Jurnal perkuliahan 5

Jurnal perkuliahan 5

Nama: Budi cahyono

Npm : 2115061123

Kelas : psti c

Universitas Lampung TA 2021/2022

Assalamualaikum kembali lagi dengan blog jurnal bc nah pada pertemuan kali ini yang akan di bahas adalah mengenai artikel ilmiah. Yuk langsung mulai saja

Artikel ilmiah

Artikel ilmiah atau jurnal ilmiah merupakan hasil yang di peroleh dari kegiatan penelitian yang menggunakan konvensi ilmiah yang sudah memiliki hasil bukti. Sedangkan menurut para ahli, Btotowijoyo (2002) artikel ilmiah adalah karya tulis yang menyajikan fakta umum dan di tulis menurut ideologis penulisan yang baik dan benar. Sedangkan menurut KBBI artikel ilmiah adalah karya yang di buat dengan menerapkan prinsip prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta ( observasi, eksperimen kajian pustaka )

Ciri-ciri Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah memiliki ciri sebagai berikut :

1. Rasional, isi artikel ilmiah harus bersifat rasional, yaitu dapat dipertanggung jawabkan dan bisa diterima oleh orang lain.

2. Objektif, yang berarti artikel ilmiah merupakan hasil uji yang benar dan sesuai fakta dan bukan hanya sebuah pendapat tanpa adanya bukti atau teori yang mendasari.

3. Kritis, yaitu pembaca dapat menyampaikan kritik timbal balik terhadap suatu permasalahan yang dijelaskan dalam artikel tersebut.

4. Reserved, dalam pembuatan artikel ilmiah perlu kehati-hatian dan tidak terburu-buru.

5. Bahasa formal, penulis dalam membuat artikel harus menggunakan bahasa yang formal dan baku agar mudah dipahami orang lain.

6. Sumber referensi, di dalam artikel penulis harus menuliskan sumber refrensi untuk menunjang suatu argumen atau pun teori yang dikemukakan dalam bentuk tulisan serta referensi yang digunakan haruslah berasal dari sumber yang terpercaya.

Hal yang dapat ditulis dalam Artikel Ilmiah

1. Literatur.

2. Apa yang dikerjakan pada suatu penelitian.

3. Melaporkan hasil karya peneliti.

4. Jika berguna, maka harus ditulis, dilaporkan, dan di publikasi agar orang lain bisa mendapatkan pengetahuan berdasarkan apa yang dikerjakan peneliti.

5. Jika apa yang dikerjakan tidak penting, maka tidak perlu membuat artikel ilmiah maupun memublikasikannya.

Jenis Artikel Ilmiah

1. Artikel atau jurnal ilmiah.

2. Makalah.

3. Kertas kerja.

4. Paper (hasil kerja tugas mahasiswa).

5. Skripsi (tugas akhir sarjana-1).

6. Tesis (tugas akhir sarjana-2).

7. Disertasi (tugas akhir sarjana-3).

Struktur Artikel Ilmiah

Adapun struktur artikel ilmiah yaitu sebagai berikut.

1. Judul

2. Informasi penulis

3. Abstrak

4. Kata kunci

5. Isi Artikel

– Pendahuluan

– Studi Literatur

– Metode yang digunakan

– Hasil dan pembahasan

– Simpulan saran

7. Daftar Pustaka

Sekian pembahasan dari materi tentang artikel ilmiah, untuk lebih memahami silahkan bertanya pada bapak / ibu guru teman teman

Sekian dulu wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas jurnal perkuliahan_budi cahyono_big data

Jurnal Perkuliahan 4

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri

Nama lengkap : Budi cahyono

Npm : 2115061123

Kelas : PSTI C

Pada pertemuan Industri Pertanian tanggal 30 september 2021 membahas tentang “Big Data For Agriculture”, berikut adalah jurnal rangkuman perkuliahan pada pertemuan kali ini.

A. Big data

Jadi,yang pertama akan kita bahas adalah tentang “Big Data”.

Big Data adalah sebuah istilah untuk menjelaskan volume besar, variable data dengan kecepatan tinggi, kompleks yang memnbutuhkan Teknik dan teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen dan Analisa Informasi.

Untuk zaman yang sekarang ini, big data sudah di bagi fungsinya menjadi beberapa bagian menurut fungsinya. Berikut beberapa ulasan dari fungsi pada setiap data

B. Contoh penerapan/penggunaan big data

1.ChatBot

Chat bot biasa digunakan untuk kepentingan business seperti bot chat di tokopedia, shopee, dan lain-lain.

 

Retail

Business

Etc

2.Search Engine

Big data juga digunakan untuk search engine agar mendapatka hasil pencarian yang akurat sesuai keinginan user.

 

Accurate Search result

3.Artificial Intelligence

More Use or AI

Data Science

Etc

4. Iot

Foster Iot Development

C. Manfaat Penggunaan Big Data

Manfaat penggunaan big data adalah :

 

Predictive Analysis

Harness Data from social media

Decision Making

Recommendation

Optimization

Innovation

D. Big Data On Agriculture

Tujuan big data di bidang agriculture sendiri yaitu untuk pengumpulan data dan decision making serta analisis dari data” yang sudah dikumpulkan dengan big data. Contohnya dalam kasus petani di padi.

Mengingat pada zaman dulu, big data di bagi menjadi Beberapa yang biasa disebut dengan 3V :

Adalah

a. Volume

Ukuran data yang dimiliki oleh big data memiliki kapasitas yang besar. Anda dapat mencoba melakukan proses data dengan ukuran yang besar untuk dijalankan.

 

b.velocity

Memiliki kecepatan yang digenerated Kecepatan transfer data juga sangat berpengaruh dalam proses pengiriman data dengan efektif dan stabil. Big data memiliki kecepatan yang memungkinkan untuk dapat diterima secara langsung (real-time). Memiliki kecepatan yang degenerated

 

c. Variety

Jenis variasi data yang dimiliki oleh big data lebih banyak daripada menggunakan sistem database. Tidak hanya berupa teks tetapi juga bisa berupa file yang jenisnya bermacam macam, lalu ada juga audio, video. Jika disusun menjadi sebuah database, akan menghasilkan database yang tidak terstruktur sehingga akses menuju file tersebut akan lambat.

 

Karena perkembangan teknologi semakin maju, big data dikembangkan menjadi 10 V dengan tambahanseperti Veracity, Value, Validity, Variability, Venue, Vocabulry dan Vagueness.

E. Sumber-sumber big data terbagi menjadi 8 yaitu :

 

Social Media

Communication Data

Database

Network Stream Monitoring

IoT

Website

Cloud

Media

Terimakasih semoga apa yang di sampaikan dapat bermanfaat dan terimakasih banyak

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatu

 

Jurnal perkuliahan 5 – materi ke 3

PERKULIAHAN INDUSTRI PERTANIAN PERETEMUAN 3

 

Rekayasa agroindustri di Indonesia

Hari ini pupulasi umat manusia di dunia mencapai 7,8 milyar, dan untuk di Indonesia sendiri mencapai 260 juta penduduk. Untuk menunjang kebutuhan hidup pasti yang pertama adalah makanan. Nah pada jurnal kali ini pembahasan tentang kecerdasan agroindustri.

Agroindustri merupakan kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Ketahanan pangan merupakan salah satu faktor pendorong di gencarkanya revolusi industri 4.0. ketahanan pangan tidak hanya di tentukan dengan seberapa banyak hasil produksi, akan tetapi juga di pengaruhi oleh kelancaran distribusi pangan, sehingga banyak orang yang merasakan banyak manfaat dari usaha tersebut.

Dalam upaya peningkatan mutu pertanian yang efisien berikut merupakan 5 proses di bidang pertanian

1. Proses pengolahan bahan

2. Pembibitan

3. Penanaman

4. Pemanenan

5. Pemasaran/penjualan

 

HMI (human machine interface) adalah sistem yang menghubungkan manusia dengan teknologi, hal ini sangat memudahkan manusia, sesuai tema yaitu rekayasa pertanian agroindustri. Bidang yang sangat membantu manusia dalam lingkup teknologi misalnya adalah drone atau pesawat tanpa awak di gunakan untuk pemetaan atau mendeteksi lahan dengan lebih efisien. Selanjutnya dengan penyiraman yang menggunakan pesawat kecil yang di sambungkan dengan signal perintah Ari komputer atau bahkan beberapa robot. Selain itu ada juga teknologi yang berguna menyampaikan umur tanaman untuk siap panen atau yang lainya dengan mentransfer informasi kepada komputer.

 

Hampir di semua wilayah Indonesia adalah tanah yang subur, jika saja semua petani atau pemilik kebun mampu beradaptasi dengan zaman sekarang ini yang tidak lagi menggunakan caa tradisional pasti Indonesia menjadi negara yang maju dengan mengandalkan pertanian. Tetapi sayangnya banyak petani yang belum paham atau bahkan sudah mengetahui tetapi menganggapnya sepele karna tidak sesuai ajaran dari budayanya tentang itikat bertani.

Berikut adalah alur hidup dalam agroindustri

1. Harvest planning

2. Crop layout

3. Field preparation

4. Sowing

5. Crop protection

6. Harvesting

7. Storage

8. Quality control

9. Processing

10. Assortment building

11. Domestric sale

12. Export sale

 

 

 

 

Genggaman terhadap video

Teknologi yang digunakan sedah bagus , dengan menggunakan kecerdasan buatan benar benar dapat membantu seperti menggunakan lahan yang sempit tetapi hasil mumpuni. Seperti di Singapura dan Belanda misalnya mereka memanfaatkan mesin untuk menanam berbagai sayuran dalam lahan yang minim tetapi berhasil . Namun dengan menggunakan alat alat tersebut pastilah biayanya tidak sedikit ( permasalahan petani Indonesia ) contoh juga china yang bercocok tanam di atap rumah dan juga menanam sayuran tanpa menggunakan tanah. Namun kembali lagi jika permasalahan biaya menjadi satu satunya alasan sehingga harga jual sayur menjadi lebih mahal.

Dalam generasi yang akan datang yang seharusnya di panggul oleh anak muda jaman sekarang, tetapi kebanyakan tidak terlalu peduli tentang pertanian karna menganggap kuno, dan Lebih memilih bekerja sesuai zaman di banding panas panasan di kebun. Tidak sedikit juga para pemuda mulai memperhatikan keberlanjutan di Indonesia dengan menciptakan berbagai alat pembantu pekerjaan seperti traktor mesin penggiling atau mesin penanam dan pemanen.

 

Jurnal perkuliahan 5 (materi 3)

PERKULIAHAN INDUSTRI PERTANIAN PERETEMUAN 3

 

Rekayasa agroindustri di Indonesia

Hari ini pupulasi umat manusia di dunia mencapai 7,8 milyar, dan untuk di Indonesia sendiri mencapai 260 juta penduduk. Untuk menunjang kebutuhan hidup pasti yang pertama adalah makanan. Nah pada jurnal kali ini pembahasan tentang kecerdasan agroindustri.

Agroindustri merupakan kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Ketahanan pangan merupakan salah satu faktor pendorong di gencarkanya revolusi industri 4.0. ketahanan pangan tidak hanya di tentukan dengan seberapa banyak hasil produksi, akan tetapi juga di pengaruhi oleh kelancaran distribusi pangan, sehingga banyak orang yang merasakan banyak manfaat dari usaha tersebut.

Dalam upaya peningkatan mutu pertanian yang efisien berikut merupakan 5 proses di bidang pertanian

1. Proses pengolahan bahan

2. Pembibitan

3. Penanaman

4. Pemanenan

5. Pemasaran/penjualan

 

HMI (human machine interface) adalah sistem yang menghubungkan manusia dengan teknologi, hal ini sangat memudahkan manusia, sesuai tema yaitu rekayasa pertanian agroindustri. Bidang yang sangat membantu manusia dalam lingkup teknologi misalnya adalah drone atau pesawat tanpa awak di gunakan untuk pemetaan atau mendeteksi lahan dengan lebih efisien. Selanjutnya dengan penyiraman yang menggunakan pesawat kecil yang di sambungkan dengan signal perintah Ari komputer atau bahkan beberapa robot. Selain itu ada juga teknologi yang berguna menyampaikan umur tanaman untuk siap panen atau yang lainya dengan mentransfer informasi kepada komputer.

 

Hampir di semua wilayah Indonesia adalah tanah yang subur, jika saja semua petani atau pemilik kebun mampu beradaptasi dengan zaman sekarang ini yang tidak lagi menggunakan caa tradisional pasti Indonesia menjadi negara yang maju dengan mengandalkan pertanian. Tetapi sayangnya banyak petani yang belum paham atau bahkan sudah mengetahui tetapi menganggapnya sepele karna tidak sesuai ajaran dari budayanya tentang itikat bertani.

Berikut adalah alur hidup dalam agroindustri

1. Harvest planning

2. Crop layout

3. Field preparation

4. Sowing

5. Crop protection

6. Harvesting

7. Storage

8. Quality control

9. Processing

10. Assortment building

11. Domestric sale

12. Export sale

 

 

 

 

Genggaman terhadap video

Teknologi yang digunakan sedah bagus , dengan menggunakan kecerdasan buatan benar benar dapat membantu seperti menggunakan lahan yang sempit tetapi hasil mumpuni. Seperti di Singapura dan Belanda misalnya mereka memanfaatkan mesin untuk menanam berbagai sayuran dalam lahan yang minim tetapi berhasil . Namun dengan menggunakan alat alat tersebut pastilah biayanya tidak sedikit ( permasalahan petani Indonesia ) contoh juga china yang bercocok tanam di atap rumah dan juga menanam sayuran tanpa menggunakan tanah. Namun kembali lagi jika permasalahan biaya menjadi satu satunya alasan sehingga harga jual sayur menjadi lebih mahal.

Dalam generasi yang akan datang yang seharusnya di panggul oleh anak muda jaman sekarang, tetapi kebanyakan tidak terlalu peduli tentang pertanian karna menganggap kuno, dan Lebih memilih bekerja sesuai zaman di banding panas panasan di kebun. Tidak sedikit juga para pemuda mulai memperhatikan keberlanjutan di Indonesia dengan menciptakan berbagai alat pembantu pekerjaan seperti traktor mesin penggiling atau mesin penanam dan pemanen.