Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman dan Otomatisasi Monitoring Tambak Udang

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tabik Pun, gimana kabarnya hari ini teman-teman. Kenalan sama saya dulu yuk, perkenalkan nama saya Euis Rohimattul Mutmainnah,  dari Prodi Teknik Informatika kelas C.

Baiklah saya akan menyampaikan beberapa point dari mata kuliah Industri Pertanian dalam pertemuan ke dua di

Industri 4.0 Bidang Pertanian

Tujuan dalam pembelajaran ini yaitu untuk mengkomputerisasi bidang-bidang pertanian agar mampu mengoptimalkan hasil tani dengan tujuan tercapainya smart farming.

Pengolahan Lahan

Untuk pertanian yang modern dan sudah menggunakan mesin, peran kita sebagai mahasiswa IT untuk mendalami software-software yang bisa ditempatkan di alat alat mesin. Dan alat yang mempermudah pengolahan lahan contohnya drone, yang berfungsi untuk memetakan lahan. Dengan alat-alat tersebut diharapkan mampu mewujudkan adanya smart farming, yaitu pertanian yang berdasarkan data.

Monitoring

Untuk hal monitoring ini berkaitan dengan IoT in Agriculture , dimana dengan menggunakan IoT bisa mempermudah untuk mengirim dan menerima data sesuai dengan sensor yang di tanam. Namun satu sensor hanya mampu mengetahui satu sisi bidang tertentu. Dan dengan basis pengolahan data.

Pemasaran

Dalam bidang IT untuk mengoptimalkan penjualan dari petani dikembangkannya aplikasi berbasis website maupun mobile agar membantu supply chart lebih cepat dengan tujuan memotong rantai yang panjang dari petani ke konsumen, dengan adanya sistem pemasaran ini diharapkan petani dapat mandiri memasarkan komoditi hasil panennya ke konsumen langsung.

Aplikasi Pertanian

Guna dari aplikasi Pertanian ini untuk menentukan orang yang mempunyai modal dengan petani, serta menentukan untung bagi semua pihak, dan dalam proses ini harus sabar karena membutuhkan proses yang memakan waktu cukup lama.

Rekayasa e-Aquaculture untuk Otomatisasi Monitoring Tambak Udang

Dalam pertanian tidak hanya di darat, namun ada pula yang di air atau lebih di kenal dengan Aquaculture, dan di sini akan lebih fokus membahas tentang Tambak Udang, yaitu sebagai berikut

Analisis situasi

  1. Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung pangan, dan merupakan daerah penghasil udang yang sebagian besar di ekspor ke luar negri.
  2. Pensuplai benih udang vaname Nasional nomor 1 yaitu sebesar 37,84.
  3. Tujuan ekspor ke luar negeri karena orang luar sudah tereduksi mengenai bahan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi sedangkan di negaranya tidak ada bahan makanan tersebut, yang mengharuskan mereka impor dari Negara lain.

Permasalahan

Tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisional, meski sebagian sudah ada yang melakukan secara intensif. Hal ini yang menjadi permasalahannya karena kontrol berada di tangan manusia, yang bisa saja sewaktu waktu mengalami penurunan kualitas air, seperti pH air dan suhu air.

 Solusi

Solusi dari permasalahan tambak udang tersebut ialah menggunakan IoT sebagai sistem monitoring tambak udang. Berikut cara kerjanya :

  1. Perangkat loT berupa sensor dan mini computer di pasang di tiap kolam untuk melakukan akuisisi data.
  2. Data dikirim ke masterboard untuk diteruskan ke database.

Sekian yang dapat saya sampaikan, Terimakasih.

Salam sehat semua.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh