Teknik Sipil Untuk Pembangunan Jalan

Teknik Sipil

Menjadi mahasiswa teknik sipil harus bisa memahami bagaimana membangun sebuah jalan, teknik sipil ini memang cabang ilmunya banyak, akan tetapi hal yang erat hubungannya yaitu pembangunan jalan. Berikut ini penjelasannya.
Jalan-jalan yang sering dilewati oleh pengguna jalan ini ternyata memiliki proses pembangunan yang cukup panjang. Seperti pembangunan konstruksi umum lain, pembangunan jalan tentu memerlukan perencanaan yang benar-benar matang. Sesudah perencanaan ini dibuat dan disetujui oleh pihak-pihak yang berwenang dan dana disediakan, barulah teknik pelaksanaan pembangunan jalan ini dapat dimulai. Berikut ini tahapan-tahapan pelaksanaan pembangunan jalan yang dimulai dari awal.

Proses Pembangunan Jalan

 

Pekerjaan Pembersihan Jalan

 

Lahan yang dipastikan untuk pembangunan jalan tentu mempunyai berbagai macam kondisi. Ada yang hanya ditumbuhi dengan rumput, akan tetapi banyak juga yang dipadati semak belukar dan pepohonan. Untuk itu pekerjaan pembersihan jalan harus dilakukan, pembersihan jalan ini mencakup penebangan pohon, pembersihan semak belukar dan menggali akar-akar tanaman agar tak tumbuh lagi.

Gimbalan rumput ada baiknya tak dibuang begitu saja, gimbalan rumput ini dapat dipakai untuk menutup bahu jalan. Apabila rumput-rumput tersebut nanti dapat tumbuh dengan baik, maka rumput-rumput tersebut akan berguna untuk melindungi erosi khususnya di area miring dan bahu-bahu jalan.

Pekerjaan pembersihan ini tidak hanya berlaku untuk tumbuh-tumbuhan saja, akan tetapi juga untuk bongkah-bongkahan batu yang memiliki ukuran besar dan mengganggu pelaksanaan pembangunan jalan. Bongkahan baru-batu ini dipindahkan dengan cara didorong atau dipecahkan sehingga menjadi batu-batu yang memiliki ukuran kecil. Seringkali pekerjaan pembersihan batu-batu ini memakan waktu yang lama dan tenaga yang besar.

Sesudah dibersihkan, terkadang tahapan pembuangan permukaan tanah dibutuhkan. Khususnya di area-area banjir yang mempunyai tumpukan endapan lumpur dan lembah-lembah sungai. Pembuangan permukaan tanah ini dibutuhkan supaya permukaan tanah mempunyai kekuatan daya dukung yang baik untuk membangun jalan.

Pekerjaan Tanah

Setelah tahapan pembersihan selesai dilakukan, berikutnya harus dilakukan pekerjaan tanah. Pekerjaan tanah ini tersusun dari penggalian drainase dan pengurugan pada tempat-tempat yang memerlukan urug atau timbunan. Pekerjaan tanah ini bertujuan untuk membentuk badan jalan. Untuk memperoleh penimbunan dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan mencapai 15 cm.

Lapis demi lapis harus dipadatkan terlebih dahulu sebelum ditambahkan dengan lapis berikutnya. Pada pekerjaan tanah ini, jarak pemindahan tanah yang akan dipakai untuk penimbunan akan mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan juga lama waktu pengerjaanya. Apabila jarak tanah urug dekat, maka proses penimbunan dapat berjalan dengan cepat. Sebaliknya, jika jarak pemindahan urug tanah jauh, maka waktu yang diperlukan untuk pekerjaan tanah ini dapat lebih lama.

Sesudah itu, baru dilakukan penggalian saluran-saluran di samping kiri dan kanan jalan. Tanah galian saluran dapat ditempatkan di bagian tengah jalan dan diratakan sehingga bisa membentuk bahu jalan. Lalu tanah di badan jalan diratakan dan dipadatkan, sebaiknya tanah disiram dengan air supaya kadar air selama pemadatan benar-benar terjaga.

Jika pemdatan sudah selesai dilakukan, maka harus mengukur ulang untuk memastikan ketinggian badan jalan sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Apabila ternyata ketinggian badan jalan belum tercapai atau berlebihan, maka harus dilakukan penyesuaian agar didapatkan ketinggian yang benar-benar sesuai dengan standar yang ada.

Pekerjaan Drainase

Drainase di jalan raya ini memegang peran penting untuk bisa menjaga daya tahan jalan. Karena air dapat merusak jalan dengan cara menyapu permukaan jalan atau yang disebut dengan erosi dan mengurangi daya dukung badan jalan. Sebab itu cukup penting membangun sistem drainase yang baik.

Sistem drainase di jalan raya harus mendukung supaya air dapat mengalir keluar dari permukaan jalan, saluran pinggir jalan yang bisa menampung aliran air dari permukaan jalan, saluran air di sisi luar jalan yang bisa menampung air supaya tak masuk ke ruas jalan dan berupa gorong-gorong di bawah ruas jalan yang mengalirkan air melintasi ruas jalan.

Selain saluran air yang cukup baik, erosi di jalan raya juga dapat dicegah dengan mendirikan tanggul-tanggul penahan air. Tanggul penahan air ini berguna mengurangi laju aliran air dan menahan lumpur-lumpur. Perlu juga dibuat saluran pembuangan sehingga jalan mempunyai kepastian pembuatan di luar saluran yang ada di jalan.

Perkerasan Badan Jalan

Perkerasan badan jalan atau dikenal dengan istilah gravelling dilakukan untuk membuat lapisan permukaan badan jalan yang kuat. Permukaan badan jalan yang kuat harus bisa menahan semua cuaca, panas atau hujan serta tak mengalami perubahan pada saat menerima beban. Tidak hanya itu, permukaan badan jalan yang kuat akan membuat air semakin sulit untuk masuk.

Perkerasan badan jalan ini dilakukan memberikan lapis batuan alam. Ada pun tingkat ketebalannya antara 15 cm sampai dengan 20 cm sebelum tahap pemadatan. Material yang dipakai dalam tahapan gravelling ini sebaiknya mempunyai kandungan tiga material utama yaitu batu, pasir dan tanah liat dengan komposisi batu 35% hingga 65%, pasir 20% hingga 40% dan tanah liat 10% hingga 25%.

Pekerjaan Pemadatan

Tahapan pemadatan menjadi salah satu tahap penting untuk menjadikan tanah makin kuat. Pemadatan dilakukan untuk mengurangi volume lapis tanah dan mendorong partikel tanah makin padat. Setidaknya ada empat metode dasar pemadatan yaitu penumbukan lapis tanah secara mekanis atau secara manual, mesin roller, pemadatan dengan memakai getaran dan pemadatan alami.

Penumbuk atau pemukul tergolong sebagai alat pemadat yang murah dan mudah dipakai. Kelemahannya, pemakain alat ini membuat pekerjaan pemadatan berlangsung lebih lama. Alat penumbuk ini terbuat dari tongkat pemegang dengan beton atau besi cor di bagian ujung. Alat ini dioperasikan dengan cara diangkat dan dijatuhkan di permukaan tanah berulang-ulang sehingga lapis tanah benar-benar padat. Alat ini biasanya mempunyai bobot antara 6 kilogram hingga 8 kilogram.

Sementara roller penggilas dapat menjangkau area pemadatan yang lebih luas apabila dibandingkan alat penumbuk atau pemukul. Roller penggilas ini ada yang mempunyai drum ganda dan ada juga dengan drum tunggal. Roller penggila ini bisa menghasilkan pemadatan yang berkualitas baik dengan berat bobot sampai 1 ton atau lebih.

Sedangkan itu roller getar memiliki kelebihan bisa memadatkan lebih dalam dibandingkan dengan roller penggilas. Pada pemakaian alat ini butuh diperhatikan kestabilan kecepatannya untuk memperoleh hasil pemadatan yang baik. Efek getaran sepenuhnya bergantung pada jenis material dan intensitas getaran.

Selain memakai alat-alat pemadatan tersebut, pemadatan juga dapat saja dilakukan secara alami. Pemadatan alami dijalankan dengan membiarkan tanah dalam jangka waktu tertentu. Tanah ini nantinya secara alami akan menjadi padat sebab terguyur hujan dan dilalui kendaraan pemadatan seperti ini memang terbilang murah, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.

Peluang Alumni Teknik Sipil

Nah, teknik sipil yang terjun ke bidang pekerjaan jasa pengaspalan harus paham tahapan-tahapan pembangunan jalan, di mana sampai sini sudah menghasilkan lapis pondasi bawah badan jalan yang kuat sesuai dengan perencanaan. Namun, tahapan ini bukan tahapan yang terakhir, masih ada tahap berikutnya yakni tahap perkerasan jalan. Pada tahap ini, nanti dilakukan penerapan aspal yang telah dicairkan lebih dulu dengan cara dipanaskan. Setelah aspal yang telah dicairkan lebih dulu dengan cara dipanaskan.

Setelah aspal diterapkan dengan ketebalan sesuai ketentuan, maka berikutnya dilakukan tahap pemadatan  lagi dengan memakai alat-alat bantu pemadatan. Sesudah itu barulah didapatkan jalan yang siap untuk dipakai sebagai perlintasan kendaraan. Demikianlah teknik pelaksanaan pembangunan jalan dari awal sampai akhir.