menghitung kebutuhan aspal lapen

Cara Menghitung Kebutuhan Aspal Lapen

Salah satu pekerjaan jalan beraspal yang dilayani oleh jasa pengaspalan adalah pengaplikasian LAPEN. LAPEN adalah singkatan dari lapis penetrasi makadam.

Sebagai lapis aus/lapis permukaan, LAPEN terdiri atas berbagai material penyusunnya. Material tersebut adalah agregat pokok, agregat pengunci, dan agregat penutup. Material-material ini kemudian diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan lapis demi lapisnya, kemudian dilakukan pemadatan di tiap-tiap lapisnya pula.

LAPEN biasa diaplikasikan pada jalan dengan lalu lintas berfrekuensi rendah, seperti perdesaan dan sebagainya. LAPEN bisa diletakkan di atas lapis fondasi atau sebagai lapisan ulang perkerasan lama. 

Berikut kita akan mengetahui bagaimana cara menghitung berbagai kebutuhan yang ada dalam pengaspalan LAPEN yang dilakukan di lapangan.

 

Menghitung Kebutuhan Aspal LAPEN untuk Pembangunan Sebuah Jalan

Kali ini, kita akan menggunakan contoh kasus. Angka yang tertera adalah sebagai perumpamaan.

Contoh kasus:

  • Sebuah jalan akan dibangun dengan spesifikasi sebagai berikut:
  • Panjang: 800 meter
  • Lebar: 3 meter
  • Tebal: 5 cm (atau dalam satuan meter menjadi 0,05 meter) Ini menjadi ketebalan standar LAPEN.

 

Pertanyaan:

Berapa kebutuhan material dan alat dalam pekerjaan LAPEN yang harus dilakukan kali ini?

 

Jawaban:

  • Pertama-tama, kita akan menghitung luas pekerjaan LAPEN yang akan digarap. Perhitungan luas LAPEN yang akan kita kerjakan adalah sebagai berikut:

 

Luas LAPEN = panjang jalan x lebar jalan

Luas LAPEN = 800 meter × 3 meter = 2.400 m2 (meter persegi)

 

Jadi, kita memiliki luas LAPEN yang harus digarap pada pekerjaan kali ini adalah 2.400 m2 (meter persegi).

 

  • Sekarang, kita akan menghitung material yang dibutuhkan oleh jasa pengaspalan dalam pelapisan LAPEN kali ini. Untuk luas LAPEN 2.400 m2 (meter persegi) yang kita miliki kali ini, berikut perhitungan kebutuhan materialnya:
No. Material Satuan Koefisien Luas LAPEN Jumlah Kebutuhan Material
1. Batu pecah 3-5 cm m3 (meter kubik) 0,0400 2.400 m2 (meter persegi) 96
2. Batu pecah 2-3 cm m3 (meter kubik) 0,0221 2.400 m2 (meter persegi) 53
3. Batu pecah 1-2 cm m3 (meter kubik) 0,0111 2.400 m2 (meter persegi) 27
4. Pasir saring m3 (meter kubik) 0,0025 2.400 m2 (meter persegi) 6
5. Aspal kg (kilogram) 4,4786 2.400 m2 (meter persegi) 10.748
6. Minyak Bakar L (liter) 0,3214 2.400 m2 (meter persegi) 771

 

*Jumlah kebutuhan material = Koefisien × Luas LAPEN.

 

  • Selanjutnya, kita akan mencari kebutuhan alat. Berikut perhitungan untuk kebutuhan alat dalam pekerjaan LAPEN dengan luas 2.400 m2 (meter persegi) seperti contoh kali ini:

 

No. Alat Satuan Koefisien Luas LAPEN Jumlah Kebutuhan Alat
1. Three Wheel Roller Jam 0,0107 2.400 m2 (meter persegi) 26
2. Asphalt Sprayer Jam 0,0107 2.400 m2 (meter persegi) 26
3. Dump Truck Jam 0,0107 2.400 m2 (meter persegi) 26

 

*Sebagai informasi, koefisien yang didapatkan dalam contoh kali ini adalah berasal dari analisa K 618.

 

Demikian gambaran perhitungan aspal LAPEN yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan jalan. Perhitungan kebutuhan ini kemudian bisa dijadikan dasar dalam menyusun anggaran yang tepat dalam pelapisan jalan menggunakan aspal LAPEN.

Agar memperoleh hasil yang maksimal dalam pengaspalan LAPEN maka jangan ragu untuk menggunakan jasa pengaspalan terpercaya di kota Anda. Pengalaman dan kompetensi yang dimiliki bisa membantu Anda dalam melaksanakan pengaspalan menggunakan LAPEN yang efektif dan efisien. 

Untuk itu, segera hubungi kontraktor pengaspalan terbaik pilihan Anda. Wujudkan rencana pengaspalan Anda dengan hasil yang berkualitas dan maksimal bersama layanan pengaspalan profesional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>