SOFTWARE QUALITY ASSURANCE

JURNAL PERKULIAHAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK PERTEMUAN 14

 A. Software Quality Assurance

 WhatsApp Image 2022-06-01 at 12.09.06

 

Software Quality Assurance adalah proses sistematis untuk memeriksa apakah sebuah software telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan sebelumnya. Proses ini, bisa dilaksanakan oleh seorang QA Tester atau oleh seorang QA Engineer.

QA Tester memiliki tugas utama melaksanakan pengujian terhadap perangkat atau emulator, membuat alur pengujian, serta membuat laporan hasil pengujian. SementaraQA Engineer biasanya bertugas untuk membuat porgram pengujian otomatis, membuat laporan pengujian, memberikan masukan atas aplikasi yang diuji, serta berkomunikasi dengan pihak- pihak yang berkepentingan, seperti pengembang UI/UX, back end atau product manager (PM).

Untuk proses QA, dibutuhkan kemampuan-kemampuan:

  • Mindset Pengujian
  • Analisa & Pengujian Fungsional
  • Perbaikan Proses
  • Defect Management
  • Pengujian Keamanan
  • Pengujian Performa
  • Otomasi
  • User Acceptance Testing (UAT)

Sementara untuk menjalankan proses software QA, diperlukan antara lain:

  • Laptop (Linux OS/ Mac)
  • Device utk pengujian
  • Pengetahuan pemrograman
  • Terbiasa dengan Git
  • Terbiasa dengan Agile (Scrum)

 

B. Quality Conceps

  1. Quality of Design (Design)

Quality of design didefinisikan sebagai kesesuaian antara desain produk (layanan) dan kebutuhan pelanggan; kualitas kesesuaian didefinisikan sebagai kesesuaian antara atribut produk yang sebenarnya dan spesifikasinya. Untuk memuaskan pelanggan, kualitas harus tinggi pada kedua dimensi.

  1. Quality of Conformance (Development)

Quality of conformance adalah suatu ukuran mengenai bagaimana suatu produk memenuhi berbagai persyaratan atau spesifikasi. Jika suatu produk memenuhi semua spesifikasi rancangan, produk tersebut cocok digunakan.

  1. Quality Control (Testing)

Quality control adalah prosedur atau serangkaian prosedur yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa produk yang diproduksi atau layanan yang dilakukan mematuhi serangkaian kriteria kualitas yang ditentukan atau memenuhi persyaratan klien atau pelanggan.

C. Software Quality Matric

Quality metrics (menurut IEEE, 1990) adalah tingkat pengukuran kuantitatif yang memiliki hal atribut kuantitatif yang diberikan.

Quality metrics harus mencakup dalam perangkat lunak untuk membantu manajemen dalam 3 area dasar, yaitu :

  1. Mengontrol proyek pengembangan perangkat lunak dan maintenance
  2. Mendukung pengambilan keputusan
  3. Menginisiasi tindakan yang korektif

 

  • Product: mengukur software dari kualitas produk jadinya
  1. McCall
  2. Boehm
  3. ISO 9126
  • Process: mengukur software dari kematangan proses pengembangannya
  1. CMMI
  2. Lean Six Sigma
  3. ISO 9001

D. McCall’s Factor Model

McCall’s Model merupakan model yang tertua, dikembangkan pada tahun 1976. Model ini pertama kali digunakan untuk sebuah implementasi proyek besar dalam US Air Force. Model ini bertujuan untuk menjembatani gap antara user dan developer.

WhatsApp Image 2022-06-01 at 12.09.17

Berikut ini adalah penjelasan dari masing masing faktor kualitas software :

  1. Product Operation
  • Correctness: Sejauh mana program sesuai dengan spesifikasinya.
  • Reliability: Berkenaan dengan kegagalan untuk menyediakan layanan.
  • Efficiency: Penggunaan code komputer secara efisien untuk melakukan operasi dan efisiensi penggunaan sumber daya komputer, misal : bahasa pemrogramman, OS, desain, strategi akses, teknik pemrogramman.
  • Integrity: Berkenaan dengan keamanan sistem dari software, mencegah akses dari orang yang tidak berkepentingan.
  • Usability: Dapat digunakan dengan mudah oleh manusia, usaha untuk memahami software. Berfokus pada sisi ergonomis.

 

  1. Product Transition
  • Portability: Kecenderungan adaptasi sistem software ke lingkungan lain seperti hardware yang berbeda ataupun OS yang berbeda.
  • Reusability: Berkenaan dengan transfer modul atau program untuk aplikasi lain.
  • Interoperability: Fokus pada penciptaan antarmuka dengan sistem software lain atau dengan peralatan firmware lainnya.
  1. Product Revision
  • Maintainability: Usaha yang dibutuhkan oleh user serta personil pemeliharaan untuk mengidentifikasi kegagalan software, untuk memperbaiki kegagalan, dan untuk memverifikasi keberhasilan dari perbaikan yang telah dilakukan.
  • Flexibility: Kemampuan dan usaha yang diperlukan untuk mendukung modifikasi, konfigurasi ulang, dan pemeliharaan sesuai dengan keinginan pengguna.
  • Testability: Berkenaan dengan pengujian IS dengan operasionalnya untuk memastikan kebutuhan secara spesifik terpenuhi.

E. ISO 9126

WhatsApp Image 2022-06-01 at 12.09.33

 

ISO 9126 adalah standar terhadap kualitas perangkat lunak yang diakui secara internasional. ISO 9126 mendefinisikan kualitas produk perangkat lunak, model, karakteristik mutu, dan metrik terkait yang digunakan untuk mengevaluasi dan menetapkan kualitas sebuah produk software. Selain itu, standar ISO juga harus dipenuhi dari sisi manajemen. Jika manajemennya tidak memenuhi standar ISO maka hasil kerjanya pun tidak dapat diberikan sertifikat standar ISO.

F. CMMI

WhatsApp Image 2022-06-01 at 12.09.24

CMMI adalah singkatan dari Capability Maturity Model Integration. Ini adalah kerangka kerja (framework) yang bisa digunakan untuk mengembangkan proses di dalam perusahaan.

Apa itu proses? Proses adalah cara kita melakukan suatu tugas. Misalnya, membuat proposal, menganalisa kebutuhan client, membuat kode program, dan kegiatan lainnya. Semua tata laksana kegiatan tersebut dikenal dengan nama proses atau prosedur.

CMMI membantu kita untuk memperbaiki proses di perusahaan/organisasi kita. Dengan membaiknya proses, diharapkan produk yang dihasilkan akan ikut menjadi baik. CMMI dirumuskan oleh Software Engineering Institute di Carnegie Mellon University. Para peneliti di SEI telah mengamati proyek pembangunan perangkat lunak di seluruh dunia, mulai dari proyek kecil sampai proyek raksasa. Organisasi yang diteliti meliputi NASA, IBM, dan kontraktor Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pengalaman yang dimiliki organisasi tersebut dirangkum dalam seperangkat aturan yang disebut CMMI.

  • Initial: tanpa prosedur dan planning, tidak konsisten
  • Repeatable: ada manajemen, jaminan kualitas, prosedur, individual performance tanpa model formal
  • Defined: proses terdefinisi, dan mengarah ke perbaikan proses secara kualitatif
  • Managed: perbaikan dan prediksi proses secara kuantitatif
  • Optimizing: memperbaiki proses secara berkesinambungan, inovatif, direncanakan, dianggarkan dan integral dalam proses organisasi

G. SIX SIGMA

Menurut American Society of Quality, Six Sigma adalah sebuah tool atau cara perusahaan dapat mengembangkan kapasitas proses bisnis. Tujuan metode ini adalah meningkatkan performa dan menurunkan kemungkinan kesalahan.

Pada akhirnya, Six Sigma mampu mewujudkan proses sebuah perusahaan yang kualitas produksinya lebih baik, meningkatkan keuntungan, dan bahkan meningkatkan semangat karyawan. Six Sigma mendapatkan namanya dari kata “six” yang berarti enam (6) dan “sigma” yang berarti standar deviasi, yaitu salah satu ukuran sebaran data dalam ilmu statistika.

Metodologi ini berasal dari kurva lonceng dalam statistika, di mana satu sigma melambangkan satu standar deviasi dari mean atau rata-rata. Jika suatu proses memiliki enam sigma yang terdiri dari tiga sigma di atas dan di bawah, tingkat kegagalannya dinilai rendah. Secara sederhana, semakin tinggi nilai sigma, semakin kecil kemungkinan cacat sebuah proses.

WhatsApp Image 2022-06-01 at 12.09.28

DMAIC

  • Define: Mendefinisikan masalah/peluang, proses dan kebutuhan pelanggan
  • Measure: Mendefinisikan pengukuran, mengumpulkannya, mengaturnya dan menampilkan data.
  • Analyze: Membedah masalah untuk mendapatkan peluang peningkatan kualitas ( biasanya menggunakan fishbone/Ishikawa diagram)
  • Improve: Mensintesis solusi dan ide untuk menyelesaikan masalah (yg berkaitan dengan kualitas)
  • Control: Verifikasi kestabilan peningkatan dan solusi yang sudah diprediksi

 

Cela Febriyani (2115061118)

Teknik Informatika A

 

konsep design perangkat lunak

JURNAL PERKULIAHAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

“KONSEP DESAIN PERANGKAT LUNAK”

 

  1. PENGERTIAN DESAIN PERANGKAT LUNAK

Desain merupakan perencanaan, penggambaran sketsa dan sesuatu yang akan di bangun. Tahapan pengembangan perangkat lunak yang hasilnya akan digunakan oleh pengembang perangkat lunak untuk membuat program. Desain dilakukan agar kualitas dapat diukur dan dijamin sebelum dilakukannya implementasi secara fisik. Sehingga dapat meminimalisir dampak dan resiko yang akan terjadi nantinya.

Teknik desain Perangkat Lunak berbeda dengan teknik desain pada umumnya (desain bangunan, desain mikrokontroller, desain karya seni), karena Perangkat Lunak bersifat intangible. Namun, telah dikembangkan berbagai macam metode yang dapat digunakan spesifik untuk keperluan desain Perangkat Lunak.

A. KONSEP DESAIN PERANGKAT LUNAK

Sebuah Perangkat Lunak harus didesain dengan mengejar faktor :

  1. Firmness : Terhindar dari bugs dan error yang dapat mengganggu jalannya PL.
  2. Commodity : Sesuai dengan keperluan dan kebutuhan.
  3. Delight : Nyaman digunakan oleh pengguna PL.

B. 4 LAYER DESAIN PERANGKAT LUNAK

1. Desain Data

Translasi ERD & Data Dictionary ke dalam konteks lingkungan implementasi.

2. Desain Arsitektur

Rancang bangun dari PL, relasi dan posisi antar bagian utama dari PL dengan memanfaatkan “design patterns”.

3. Desain Antarmuka

Merancang metode interaksi antar komponen PL dan terhadap pengguna.

4. Desain Komponen

Desain detail masing-masing prosedur di dalam komponen.

C. MENGUKUR KUALITAS DESAIN PERANGKAT LUNAK

  1. Desain PL memiliki arsitektur yang :
  • Dibuat berdasarkan template dan design patterns yang telah teruji.
  • Berisi komponen yang memiliki karakteristik desain yang baik.
  • Dapat diimplementasikan secara bertahap.
  1. Desain PL bersifat modular
  2. Desain PL berisi representasi yang jelas dari data, arsitektur, antarmuka, komponen
  3. Desain PL memiliki struktur data yang pantas untuk setiap kelas
  4. Desain PL memiliki komponen yang functionally independent
  5. Desain PL memiliki antarmuka yang simpel
  6. Desain PL dilakukan dengan metode yang jelas dan telah terbukti
  7. Desain PL menggunakan representasi yang dapat dimengerti bersama

 

D. TUJUAN AKHIR DESAIN PERANGKAT LUNAK

  1. Desain PL harus mengimplementasikan semua spesifikasi kebutuhan tertulis, dan juga memenuhi harapan tak tertulis dari pengguna.
  2. Desain PL harus terdokumentasi dan mudah dibaca serta dimengerti oleh yang berkepentingan.
  3. Desain PL harus dapat menggambarkan keseluruhan dari PL.

E. KONSEP UTAMA DESAIN PERANGKAT LUNAK

  1. Separation of Concerns
  2. OO Design Concepts
  • Abstraction
  • Modularity
  • Information Hiding
  • Functional Independence
  1. Design Classes
  2. Architecture
  • Design Patterns
  • Aspects
  1. Refinement
  2. Refactoring

F. SEPARATION OF CONCERNS

  • Concerns : daftar fitur dan kebutuhan yang telah dianalisis dari PL.

“Divide-and-Conquer strategy” – dengan membagi masalah menjadi bagian-bagian kecil, akan lebih mudah untuk diselesaikan satu-persatu.

  • Desainer PL harus mampu dengan logis menangkap seberapa jauh sebuah concern dapat dibagi ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Separation of Concerns adalah pola pikir dasar yang harus dimiliki oleh semua Software Engineer dalam membangun PL
  • Contoh :

Concern : “Dashboard yang dapat digunakan dosen untuk mengelola kuliah virtual”

  • Dashboard yang dapat digunakan dosen untuk mengelola kuliah virtual
    • Bagian yang berisi perintah-perintah navigasi
    • Bagian yang berisi daftar mata kuliah
      • Bagian yang berisi daftar materi kuliah
      • Bagian yang berisi daftar tugas-tugas
      • Bagian yang berisi daftar rekapitulasi nilai

G. OO DESIGN CONCEPTS 

Dalam merancang sebuah perangkat lunak terdapat konsep dasar yang dinamakan cohesion dan coupling dimana konsep ini diterapkan ketika akan membagi sebuah perangkat lunak kedalam bentuk modul-modul dengan kata lain menerapkan konsep modularity. Dalam penerapan konsep modularity harus diperhatikan dengan benar bahwa sudah menganut prinsip Loose Coupling, High Cohesion. Sebelumnya konsep dari modularitas adalah membagi sebuah perangkat lunak kedalam modul-modul yang lebih kecil. Sebagai contoh sebuah perangkat lunak memiliki proses pembelian dan penjualan. Kedua proses ini adalah proses yang berbeda sehingga dapat dipisahkan antara pembelian sendiri sedang penjualan kedalam modul tersendiri.

H. COUPLING

1. Pengertian Coupling

Coupling adalah ketergantungan modul satu dengan modul yang lain Bayangkan jika anda mengubah 1 modul A tapi karena modul lain memiliki ketergantungan terhadap modul A, maka efek perubahan ini mungkin saja punya impact terhadap modul lain. Karena itu loose coupling sangat penting dalam perancangan software.

2. Contoh Coupling

Coupling, dari perangkat lunak yang membagi modul pembelian dengan penjualan terlihat bahwa pada kedua modul tersebut tidak memiliki keterikatan, andaikata dilakukan perubahan terhadap modul pembelian maka modul penjualan tidak akan bermaslaah. Sehingga ini yang disebut menganut prinsip Loose Coupling.

Contoh coupling -> Terdapat 1 modul Transaksi untuk Penjualan dan Pembelian. Karena Pembelian dan Penjualan bisa dipisahkan (Pembelian adalah transaksi ke supplier, sedangkan Penjualan adalah transaksi ke Customer) adalah suatu hal yang terpisah, maka modul Transaksi dapat dibagi menjadi 2 modul terpisah yaitu modul Pembelian dan modul Penjualan. Sehingga perubahan terhadapa Penjualan tidak mempengaruhi Pembelian.

3. Jenis-jenis coupling

  • No direct coupling

Modul 1 dan Modul2 adalah subordinate terhadap modul2 yang berbeda.Sehingga masing – masing tidak berhubungan dan tidak ada penggandengan langsung yang terjadi antara keduanya.

  • Data Coupling

Dua buah modul dari sistem mempunyai data coupling jika komunikasi dari modul2 ini dilakukan lewat suatu data.Data dapat berupa sebuah item data tunggal atau elemen dari suatu larik(array).atau ketika modul berbagi data melalui, misalnya, parameter. Setiap datum adalah bagian dasar, dan ini adalah data hanya bersama (misalnya, melewati sebuah integer ke fungsi yang menghitung akar kuadrat).

  • Stamp coupling

Dua buah modul dikatakan stamp coupling jika kedua modul ini berkomunikasi lewat suatuukelompok item data. Kelompok item data dapattberupa suatu record yang terdiri dari beberapa field atau larik yang terdiri dari beberapa elemen.uah modul dikatakan stamp coupling modul ini berkomunikasi lewat item data. Kelompok item data suatu record yang terdiri dari field atau larik yang terdiri dari beberapa elemen.

  • Control coupling

Control coupling ditandai dengan adanya jalur kendali antara modul. Modul satu mengendalikan  aliran data di modul yang lain, kendali dilakukananmelalui flag yang mengontrol logika intern modullyang lain.

  • External coupling

Tingakt coupling yang terjadi bila modul-modul terikat pada lingjkungan luar (external) dari perangkat lunak.

  • Common coupling

Modul-modul dikatakan common coupling jika modul-modul tersebut menggunakan data yang di simpan di area memori yang sama.

  • Content coupling

Content coupling terjadi jika suatu modul mengguankan data atau mengendalikan informasi dari modul yang lain tanpa berhubungan lewat suatu parameter. Contet coupling dapat juga terjadi jika percabangan di lakukan ke tengah-tengah suatu modul yang lain. Content coupling (tinggi). Konten kopling (juga dikenal sebagai kopling patologis) adalah ketika satu modul memodifikasi atau bergantung pada kerja internal modul lain (misalnya, mengakses data lokal dari modul lain). Oleh karena itu mengubah cara modul kedua menghasilkan data (lokasi, jenis, waktu) akan menyebabkan perubahan modul tergantung. Kopling umum (juga dikenal sebagai kopling Global) adalah ketika dua modul berbagi data global yang sama (misalnya, variabel global). Mengubah sumber daya bersama berarti mengubah semua modul menggunakannya.

  • Eksternal kopling

Kopling Eksternal terjadi ketika dua modul berbagi format data eksternal dikenakan, protokol komunikasi, atau interface.This perangkat pada dasarnya terkait dengan komunikasi ke alat eksternal dan perangkat.

  • Pengendalian kopling

Kopling Control adalah satu modul mengendalikan aliran lain, dengan melewatkan informasi tentang apa yang harus dilakukan (misalnya, lewat bendera apa-to-do).

I. COHESION

1. Pengertian Cohesion

Cohesion adalah keterikatan fungsi-fungsi di dalam suatu modul. Maksudnya adalah modul yang dibuat memiliki fungsi-fungsi yang serupa untuk 1 tanggung jawab. Karena itu high cohesion sangat penting dalam perancangan software.

2. Contoh Cohesiom

Cohesion, dimana dari modul penjualan terdapat fungsi-fungsi semisal menghitung harga pokok, menghitung diskon, menghitung keuntungan dll yang merupakan fungsi yang saling berkaitan pada modul penjualan. Sehingga ini yang disebut menganut prinsip High Cohesion.

Contoh cohesion -> 1 class Lampu memiliki 1 tanggung jawab untuk Lampu saja. Fungsi-fungsi seperti turningOn, turningOff, changeColour, dll harus identik dengan tanggung jawab terhadap prilaku lampu secara umum.

3. Jenis-jenis Cohesion

  • Coincidental Cohesion – merupakan elemen yang tidak mempunyai hubungan.
  • Logical Cohesion – merupakan elemen-elemen yang melakukan kegiatan dengan kategori yang sama. Parameter  yang dimasukkan menentukan kegiatan yang dilaksanakan. Tidak semua kegiatan akan dikerjakan.
  • Temporal Cohesion – merupakan elemen-elemen yang terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempunyai hubungan dalam waktu. Tidak memperhatikan urutan.
  • Procedural Cohesion – merupakan hubungan antara elemen yang satu dfengan yang lainnya dikarenakan urutan statement. Satu kegiatan dengan kegiatan lain tidak berhubungan. Elemennya dapat dipecahkan menjadi Functional.
  • Communicational Cohesion – ciri-cirinya adalah kegiatan yang dilakukan lebih dari satu, menggunakan data yang sama, dan dapat dijadikan Functional.
  • Sequential Cohesion –  mempunyai pekerjaan yang beruntun. Kegiatan yang dilakukan lebih dari satu, hasil dari kegiatan sebelumnya menjadi masukan bagi kegiatan selanjutnya, dapat juga di pecah menjadi Functional.
  • Functional Cohesion –  hanya mempunyai satu tugas, menghasilkan satu hasil atau satu parameter output, bisa satu atau lebih parameter input.

J. ABSTRACTION

Menata kompleksitas solusi ke dalam berbagai lapisan abstraksi.

  • Modul Logika
    • Modul Operasi Lanjut
    • Modul Operasi Dasar

 

  • Modul Antarmuka
    • Modul Tombol
    • Modul Layar
  • Abstraksi Struktural

Modul Tombol

Tombol tombol_1

Tombol tombol_2

Tombol tombol_3 …. Dst

  • Abstraksi Prosedural
    • Modul Operasi Lanjut

function hitungKuadrat(x)… dst

  1. result = x;
  2. for (i=0; i < x; i++) {
  3.   result = result + x;
  4. }
  5. return result;

K. MODULARITY

  • Membagi desain arsitektur PL ke dalam komponen-komponen kecil sehingga lebih manageable lokalisasi masalah & resiko
  • Modularity merupakan salah satu cara dalam menggunakan ulang perangkat lunak, karena dengan memecah perangkat lunak menjadi modul-modul kecil akan dengan mudah memakai kepada perangkat lunak yang lain. Untuk mendapat hasil yang maksimal maka kaidah Loose Coupling, High Cohesion harus benar-benar diterapkan karena pada prinsip tersebut akan dihasilkan sebuah perangkat lunak yang dapat dengan mudah dilakukan penggunaan ulang jika terdapat projek dengan kebutuhan modul-modul yang hampir sama dengan projek yang sudah ada dan menggunakan konsep modularitas.

L. INFORMATION HIDING

 

Membatasi akses hanya sampai level abstraksi tertinggi yang dapat digunakan oleh modul lain mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

M. DESIGN CLASSES

Kelas yang ada pada tahap desain dapat dibedakan menjadi :

  • Kelas Analisis : Yaitu kelas hasil turunan dari tahap analisis, dengan melakukan modifikasi dan adaptasi terhadap lingkungan implementasi. Misal : kelas Mahasiswa, pada tahap desain ditambahkan fungsi getSummary() untuk mendapatkan rangkuman keterangan identitas yang akan ditampilkan pada dashboard.
  • Kelas Boundary : Yaitu kelas yang terlibat dalam pembangunan antarmuka PL. Misal : kelas-kelas form, dsb.
  • Kelas Controller : Yaitu kelas yang dibuat untuk mengatur jalannya PL. Misal : kelas Main, kelas SessionController, dsb.

N. ARCHITECTURE

 

 

  • Arsitektur PL adalah penggambaran secara konseptual terhadap keseluruhan struktur dari PL. Pada engineering yang tangible, arsitektur dapat dengan mudah dilakukan lewat penggambaran 2 dimensi maupun 3 dimensi. Lain halnya dengan PL yang tidak memiliki wujud fisik.

 

  • Model yang dapat digunakan dalam representasi Arsitektur PL :
  • Structural Models : Komponen-komponen apa saja yang ada pada PL.
  • Framework Models : Kerangka & patterns apa yang digunakan.
  • Dynamic Models : Bagaimana PL bereaksi pada setiap use case.
  • Process Models : Proses teknis dari berjalannya PL.
  • Functional Models : Hirarki secara fungsional dari komponen PL.

O. DESIGN PATTERNS

 

  • Design Patterns adalah pola-pola desain khusus yang dapat diguna-ulang untuk keperluan tertentu.

Analogi : jika ingin membangun jembatan layang, gunakan pattern cakar ayam untuk pondasinya.

  • Tujuan utama design patterns : implementasi cara yang sudah teruji, dan memudahkan komunikasi.

 

P. ASPECTS

  • Sebuah aspect adalah fitur yang beririsan dengan fitur-fitur lainnya pada saat desain PL.
  • Misal :

Fitur A : Mahasiswa dapat membuka halaman kuliah virtual yang dia ikuti.

Fitur B : Dosen dapat membuka halaman kuliah virtual yang dia ampu.

Fitur C : Pengguna yang membuka halaman kuliah harus tervalidasi terdaftar pada Mata Kuliah tersebut.

  • C beririsan dengan A dan B (karena Mahasiswa dan Dosen harus terlebih dahulu tervalidasi sebelum dapat membuka halaman kuliah virtual), C adalah aspect dari desain PL tersebut.
  • Aspects harus diakomodir pada desain PL, sehingga dapat diimplementasikan pada fitur-fitur lain yang beririsan. Misalnya dengan membuat modul Session yang bertugas khusus melakukan autentikasi dan validasi untuk seluruh sistem.

Q. REFINEMENT

Desain dilakukan secara bertahap, mulai dari abstraksi yang paling tinggi hingga kepada detail terkecil.

R. REFACTORING

  • Desain dilakukan secara iterative, berulang-ulang. Pada setiap iterasi, dilakukan refactoring yaitu optimasi dengan menghilangkan / memperbaiki :
  • Redundansi
  • Elemen desain tak terpakai
  • Algoritma yang tidak efisien / tidak perlu
  • Struktur Data yang badly designed
  • Faktor lain yang dapat diperbaiki.

 

  • Prinsip terpenting dalam refactoring :

Perubahan yang dilakukan tidak boleh mempengaruhi berjalannya system secara keseluruhan.

 

By : Cela Febriyani

2115061118

 

“CLASS DIAGRAM”

“CLASS DIAGRAM”

A. DEFINISI CLASS DIAGRAM

Class diagram atau diagram kelas adalah salah satu jenis diagram struktur pada UML yang menggambarkan dengan jelas struktur serta deskripsi class, atribut, metode, dan hubungan dari setiap objek. Ia bersifat statis, dalam artian diagram kelas bukan menjelaskan apa yang terjadi jika kelas-kelasnya berhubungan, melainkan menjelaskan hubungan apa yang terjadi. Diagram kelas ini sesuai jika diimplementasikan ke proyek yang menggunakan konsep object-oriented karena gambaran dari class diagram cukup mudah untuk digunakan. Desain model dari diagram kelas ini sendiri dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama merupakan penjabaran dari database. Bagian kedua merupakan bagian dari modul MVC, yang memiliki class interface, class control, dan class entity.

WhatsApp Image 2022-04-23 at 20.01.58

B. FUNGSI DAN KEUNGGULAN CLASS DIAGRAM

1. Fungsi

Fungsi utama dari class diagram adalah menggambarkan struktur sebuah sistem pemrograman. Meski demikian, terdapat beberapa fungsi lainnya dari class diagram.

  • Menunjukkan struktur statis pengklasifikasi dalam suatu sistem.
  • Memberikan notasi dasar untuk diagram struktur lain yang ditentukan oleh UML.
  • Dapat digunakan business analyst untuk membuat model sistem dari perspektif bisnis.

2. Keunggulan Class Diagram

Menurut LucidChart, class diagram memberikan beberapa keunggulan bagi pemrograman, terutama dalam bisnis. Berikut adalah beberapa keunggulan class diagram.

  • Mampu mengilustrasikan model data untuk sistem informasi, terlepas dari apakah model data tersebut rumit atau sederhana.
  • Memberikan gambaran umum mengenai skema aplikasi dengan lebih baik.
  • Membantumu menyampaikan secara visual kebutuhan spesifik apa pun dari suatu sistem dan menyebarkan informasi tersebut ke bisnis.
  • Terdapat bagan terperinci yang menyoroti kode spesifik yang perlu diprogram dan diterapkan ke struktur yang sesuai.
  • Menyediakan deskripsi implementasi independen dari tipe yang digunakan dalam sistem untuk kemudian diteruskan di antara komponen-komponennya.

 

C. KOMPONEN CLASS DIAGRAM

 1. Komponen atas

Bagian ini berisikan nama class yang selalu diperlukan baik itu dalam pengklasifikasi atau objek.

 2. Komponen tengah

Komponen ini berisikan atribut class yang digunakan untuk mendeskripsikan kualitas kelas. Ini hanya diperlukan saat mendeskripsikan instance tertentu dari class.

3Komponen bawah

Bagian ini adalah komponen class diagram yang menyertakan operasi class yang ditampilkan dalam format daftar. Sehingga, setiap operasi mengambil barisnya sendiri. Komponen ini juga menggambarkan bagaimana masing-masing class berinteraksi dengan data.

Selain itu, atribut dan proses dapat memiliki salah satu sifat berikut ini;

  • Private, tidak dapat dipanggil atau digunakan oleh kelas lain, itu artinya hanya dapat digunakan oleh kelas sendiri.
  • Protected, hanya dapat dipanggil dan digunakan oleh kelas-kelas bersangkutan serta turunannya dari kelas itu sendiri.
  • Public, dapat dipanggil dan digunakan oleh siapa saja yang memerlukannya.
  • Package, hanya dapat dipanggil dan digunakan oleh instance sebuah kelas di paket yang sama.

 4. Komponen tambahan

  • Class, yang merepresentasikan obyek atau sekumpulan obyek yang memiliki persamaan struktur.
  • Signals, yaitu simbol yang mewakili komunikasi asinkron satu arah antara objek aktif.
  • Tipe data yang terbentuk dengan melakukan pengklasifikasi yang menentukan nilai data. Tipe data ini dapat menghasilkan tipe primitif dan pencacahan.
  • Packages yang dirancang untuk mengatur pengklasifikasi terkait dalam diagram. Komponen ini dilambangkan dengan bentuk persegi panjang.
  • Interface, yaitu sekumpulan atribut yang mendefinisikan sekumpulan perilaku yang kohesif. Komponen ini mirip dengan class, namun harus memiliki setidaknya satu class untuk mengimplementasikannya.Enumerations, yang menggambarkan tipe data yang ditentukan pengguna. Komponen enumerations mencakup kelompok pengenal yang mewakili nilai-nilai pencacahan.
  • Objek, adalah item yang dapat ditambahkan ke dalam class diagram untuk mewakili contoh konkret atau prototipe.
  • Artifacts, yaitu elemen model yang mewakili entitas konkret dalam sistem perangkat lunak. Misalnya, dokumen, database, file yang dapat dieksekusi, komponen perangkat lunak, dan sebagainya.

 D. SIMBOL CLASS DIAGRAM

05ab817b-49eb-4d52-a050-fdc18af06e08

Simbol di atas digunakan untuk menunjukan sebuah kelas pada struktur sistem. Aturan penulisan yang berlaku tidak diperkenankan menggunakan spasi, sebagai contohnya nampak pada gambar di atas. Simbol ini memiliki tiga susunan sebagai berikut. Nama class Atribut Operasi dimana ketiga komponen di atas tersebut telah dijelaskan maksudnya pada bagian sebelumnya.

  • Simbol lingkaran ini digunakan dalam class diagram untuk menunjukan interface atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan antar muka. Konsep dalam interface ini sama dengan pemrograman berorientasi objek atau kita kenal OOP.
  • Simbol asosiasi yang memiliki bentuk garis ini digunakan untuk menghubungkan class satu dengan class lainnya.
  • Simbol class diagram yang satu ini nampak sama dengan simbol sebelumnya, namun meskipun demikian simbol ini memiliki nama yang berbeda, yaitu indirected asociation atau dalam Bahasa Indonesia simbol asosiasi berarah. Simbol ini memiliki kegunaan yang sama dengan simbol sebelumnya, yaitu untuk menghubungkan antar class. Namun yang menjadi perbedaan ialah penggunaannya, yaitu ketika suatu class digunakan oleh class lainnya.
  • Simbol ini bernama generalisasi, yang mana digunakan untuk menghubungkan antar class, baik khusus maupun umum. Sehingga apabila kita menemukan sebuah class yang memiliki makna umum dan khusus dapat dihbungkan menggunakan simbol ini.

Nama simbol ini yaitu aggregation, barangkali simbol satu ini tidak akan ditemukan di diagram lain, contohnya di flowchart atau yang memerlukan notasi lain. Simbol ini di pakai untuk menghubungkan kelas satu dengan kelas.

ECONTOH CLASS DIAGRAM

Class diagram dapat dibuat dengan menggunakan berbagai tools untuk UML. Berikut bebeberapa contoh penerapannya.

 1. Sistem manajemen sekolah

WhatsApp Image 2022-04-23 at 20.28.12

2Sistem Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

WhatsApp Image 2022-04-23 at 20.28.12 (1)

 

By; Cela Febriyani (2115061118)

Teknik Informatika A

 

KEMISKINAN DI PROVINSI LAMPUNG

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Nama: Cella Febriyani

NPM: 2115061118

Kelas: PSTI A

Mata Kuliah: Pengetahuan Lingkungan

Dosen Pengampu: Rio Ariesta Pradipta, S.Kom, M.T.I

 

DEFINISI KEMISKINAN

unnamed

Kemiskinan adalah ketidakmampuan dalam memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Penduduk miskin merupakan penduduk yang berada di bawah suatu batas atau disebut sebagai garis kemiskinan. Garis kemiskinan adalah nilai rupiah yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhahidup, baik kebutuhan hidup minimum sandang, pangan, dan papan.

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI LAMPUNG

bpsmiski

Angka kemiskinan di Provinsi Lampung masih jauh lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional, yang pada periode sama 9,66%, maka bisa dikatakan bahwa masalah Lampung Timur itu paralel dengan prioritas Provinsi Lampung, mengatasi kemiskinan. Malah layak dipasang target dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan Lampung harus menyamai angka kemiskinan nasional.

Kemiskinan di Lampung, utamanya di desa yang berbasis ekonomi pertanian, sungguh merupakan anomali. Sebab, sepanjang dua dekade ini nilai tukar petani (NTP) Lampung selalu di atas rata-rata nasional. Bahkan, pernah dalam satu periode hingga 2015, ketika NTP nasional di angka 101, NTP Lampung mencapai di atas 120, tertinggi di Indonesia.

Pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Lampung mencapai 1,05 juta orang (12,34 persen), naik sebesar 7,84 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 1,04 juta orang (12,30 persen). Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 adalah sebesar 9,02 persen atau naik 0,42 poin dibandingkan September 2019 yang sebesar 8,60 persen. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2020 sebesar 13,83 persen atau mengalami penurunan 0,13 poin jika dibandingkan September 2019 yang sebesar 13,96 persen.

Badan Pusat Stastistik provinsi Lampung mencatat pada September 2020 jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Lampung mencapai 1,09 juta orang (12,76 persen), mengalami kenaikan sebesar 41,82 ribu orang.

“Berdasarkan survei sosial ekonomi nasioanal pada september 2020 penduduk miskin di Lampung mencapai 1.09 juta orang naik sebesar 41,82 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 sebesar 1,05 juta orang (12,34 persen) ” ungkap kepala BPS prov Lampung Faizal Anwar saat memberikan rilis kepada wartawan, Senin, (15/02).

Faizal memaparkan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2020 adalah sebesar 9,59 persen atau naik 0,57 poin dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 9,02 persen. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 sebesar 14,22 persen atau mengalami kenaikan 0,39 poin jika dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 13,83 persen.

Selama periode Maret – September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 22,18 ribu orang, yakni dari 237,10 ribu orang pada Maret 2020 menjadi 259,28 ribu orang pada September 2020. Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar 75,40 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2020 yaitu sebesar 75,41 persen.

Sementara terkait Gini Ratio, Faizal mengatakan Gini Ratio pada September 2020 adalah sebesar 0,320. Menurutnya angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 0,327. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan di Provinsi Lampung termasuk kategori ketimpangan rendah.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENINGKATNYA JUMLAH KEMISKINAN DI PROVINSI LAMPUNG

Mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kemiskinan di Lampung, Faizal menyampaikan ada beberapa indikator terkait kemisikinan di Lampung yakni diantaranya :

  1. Laju inflasi umum yang rendah di Lampung hanya 0,06 persen.
  2. Penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, sebanyak 655,9.
  3. Adanya pengaruh angka penerima bantuan sosial baik dari pusat maupaun daerah untuk golongan masyarakat bawah.

 

SIAPA YANG TERDAMPAK KEMISKINAN?

Dari penjelasan sebelumnya dapat dilihat bahwa, orang yang tergolang kedalam kelompok miskin yaitu orang-orang yang tidak mampu memenuhi standar kebutuhan hidupnya. Selain itu orang-orang yang dikatakan miskin yaitu mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, gizi, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Orang yang tidak mampu melakukan usaha yang produktif juga dapat dikatakan miskin. Selain itu ketidakmampuan menjangkau sumber daya sosial dan ekonomi baik akibat rendahnya daya tawar (bargaining position) maupun keterbatasan modal, teknologi, dan sumber daya manusia juga merupakan foktor dari penyebab kemiskinan.

Di daerah provinsi lampung saat ini banyak meningkatnya tingkat kemiskinan yang disebabkan oleh pandemic covid-19 ini dimana banyaknya pekerja yang di pemutusan hubungan kerja (PHK). Sedangkan kebutuhan hidup mereka yang sebelumnya pun hanya bisa secukupnya ditambah dengan permasalahan yang terjadi saat ini sehingga sulit bagi masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Selain itu, banyaknya bantuan sosial yang di manfaatkan dengan tidak benar dan tidak jatuh pada tangan yang tepat.

 

SOLUSI DALAM MENGATASI KEMISKINAN KEMISKINAN DI PROVINSI LAMPUNG

Dalam rangka membangun komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan sinergitas program penanggulangan kemiskinan. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita semua yaitu :

  1. Kita perlu melakukan pertemuan rutin untuk melakukan evaluasi dan monitoring program-program penanggulangan kemiskinan melalui tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah yang sudah ada.
  2. Pastikan bahwa DTKS dengan memperioritaskan rumah tangga miskin yang berada di desil 1 sampai desil 2, 10% sampai dengan 20% menjadi prioritas tumpuan sasaran program-program penanggulangan kemiskinan.
  3. Perlu adanya pengembangan mekanisme dan validasi secara berkala dengan data yang akurat sehingga lebih tepat sasaran.
  4. Mengevaluasi sejauh mana isu kemiskinan sudah menjadi isu penting dalam perencanaan di kabupaten/kota dan juga seluruh OPD, sehingga semua bergerak bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Lampung.

“Beberapa tahun yang lalu, penanggulangan kemiskinan memang sudah dilakukan oleh Tim dan teman-teman segenap OPD. Namun kita terus mengevaluasi sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ibu Wakil Gubernur, kita akan terus mengevaluasi capaian-capaian kemiskinan. Adapun yang menjadi garis besarnya adalah komitmen. Komitmen kita semua terhadap kemiskinan. Dari komitmen tersebut, kita akan mempunyai suatu pandangan yang sama atau yang disebut sinergitas dalam berkolaborasi, berkoordinasi, dan berkonvergensi, sehingga angka kemiskinan yang ada di provinsi lampung dapat ditekan semaksimal mungkin,”  Kepala Bappeda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan saat meyampaikan paparannya.

 

SIAPA SAJA YANG HARUS MENERAPKAN SOLUSI KEMISKINAN

Dalam mengatasi tingkat kemiskinan semua pihak harus berperan aktif di dalam ini. Namun, lebih ditekankan lagi kepada pemerintah untuk dapat mengatasi permasalahan kemiskinan ini. Masyarakkat pun harus dapat berkolaborasi dengan baik atas apa saja solusi ataupun program-program yang sudah di buat oleh pemerintah dalam mengatasi tingkat kemiskinan ini, agar  tingkat kemiskinan di provinsi Lampung dapat menurun dengan pesat.

SUMBER REFRENSI

http://bappeda.lampungprov.go.id/berita-rakor-pelaksanaan-percepatan-penanggulangan-kemiskinan-provinsi-lampung.html#ixzz7DU3dzuVR

https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/24/172143169/kemiskinan-definisi-jenis-dan-faktor-penyebabnya

https://www.lampost.co/berita-mengatasi-kemiskinan-lampung.html

https://www.republika.co.id/berita/qokh3r457/penduduk-miskin-di-lampung-tambah-41820-orang

 

 

 

PENJELASAN TENTANG G20 DAN COP26

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hallo semua !

Selamat datang di blog pertama Cella…

Disini kita akan membahas tentang G20 dan COP26.

 

A. G20

1e544d19-6189-47b4-ad41-44ca2eced5b4

 

PENGERTIAN G20

G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20  merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

 

SEJARAH PENDIRIAN G20

Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

G20 pada awalnya merupakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun sejak 2008, G20 menghadirkan Kepala Negara dalam KTT dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan di sektor pembangunan. Sejak saat itu G20 terdiri atas Jalur Keuangan (Finance Track) dan Jalur Sherpa (Sherpa Track). Sherpa diambil dari istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 membuka jalan menuju KTT (Summit).

 

MANFAAT BAGI INDONESIA

  1.  Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis.
  2. Merupakan bentuk pengakuan atas status Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yang juga dapat merepresentasikan negara berkembang lainnya.
  3. Momentum presidensi ini hanya terjadi satu kali setiap generasi (+ 20 tahun sekali) dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah bagi pemulihan Indonesia, baik dari sisi aktivitas ekonomi maupun kepercayaan masyarakat domestik dan internasional.
  4. Indonesia dapat mengorkestrasi agenda pembahasan pada G20 agar mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian Indonesia.
  5. Menjadi kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam pemulihan ekonomi global. Dari perspektif regional, Presidensi ini menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam bidang diplomasi internasional dan ekonomi di kawasan, mengingat Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G20.
  6. Membuat Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan (showcasing) berbagai kemajuan yang telah dicapai Indonesia kepada dunia, dan menjadi titik awal pemulihan keyakinan pelaku ekonomi pascapandemi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
  7. Pertemuan-pertemuan G20 di Indonesia juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional, sehingga diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia.

 

TUJUAN DI BENTUK G20 

  1. Tujuan utama pembentukan G20 adalah menyediakan suatu forum diskusi  permanen  yang  intensif bagi para pembuat kebijakan keuangan dalam rangka menciptakan stabilitas keuangan global melalui  upaya  pencegahan  dan  penyelesaian krisis keuangan internasional (Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral.
  2. Partisipasi Indonesia dalam G20 ini juga sejalan dengan Nawa Cita Presiden Jokowi. Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam forum ini penting untuk mendukung prioritas kebijakan dalam negeri, seperti pemberlakuan automatic exchange of information (AEoI) secara tepat waktu pada tahun 2018 yang dapat mendorong upaya Pemerintah meningkatkan pendapatan dari sektor perpajakan.

 

ALASAN INDONESIA ANTUSIAS DALAM G20 HINGGA MENJADI PRESIDENSI

  1. Indonesia berusaha memulihkan ekonomi dari permasalahan yang telah terjadi.
  2. Terbukanya peluang peningkatan konsumsi domestik yang dapat capai Rp1,7 triliun, kedua penambahan PDB yang diperkirakan akan mencapai sekitar Rp7,47 triliun.
  3. Terdapat pelibatan tenaga kerja sekitar 33.000 pekerja di berbagai sektor industri di masa mendatang.
  4. Penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi domestik, melalui rangkaian pertemuan secara kumulatif yang menghadirkan ribuan delegasi dari seluruh negara anggota dan berbagai lembaga internasional.
  5. Indonesia sendiri diberi kehormatan bergabung menjadi anggota G20 ini pada tahun 2008 dan sebagai satu-satunya negara ASEAN yang menjadi aggota G-20.

 

 

B. COP 26

2a8d7054-df7e-45f7-ab6c-076f199c2f1a

 

PENGERTIAN COP 26

 COP26 adalah rangkaian pertemuan tingkat tinggi yang membahas tentang perubahan iklim. COP singkatan dari Conference of the Parties. Dan angka 26 adalah angka yang menunjukkan urutan pertemuan yang terbaru. Conference of the Parties (COP26), merupakan perhelatan perubahan iklim yang akan mengumpulkan ratusan pemimpin dunia pada November bakal menjadi agenda penting untuk penetapan target pengurangan emisi. Perhelatan ini merupakan terusan dari Perjanjian Paris pada 2015. Sebanyak 100 pemimpin dunia akan hadir di Glasgow, Skotlandia untuk menentukan langkahnya dalam menyusun target dekarbonisasi.

 

TUJUAN DI BENTUKNYA COP 26

  1. Tujuan pertama adalah memastikan global net zero dalam setengah abad ke depan. Menjaga tingkat kenaikan suhu sebesar satu setengah derajat celcius. Tiap negara nantinya akan menjelaskan strategi mereka untuk dapat mencapai target pengurangan emisi pada 2030.
  2. Tujuan kedua yaitu bagaimana beradaptasi untuk melindungi masyarakat dan habitat alam. Setiap negara diharapkan dapat saling bekerja sama untuk mendorong negara-negara lain yang terdampak perubahan iklim. Ini dilakukan agar ekosistem dapat semakin pulih dan terlindungi.
  3. Tujuan ketiga, penyelenggaraan COP26 juga bertujuan untuk meningkatkan pendanaan bagi negara-negara dengan angka ekonomi rendah. Hal ini dalam rangka transisi menuju energi bersih serta agar mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

 

MANFAAT COP26 UNTUK INDONESIA 

COP26 momentum Indonesia jadi negara destinasi Green Investment. Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi, Masyita Crystallin mengatakan COP 26 dapat menjadi momentum Indonesia sebagai negara destinasi ‘Green Investment’. Hal ini mengingat Indonesia memiliki potensi besar untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan sektor energi dan transportasi sebesar 650 Mton CO2e dan 398 Mton CO2e, jika dibantu oleh pendanaan internasional.

Oleh sebab itu, Masyita mengajak seluruh pihak untuk berinvestasi untuk ketahanan dalam perubahan iklim. Investasi yang harus dilakukan dalam ketahanan perubahan iklim di antaranya self-protection dengan masyarakat mengambil langkah proaktif untuk meminimalkan dampak perubahan iklim. Investasi swasta juga sangat dibutuhkan karena dana publik saja tidak akan cukup untuk dapat mencapai tujuan net zero seperti yang diharapkan. Kerja sama seluruh pihak sangat penting

 

HASIL YANG DIHARAPKAN DARI COP26

COP26 adalah pertemuan tingkat tinggi pertama di mana setiap negara juga memiliki tuntutan baru. Adapun lebih dari 100 negara berkembang telah bersepakat untuk menyampaikan tuntutan jelang COP26, yang antara lain:

  1. Pendanaan dari negara-negara maju untuk memerangi maupun menanggulangi perubahan iklim.
  2. Kompensasi dari negara-negara maju atas dampak yang akan menimpa mereka
  3. Uang dari kelompok negara maju untuk membantu mereka menerapkan ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, diharapkan pertemuan tingkat tinggi ini akan dapat menemukan cara terbaik menerapkan sistem pasar karbon dan kredit karbon. Sistem ini merupakan mekanisme agar negara penghasil karbon untuk membayar emisi yang dikeluarkannya, dan negara yang telah menerapkan ekonomi hijau untuk menjual kredit karbon.

 

Refrensi :

https://sherpag20indonesia.ekon.go.id/sejarah-singkat-g20

https://m.bisnis.com/amp/read/20211101/620/1460452/ini-9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-cop26

https://m.medcom.id/amp/aNr9MxEK-ini-4-tujuan-penting-penyelenggaraan-cop26-di-skotlandia

 

Terimakasih !

By ; Cella Febriyani

Teknik Informatika