyak pasien yang mengeluhkan dengan kondisi yang sama. Virus ini diduga berasal dari Wuhan Seafood Restaurant, yang menjual Sop kelalawar. Tetapi berbagai konspirasi juga menyebutkan bahwa Virus ini berasal dari Laboratorium di Wuhan yang berperan meneliti virus-virus dengan tingkat bahaya tinggi. Yang juga lokasinya berdekatan dengan tempat pasien.


Perbedaan COVID-19 dengan Flu Biasa :

  1.  Flu biasa

Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam (jarang)

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

2. COVID-19

Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita COVID-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang mewabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah. Virus Corona bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil atau menyusui serta bayi dan anak-anak.

Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada COVID-19, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas

Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien COVID-19.

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

Lalu bagaimana seseorang dapat tertular COVID-19 ?

seseorang dapat tertular dan terinfeksi COVID-19  melalui berbagai cara, diantaranya :

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.


Bagaimana dokter dan tenaga medis lainnya mengidentifikasi COVID-19?

ada beberapa cara yang akan dilakukan untuk mengidentifikasikan apa seseorang tersebut terinfeksi COVID-19 atau tidak, diantaranya :

  • Dokter juga akan menanyakan apakah pasien habis mengunjungi daerah yang memiliki kasus infeksi corona
  • Dokter akan menanyakan apa gejala yang dirasa oleh pasien
  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • Rontgen dadauntuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Apa yang dilakukan dokter dalam penanganan kasus COVID-19 ini pada pasien?

  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeriyang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah agar tidak terinfeksi COVID-19?

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangandengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

    Lalu apa yang bisa kita lakukan apabila kita telah menjadi ODP atau Orang Dalam Pengawasan?

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Lalu bagaimana persebaran COVID-19 Indonesia khususnya Lampung?

Update Situasi COVID-19 di Indonesia per 29 Maret 2020 pukul 22.31

Foto diatas adalah situasi terkini dari COVID-19 di Indonesia. dimana terdapat jumlah terinfeksi 1.285 dengan jumlah pasien dalam perawatan berjumlah 1.107, jumlah pasien sembuh 64 dan jumlah pasien meninggal adalah 114.

Grafik kasus COVID-19 perhari

Grafik Situasi COVID-19

 

 

Gambar diatas menunjukkan grafik dari laju kesembuhan, kematian dan kasus baru pada pasien COVID-19 perhari. dimana terlihat jelas bahwa laju penambahan kasus baru setiap harinya melonjak sangat drastis dari yang awalnya ratusan kasus hingga kini ribuan kasus.

Peta persebaran COVID-19 di Indonesia

gambar diatas merupakan peta yang menunjukkan persebaran kasus COVID-19 di Indonesia.

Data Statistik COVID-19 di Lampung

 

Gambar diatas menunjukkan data statistik dari persebaran kasus COVID-19 di Lampung dengan jumlah Pasien terinfeksi adalah 4 orang dan belum ada kasus sembuh dan meninggal. Keempat pasien masih dalam proses penanganan oleh tenaga medis.

Tugas Probabilitas dan Statistika
Tugas Probabilitas dan Statistika (Poster)

 

 

 

E-Commerce

A. Pengertian E-Commerce

E-Commerce adalah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk (barang dan jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet dan jaringan komputer.

Arti E-commerce (Electronic Commerce) dapat juga didefinisikan sebagai aktivitas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pengolahan digital dalam melakukan transaksi bisnis untuk menciptakan, mengubah, dan mendefenisikan kembali hubungan antara penjual dan pembeli.

B. Sejarah E-Commerce

Awal kemunculan e-commerce dimulai dari tahun 1960 an saat bisnis menggunakan EDI  (Electronic Data Interchange) populer. Kemudian tahun 1979, American Standars Institute mengembangkan ASC X12.

ASC X12 kerap digunakan untuk saling share dokumen menggunakan perangkat elektronik dan terus berkembang di tahun 1980 an dan 1990 an sampai lahirnya salah satu perusahaan terbesar, eBay dan Amazon yang membuat revolusi dunia e-commerce.

Sekarang konsumen bisa membeli produk apapun dengan jumlah tak terbatas secara online.

C. Jenis-Jenis E-Commerce

  • Bussiness to Bussiness (B2B)

Transaksi e-commerce ini dilakukan oleh dua belah pihak yang sama-sama memiliki kepentingan bisnis. Dua belah pihak ini saling mengerti dan mengetahui bisnis yang dijalankan. Umumnya bisnis tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan, atau secara sederhana berlangganan. Contoh sederhana dari B2B ini yaitu produsen dan suplier yang saling bertransaksi secara online baik untuk konsultasi kebutuhan barang, hingga proses pembayarannya

  • Bussiness to Customer (B2C)

Business to consumer dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online.

  • Customer to Customer (C2C)

Untuk C2C, traksaksi dilakukan oleh konsumen ke konsumen. Kalau Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLXdan sejenisnya, maka inilah yang dinamakan B2C e-commerce.

Transaksi jual beli di lakukan secara online melalui marketplace. Jadi C2C disini menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

  • Consumen to Bussiness (C2B)

C2B adalah kebalikan B2C yang mana konsumen terakhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan bertindak sebagai pembeli.

D. Komponen E-Commerce

  • Produk

E-commerce mendukung penjualan berbagai jenis produk, mulai dari produk fisik hingga produk digital

  1. Produk digital: ebook, membership, software, musik, dan lain-lain
  2. Produk fisik: buku, pakaian, gadget, makanan, dan lain-lain
  • Tempat Menjual Produk

Kegiatan e-commerce dilakukan di internet, maka dibutuhkan domain dan hosting untuk membuat website sebagai media pemasaran (baca: pengertian pemasaran).

  • Cara Menerima Pesanan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meneriman pesanan. Diantaranya adalah dengan memanfaatkan email, telepon, SMS, Chatting (baca pengertian chatting), dan lain-lain.

  • Metode Pembayaran

Beberapa metode pembayaran e-commerce pada umumnya menggunakan transfer via ATM, kartu kredit, COD, e-payment.

  • Metode Pengiriman

Cara pengiriman barang e-commerce di Indonesia biasanya menggunakan jasa pengiriman barang (JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan lain-lain). Namun, ada juga yang menggunakan jasa antar dari Ojek Online

  • Customer Service

Layanan pelanggan merupakan komponen yang sangat penting dalam operasional e-commerce. Aktivitas ini umumnya dilakukan melalui email, formulir online, FAQ, telepon, chatting, dan social media.

E. Manfaat E-Commerce

  1. Manfaat E-Commerce bagi pelaku bisnis
  • Kemudahan dalam aktivitas jual beli
  • Memangkas biaya pemasaran
  • Kemudahan dalam berkomunikasi dengan konsumen dan produsen
  • Dapat menjangkau target market yang lebih luas
  • Penyebaran informasi lebih mudah dan cepat
  • Proses pembayaran menjadi lebih mudah dan cepat.
  1.  Manfaat E-Commerce bagi konsumen
  • Konsumen dapat berbelanja dengan lebih mudah selama 24 jam sehari sepanjang tahun
  • Konsumen dapat melihat berbagai pilihan produk yang dianggap terbaik dengan harga yang paling sesuai
  • Konsumen dapat membeli produk dan jasa dengan biaya yang lebih mudah setelah melakukan perbandingan dengan berbagai e-commerce

DATABASE

A.Pengertian Database

Pangkalan data atau basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Struktur Database

  1. kumpulan tabel menyusun basis data.
  2. tabel tersusun atas sejumlah record.
  3. sebuah record mengandung sejumlah field, dan
  4. sebuah field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.

Jenis-Jenis Database

  1. Operational Database 

Database jenis ini dapat menyimpan data dengan rinci agar dapat dioperasikan dari seluruh organisasi. Dalam hal ini mereka juga dapat disebut Subject Area Database (SADB), transaksi database atau produksi database. Contoh dari Operational Database adalah database yang digunakan pelanggan, database akuntansi dan lain – lain.

  1. Relational Database

Jenis database yang satu ini bisa dibilang paling popular, hal ini dikarenakan dengan menggunakan Relational Database, user dapat mengakses atau mencari informasi dalam tabel yang berbeda – beda. Query yang dilakukan juga dapat melibatkan beberapa tabel karena fungsi relasi ini.

  1. External Database

Database ini mampu menyediakan akses ke bagian eksternal, data yang disimpan nantinya akan digunakan untuk kepentingan komersial. Akses ke dalam database ini akan lebih mudah karena diperuntukkan bagi publik dan disamping itu juga lebih efisien karena tidak perlu mencari informasi dari internet.

Komponen Database

  1. Perangkat Keras

Perangkat keras atau hardware yang umumnya terdapat dalam sistem basis data adalah komputer, hard disk, memori sekunder offline (removable disk, fd),  perangkat komunikasi jaringan.

  1. Sistem Operasi

Sistem operasi adalah program yang dirancang untuk mengaktifkan sistem komputer dan mengendalikan seluruh sumber daya yang ada di dalamnya termasuk operasi- operasi dasar komputer. seperti Windows, Unix dan Linux.

  1. Basis Data

Komponen adalah sekumpulan data yang terorganisir dengan baik sehingga data tersebut mudah disimpan, diakses, dan juga dapat dimanipulasi. Sistem basis data dapat terdiri dari beberapa basis data yang memiliki data masing- masing.

  1. Database Management System atau DBMS

DBMS atau database management system adalah program aplikasi khusus yang dirancang untuk membuat dan juga mengelola database yang tersedia. Sistem ini berisi koleksi data dan set program yang digunakan untuk mengakses database tersebut.

DBMS adalah software yang berperan dalam mengelola, menyimpan, dan mengambil data kembali. Adapun mekanisme yang digunakan sebagai pelengkap adalah pengaman data, konsistensi data dan pengguna data bersama.

Keuntungan DBMS :

  • independensi data.
  • pengaksesan yang efisien terhadap data.
  • keamanan dan integritas data.
  • administrasi data.
  • akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan.
  • waktu pengembangan aplikasi diperpendek.
  1. Pemakai atau User

User adalah salah satu komponen database yang berinteraksi secara langsung dengan database. Ada beberapa tipe user, diantaranya, programmer aplikasi, User mahir (casual user), user umum (end user) dan user khusus (specialized user)

  1. Aplikasi atau Perangkat Lain

Aplikasi ini tergantung kebutuhan, pemakai basis data bisa dibuatkan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan atau pengambilan data yang mudah dalam pemakaianya. Program tersebut ada yang tersedia langsung dalam DBMS atau dibuat menggunakan aplikasi lain seperti misalnya Visual Basic

Jenis Database Menurut Pengaksesan

  1. Basis Data Individual

Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perorangan. biasanya, basis ini dijumpai di lingkungan PC. Visual dBASE, Microsoft Access, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk mencatat data telepon atau daftar belanja bulanan.

  1. Basis Data Perusahaan

Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari setiap komputer yang berkedudukan sebagai client.

  1. Basis Data Terdistribusi

Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan pada bank yang memiliki sejumlah cabang di berbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

Fungsi dan Tujuan Database

  • Ketersediaan/ Availability

Fungsi basis data yang pertama adalah untuk menyediakan data-data penting saat sedang diperlukan. Ya, ini adalah fungsi penting dari basis data yang meskipun tidak terletak dalam satu lokasi, dan tersimpan dalam bentuk disk, akan tetapi dengan cara penyimpanan yang sistematik, informasi tersebut mudah untuk didapatkan.

  • Mudah dan Cepat/ Speed

Selanjutnya, fungsi dari basis data ini adalah agar Anda sebagai pengguna bisa dengan mudah mengaksesnya saat sedang membutuhkan. Tidak perlu tunggu nanti, apalagi harus mengalokasikan waktu tertentu untuk memanggilnya.

  • Kelengkapan/ Completeness

Basis data harus menyimpan data yang lengkap, yang bisa melayani keperluan penggunanya secara keseluruhan. Meski kata lengkap yang dipakai disini sifatnya relatif, namun setidaknya data tersebut membantu memudahkan untuk menambah koleksi data, dan menjamin mudahnya pengguna untuk memodifikasi struktur data yang ada, sebut saja field-field data yang tersedia.

  • Accuracy dan Security

Fungsi data base selanjutnya adalah untuk accuracy atau keakuratan. Jadi, agar kesalahan dapat ditekan semaksimal mungkin, Anda bisa lakukan pengorganisasian file-file database dengan baik untuk menghindari kesalahan pada proses data entry dan juga dalam proses penyimpanan atau datastore.

Selain itu, fungsi database adalah untuk security atau keamanan. Ada fasilitas pengaman data yang disediakan oleh sistem basis data yang baik sehingga data tidak bisa dimodifikasi, diakses, diubah maupun dihapus oleh yang tidak mendapatkan hak untu melakukannya.

  • Storage Efficiency

Pengorganisasian data dilakukan dengan baik dengan tujuan untuk menghindari duplikasi data yang berpengaruh pada bertambahnya ruang penyimpanan dari basis data tersebut. pengkodean dan juga relasi data bermanfaat untuk menghemat space penyimpanan dalam basis data.

Model Data

  1. Model Data Hierarkis


Menjelaskan tentang hubungan logik antar data dalam basis data dalam bentuk hubungan bertingkat (hirarki) Elemen penyusunnya disebut node, yang berupa rinci data, agregat data, atau record. contoh :

  1. Model Data Berbasis Objek
  • Entity Relationship Model

Model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek-object dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antara objec-objec tersebut E-R MODEL berisi ketentuan /aturan khusus yang harus dipenuhi oleh isi database. Aturan terpenting adalah MAPPING CARDINSLITIES, yang menentukan jumlah entity yang dapat dikaitkan dengan entity lainnya  melalui relationship-set. Mapping cardinality adalah hubungan antara entitas terhadap entitas dimana diantaranya terdapat relasi atau relationship.

  • Binary Model

Binary model adalah model data yang memperluas definisi dari entity, bukan hanya atributenya tetapi juga tindakan-tindakannya.

  • Semantic Model

Hampir sama dengan Entity Relationship model dimana relasi antara objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata-kata (Semantic). Semantik Data Model adalah salah satu jenisnya dimana relasi antar objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi dengan kata-kata (Semantic).

  1. Model Data Jaringan


Distandarisasi tahun 1971 oleh Database Task Group (DBTG) atau disebut juga model CODASYL (Conference on Data System Language), mirip dengan hirarkical model dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph dan menyatakan hubungan cardinalitas 1:1, 1:M dan N:M. contoh :

  1. Model Data Relasional

Model Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.

  1. Komponen DBMS
Komponen Keterangan
Kamus Data Menjabarkan Berkas (Tabel) dan field.
Utilitas Digunakan untuk memudahkan pemakai dalam menciptakan basis data dan tabel serta dalam memanipulasi data.
Pembangkit Laporan Memudahkan dalam membuat laporan
Pembangkit Aplikasi Mengatur dalam membuat aplikasi
Keamanan Akses Mengatur Hak akses pemakai
Pemulihan Sistem Untuk mengembalikan data ke basis data sekiranya terjadi kegagalan sistem

 

URGENSI INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU PARAMETER PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Nama Mahasiswa  : Azzahra Agitha Karina
NPM                         : 1955061010
Mata Kuliah            : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama Dosen MK   : Rio Ariestia Pradipta


INTEGRASI NASIONAL MELIHAT DARI PERMASALAHAN DI PAPUA DAN ACEH

Indonesia menjadi negara dengan tingkat kerawanan yang tinggi akan disintegerasi nasional. Hal ini dikarenakan sangat beragamnya suku, agama, ras, budaya. Wilayah-wilayahnya pun tersebar luas di seluruh cakupan negeri. Hal ini pula yang memicu terjadinya disintegerasi nasional dikarenakan ada rasa tidak puas akan keadilan, kebijakan serta perhatian yang diberikan pemerintah kepada masing-masing daerah. Pada kali ini, saya akan membahas konflik yang memicu disintegerasi di dua daerah yaitu di Papua dan Aceh.

1. Konflik di Papua (Organisasi Papua Merdeka)

Konflik ini dimulai dengan pemberontakan rakyat papua dengan tujuan untuk melepskan diri dari kedaulatan Indonesia. Konflik berdarah yang terjadi di Papua berakar dari persoalan lama yang tidak pernah padam. Kerusuhan ini dipicu oleh diskriminasi dan rasialis terhadap penduduk asli Papua. Sejak itu, tuntutan referendum dan slogan-slogan pro-kemerdekaan seperti menemukan momentum untuk kembali bersuara bahkan lebih nyaring.

Hasil Analisis saya, hal-hal yang memicu konflik di Papua antara lain :

  • Masyarakat Papua merasa memiliki hubungan budaya yang lebih kuat dengan negara tetangga Papua Nugini dan negara- negara di timur Pasifik
  • Diskriminasi rasialis terhadap warga Papua. 
  • Papua Barat merasa dirugikan oleh arus imigran yang rutin dari daerah Indonesia yang padat. Kekayaan Bumi Papua yang melimpah ruah dapat dimanfaatkan oleh para imigran dari wilayah padat. Dengan berbekal kemampuan baik pengetahuan maupun keterampilan yang cukup memadai, maka potensi sumber daya alam Papua bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal. Hal ini semakin mendatangkan banyak imigran. Dan hal ini merupakan salah satu yang menjadi penyebab Papua Barat ingin merdeka, yakni karena merasa tidak nyaman dan terganggu. Terlebih setiap tahun jumlah imigran bertambah banyak
  • Tidak optimalnya pembangunan infrastruktur sosial di Papua, khususnya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan rendahnya keterlibatan pelaku ekonomi asli Papua. Terlihat dari bidang-bidang inilah kesenjangan yang terjadi di Papua membuat mereka merasa lebih baik memisahkan diri dari Indonesia agar dapat lebih memperhatikan wilayah dan warganya.
  • Hasil atau kekayaan alam yang melimpah ruah di wilayah Papua. Salah satu bekal rakyat Papua untuk berani melakukan gerakan kemerdekaan adalah karena wilayah Papua memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk lokal. Selama ini memang kekayaan alam Papua lebih banyak dikelola oleh orang luar daerah, meskipun tetap memperhatikan warga masyarakat Papua sebagai penduduk asli. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa Papua Barat juga ingin mengelola sumber daya alamnya sendiri.
  • Pelanggaran HAM yang belum dapat diselesaikan, khususnya kasus Wasior, Wamena, dan Paniai.
  • Sejarah kemerdekaan Indonesia yang awalnya tidak termasuk wilayah Papua. Bila kita menilik sejarah kemerdekaan Indonesia maka dahulu wilayah Indonesia merdeka tanpa termasuk wilayah Papua. Artinya, Papua jatuh ke Pemerintahan Indonesia setelah Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaannya, yakni di tahun 1963. Selepas itu timbullah gerakan- gerakan kemerdekaan, salah satunya adalah perlawanan terhadap kontrol de facto setelah adanya Act of Free Choice atau Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

Solusi yang dapat saya berikan adalah :

  1. Kita sebagai warga negara indonesia sudah seharusnya bersikap baik kepada saudara sebangsa dan setanah air kita, yaitu saudara-saudara kita yang ada diPapua, jangan terus melakuka tindak diskriminasi. Mari kita rangkul kembali mereka agar mereka merasa aman dan nyaman menjadi bagian dari Indonesia.
  2. Pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Papua, karena apa yang sudah didapatkan pemerintah dari hasil kekayaan Papua sudahlah banyak namun feedback yang diberikan tidaklah sebanding dengan apa yang pemerintah dapat.

2. Konflik di Aceh (Gerakan Aceh Merdeka)

Aceh memiliki sejarah militansi untuk memerangi orang-orang Portugis pada tahun 1520-an    dan menantang penjajah Belanda dari tahun 1873-1913, dan melancarkan perlawanan Islam kepada Republik Indonesia pada tahun 1953. perlawanan itu disebut “DARUL ISLAM”. Dimana perlawanan ini bertujuan untuk mendirikan sebuah Republik Islam atas seluruh wilayah Indonesia. Hal ini juga menjadi tujuan kelompok-kelompok Islam militan di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Pemberontakan ini berakhir tahun 1962, ketika pemerintahan Soekarno memberi jaminan bahwa Aceh akan diberi status sebagai sebuah daerah istimewa dengan otonomi luas di bidang agama, hukum, adat dan pendidikan. Tetapi selama bertahun-tahun janji ini secara umum tidak terpenuhi.

Pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka ini dimulai 4 Desember 1976, saat M. Hasan di Tiro mendeklarasikan kemerdekaan Aceh. Di Tiro dan para pengikut setianya telah terlibat dalam pemberontakan Darul Islam tahun 1953, tetapi kali ini pemberontakan mereka diberi nama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) secara jelas berniat unutk memisahkan diri dari Republik Indonesia. Tidak lama setelah deklarasi kemerdekanaa tersebut, kekuatan pasukan bersenjata GAM mulai menyerang pasukan pemerintah RI, hal yang mengundang kembali operasi penumpasan pemberontakan oleh pemerintah. Pada tahun 1983, kekuatan GAM telah dikalahkan di lapangan dan di Tiro lari ke luar negeri bersama beberapa pengikutnya dan akhirnya menjadi warga negara Swedia.

Setelah beberapa saat sekitar tahun 1980-an, GAM kembali menguat, merasionalisasikan status politiknya dan memperkuat sayap militer Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM). Dalam periode ini, sebagian dari 400 kader Aceh dilaporkan kirim ke Libya untuk latihan militer. Tahun 1989, GAM merasa cukup kuat untuk sekali lagi menjajal pemerintah Indonesia, menerang pasukan pemerintah, warga sipil dan orang-orang yang dicurigai sebagai mata-mata. Pemerintah membalas dengan operasi militer dan tindak penumpasan berskala besar. Pada tahun 1992, tampak bahwa pemerintah mengendalikan situasi sepenuhnya. Tetapi operasi militer yang ditandai dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Aceh menjadi sorotan publik tidak lama setelah persiden Soeharto lengser dari kekuasaannya karena kerusuhan politik Mei 1998. Ditekan oleh teriakan publik di seluruh wilayah Indonesia atas pengniayaan dan pelanggaran HAM di Aceh, Pengb. Jend. Wiranto minta maaf atas ekses-ekses militer dari tahun 1998-1989 dan mencabut status Aceh sebagai sebuah Daerah Operasi Militer (DOM) dan menjanjikan sejumlah besar tentara dari propinsi itu. Meski demikian, perdamaian tak kunjung datang karena GAM memanfaatkan demoralisasi militer dan melancarkan serangan besar-besaran. Maka konfrontasi senjata dimulai lagi.

Solusi menurut saya adalah :

1. Memberikan pemahaman tentang patriotisme terhadap warga Aceh

2. Menghilangkan hal-hal yang berbau primodalisme

3. Rakyat harus punya sikap selektif

4. Melawan semua gerakan separatis

5. Meningkatkan rasa percaya diri masyarakat