Artikel Probabilitas dan Statistika

Irfan Pramuditya

1915061023

Teknik Informatika

 

Coronavirus Disease 19 dan Imbas pada Ekonomi

Lagi-lagi dunia dilanda wabah yang sangat mengerikan, yaitu Coronavirus Disease 2019. Virus ini diketahui pertama kali menyebar di Wuhan, Tiongkok. Berstatus epidemi di Tiongkok. Namun karena kemampuannya dalam menyebar sangat cepat, pada tanggal 12 Maret 2020 WHO menyatakan epidemi Coronavirus Disease 2019 sebagai pandemi global, dan memberinya nama Covid-19. Berdasarkan data statistik dari WHO dan Kementrian Kesehatan Indonesia, sesungguhnya virus covid 19 ini tidaklah mematikan, namun kemampuannya menyebar sangat cepat akan membuat rumah sakit kewalahan menangani pasien, sehingga pasien dapat meninggal karena tidak ada tenaga medis.

Kasus baru terjangkit virus ini menunjukan kurva yang tajam ke atas, dan menandakan bahwa kecepatan penyebarannya sangatlah cepat. Berikut adalah contoh grafik kasus terjangkit covid 19 di kota New York, Amerika Serikat.irfan1

New York adalah salah satu kota dengan kasus yang cukup tinggi. Bisa dilihat, bahwa kurva terus beranjak naik setelah perintah untuk diam di rumah telah diumumkan. Secara global, WHO juga menyediakan peta yang menampilkan penyebaran covid-19.irfan2

Dari gambar di atas, penyebaran covid 19 paling padat ada di Eropa dan kasus yang berjumlah besar ada di Tiongkok, Italia, dan Amerika Serikat. Salah satu cara yang paling ampuh dalam menghentikan penyebaran virus yang kian meluas adalah dengan melakukan pysical distancing yang telah direkomendasikan oleh WHO. Kenijakan lockdown kota-kota besar juga termasuk bagian dari pysical distancing, sehingga opsi ini telah banyak dipilih oleh banyak negara yang terjangkit.

Saat kebijakan ini berlaku, seluruh kegiatan di kota tersebut berhenti total. Semua orang dipaksa untuk diam di rumah, toko-toko tutup, dan imbasnya adalah kegiatan ekonomi yang berhenti. Inilah yang akan dibahas pada artikel kali ini.

Langkah yang saya fokuskan kali ini adalah membandingkan kondisi mata uang dari negara-negara yang terjangkit parah dengan kondisi ekonomi di Indonesia, karena uang adalah simbol ekonomi suatu negara.

Tiongkok adalah negara pertama yang menjadi pusat penyebaran covid-19. Banyak kota besar di sana yang ditutup guna mencegah penyebaran virus. Berikut adalah statistik kurs mata uang Tiongkok, Yuan :irfan3

Covid-19 mulai marak menjangkiti Tiongkok sejak bulan Januari. Kebijakan lockdown juga telah diambil sejak Januari, sehingga keadaan ekonomi di Tiongkok pun menurun karena kegiatan ekonomi yang terhenti. Sejumlah skebijakan juga diambil demi mendorong perekonomian masyarakat untuk kembali normal. People’s Bank of China sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah dalam beberapa pekan terakhir untuk meningkatkan perekonomian negara.  Awal bulan ini, Bank sentral China mengurangi batas minimal dana kas perbankan yang harus disimpan dalam cadangan dengan memangkas rasio persyaratan cadangan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.

Beralih ke Italia, yang menjadi pusat penyebaran covid-19 setelah Tiongkok. Banyaknya korban terinfeksi corona di sini diakbatkan lalainya warga dan sikap meremehkan pandemi ini. Meskipun sudah ada yang terjangkit, namun tidak ada kebijakan untuk mengatasinya, sehingga covid-19 pun beralih ke sini. Keuangan di Italia juga sangat dipengaruhi dengan keadaan ekonomi bangsa eropa lainnya, sehingga secara umum ekonomi bangsa eropa diwakilkan oleh mata uang Euro. Berikut adalah kurs dari Euro :irfan4

Terlihat adanya ketidakstabikan yang terjadi pada mata uang Euro sejak Februari hingga Maret. Keadaan dalam negri juga sedikit tidak stabil diarenakan banyak kota yang ditutup. Dilansir dari situs The Guardian, pemerintah setempat memerintahkan semua toko, bar dan restoran untuk tutup. Akibat dari kebijakan ini adalah turunnya perekonomian negara tersebut. Namun perdana mentri Italia, Giuseppe Conte menyebutkan langkah pengorbanan ini dilakukan demi pencegahan pandemi, sehingga stabilitas nasional dapat segera dipulihkan.

Di atas adalah contoh keadaan ekonomi dari beberapa negara yang terjangkit virus covid-19. Bagaimana dengan keadaan Indonesia? Berikut adalah kurs Rupiah terhadap Dollar USA :

irfan5

Sungguh kacau perekonomian Indonesia sejak bulan Februari, yaitu sejak covid-19 mulai menjangkiti warga Indonesia. Penurunan kursnya pun sangat parah. Bagaimana pemerintah menyikapi hal ini? Dalam situs kbr.id, Presiden Joko Widodo telah menyiapkan 4 trik guna menghadapi guncangan ekonomi dalam negeri yang terdampak akibat virus corona tipe baru maupun pelemahan ekonomi global.

Pertama, adalah penyelesaian kartu pra kerja. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mempercepat pembagian kartu prakerja di tiga provinsi, yaitu Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Mengapa langkah ini diambil oleh pemerintahan? Padahal, secara ekonomi, penyerapan tenaga kerja sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Langkah ini pun dinilai kurang efektif dalam mempertahankan ekonomi, khususnya kurs terhadap USD. Pemerintah seharusnya lebih menggiatkan ekspor meskipun sedang dilanda krisis, atau mempercepat penanganan covid-19 dengan memberikan kebijakan lockdown.

Inisiatif kedua, pemerintah akan menaikan angka nominal pemberian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak Rp50 ribu, dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu. Sungguh merupakan langkah yang sangat tepat dalam membantu meringankan beban masyarakat yang ekonominya terdampak wabah ini. Langkah ini sebenarnya sudah tepat, namun dalam penyelenggaraannya, masih ditemukan kejanggalan, seperti tidak meratanya bantuan, hingga ada saldo kosong. Untuk itu, perlu adanya optimasisasi program ini untuk dapat membantu masyarakat.

Inisiatif ketiga, pemerintah akan memberi stimulus tambahan berupa anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk subsidi bangunan Rp800 miliar dan subsidi uang muka sebesar Rp700 miliar. Sehingga jumlah penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 330 ribu unit, BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) 67 ribu unit, ada tambahan 175.000 unit. Bagaimana pemerintah malah menggelontorkan dana untuk pembangunan bersubsidi? Mengapa tidak melakukan pembangunan rumah sakit baru yang dikhususkan untuk menangani pandemi covid-19? Kenyataan lapangan yang terjadi pada tenaga medis adalah kekuarangan perlengkapan standar, atau biasa disebut APD. Ketua IDI, Daeng M Faqih mengatakan bahwa seluruh tenaga medis dilarang untuk menagani pasien covid-19 apabila tidak mendapat APD. Karena bila tenaga medis tersebut terinfeksi, tidak ada yang dapat menggantikan posisinya. Ini menunjukan kurangnya fasilitas pelindung bagi para tenaga medis, sehingga yang dibutuhkan adalah penambahan jumlah APD dan keperluan lain guna menangani pandemi ini.

Sedangkan inisiatif keempat, pemerintah akan memberi diskon avtur dan diskon destinasi wisata. Adapun jumlah diskon atau subsidi yang disiapkan pemerintah berjumlah Rp265,5 miliar untuk tiga bulan ke depan. Pakar ekonomi mengatakan bahwa industri pariwisata akan untung besar setelah pandemi covid 19 mereda, sehingga langkah ini terlihat cukup baik. Namun, pertanyaannya adalah kapankan pandemi ini berakhir di Indonesia? Tidak ada yang tau, tapi pemerintah telah berani mengambil langkah yang sangaat jauh itu. Apakah tidak bisa menambahkan APD bagi para petugas medis? Tanpanya, seluruh petugas medis hanya akan jadi pasien yang terbaring lemah. Untuk itu, efisiensi anggaran dan prioritaskan anggaran untuk menangani pandemi adalah hal yang lebih penting.

referensi :

https://covid-19.direct/state/CA

https://experience.arcgis.com/experience/685d0ace521648f8a5beeeee1b9125cd

https://www.theguardian.com/world/2020/mar/11/italy-faces-calls-to-close-everything-to-tackle-coronavirus

https://kbr.id/nasional/02-2020/empat_trik_jokowi_hadapi_krisis_ekonomi_yang_terdampak_covid_19/102377.html

https://today.line.me/id/pc/article/IDI+Larang+Dokter+Tanpa+APD+Tangani+Pasien+Covid+19-vVK1EK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>