Maturity Model of Delivery and Support 5 (Ensure System Security)

Delivery and Support 5

Pengelolaan proses untuk memastikan sistem keamanan yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk TI serta mempertahankan integritas informasi dan infrastruktur pengolahan dan meminimalkan dampak dari kerentanan keamanan dan insiden

Berikut ini adalah Level dari Maturity Model DS5:

  • Level 0 Non-ada ketika

Organisasi tidak menyadari kebutuhan untuk keamanan IT. Tanggung jawab dan akuntabilitas yang tidak ditugaskan untuk memastikan

keamanan. Tindakan yang mendukung manajemen keamanan TI tidak dilaksanakan. Tidak ada laporan keamanan IT dan tidak ada

Proses respon untuk pelanggaran keamanan IT. Ada kurang lengkap proses administrasi sistem keamanan dikenali.

  • Level 1 Initial atau Ad Hoc 

Organisasi mengakui kebutuhan untuk keamanan IT. Kesadaran akan perlunya keamanan terutama tergantung pada individu. IT

keamanan ditujukan secara reaktif. Keamanan TI tidak diukur. Pelanggaran keamanan IT Terdeteksi memanggil jari-menunjuk

tanggapan, karena tanggung jawab yang jelas. Responses to IT pelanggaran keamanan yang tak terduga.

  • Level 2 Berulang tapi berintuisi 

Tanggung jawab dan akuntabilitas untuk keamanan IT ditugaskan ke keamanan TI co-ordinator, meskipun kewenangan manajemen

co-ordinator terbatas. Kesadaran akan perlunya keamanan terfragmentasi dan terbatas. Meskipun informasi yang relevan keamanan-

diproduksi oleh sistem, tidak dianalisis. Layanan dari pihak ketiga mungkin tidak menangani kebutuhan keamanan khusus dari

organisasi. Kebijakan keamanan sedang dikembangkan, tetapi keterampilan dan alat-alat yang tidak memadai. Pelaporan keamanan TI tidak lengkap,

menyesatkan atau tidak relevan. Pelatihan keamanan tersedia tetapi dilakukan terutama atas inisiatif individu. Keamanan TI

dilihat terutama sebagai tanggung jawab dan domain TI dan bisnis tidak melihat keamanan TI sebagai dalam domainnya.

  • Level 3 Terdefinisi 

Kesadaran keamanan ada dan dipromosikan oleh manajemen. Prosedur keamanan TI didefinisikan dan selaras dengan kebijakan keamanan IT.

Tanggung jawab untuk keamanan IT ditugaskan dan dipahami, tetapi tidak konsisten ditegakkan. Sebuah rencana keamanan TI dan keamanan

solusi eksis sebagai didorong oleh analisis resiko. Pelaporan keamanan tidak mengandung fokus bisnis yang jelas. Ad hoc pengujian keamanan (misalnya,

pengujian intrusi) dilakukan. Pelatihan keamanan yang tersedia untuk IT dan bisnis, tetapi hanya secara informal dijadwalkan dan dikelola.

  • Level 4 Terkelola dan Terukur 

Tanggung jawab untuk keamanan IT ditugaskan jelas, dikelola dan ditegakkan. Resiko keamanan IT dan analisis dampak secara konsisten

dilakukan. Kebijakan dan prosedur keamanan yang dilengkapi dengan baseline keamanan tertentu. Paparan metode untuk mempromosikan

kesadaran keamanan adalah wajib. Identifikasi pengguna, otentikasi dan otorisasi dibakukan. Sertifikasi Keamanan

dikejar untuk anggota staf yang bertanggung jawab atas audit dan manajemen keamanan. Pengujian keamanan selesai menggunakan

proses standar dan formal, yang mengarah ke perbaikan tingkat keamanan. Proses keamanan TI terkoordinasi dengan keseluruhan

fungsi keamanan organisasi. Pelaporan keamanan TI terkait dengan tujuan bisnis. Pelatihan keamanan TI dilakukan di kedua

bisnis dan TI. Pelatihan keamanan TI direncanakan dan dikelola dengan cara yang merespon kebutuhan bisnis dan didefinisikan resiko keamanan

profil. Tujuan dan metrik untuk manajemen keamanan sudah ditetapkan namun belum diukur.

  • Level 5 Optimal

Keamanan IT adalah tanggung jawab bersama bisnis dan manajemen TI dan terintegrasi dengan tujuan bisnis keamanan perusahaan. IT

persyaratan keamanan yang jelas, dioptimalkan dan termasuk dalam rencana keamanan yang disetujui. Pengguna dan pelanggan semakin

jawab untuk mendefinisikan persyaratan keamanan, dan fungsi keamanan yang terintegrasi dengan aplikasi pada tahap desain. keamanan

insiden segera ditangani dengan prosedur penanganan insiden formal didukung oleh alat otomatis. keamanan periodik

Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan rencana keamanan. Informasi tentang ancaman dan

kerentanan secara sistematis dikumpulkan dan dianalisis. Kontrol yang memadai untuk mengurangi risiko yang segera dikomunikasikan dan

diimplementasikan. Pengujian keamanan, analisis akar penyebab insiden keamanan dan identifikasi proaktif risiko digunakan untuk terus menerus

proses perbaikan. Proses keamanan dan teknologi yang terintegrasi organisationwide. Metrik untuk manajemen keamanan

diukur, dikumpulkan dan dikomunikasikan. Manajemen menggunakan langkah-langkah ini untuk menyesuaikan rencana keamanan dalam perbaikan terus-menerus

Kuliah Kunjungan Lapangan Kelas Jaringan Komputer 1 Ke PT. Telkom Wilayah Lampung

telkom12-588x311

Postingan saya kali ini tentang kuliah kunjungan lapangan yang diadakan pada tanggal 3 mei 2016 ke PT. Telkom Kantor Wilayah Lampung . Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa angakat 2014 Jurusan Teknik Informatika yang berjumlah 35 orang dan seorang dosen pembimbing mata kuliah Jaringan Komputer yaitu Bapak Gigih Forda Nama, S.T., M.T.I.

Setibanya kami di kantor wilayah Telkom lampung kami langsung mengabadikan momen yang sangat jarang terjadi tersebut, dan di sambut oleh pihak telkom yaitu bapak Eko Waluyo sebagai pemateri.

DSC_1614

Bapak Eko Waluyo

Pemateri memulai dengan menunjukan slidenya. Dan kemudian menjelaskan tentang pemaparan Topologi Jaringan yang ada pada PT TELKOM Lampung oleh Bapak Eko waluyo selaku staff bagian BGES (Busines Gues Writel Support).  Pemaparan jaringan TELKOM Lampung terbagi menjadi 2 jarinagn yaitu menggunakan jaringan kabel fiber optic atupun menggunakan jaringan sattelit yang dipasang pada gardu-gardu sinyal  yang terdapat hampir di seluruh pelosok Lampung.

Pak Eko menjelaskan bahwa  di seluruh cabang dan pelayanan yang diberikan oleh PT. Telkom ini tidak lagi menggunakan kabel tembaga, tetapi sudah menggunakan Fiber Optic. Fiber optic adalah media transmisi yang terbuat dari serat kaca dan plastik yang menggunakan bias cahaya dalam mentransmisikan data.

IMG_0488

Jalur FO di Provinsi Lampung

Pak eko juga menjelaskan bahwa PT TELKOM juga menggunakan sistem yang membentuk Ring di beberapa daerah yang dapat dilalaui kaber fiber optik untuk mengantisipasi terjadinya Single Point of Failure atau kerusakan pada jaringan kabel, Jadi jika salah satu jalur FO terputus, maka akan otomatis tetap terhubung dengan melalui jalur lainnya

Battery 1600 Ampere 2 Volt

PT. Telkom akan terus menyediakan koneksi ke internet walaupun terdapat pematian daya. Dengan menggunakan Accu Basah ini sebagai sumber tenaga sementara saat penggantian sumber listrik dari PLN ke Generator.

optic1

Penyambungan FO

Dengan alat tersebut kabel fiber optic yang sangat kecil tersebut dapat disambungkan. sekian informasi yang saya dapat berikan dari kuliah kunjungan ke PT. Telkom ini terikamasih :D

Struktur Data (Sorting)

Metode Sorting

  1. Bubble Sort

Bubble sort adalah proses pengurutan sederhana yang bekerja dengan cara berulang kali membandingkan dua elemen data pada suatu saat dan menukar elemen data yang urutannya salah. Ide dari Bubble sort adalah gelembung air yang akan “mengapung” untuk table yang terurut menaik (ascending). Elemen bernilai kecil akan “diapungkan” (ke indeks terkecil), artinya diangkat ke “atas” (indeks terkecil) melalui pertukaran.

2.   Selection Sort

Pengurutan dilakukan dengan memilih elemen terbesar dan menempatkan pada posisinya, kemudian mencari element terbesar berikutnya dan menempatkan pada tempatnya, dan seterusnya.

Proses pengurutan dengan menggunakan metode selection sort secara terurut naik adalah :

  1. Mencari data terkecil dari data pertama sampai data terakhir, kemunian di tukar posisinya dengan data pertama.
  2. mencari data terkecil dari data kedua sampai data terakhir, kemudian di tukar dengan posisinya dengan data kedua.
  3. mencari data terkecil dari data ketiga sampai data terakhir, kemudian di tukar posisinya dengan data ketiga
  4. dan seterusnya sampai semua data turut naik. apabila terdapat n buah data yang akan di urutkan, maka membutukan (n – 1) langkah pengurutan, dimana data terakhir yaitu data ke-n tidak perlu di urutkan karena hanya tinggal satu satunya.

3.  Quick Sort

Quick Sort merupakan suatu algoritma pengurutan data yang menggunakan teknik pemecahan data menjadi partisi-partisi, sehingga metode ini disebut juga dengan nama partition exchange sort. Untuk memulai irterasi pengurutan, pertama-tama sebuah elemen dipilih dari data, kemudian elemen-elemen data akan diurutkan diatur sedemikian rupa, sehingga nilai variabel Sementara berada di suatu posisi ke I yang memenuhi kondisi sebagai berikut :

  1. Semua elemen di posisi ke 1 sampai dengan ke I-1 adalah lebih kecil atau sama dengan Sementara.
  2. Semua elemen di posisi ke I+1 sampai dengan ke N adalah lebih besar atau sama dengan Sementara.

4.  Shell sort

Metode ini disebut juga dengan metode pertambahan menurun (diminishing increment). Metode ini dikembangkan oleh Donald L. Shell pada tahun 1959, sehingga sering disebut dengan Metode Shell Sort. Metode ini mengurutkan data dengan cara membandingkan suatu data dengan data lain yang memiliki jarak tertentu, kemudian dilakukan penukaran bila diperlukan.

5.  Insertion Sort

metode sorting dengan cara menyisipkan / insert. Pada dasarnya insertion sort memilah data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yang belum diurutkan dan yang sudah diurutkan. Elemen pertama diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan kemudian diletakkan sesuai posisinya pada bagian lain dari array yang telah diurutkan. Langkah ini dilakukan secara berulang hingga tidak ada lagi elemen yang tersisa pada bagian array yang belum diurutkan tersebut.

6.  Merge Sort

Merge Sort merupakan jenis pengurutan yang dirumuskan dalam 3 tahap berpola divide-and-conquer. Berikut tahapan Merge Sort :

Divide = Memilah elemen – elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian.

Conquer = setiap bagian dengan memanggil prosedur merge sort secara rekursif

Kombinasi = Mengkombinasikan dua bagian tersebut secara rekursif untuk mendapatkan rangkaian data yang berurutan.Proses rekursi berhenti jika mencapai elemen dasar. Hal ini terjadi jika bagian yang akan diurutkan menyisakan tepat satu elemen. Sisa pengurutan satu elemen tersebut menandakan bahwa bagian tersebut telah terurut sesuai rangkaian yagn dikehendaki.

Dalam melakukan pengujian terhadap efektifitas metode sorting, spesifikasi komputer  dan versi Python yang digunakan yaitu :

3

 

 

2

5

 

 

Iterasi 1 (s) Iterasi 2 (s) Iterasi 3 (s) Iterasi 4 (s) Iterasi 5 (s) Iterasi 6 (s) Iterasi 7 (s) Iterasi 8 (s) Iterasi 9 (s) Iterasi 10 (s) Rata – rata (s)
Quick Sort 2.3 2.2 2.3 2.1 2.2 2.2 2.2 2.2 2.2 2.2 2.21
Merge Sort 2 2.1 2.2 2.2 2.3 2.3 2.2 2.3 2.3 2.3 2.22
Shell Sort 2.1 2.2 2.3 2.2 2.2 2.3 2.3 2.3 2.2 2.2 2.23
Selection Sort 7.3 7.5 7.5 7.5 7.6 7.6 7.5 7.5 7.7 7.6 7.53
Insertion Sort 8 8.4 7.8 8.1 8.5 7.8 7.8 7.8 7.7 7.8 7.97
Bubble Sort 14.9 15.6 15.2 15.1 15 15 15.2 15.3 15 15.1 15.14

Dengan menggunakan metode Bubble Sort untuk 10 kali pengulangan terdapat perbedaan kecepatan mensorting. Rata rata kecepatan untuk mensorting dengan menggunakan metode Bubble Sort data adalah 15.14 s.  Metode  Insertion Sort dilakukan pengulangan sebangak 10 kali dan menghasilkan data yang sudah disort dengan kecepatan yang tidak stabil dengan rata – rata kecepatan mensort dengan metode Insertion Sort 7.97 s. Kemudian dengan menggunakan metode Merge Sort  juga dilakukan 10 kali pengulangan dengan menghasilkan kecepatan berbeda – beda tiap pengulangan dengan kecepatan rata – rata 2.22 s. Metode Shell Sort  dilakukan pengulangan 10 kali dan menghasilkan kecepatan mensort yang berbeda disetiap pengulangan dan memiliki rata – rata kecepatan mensorting 10.000 data 2.23 s. Selection Sort juga digunakan untuk mensort 10.000 data dengan kecepatan disetiap pengulangan dalam 10 kali pengulangannya tidak tentu dan rata – rata kecepatan mensortnya adalah 7.53 s.  Metode Quick Sort juga digunakan dalam pengulangan sebanyak 10 kali untuk mensort 10.000 data dengan kecepatan tiap pengulangannya tidak stabil dan rata – rata kecepatan dalam mensort dengan metode Quick Sort  adalah 2.21 s.

Setiap metode sorting untuk mensort 10.000 data mempunyai kecepatan yang berbeda – beda, semakin cepat data disorting maka semakin bagus. Pada tabel hasil pengulangan 10 kali mensort 10.000 data telah urutkan dari metode sorting dengan rata rata tercepat sampai yang terlambat dengan spesifikasi komputer yang digunakan untuk mensorting. Metode tercepat dengan rata – rata kecepatan 2.21 s dalam mensort 10.000 data adalah metode  Quick Sort kemudian dengan rata – rata kecepatan 2.22 s adalah metode Merge Sort. Pada posisi ketiga adalah Shell Sort dengan kecepatan rata – rata 2.23 s dan kemudian dengan kecepatan rata – rata 7.53 s dengan metode Selection Sort . Kemudian dengan metode Insertion Sort  dengan kecepatan rata rata 7.97 s dan dengan kecepatan rata – rata terakhir adalah metode Bubble Sort dengan kecepatan rata – rata 15.14 s.

Kecerdasan Buatan (AI)

Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy,jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu  bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.

Dengan adanya kecerdasan buatan, diharapkan tidak menutup kemungkinan hanya dengan data pengetahuan yang terbatas, sebuah komputer dapat berpikir seperti manusia dalam menghadapi masalah.

Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Untuk itu AI akan mencoba untuk memberikan beberapa metoda untuk membekali komputer dengan kedua komponen tersebut agar komputer bisa menjadi mesin pintar.

 

Perbandingan Kecerdasan Buatan dengan Kecerdasan Alamiah

 

Keuntungan Kecerdasan Buatan dibanding kecerdasan alamiah:

  • Lebih permanen
  • Memberikan kemudahan dalam duplikasi dan penyebaran
  • Relatif lebih murah dari kecerdasan alamiah
  • Konsisten dan teliti
  • Dapat didokumentasi
  • Dapat mengerjakan beberapa task dengan lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia

Keuntungan Kecerdasan Alamiah dibanding kecerdasan buatan

  • Bersifat lebih kreatif
  • Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung, sementara AI harus mendapatkan masukan berupa simbol dan  representasi

DOMAIN PENELITIAN DALAM KECERDASAN BUATAN

  • Formal tasks (matematika, games)
  • Mundane task (perception, robotics, natural language, common sense, reasoning)
  • Expert tasks (financial analysis, medical diagnostics, engineering,scientific analysis, dll)

PERMAINAN (Game)

  • Kebanyakan permainan dilakukan dengan menggunakan sekumpulan aturan.
  • Dalam permainan digunakan apa yang disebut dengan pencarian ruang.
  • Teknik untuk menentukan alternatif dalam menyimak problema ruang merupakan sesuatu yang rumit.
  • Teknik tersebut disebut dengan HEURISTIC.
  • Permainan merupakan bidang yang menarik dalam studi heuristic

NATURAL LANGUAGE

Suatu teknologi yang memberikan kemampuan kepada komputer untuk memahami bahasa manusia sehingga pengguna komputer dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari -hari.

ROBOTIK DAN SISTEM SENSOR

Sistem sensor, seperti sistem vision, sistem tactile, dan sistem pemrosesan sinyal jika dikombinasikan dengan AI, dapat dikategorikan kedalam suatu sistem yang luas yang disebut sistem robotik.

 

 

EXPERT SYSTEM

Sistem pakar (Expert System) adalah program penasehat berbasis computer yang mencoba meniru proses berpikir dan pengetahuan dari seorang pakar dalam menyelesaikan masalah-masalah spesifik.

AI merupakan mesin bernalar. Dengan kemampuan nalar yang diberikan, dapat mempermudah dan mempercepat penyelesaian masalah yang muncul.

Pada tahun 2015 ini, AI sudah sering dijumpai. Contohnya pada smartphone, terdapat pengaman yang menggunakan identifikasi wajah, cap jari tangan dan masih banyak lagi. Penggunaan AI sebagai sisten pengaman dapat memperkuat keamanan.

Kesehatan merupakan salah satu hal terpenting, untuk sehat kita harus hidup sehat dengan cara mengatur jam makan, porsi makan, olah raga dan lain lain.

Terkadang orang hanya berfikir saja untuk hidup sehat tetapi gaya hidupnya tidak sehat. Ini bisa dikarenakan orang tersebut tidak peduli atau tidak tahu bagaimana cara hidup sehat.

Jika kita terserang penyakit maka kita pergi kerumah sakit atau puskesmas terdekat untuk dicek dan berobat. Penyakit dapat dicegah dengan cara hidup sehat.

Pemicu penyakit adalah gaya hidup dengan makanan, lingkunang dan lain lain sebagai pemicu awal. Jika seseorang terkena penyakit maka orang tersebut harus dicek dan diobati sebelum penyakit tersebut semakin parah.  Jika terlambat maka akan mengancam nyawa orang tersebut .

Jika ada dokter yang selalu mengecek tubuh kita dan memberi saran untuk hidup sehat maka kita tidak akan sakit . Dalam AI terdapat jenis AI yang dapat meniru seorang dokter atau seorang pakar dalam bidang kesehatan atau disebut Sistem Pakar. Dengan AI Sistem pakar kita dapat mempunyai dokter yang selalu ada membatu kita untuk hidup sehat.

Terima Kasih~

Contoh Pemrograman Bahasa Python 2.70

 

 

Program ini akan menghitung akar akar dari persamaan kuadrat dengan nilai a,b, dan c yang sudah tersedia. Dengan memasukan kode untuk memilih nilai a,b, dan c program akan dieksekusi dan mengasilkan jenis akar, nilai akar, dan   determinan.

abc

Berikut adalah hasil eksekusi dari program diatas (CMD) :

 

cmd

 

 

 

 

 

Web-Informatika Sites