Jurnal Industri Pertanian 5

ARTIKEL ILMIAH

1. Pengertian
Karya tulis ilmiah merupakan karangan yang menjelaskan sebuah pendapat, hasil dari pengamatan, tinjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disususun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan, bahasanya sesuai kaidah, dan kebenaran isinya dapat dipertanggung jawabkan.
Singkatnya, karya tulis ilmiah merupakan wadah untuk kalian menjelaskan pendapat atau memecahkan masalah. Lalu kalian meneliti bagaimana pendapat kalian bisa sesuai atau meneliti untuk memecahkan masalah tersebut.

2. Ciri-ciri Artikel Ilmiah
1. Reproduktif
Reproduktif berarti karya tulis ilmiah yang ditulis harus diterima dan dimaknai oleh pembaca sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Agar jika nanti ada yang mau membaca dan menjadikan karya tulis anda sebagai referensi, si pembaca tetap satu jalur dengan apa yang dibahas (tidak offtopic)

2. Bersifat Objektif
Penulisan karya tulis ilmiah tentunya harus bersifat objektif. Yang dimaksud objektif disini adalah tetap mengacu ke fakta tanpa campur tangan perasaan atau pihak penulis.

3. Menggunakan bahasa baku
Karya tulis ilmiah diharuskan menggunakan bahasa yang baku agar mempermudah pembaca mengerti makna apa yang ditulis di dalam karya tulis tersebut. Jika menggunakan bahasa non formal bisa saja pembaca salah memaknai tulisan tersebut.

4. Menggunakan kaidah keilmuan
Tetap menggunakan kaidah keilmuan. Yaitu pengetahuan yang teratur sesuai dengan terjalinnya pengetahuan tersebut. Singkatnya saling bersandar satu sama lain dalam keilmuan tersebut.

5. Terdapat kesinambungan
Penulisan harus bersifat straight forward dan tidak berbelit-belit.

3. Struktur Artikel Ilmiah
1. Judul
2. Informasi Penulis
3. Abstrak
4. Kata Kunci
5. Isi Artikel, berisi pendahuluan, studi literatur, metode yang digunakan, hasil dan pembahasan, serta simpulan saran
6. Daftar Pustaka

4. Tahapan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

1. Menangkap Gagasan
Disini sang pembuat artikel haruslah mecatat setiap gagasan yang muncul sehingga nantinya bisa dikembangkan dan digunakan pada artikel yang dibuat.

2. Membuat Sketsa Tulisan
Bagian ini bertujuan untuk mempermudah penulis dalam mengembangkan setiap bagian dalam artikel ilmiah yang dibuat. Dimana nantinya point-point penting yang dicatat dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraph.

3. Mengumpulkan Literatur
Literatur dalam sebuah artikel ilmiah digunakan sebagai sumber tambahan informasi. Dengan demikian literatur merupakan hal penting dalam sebuah artikel ilmiah.

4. Pengembangan Gagasan
Pada bagian ini penulis mengembangkan sketsa yang sebelumnya telah dibuat agar kemudian menjadi sebuah artikel ilmiah yang utuh. Yang kemudian diedit agar karya tersebut sesuai dengan ketentuan dan format dari artikel ilmiah yang tepat.

Jurnal Industri Pertanian 4

Big Data

A. Big Data

Big data adalah kumpulan proses yang terdiri volume data dalam jumlah besar yang terstruktur maupun tidak       terstruktur dan digunakan untuk membantu kegiatan bisnis. Big data sendiri merupakan pengembangan dari sistem database pada umumnya. Yang membedakan disini adalah proses kecepatan, volume, dan jenis data yang tersedia lebih banyak dan bervariatif daripada DBMS (Database Management System) pada umumnya.
Definisi dari big data juga dapat dibagi menjadi 3 bagian, yang biasa disebut dengan 3V:
1. Volume
Ukuran data yang dimiliki oleh big data memiliki kapasitas yang besar. Anda dapat mencoba melakukan proses data dengan ukuran yang besar untuk dijalankan.
2. Velocity
Kecepatan transfer data juga sangat berpengaruh dalam proses pengiriman data dengan efektif dan stabil. Big data  memiliki kecepatan yang memungkinkan untuk dapat diterima secara langsung (real-time). Kecepatan tertinggi yang bisa didapatkan langsung melalui aliran data ke memori apabila dibandingkan dengan yang ditulis pada sebuah disk. 3. Variety
Jenis variasi data yang dimiliki oleh big data lebih banyak daripada menggunakan sistem database SQL. Jenis data yang masih bersifat tradisional, lebih terstruktur daripada data yang belum terstruktur. Contohnya adalah teks, audio, dan video merupakan data yang belum terdefinisikan secara langsung dan harus melalui beberapa tahap untuk dapat diproses dalam sebuah database.

Selain dari 3V diatas, masih ada 2V lain yang merupakan bagian dari big data sendiri. Yaitu Value dan Veracity. Untuk value, merupakan nilai atau aliran data yang tidak teratur dan konsisten dalam beberapa kondisi dan periode. Hal tersebut dapat terjadi pada suatu kasus dimana terdapat lonjakan data yang besar sehingga, akan memproses data dengan resource memori yang lebih besar.

Veracity merupakan bentuk pembenaran suatu data. Jadi, mengacu pada kualitas data tersebut, dapat berasal dari berbagai sumber. Perlu adanya proses untuk menghubungkan dan mengkorelasikan beberapa hubungan data. Jika tidak ada relasi yang baik, maka dapat menimbulkan kontrol yang lepas kendali.

http://web.if.unila.ac.id/snazizah/wp-content/uploads/sites/424/2021/10/u13.png

Gambar 1. Big Data

B. Sumber Big Data

Big data pada saat ini bisa dihasilkan dari beberapa sumber yang terdiri dari informasi penggunaan teknologi yang berkembang pada saat ini. Beberapa sumber-sumber big data tersebut, yaitu:

  1.  Website
  2.  Cloud
  3.  Media
  4.  Social Media
  5.  Communication Data
  6.  Database
  7.  Network Stream Monitoring
  8.  IoT
http://web.if.unila.ac.id/snazizah/wp-content/uploads/sites/424/2021/10/Screenshot-2021-10-01-143644.png

Gambar 2. Sumber Big Data

 

C. Penggunaan Big Data

Screenshot (443)

Gambar 3. Contoh Penggunaan Big Data

Contoh Penggunaan Big Data, yaitu:

 

1. Chatbot
Adalah program computer yang menyimulasikan percakapan manusia melalui perintah suara, obrolan teks, atau keduanya.
2. Search Engine
Adalah fitur yang sangat memudahkan pencarian informasi di internet, alat online yang dirancang untuk mencari situs web di internet berdasarkan permintaan pencarian pengguna. Beberapa contoh search engine adalah google dan yahoo
3. Internet of Things
Adalah suatu dari jaringan fisik atau “things” yang dipasang dengan menggunakan sensor, software dan juga teknologi lain dengan tujuan agar bisa terhubung dan menukarkan data antar divisi dan system lain yang menggunakan internet.
4. Artificial Intelligence
Adalah sebuah teknologi yang memungkinkan system computer, perangat lunak, program dan robot untuk “berpikir” cerdas layaknya manusia.

 

D. Keuntungan Big Data

Berikut keuntungan-keuntungannya, antara lain :
1. Predictive Analysis, kita bisa melakukan analisa prediksi dengan menggunakan data-data yang begitu besar.
2. Harness Data from social media, prediksi data tadi bisa digabungkan dengan data-data lain seperti data dari sosial media.
3. Decision Making, kemudian hasil analisanya bisa menghasilkan sebuah keputusan.
4. Recommendation, keputusan tersebut nantinya bisa menjadi rekomendasi untuk melakukan optimasi.
5. Optimization, optimasi dilakukan pada sebuah proses bisnis.
6. Innovation, setelah dilakukan optimasi pada proses bisnis tersebut bisa menghasilkan inovasi yang nantinya akan mengembangkan sebuah proses ataupun sebuah bisnis.

 

E. Big Data On Agriculture

Data adalah suatu alat yang berpengaruh dalam hal pengambilan keputusan sesuai dengan analisa terhadap situasi yang terjadi. Agricultural big data berarti bahwa banyak data yang diciptakan secara alami dari tingkatan yang berbeda mulai dari menebar benih sampai memanennya. Teknologi big data dalam pertanian dapat mengambil dan menganalisa banyak data dari berbagai sumber dari berbagai macam daerah. Kumpulan dari agricultural big data disebut sebagai “crowed source”, yang dapat dilakukan via kendaraan terbang atau drone, dengan kamera khusus atau smartphone mulai dari satelit sampai smartphone itu sendiri. Data-data tersebut disimpan dalam database dan diproses dengan algoritma. Agricultural big data dapat digunakan untuk meneliti karakteristik dari benih, pola cuaca, keadaan dari tanah seperti pH dan nutrisi, manajemen marketing, kebiasaan konsumen, dan lain-lain. Sumber datanya dapat berasal dari segi biologis, geospasial, dan lingkungan.

Data dalam bidang pertanian yang dikumpulkan seharusnya berasal dari berbagai macam sumber, seperti data dari tanah, cuaca, panen, dan lain-lain. Alat seperti Wireless Sensor Network (WSN) adalah solusi untuk pengumpulan data pertanian dari laboratorium dan lapangan. Sensor yang baik adalah sensor yang terdiri dari wifi router, sensor, kamera yang terkoneksi ke internet, baterai, dan sistem instalasi yang fleksibel agar alat digital apapun dapat di-install untuk ke depannya. Sebuah server disiapkan dan telah disesuaikan untuk dapat menampung berbagai macam data pertanian dengan banyak tipe (tanah, cuaca, panen, dan lain-lain).

 

 

Jurnal Industri Pertanian 3

Ai for Agriculture

Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia. Dengan kata lain AI merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dan sekarang AI sudah mulai masuk ke bidang pertanian (agriculture).

Proses Pertanian
Pemanfaatan AI pada proses pertanian ada 5 macam, yaitu:
1. Pengolahan Lahan
2. Pembibitan
3. Penanaman
4. Pemanenan
5. Penjualan hasil
Manfaat menggunakan AI dalam bidang pertanian diantaranya, mampu meningkatkan produksi, membantu proses bertani, menurunkan risiko gagal panen, efisiensi Kerja Meningkat.

Agroindustri
agroindustri adalah kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut, dengan demikian agroindustri meliputi industri pengolahan hasil pertanian, industri yang memproduksi peralatan dan mesin pertanian, industri input pertanian (pupuk, pestisida, herbisida dan lain-lain) dan industri jasa sektor pertanian.

Dalam agroindustri ada 4 tahapan, yaitu:
1. Perencanaan
2. Perancangan
3. Pengembangan
4. Evaluasi terpadu

2

Gambar 1. Alur Agroindustri

Alur Agroindustri seperti bentuk lingkaran yaitu berputar-putar (looping).  Didalamnya terdapat 12 proses, yaitu :

  1. Harvest planning
  2. Crop layout
  3. Field preparation
  4. Sowing
  5. Crop protection
  6. Harvesting
  7. Storage
  8. Quality control
  9. Processing
  10. Assortment building
  11. Domestric sale
  12. Export sale

Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 adalah tentang transformasi digital. Era industri ini akan memungkinkan otomatisasi peralatan-peralatan dengan sistem gabungan yang dapat bekerja sama satu sama lain. Teknologi ini juga akan membantu memecahkan masalah dan melacak proses, sekaligus meningkatkan produktivitas dalam bisnis dan manufaktur di berbagai skala. Tentunya, penerapan industri ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas demi hajat hidup orang banyak.

Artificial Intelligence adalah teknologi yang telah banyak diadopsi di era industri 4.0 ini. Artificial Intelligence mampu menghubungkan setiap perangkat, hingga seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi. Lebih dari itu, saat ini telah banyak mesin yang dapat menginterprestasi suatu kondisi atau kejadian tertentu dengan bantuan Artificial Intelligence.

Pada sektor industri, banyak juga yang telah mengotomatisasi mesin produksi dan manufaktur menggunakan robot dan Artificial Intelligence, sehingga Industri 4.0 meningkatkan daya saing melalui perangkat cerdas. Setiap entitas yang mampu menguasai teknologi ini, maka ia memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage).

Video Penerapan AI
1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence (https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)
2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food (https://www.youtube.com     /watch?v=KfB2sx9uCkI)
3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research (https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)
4. Milenial dan Teknologi Bertani (https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)
5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia (https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)

Tanggapan Saya Tentang Video Tersebut
Menurut saya penerapan teknologi AI dalam sektor pertanian memiliki banyak sekali manfaat, seperti pada video pertama dan kedua, negara Singapura dan Belanda berhasil menerapkan teknologi AI untuk menanam sayuran dengan menggunakan tenaga mesin dan dapat mengurangi lahan dari pertanian biasa, sehingga membuat proses produksi lebih efisien dan menghasilkan panen yang berkualitas. Dan pada video ketiga, para petani di India sudah menerapkan teknologi AI, yaitu dengan menggunakan  aplikasi yang dapat memonitor lahan pertanian seperti kualitas air dan tanah, kelembaban, temperatur suhu, dan lain sebagainya. Dengan aplikasi itu petani dapat menghemat waktu dalam memantau lahan pertaniannya dan dapat mengurangi risiko kerugian investasi pertanian.

Dalam perkembangannya kita dapat melihat bahwa teknologi AI ini sangat membantu perkembangan sektor pertanian. Di Indonesia sendiri sektor pertanian ini termasuk salah satu sektor terpenting. Dan peran generasi muda juga sangat diperlukan untuk memajukan industri pertanian di Indonesia, sehingga menciptakan ketahanan pangan yang stabil.

TUGAS PEKAN KE-4 : INDUSTRI PERTANIAN

RANCANG BANGUN ALAT PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS
MENGGUNAKAN SENSOR KELEMBABAN TANAH

Sebagian petani di Indonesia masih tergantung dengan musim hujan untuk bercocok tanam. Hal ini menyebabkan produksi hasil petanian tidak bisa stabil setiap saat. Pada musim kemarau harga-harga hasil pertanian bisa mengalami kenaikan yang sangat signifikan karena produksinya yang sedikit. Sedangkan di saat musim hujan produksi melimpah sehingga harga nya murah bahkan sampai busuk tidak laku dijual ke pasar karena stoknya masih berlimpah. Hal inilah yang menyebabkan petani banyak mengalami kerugian dan akhirnya frustasi karena kecewa. Saat musim kemarau para petani yang ingin tetap bercocok tanam harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra melakukan penyiraman secara manual agar tanamannya bisa tumbuh subur dan bisa panen. Untuk mengatasi kendala tersebut maka diperlukan suatu alat penyiram tanaman otomatis yang bisa bekerja baik pada musim kemarau maupun musim penghujan. Alat ini menggunakan Chip microcontroller yang diprogram berdasarkan deteksi sensor kelembaban tanah lahan pertanian. Saat kondisi tanah kering maka alat akan secara otomatis berfungsi menyiram tanaman. Sebaliknya jika kondisi tanah sudah basah maka alat tidak akan menyiram, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik karena kebutuhan unsur airnya terpenuhi setiap saat. Pada jurnal ini terdapat penelitian yang merancang alat penyiram tanaman otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah. Produk ini diharapkan bisa dikembangkan dan membantu para petani dalam mengatasi permasalahan dalam mengairi tanaman mereka.

Sistem Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Arduino - Berbagi ...

Gambar 1. Sistem Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Arduino (Sumber : berbagaitanam.blogspot.com)

Pada penelitian ini Alat Penyiram Tanaman Otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah ini dirancang berdasarkan teknologi Chip Microcontroller Arduino yang diprogram secara khusus. Sensor kelembaban tanah akan mendeteksi tingkat kekeringan lahan pertanian. Jika tanah dalam kondisi kering maka microcontroller akan memerintahkan valve selenoid (keran air yang dapat dikontrol) untuk membuka dan mengalirkan air untuk menyiram tanaman. Jika tanah sudah basah sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman maka valve selenoid akan menutup dan air tidak akan mengalir.

Sensor kelembaban tanah menggunakan lempeng tembaga sebagai elektroda mengukur kelembaban tanah. Kelembaban tanah yang terukur merupakan konversi dari tegangan listrik yang diubah menjadi data digital.

Valve Selenoid adalah komponen pipa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis dengan prinsip kerja magnet listrik. Jika kmparan mendapat arus listrik maka selenoid akan membuka pipa jika tidak amaka akan menutup. Valve selenoid ini mendapat arus listrik dari relay yang terhubung dengan rangkaian driver relay. Rangkaian driver relay akan mendapatkan logika tinggi untuk mengaktifkan valve selenoid. Sedangkan jika mendapat logika rendah maka valve tidak akan aktif.

Sumber : https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/jet/article/view/290

Jurnal Industri Pertanian 2

Materi

“Proses Pertanian”

Jenis Pertanian

Sawah

Jaga Jumlah Produksi Padi, Jabar Terapkan Perda Sawah Abadi – dara.co.id

Gambar 1. Sawah

Sawah adalah tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi. Sawah dibedakan menjadi 2, yaitu sawah irigasi dan sawah non irigasi.

  • Sawah irigasi

Sawah irigasi adalah sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain melalui saluran-saluran yang sengaja dibuat untuk itu.

  • Sawah non irigasi

Sawah non irigasi adalah sawah yang sumber airnya tergantung atau berasal dari curah hujan tanpa adanya bangunan-bangunan irigasi permanen. Sawah non irigasi umumnya terdapat pada wilayah yang posisinya lebih tinggi dari sawah irigasi atau sawah lainnya sehingga tidak memungkinkan terjangkau oleh pengairan. Waktu tanam padi akan sangat tergantung pada datangnya musim hujan.

 

Ladang/Huma

Ladang Jagung Pertanian - Foto gratis di Pixabay

Gambar 2. Ladang/Huma

Ladang/huma adalah lahan bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman musiman dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah-pindah). Kemungkinan lahan ini beberapa tahun kemudian akan dikerjakan kembali jika sudah subur.

 

Tegalan

Apa Perbedaan Sawah,Tegal Pekarangan Berdasarkan Jenis Fisik & Sertifikat -  Sukses Mulia Property

Gambar 3. Tagelan

Tegalan atau pertanian lahan kering merupakan zona di mana presipitasi diimbangi dengan penguapan dari permukaan dan oleh transpirasi oleh tanaman (evapotranspirasi).

 

Kebun

Kebun - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gambar 4. Kebun

kebun adalah lahan bukan sawah (lahan kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

 

Peternakan

Budidaya Ikan dan Padi Sekaligus di Satu Lahan? Kenapa Tidak! -  Mongabay.co.id : Mongabay.co.id

Gambar 5. Peternakan Ikan

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan pemeliharaan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Hewan yang banyak diternakkan di antaranya sapi, ayam. kambing, dan domba.

 

 

 

Proses Dalam Pertanian

Pengolahan lahan

Ilustrasi Gambar

Gambar 6. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan merupakan suatu proses mengubah sifat tanah dengan mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman.

 

Penyiapan lahan

PENYIAPAN BIBIT BENTUK KEPEDULIAN BABINSA KEPADA PETANI | Kodam  IV/Diponegoro

Gambar 7. Penyiapan Bibit

Penyiapan lahan adalah bagian integral dari upaya untuk melestarikan sumber daya lahan dan sekaligus sebagai tindakan sanitasi dan penyehatan lahan. Jika diperlukan, penyiapan lahan disertai dengan pengapuran, penambahan bahan organik, pembenahan tanah atau soil amelioration, dan atau teknik perbaikan kesuburan tanah.

 

Pemanenan

Gambar 8. Pemanenan

Pamanenan adalah pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau ladang. Istilah ini paling umum digunakan dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di sebuah lahan. Namun, istilah ini memiliki arti yang lebih luas, karena dapat dipakai pula dalam budi daya ikan atau berbagai jenis objek usaha tani lainnya.

 

Pemasaran

Strategi Pemasaran Hasil Pertanian, Apa Saja ? - NuansaTani.Com

Gambar 9. Pemasaran

Pemasaran adalah aktivitas dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.

Jurnal Industri Pertanian

Materi I

“Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Peoduksi Tanaman”

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam bahan pangan yang melimpah. Curah hujan yang tinggi, serta banyaknya mineral yang terkandung dalam tanah Indonesia membuat banyak jenis tanaman pangan dapat tumbuh di Indonesia dengan subur.

Kemajuan teknologi dalam bidang pertanian sudah selayaknya menjadi isu penting untuk terus dikembangkan. Saat ini, sistem pertanian presisi (precision agriculture) sedang menjadi lingkup kajian yang strategis. Pertanian presisi merupakan sistem pertanian dengan input menggunakan teknik dan teknologi yang tepat untuk mengurangi masalah pemborosan sumber daya.

Di era Revolusi Industri 4.0, banyak bidang kehidupan yang telah mengalami perubahan, salah satunya adalah bidang pertanian. Saat ini sedang populer istilah yang bernama Smart Farming dimana bidang teknologi mulai berkembang dalam bidang pertanian.

smart farming

Gambar 1. Smart Farming 4.0 (Sumber : hulondalo.id)

Smart farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi, dimana terdapat beberapa teknologi pertanian yang digunakan di antaranya penyiraman otomatis, drone sprayer (drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), drone surveillance (drone untuk pemetaan lahan) serta soil and weather sensor (sensor tanah dan cuaca).

Salah satu karya anak bangsa dalam mendukung smart farming 4.0 yakni ENCOMOTION, sistem irigasi pintar yang mampu mengetahui kondisi lingkungan di sekitar tanaman, diciptakan oleh BIOPS Agrotekno Indonesia, sebuah perusahaan teknologi pertanian dari Bandung.

encomotion

Gambar 2. Encomotion (Sumber : biopsagrotekno.co.id)

Jadi Encomotion ini lebih tepatnya adalah sebuah sistem. Sistem ini akan dipasang pada pertanian rumah kaca. Nantinya ada alat yang dilengkapi sensor suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya. Melalui alat itu, akan diatur seberapa banyak air yang akan disiram ke tanaman. Sistem ini juga akan tersambung ke aplikasi di smartphone, jadi petani bisa mengendalikan dari jarak jauh.

Dan pada Smart Farming 4.0 juga mencakup bidang pemasaran, yaitu pada saat ini mulai dikembangkan aplikasi dan situs web untuk membantu para petani agar lebih mudah dalam memasarkan produknya. Salah satu contoh aplikasi pemasaran dibidang pertanian yaitu TaniHub

tanihub

Gambar 3. TaniHub (sumber : brilio.net)

TaniHub menjadi salah satu platform digital yang berfokus menjadi marketplace yang menjual berbagai macam produk pertanian. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam produk mentah, seperti sayur, buah-buahan, daging, telur dan kebutuhan lainnya.

Aplikasi TaniHub memudahkanmu yang ingin berbelanja kebutuhan dapur secara mudah. Dalam aplikasi ini kamu juga bisa langsung memesan dan membayar langsung belanja. Dengan kemudahan bertransaksi yang nyaman untuk konsumen, TaniHub menjadi salah satu marketplace agribisnis terpadu.

 

Materi II

“Rekayasa E-Aquaculture Untuk Otomasi Monitoring Tambak Udang.

Udang merupakan salah satu komoditas unggulan bagi Indonesia dari sektor perikanan. Udang memiliki nilai ekspor sekitar US$ 1,5 miliar, yang lebih tinggi dibandingkan ikan sebesar US$ 1 miliar dan rumput laut US$ 0,2 miliar (Wuryani, Meilani, 2011).

tambak

Gambar 4. Tambak Udang (sumber : tambakudangvaname.com)

Budidaya udang pada tambak, perlu memperhatikan kualitas air. Kualitas air yang perlu diperhatikan dalam pertumbuhan dan kehidupan udang adalah perubahan temperatur, kadar garam, kebutuhan oksigen dan tingkat keasaman atau kandungan pH.

Pemantauan secara manual membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang jauh lebih besar karena harus ada petugas yang berkeliling kolam untuk melakukan pengukuran. Dengan Internet of Things(IoT) proses monitoring tersebut dapat dilakukan dengan cepat atau realtime.

Model yang dikembangkan terdiri dari perangkat node yang dipasang pada setiap kolam dan masterboard untuk pengumpulan data. Sensor yang dipasang pada setiap node adalah sensor salinitas air, sensor pH dan sensor suhu. Nilai salinitas, pH dan suhu selain ditampilkan pada perangkat penampil yang ada pada node juga dikirimkan ke masterboard.

perangkat

Gambar 5. perangkat sistem pemantauan kualitas air tambak udang tampak dari luar (sumber : jtiik.ub.ac.id)