Fungsi dan Aturan Pembuatan Zebra Cross

fungsi zebra cross

Jasa Marka Jalan – Negara manapun sudah pasti memiliki zebra cross pada setiap jalan raya. Rambu yang sering disebut sebagai marka penyeberangan ini dapat dengan mudah Anda temui terutama pada sudut jalan kawasan pelayanan publik.

Fungsi Zebra Cross

  • Fungsi pertama marka ini yaitu untuk mempermudah pejalan kaki menyebrangi jalan. Namun, pejalan kaki yang akan melewati marka ini tetap wajib memperhatikan situasi lalu lintas sebelum melangkahkan kaki di atasnya. Misalnya, jika posisi marka berada di area dekat lampu lalu lintas, maka tunggu dulu sampai lampu berubah merah baru menyeberang. 
  • Selanjutnya, fungsi kedua diperuntukkan bagi para pengemudi baik itu motor, truk, bus dan juga mobil. Setiap pengemudi kendaraan diwajibkan memperlambat laju kendaraan pada saat mendekati marka jalan ini. Tidak hanya saat berada di area lampu merah saja. Namun, pengendara wajib menurunkan kecepatan ketika melihat penyebrangan.

Untuk itu, jika terdapat orang yang akan menyebrang maka para pengendara di himbau agar berhenti dan mendahulukan mereka. Dilarang membunyikan klakson untuk memburu pejalan kaki yang sedang menyebrang. Disamping itu, pengendara yang membunyikan klakson akan membahayakan pejalan kaki.

Beberapa negara bahkan telah menerapkan sanksi yang sangat tegas bagi pengendara yang menabrak manusia atau hewan di area marka penyeberangan. Oleh sebab itu, pengemudi akan tetap mentaati aturan marka jalan yang satu ini.

Aturan Pembuatan Zebra Cross

Pemasangan atau pembuatannya marka penyeberangan ini tidak boleh sembarangan. Tujuannya agar ukuran serta letaknya dapat berfungsi maksimal dalam meminimalisir kecelakaan dan memudahkan lalu lintas. Di bawah ini beberapa aturan yang berkaitan dengan pembuatan marka penyeberangan.

Pembuatan pada Arus Lalu Lintas yang Relatif Rendah. 

Yang dimaksud dengan kawasan arus lalu lintas rendah bukan berarti jalanan yang sepi. Akan tetapi, jenis area dengan arus lalu lintas yang kecepatannya rendah. Misalnya, pada jalanan di kawasan perkotaan yang cukup padat sehingga arus kendaraan tidak memakai kecepatan tinggi. 

Begitu juga dengan arus pejalan kaki yang relatif rendah biasanya hanya akan terjadi pada jam tertentu. Misalnya, arus pejalan kaki pada kawasan perkantoran umumnya hanya ramai pada pagi dan sore hari.

Dari peraturan pertama ini berarti pembuatan zebra cross hanya diperbolehkan dipasang pada kawasan jalan seperti perkotaan maupun pedesaan. Akan tetapi, marka penyeberangan ini tidak disarankan untuk dibuat di jalan antar kota khususnya jalan tol. 

Jika dibutuhkan jalan untuk melintas, maka solusi yang tepat yaitu dengan membangun jembatan penyebrangan yang lebih aman. Tujuannya agar kendaraan tetap dapat melintas dengan kecepatan tinggi dan di sisi lain pejalan kaki juga bisa menyeberang dengan aman. 

Letak Lokasinya Harus Mempunyai Jarak Pandang Cukup. 

Aturan kedua yang juga penting untuk diperhatikan yaitu terkait lokasi pembuatan marka penyeberangan ini. Dimana harus disesuaikan dengan kemampuan jarak pandang. Umumnya setiap pengemudi akan mempunyai jarak pandang yang berbeda di jalanan tertentu. 

Misalnya, jarak pandang pada jalur jalanan lurus dan datar sudah pasti akan lebih jauh jika dibandingkan jenis jalan tikungan dan tanjakan maupun turunan. Untuk itu, pembuatan marka penyeberangan tidak diperkenankan untuk dibuat pada tipe jalan tikungan. 

Terlebih lagi, pada jalanan turunan dan tanjakan tidak hanya jarak pandang saja yang pendek. Akan tetapi, kecenderungan kendaraan akan melaju dengan kecepatan tinggi. 

Jika marka penyeberangan tetap dibuat pada jalanan tersebut, maka justru dapat membahayakan pejalan kaki sekaligus para pengendara yang melintas. Untuk itu, agar dapat berfungsi maksimal, pembuatan zebra cross harus sesuai aturan baik segi ukuran, warna dan lokasinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>