Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mengembangkan Kemampuan Utuh Sarjana atau Profesional

Salah satu isi dari pernyataan Declaration of Human Rights adalah hak kemerdekaan pendidikan dan pengajaran, serta setiap orang berhak memilih pendidikan sesuai dengan kebutuhan/keinginannya.

Negara kita Indonesia menjamin terselenggaranya pendidikan bagi seluruh rakyatnya. Dalam UUD ayat 31 Ayat 1-5, negara kita menjamin adanya pendidikan bagi seluruh rakyatnya. Isi dari pasal tersebut adalah sebagai berikut:

Pasal 31 ayat 1

Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Pasal 31 ayat 2

Setiap warga negara wajib mengikuti Pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya

Pasal 31 ayat 3

Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

Pasal 31 ayat 4

Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendidikan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Pasal 31 ayat 5

Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

 

Itulah yang menjadi dasar bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Kemudian, dalam Undang Undang nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1, dijelaskan apa yang dimaksud pendidikan. Menurut ayat tersebut, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Lalu, bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam memajukan pendidikan bangsa? Pengertian pendidikan telah dipaparkan di atas, yang belum adalah pengertian kewarganegaraan. Menurut Daryono, kewarganegaraan ialah isi pokok yang mencakup hak serta kewajiban warga Negara.Kewarganegaraan adalah keanggotaan seseorang didalam satuan politik tertentu (secara khusus ialah Negara ) yang dengannya akan membawa hak untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian ialah disebut dengan warga Negara.

Bila kedua pengertian itu digabungkan, pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengacu pada Pancasila, dan diperluas dengan sumber pengetahuan lainnya guna melatih kemampuan berfikir kritis, analis dan demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan dari diselenggarakannya pendidikan kewarganegaraan adalah menjadikan setiap warga negara indonesia menjadi good and smart citizen. Sungguh hal yang sangat sederhana, namun berefek besar pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>