Monthly Archives: March 2020

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Kelima

HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA KEDAULATAN RAKYAT DAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT

Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang harus dilakukan secara seimbang, karena apabila terjadi ketidakseimbangan antara keduanya maka akan terjadi banyak masalah. sebelumnya mari kita ketahui apa yang dimaksud dengan hak dan kewajiban. Hak merupakan segala sesuatu yang pantas dan mutlak untuk didapatkan individu sebagai anggota warga Negara sejak masih berada dalam kandungan, sedangkan Kewajiban merupakan suatu keharusan atau kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga Negara guna mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut.

Hak dan kewajiban ini sendiri harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing posisi. kita yang berada di posisi sebagai warga negara haruslah mengetahui hak dan kewajiban yang kita miliki. Seperti yang telah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera.

Hak warga negara :

  1. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan social (Pasal 33 ayat 1 sampai 5 )
  2. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2 )
  3. Hak mendapatkan jaminan keadilan social (Pasal 34 )

Kewajiban warga negara :

  1. Wajib berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh (Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 )
  2. Wajib menaati dan menjunjung tinggi dasar negara,hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali serta dijalankan  dengan sebaik-baiknya
  3. Setiap warga negara wajib menghormati hak asasi manusia orang lain (Pasal 28J ayat 2)

Sedangkan Negara juga wajib mengisi posisi dalam upaya menyeimbangkan hak dan kewajiban. dimana hak dan kewajiban Negara adalah

Hak Negara :

  1. Hak negara untuk menarik sejumlah uang atau barang tertentu dari penduduk yang dapat dipaksakan dengan bentuk peraturan
  2. Hak negara untuk mencetak uang dan menentukan mata uang sebagai alat tukar dalam masyarakat
  3. Hak negara untuk mengadakan pinjaman paksa kepada warga negara (obligasi, sedering uang, devaluasi nilai mata uang)

Kewajiban Negara :

  1. Kewaiban negara untuk menyelenggarakan tugas negara demi kepentingan umum (masyarakat), antara lain meliputi : kewajiban negara untuk memlihara keamanan dan ketertiban, untuk mrmbuat, memelihara jalan-jalan raya, pelabuhan dan pangkalan udara, membangun Gedung-gedung sekolah dan rumah sakit, pembangunan pemeliharaan alat perhubungan  (pos, telepon, dan sebagainya)
  2. Kewajiban negara untuk membayar hak tagihan dari pihak-pihak yang melakukan sesuatu / perjanjian dengan pemerintah.

Hak dan Kewajiban juga memiliki hubungan dan keterkaitan dengan musyawarah dan mufakat. Hubungan ini dapat kita lihat dari perwujudan nya ketika kita melakukan musyawarah untuk mufakat

Hak :.
– mnyampaikn pendapat
– memberikan saran dan kritik
– menyetujui atau menolak pendapat orang lain
– mendapatkan keadilan-
Mendapat Perlakuan yang sama

Kewajiban :
– menghargai pendapat orang lain
– menghormati perbedaan pendapat
– melaksanakan keputusan musyawarah dgn penuh tanggungjawab.
– mentaati tata tertib musyawarah
– tidak memperkeruh suasana musyawarah

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Keempat

NILAI DAN NORMA KONSTITUSIONAL UUD NRI 1945 DAN KONSTITUSIONALITAS KETENTUAN PERUNDANG UNDANGAN DI BAWAH UUD

 

Konstitusi mempunyai kedudukan atau derajat supremasi (kedudukan tertinggi dalam tertib) di dalam suatu negara. Konstitusi menempati posisi yang sangat krusial dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara. Konstitusi (hukum dasar) menjadi dasar pembentukan suatu negara. Tanpa konstitusi, negara tidak mungkin terbentuk. Penyelenggaraan kekuasaan negara dilakukan berdasarkan konstitusi. UU NRI 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia memiliki kedudukan sebagai hukum tertinggi dan hukum dasar negara. UU NRI 1945 merupakan sumber hukum bagi pembentukan peraturan perundang-undangan di bawahnya.


 

Salah satu contoh UU yang terkait dengan Teknik Informatika yang berada dibawah UUD NRI 1945 yaitu UU ITE (Informasi Dan Transaksi Elektronik) atau UU nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU nomor 11 tahun 2008, yang merupakan undang-undang yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik atau teknologi informasi secara umum.
Dalam hal ini, terdapat kesesuaian atas pasal-pasal yang berlaku dengan yang ada di UUD NRI 1945.


Contoh kesesuaian yang pertama yaitu tentang hak warga negara untuk dilindungi oleh negara seperti :
Pada UU ITE Bab VI tentang perbuatan yang dilarang Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.
begitu pula dalam UUD NRI Pasal 28D ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum”. Dan pada UUD NRI 1945 Pasal 28I ayat 2 yang berbunyi “Setiap orang bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu”.


Contoh kesesuaian yang kedua yaitu warga negara mendapatkan hak perlindungan atas perbuatan sewenang-wenang yang diterimanya, seperti :
Dalam UU ITE Pasal 26 Ayat 1 yang berbunyi “kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalu media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan”. Dan UU ITE pasal 26 Ayat 2 yang berbunyi “Setial orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan undang-undang ini”.
UU ITE ini sangat bersesuaian dengan UUD NRI 1945 Pasal 28J Ayat 1 dan 2 yang bunyinya “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ayat (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setial orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis”.


Akan tetapi, ada beberapa hal yang ambigu atau kurang tepat dalam pasal UU ITE ini, seperti :
Pada UU ITE kebebasan dalam berpendapat dibatasi. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 28 mengenai kebebasan berserikat dan berkumpul untuk mengeluarkan pendapat. Dan juga pada Pasal 27 dan 28 UU ITE berpotensi membatasi sebuah pers yang beritanya dalam wujud informasi elektronik (internet) untuk mengeluarkan pendapatnya tentang kritik pemerintahan misalnya. Hal itu sangat bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 tentang kebebasan berpendapat.


 

Sebagai Hukum Dasar Dan Hukum Tertinggi negara, maka Perarturan perundang-undangan dibawah UUD NRI 1945, isinya bersumber dan tidak boleh bertentangan dengannya. Misal isi norma suatu pasal dalam undang-undang tidak bolrh bertentangan dengan UUD NRI. Dengan demikian UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara menjadi batu uji apakah isi peraturan dibawahnya bertentangan atau tidak. Undang-undang pada dasarnya adalah pelaksanaan daripada norma-norma yang terdapat dalam UUD.

 

Dari kasus diatas, bukan UU ITE yang bertentangan dengan UUD NRI 1945. Akan tetapi, masyarakat yang menjalani undang-undang tersebut yang memahaminya dari segi seperti apa. Masyarakat bisa saja menyalahgunakan Undang-Undang ini, dan dapat berdampak serius untuk korban yang salah. Untuk itu, dalam memahami sebuah undang-undang, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusannya. Bisa jadi hak yang kita gunakan dalam undang-undang tersebut malah merugikan atau bahkan menghilangkan hak orang lain.

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Ketiga

Urgensi Integrasi Nasional sebagai Salah Satu Parameter Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Kali ini kita belajar mengenai Integrasi Nasional, sebelumnya mari kita cari tahu apa yang dimaksud dengan Integrasi Nasional, menurut KBBI :

integrasi/in·teg·ra·si/ n pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat;

nasional/na·si·o·nal/ a bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa

Sehingga dapat disimpulka bahwa integrasi nasional adalah suatu upaya yang dilakukan oleh suatu bangsa hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat.


Dalam upaya integrasi nasional ini sendiri tentulah terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi indonesia, diantaranya :

a. Maraknya tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan.

b. Percobaan invasi asing yang ingin menguasai Indonesia, baik dari segi sumber daya alam maupun lainnya

c. Maraknya tindakan kriminalitas dalam kehidupan masyarakat

d. Sistem pendidikan nasional yang tidak merata juga tidak memadai

e. Kemajuan komunikasi dan transportasi yang memengaruhi kehidupan maupun mobilitas masyarakat

f. Adanya birokrasi sipil dan militer.


Dalam menghadapi tantangan-tantangan diatas tentunya yang sangat kita butuhkan adalah persatuan. sesuai dengan sila ke-3 pancasila “Persatuan Indonesia”. Persatuan disini dimaknai dalam Nasionalisme. Nasionalisme dibagi menjadi dua :

  • Nasionalisme dalam arti sempit, dimana sebuah negara hanya memiliki perasaan kebangsaan atau cinta yang sangat tinggi dan berlebihan terhadap bangsanya, namun terhadap bangsa lain memandang rendah. Bukan hanya memandang rendah terhadap bangsa lain, mereka juga merendahkan ras, suku, agama yang ada di negaranya sendiri. Seperti contoh, Israel yang selalu menindas warga yang ada di Palestina. Dan yang masih hangat diperbincangkan yaitu negara India yang rasis terhadap minoritas agama Islam. Dalam cerita di negara India, Mahatma Ghandi yaitu seseorang yang membantu India saat dijajah oleh Inggris. Ia melakukan gerakan non-kekerasan yaitu mereka melawan dengan tidak melawan, sehingga mereka dapat menarik perhatian negara lain untuk melindungi mereka. Kemudian saat ini, negara India sudah sangat terancam integrasi bangsanya, mereka membuat undang-undang tentang kewarganegaraan yang mana negara India memperbolehkan negara di sekitarnya untuk menjadi warga negara India kecuali yang beragama Islam.
  • Nasionalisme dalam arti luas, yaitu negara yang memiliki perasaan cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsanya yang tinggi, akan tetapi terhadap bangsa lain tidak memandang rendah. Contohnya Indonesia, negara kita selalu membantu negara lain saat negara tersebut sedang mengalami konflik atau kesulitan dan tidak pernah mengibarkan bendera perang terhadap negara yang lebih rendah darinya.

Setelah keseluruhan pembelajaran ini, dapat disimpulkan bahwa kita harus senantiasa menjaga integrasi nasional.

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Kedua

Esensi dan Urgensi Identitas Nasional sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Bangsa dan Karakter

Setiap negara tentulah memiliki identitas nasionalnya masing-masing. Sebelum kita memulai pembelajaran, kita cari tahu dulu yuk apa itu Identitas Nasional.

Begini pengertian Identitas dan Nasional menurut KBBI :

identitas/iden·ti·tas/ /idéntitas/ n ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri.

nasional/na·si·o·nal/ a bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa

Dapat disimpulkan bahwa identitas nasional adalah suatu yang mencirikan atau menjadi jati diri dari suatu kebangsaan atau meliputi suatu bangsa.


Lalu bagaimana dengan identitas nasional indonesia?

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang BenderaBahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

undang-undang diatas menunjukkan bahwa identitas nasional indonesia adalah sebagai berikut:

  • Pasal 35, menyatakan bahwa Bendera Negara Indonesia adalah Sang Merah Putih.
  • Pasal 36, menyatakan bahwa Bahasa Negara Indonesia adalah Bahasa Indonesia yang resmi menjadi bahasa nasional yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Pasal 36 A, menyatakan bahwa Lambang dari Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Pasal 36 B, menyatakan bahwa Lagu Kebangsaan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Indonesia Raya

Fungsi Identitas Nasional

  1. Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Tujuan utama adanya identitas nasional adalah sebagai alat untuk mempersatukan bangsa. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia memiliki berbagai macam suku, agama dan kebudayaan. Identitas nasional digunakan sebagai merek untuk mempersatukan keberagaman Indonesia tersebut. Selain itu, hal ini juga digunakan untuk memperkenalkan akan Indonesia kepada bangsa lainnya.

  1. Sebagai Pembeda Dengan Bangsa Lainnya

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa identitas nasional merupakan suatu ciri – ciri, tanda – tanda dan ciri khas akan suatu negara tersebut. Hal inilah yang akan membuat negara tersebut berbeda dengan negara lainnya. Pastinya, dengan adanya identitas nasional akan menjadi pembeda suatu bangsa lebih khusus dan spesifik.

  1. Merupakan Landasan Negara

Identitas nasional merupakan suatu landasan negara. Artinya, identitas nasional digunakan sebagai panduan, pemersatu dan merupakan pegangan agar bisa mewujudkan cita – cita dan tujuan negara tersebut. Selain itu, identitas nasional digunakan untuk gambaran akan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh negara tersebut. Sebab setiap negara berbeda satu sama lainnya.

  1. Identitas Negara Tersebut

Fungsi paling penting dari identitas nasional adalah identitas atau jati diri suatu negara. Di mana dengan adanya identitas nasional bisa membuat suatu negara lebih menonjol dibandingkan dengan negara lainnya. Hal ini tentunya menjadi suatu ciri khas tertentu akan sebuah negara dengan adanya identitas nasional tersebut.


Unsur-Unsur Pembentukan Identitas Nasional

  1. Agama
  2. Suku Kebangsaan
  3. Kebudayaan
  4. Bahasa

 

Karakteristik Identitas Nasional

  1. Kesatuan Indonesia
  2. Persamaan Nasib
  3. Keinginan Untuk Merdeka

Maka dari itu, diharapkan kita dapat menjaga identitas nasional negara kita sehingga ciri khas negara kita tidak akan hilang.

 

Seberapa Bahaya COVID-19?

            Corona Virus Disease atau biasa kita dengar dengan COVID-19 kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus dan penyakit baru ini diketahui setelah menyebar yang kemunculannya dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan desember 2019. Sebelumnya penyakit ini belum pernah terindentifikasi pada manusia. Virus Coronoa adalah Zoonosis, yang berarti ditularkan antara hewan dan manusia. Jika pada virus SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia.

Kasus ini berawal saat ada pasien di Wuhan yang mengeluhkan mengenai radang tenggorakan dan sesak nafas. Yang kemudian semakin banyak pasien yang mengeluhkan dengan kondisi yang sama. Virus ini diduga berasal dari Wuhan Seafood Restaurant, yang menjual Sop kelalawar. Tetapi berbagai konspirasi juga menyebutkan bahwa Virus ini berasal dari Laboratorium di Wuhan yang berperan meneliti virus-virus dengan tingkat bahaya tinggi. Yang juga lokasinya berdekatan dengan tempat pasien.


Perbedaan COVID-19 dengan Flu Biasa :

  1.  Flu biasa

Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam (jarang)

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

2. COVID-19

Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita COVID-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang mewabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah. Virus Corona bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil atau menyusui serta bayi dan anak-anak.

Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada COVID-19, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas

Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien COVID-19.

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

Lalu bagaimana seseorang dapat tertular COVID-19 ?

seseorang dapat tertular dan terinfeksi COVID-19  melalui berbagai cara, diantaranya :

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.


Bagaimana dokter dan tenaga medis lainnya mengidentifikasi COVID-19?

ada beberapa cara yang akan dilakukan untuk mengidentifikasikan apa seseorang tersebut terinfeksi COVID-19 atau tidak, diantaranya :

  • Dokter juga akan menanyakan apakah pasien habis mengunjungi daerah yang memiliki kasus infeksi corona
  • Dokter akan menanyakan apa gejala yang dirasa oleh pasien
  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • Rontgen dadauntuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Apa yang dilakukan dokter dalam penanganan kasus COVID-19 ini pada pasien?

  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeriyang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah agar tidak terinfeksi COVID-19?

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangandengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

    Lalu apa yang bisa kita lakukan apabila kita telah menjadi ODP atau Orang Dalam Pengawasan?

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Lalu bagaimana persebaran COVID-19 Indonesia khususnya Lampung?

Update Situasi COVID-19 di Indonesia per 29 Maret 2020 pukul 22.31

Foto diatas adalah situasi terkini dari COVID-19 di Indonesia. dimana terdapat jumlah terinfeksi 1.285 dengan jumlah pasien dalam perawatan berjumlah 1.107, jumlah pasien sembuh 64 dan jumlah pasien meninggal adalah 114.

Grafik kasus COVID-19 perhari

Grafik Situasi COVID-19

 

 

Gambar diatas menunjukkan grafik dari laju kesembuhan, kematian dan kasus baru pada pasien COVID-19 perhari. dimana terlihat jelas bahwa laju penambahan kasus baru setiap harinya melonjak sangat drastis dari yang awalnya ratusan kasus hingga kini ribuan kasus.

Peta persebaran COVID-19 di Indonesia

gambar diatas merupakan peta yang menunjukkan persebaran kasus COVID-19 di Indonesia.

Data Statistik COVID-19 di Lampung

 

Gambar diatas menunjukkan data statistik dari persebaran kasus COVID-19 di Lampung dengan jumlah Pasien terinfeksi adalah 4 orang dan belum ada kasus sembuh dan meninggal. Keempat pasien masih dalam proses penanganan oleh tenaga medis.

Tugas Probabilitas dan Statistika
Tugas Probabilitas dan Statistika (Poster)

 

 

 

Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Kesatu

HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN UTUH SARJANA ATAU PROFESIONAL

Selama ini, apa sih yang sudah kalian ketahui mengenai apa itu Pendidikan Kewarganegaraan?

Mungkin kalian sudah tak asing dengan Pendidikan Kewarganegaraan karena itu merupakan pelajaran yang sudah kiat temui dari bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Namun apasih yang membuat Pendidikan kewarganegaraa menjadi mata kuliah yang wajib dan penting untuk mahasiswa?.

Baiklah, disini saya akan menjelaskan alasannya.


A. Pendidikan

Image result for pendidikan
https://moondoggiesmusic.com/pengertian-pendidikan/ 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Sehingga berdasarkan penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa Pendidikan adalah suatu usaha yang terencana dalam mengembangkan sikap dan tingkah laku yang baik guna untuk dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Maksud dari usaha yang terencana yaitu kita dalam proses belajar bukan hanya mempelajari 1 mata pelajaran saja, misalnya kita dari SD pelajarannya bukan hanya tentang matematika saja. Akan tetapi, kita juga mendapatkan pelajaran agama, bahasa Indonesia dsb. Nah, dari beragamnya pelajaran yang kita dapatkan dari proses pendidikan tersebut secara langsung telah mengembangkan potensi diri kita dengan adanya kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta perilaku dalam diri kita.

Selain itu fungsi dari pendidikan yaitu ada 3 antara lain sebagai berikut :

  1. Kognitif, yaitu kemampuan rasionalitas yang mampu menganalisa sampai mengevaluasi suatu masalah. Kemampuan ini dapat dinilai diatas kertas, seperti raport yaitu seluruh nilai yang kita dapatkan dari proses pendidikan.
  2. Afektif, yaitu kemampuan Emosional yang mengacu rasa ingin tahu dan dapat disalurkan dengan praktik langsung terhadap suatu masalah. Kemampuan ini tidak dapat dinilai diatas kertas.
  3. Psikomotorik, yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu dari ilmu yang ia dapatkan sebelumnya

    B. Kewarganegaraan

Image result for kewarganegaraan

Sesuai Pasal dibawah ini,

Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara (UU RI Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 1 ayat 2).

maka, terlihat jelas bahwa hal tentang kewarganegaraan berkaitan erat dengan warga negara.


Sehingga dapat disimpulkan, Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berdasarkan kepada demokrasi politik diperluas dengan sumber pengetahuan dan ilmu lainnya, dan pengaruh positif dari pendidikan sekolah dan masyarakat yang diproses untuk melatih siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap, dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan kehidupan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan yaitu mampu membangun warga negara yang baik dan terdidik (Smart and Good Citizen). Karena baik saja tidak cukup apabila seseorang tidak terdidik dari segi perilakunya.


Lalu, mengapa sih Pendidikan kewrganegaraan wajib dan penting untuk dipelajari oleh mahasiswa. alasannya adalah karna ini adalah ilmu yang wajib dimiliki oleh semua orang. karena dibidang apapun kita bekerja, kita tak akan lepas oleh hal -hal ini. maka dari itu, kita sebagai mahasiswa walaupun ranahnya dibidang yang berbeda-beda, kita tetap harus mempelajari serta paham akan pendidikan kewarganegaraan.

setelah itu, kita akan membahas mengenai Program sarjana. kira-kira apasih program sarjana itu?

Program Sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah. (UU RI Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi)

Setelah kita lulus dari Program Sarjana yang kita tempuh, diharapkan sarjana dapat :

  • Menjadi intelektual atau ilmuwan yang berbudaya, yaitu mampu untuk bersifat dinamis seiring perubahan budaya yang ada di Indonesia.
  • Mampu memasuki atau menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini, diharapakan seorang sarjana dapat menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang baru, bukan hanya seperti orang dahulu yang hanya bekerja di perusahaan atau menjadi PNS.
  • Mampu mengembangkan diri menjadi profesional atau ahli dibidangnya. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi. (UU RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen).

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa, setelah kita lulus dari program sarjana yang telah kita tempuh, kita diharapkan mampu mengabdikannya pada masyarakat luas.