Artikel Ilmiah

Pada pertemuan ketujuh mata kuliah industri pertanian membahas materi tentang artikel ilmiah. Artikel ilmiah biasanya dibuat oleh seorang peneliti untuk mempublikasikan karyanya agar bisa dibaca oleh masyarakat yang umumnya berbentuk laporan.

1. Pengertian menurut KBBI

Artikel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan suatu karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Sedangkan ilmiah, maksudnya adalah ilmu pengetahuan; memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan. Artikel ilmiah dapat disebut dengan suatu karya tulis yang sempurna (sesuai dengan struktur) yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dan dipublikasikan di jurnal.

2. Ciri-ciri Artikel Ilmiah

– Rasional, artikel ilmiah dapat dipahami secara logis sesuai bidang keilmuannya
– Objektif, artinya isi artikel ilmiah tersebut hanya dapat dikembangkan secara aktual dan eksis, maksudnya adalah eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya berbeda antarbidang ilmu satu dengan yang lainnya
– Kritis, karena berfungsi sebagai wahana menyampaikan kritik timbal balik terhadap suatu permasalahan yang dijelaskan dalam artikel tersebut
– Reserved, maksudnya adalah menahan diri, hati-hati, dan tidak mudah overclaiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi dan kepentingan tertentu.
– Gaya bahasa yang formal atau baku, sehingga fokus dalam ilmu dan tidak menggunakan gaya bahasa tertentu dalam penulisannya
– Sumber referensi, pengutipan sumber jelas dan disertai dengan daftar pustaka.

3. Aspek yang ditulis pada Artikel Ilmiah

– Literatur
– Apa yang dikerjakan pada suatu penelitian
– Melaporkan hasil kerja peneliti
– Jika berguna, maka harus ditulis, dilaporkan, dan di publikasi agar orang lain bisa mendapatkan pengetahuan berdasarkan apa yang dikerjakan peneliti.
– Jika apa yang dikerjakan tidak penting, maka tidak perlu membuat artikel ilmiah, maupun memublikasikannya.

4. Jenis-jenis Artikel Ilmiah

– Artikel atau jurnal ilmiah
– Makalah
– Kertas kerja
– Paper
– Skripsi
– Tesis
– Disertasi
– Artikel ilmiah populer

5. Struktur Artikel Ilmiah

– Judul
– Informasi Penulis
– Abstrak
– Isi Artikel :
a) Pendahuluan
b) Studi Literatur
c) Metode yang digunakan
d) Hasil dan Pembahasan
e) Simpulan dan Saran
– Daftar pustaka

6. Publikasi Artikel Ilmiah

Mempublikasikan artikel ilmiah biasanya melalui seminar/konferensi (prosiding) dan yang paling umum dipublikasikan melalui jurnal.

Big Data For Agriculture

Pertemuan keenam ini, membahas tentang Big Data For Agriculture.

Big data adalah data yang terlalu besar atau banyak untuk diatur dalam database yang masih tradisional. Dengan kata lain, big data itu cukup besar sehingga membutuhkan infrastruktur cloud untuk menyimpan lalu mendistribusikannyya ke database agar dapat diatur dan digunakan. Big data sendiri merupakan pengembangan dari sistem database pada umumnya. Yang membedakan disini adalah proses kecepatan, volume, dan jenis data yang tersedia lebih banyak dan bervariatif daripada DBMS (Database Management System) pada umumnya.
Definisi dari big data juga dapat dibagi menjadi 3 bagian, yang biasa disebut dengan 3V:

1. Volume
Ukuran data yang dimiliki oleh big data memiliki kapasitas yang besar. Anda dapat mencoba melakukan proses data dengan ukuran yang besar untuk dijalankan.

2. Velocity
Kecepatan transfer data juga sangat berpengaruh dalam proses pengiriman data dengan efektif dan stabil. Big data memiliki kecepatan yang memungkinkan untuk dapat diterima secara langsung (real-time). Kecepatan tertinggi yang bisa didapatkan langsung melalui aliran data ke memori apabila dibandingkan dengan yang ditulis pada sebuah disk.

3. Variety
Jenis variasi data yang dimiliki oleh big data lebih banyak daripada menggunakan sistem database SQL. Jenis data yang masih bersifat tradisional, lebih terstruktur daripada data yang belum terstruktur. Contohnya adalah teks, audio, dan video merupakan data yang belum terdefinisikan secara langsung dan harus melalui beberapa tahap untuk dapat diproses dalam sebuah database. Selain dari 3V diatas, masih ada 2V lain yang merupakan bagian dari big data sendiri. Yaitu Value dan Veracity. Untuk value, merupakan nilai atau aliran data yang tidak teratur dan konsisten dalam beberapa kondisi dan periode. Hal tersebut dapat terjadi pada suatu kasus dimana terdapat lonjakan data yang besar sehingga, akan memproses data dengan resource memori yang lebih besar. Veracity merupakan bentuk pembenaran suatu data. Jadi, mengacu pada kualitas data tersebut, dapat berasal dari berbagai sumber. Perlu adanya proses untuk menghubungkan dan mengkorelasikan beberapa hubungan data. Jika tidak ada relasi yang baik, maka dapat menimbulkan kontrol yang lepas kendali.

Sumber Big Data :
1. Social Media,
2. Communication Data,
3. Database,
4. Network Stream Monitoring,
5. IoT,
6. Website,
7. Cloud,
8. Media.

Contoh penerapan dari Big Data :

1. Chatbot
Chatbot adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk menyimulasikan percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia baik secara audio maupun teks.

2. Search Engine
Search Engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.

3. Internet of Things
Internet of Things merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata.

4. Artificial Intelligence
Artificial Intelligence merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, program dan robot untuk “berpikir” secara cerdas layaknya manusia.

Manfaat Big Data :
1. Predictive Analysis
2. Harness Data from Social Media
3. Decision Making
4. Recommendation
5. Optimization
6. Innovation

Big Data On Agriculture
Teknologi big data dalam pertanian dapat mengambil dan menganalisa banyak data dari berbagai sumber dari berbagai macam daerah. Dari data yang dikumpulkan dapat dievaluasi dan kemudian dikembangkan lagi pertaniannya.

Kecerdasan Buatan dalam Industri Pertanian

Masa sekarang dan masa mendatang sangat diperlukan kecerdasan buatan dalam industri pertanaian. Apasih kecerdasan buatan? Kecerdasan buatan adalah mesin yang diprogram untuk berpikir dan bertindak layaknya manusia. Dalam mendukung indutri pertanian, kecerdasan buatan dikembangkan untuk membantu petani dengan memberikan bimbingan yang tepat tentang nutrisi dan pengelolaan air, penanaman optimal, panen tepat waktu, jenis tanaman yang akan ditanam berdasarkan kondisi lingkungan, rotasi tanaman, hama, pengendalian dan pengelolaan penyakit, mampu tingkatkan produksi, menurunkan risiko gagal panen, efisiensi kerja meningkat, serta membantu proses bertani.

Dalam Industri pertanian ada 5 proses pertanian yakni :
1. Pengolahan lahan
2. Pembibitan
3. Penanaman
4. Pemanenan
5. Penjualan hasil

Sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, dilengkapi dengan tanah yang subur karena mendapatkan banyak sinar matahari dan curah hujannya tinggi. Karenanya agroindustri memiliki peran penting di Indonesia. Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut.

Menaggapi video

Singapura dan Belanda menerapkan proses pertanian di dalam ruangan yang sangat membantu pada saat ini karena lahan pertanian yang semakin sedikit. Ruangan ini dipenuhi dengan fasilitas teknologi modern. Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan dalam pemrogramannya. Teknologi yang dipakai seperti mengukur suhu kelembaban, tingkat cahaya, tingkat co2, pupuk ec, pH semua parameter yang berbeda sesuai kebutuhan untuk sayuran tumbuh dapat dikalibrasi, serta dibuatnya drone pembunuh ngengat yang dapat mendeteksi dan menghancurkannya. Di India, diciptakan teknologi untuk memonitor lahan dari jarak jauh yang mana bisa mengurangi tingkat kerugian.
Untuk memajukan sektor industri pertanian generasi muda memiliki peran penting untuk memajukan teknologi yang modern serta inovativ dan kreatif dalam mengembangkan teknologi.

Pertemuan Keempat Industri Pertanian PSTI C 2021

Pertemuan keempat ini, membahas tentang pengembangan pertanian dengan penerapan teknologi informasi dan komputer.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah meliputi berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk bidang pertanian. Penetrasi TIK di bidang pertanian ini sering disebut dengan istilah electronic Agriculture yang disingkat e-Agriculture. Pada dasarnya e-Agriculture adalah pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pertanian. Pemanfaatan ini dapat dilakukan di semua aktivitas pertanian, mulai dari proses produksi sampai pada pemasaran hasilnya. Pemanfaatan TIK dapat meliputi berbagai aspek, baik itu perangkat telekomunikasi, komputer ataupun perangkat lunaknya. Tentunya dengan e-Agriculture ini diharapkan TIK dapat dijadikan sebagai alat untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang ada.
Di Indonesia, pemerintah berupaya untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai instrumen akselerasi pembangunan pertanian. Dalam Rencana Strategik (RENSTRA) Departemen Pertanian, 2005-2009, telah dicanangkan kebijakan operasional program TIK, yaitu: (i). Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian, (ii). Peningkatan Pemanfaatan dan Penyebaran Informasi, (iii). Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dalam Bidang Statistik dan Sistem Informasi, dan (iv). Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Sistem Informasi. Di Indonesia terdapat pula organisasi yang berfokus pada pemanfaatan TIK di bidang pertanian yaitu Himpunan Informatika Pertanian Indonesia (HIPI). Di bawah ini beberapa contoh riset dan pengalaman pemanfaatan TIK di bidang pertanian:
1. Untuk mendukung perekaman jurnal kegiatan pertanian, Kouno dkk, telah mengembangkan sebuah sistem yang mengkombinasikan web camera dan sebuah robot metrologi. Web camera ini secara otomatis mengumpulkan foto-foto tanaman yang digunakan untuk menganalisa secara jarak jauh (remote) kondisi dan perkembangan tanaman.
2. Sugawara, mengembangkan sebuah jurnal kegiatan pertanian berbasis mobile-phone untuk mengumpulkan data pertanian.
3. Otuka dan Yamakawa mengembangkan sistem berbasis PDA yang dikombinasikan dengan Global Positioning System (GPS) untuk mengumpulkan data pertanian dan lokasinya
4. Fukatsu dkk mengembangkan sistem untuk memonitoring sebuah area pertanian, sistem ini diberi nama Field Server. Sistem ini memiliki sejumlah sensor untuk memantau suhu, kelembaban, sinar matahari, kondisi tanah. Serta memiliki fitur untuk terhubung ke jaringan Internet.
5. Seorang petani jepang yang melengkapi greenhouse-nya dengan sistem web camera yang semula ditujukan untuk memantau kondisi dan perkembangan tanamannya, tetapi kemudian sistem ini digunakannya sebagai sistem untuk mempromosikan tanaman/buah-buahan yang ada di greenhousenya menggunakan web camera untuk memantau tanamannya dan mengubungkannya ke jaringan Internet, petani ini menjual tanamannya kepada pembeli dan memberikan kebebasan sang pembeli memantau perkembangan buah-buahan tersebut melalui web hingga siap dipanen.
Selain e-Agriculture, dalam bidang pertanian terdapat pula istilah electronic Agribusiness (e-Agribusiness) istilah ini mengacu pada kegiatan bisnis di pertanian (agribisnis) seperti pemasaran hasil-hasil pertanian yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi, salah satu contohnya pemanfaatan e-Commerce untuk bertransaksi hasil-hasil produksi di bidang pertanian.
Pemanfaatan TIK dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Menurut Technical Advisorry Committee of the CGIAR (TAC-CGIAR 1988), “pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam” (pengelola usaha tani yang memiliki tingkat keberdayaan berkelanjutan). Diharapkan pertanian yang berkelanjutan akan menghasilkan pula petani yang berdaya secara berkelanjutan pula. Ciri-ciri pertanian berkelanjutan adalah sebagai berikut:
1. Mantap secara ekologis, yang berarti kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan–dari manusia, tanaman, dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Dua hal ini akan terpenuhi jika tanah dikelola serta kesehatan tanaman dan hewan serta masyarakat dipertahankan melalui proses biologis (regulasi sendiri). Sumber daya lokal digunakan secara ramah dan yang dapat diperbaharui.
2. Dapat berlanjut secara ekonomis, yang berarti petani mendapat penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, sesuai dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan dan dapat melestarikan sumber daya alam dan meminimalisasikan risiko.
3. Adil, yang berarti sumber daya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga keperluan dasar semua anggota masyarakat dapat terpenuhi dan begitu juga hak mereka dalam penggunaan lahan dan modal yang memadai dan bantuan teknis terjamin. Masyarakat berkesempatan untuk berperanserta dalam pengambilan keputusan di lapangan dan di masyarakat.
4. Manusiawi, yang berarti bahwa martabat dasar semua makhluk hidup (manusia, tanaman, hewan) dihargai dan menggabungkan nilai kemanusiaan yang mendasar (kepercayaan, kejujuran, harga diri, kerjasama, rasa sayang) dan termasuk menjaga dan memelihara integritas budaya dan spiritual masyarakat.
5. Luwes, yang berarti masyarakat desa memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi usahatani yang berlangsung terus, misalnya, populasi yang bertambah, kebijakan dan permintaan pasar.
6. Pesatnya kemajuan IPTEK termasuk kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hingga hadirnya teknologi Cloud computing atau cloud computing akan sangat membantu tercapainya tujuan di atas. Pembangunan pertanian berkelanjutan dalam era globalisasi ini meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Digital Komputer akan sangat membantu dalam perkembangan pertanian di Indonesia dan beberapa negara di dunia. Peran yang diambil oleh teknologi digital komputer dalam dunia pertanian dapat berupa mendukung tersedianya informasi pertanian yang relevan dan tepat waktu. Informasi hasil-hasil penelitian dan inovasi teknologi di bidang pertanian, membantu upaya peningkatan produksi komoditas pertanian, sehingga dapat tercapai pembangunan pertanian yang diharapkan. Informasi dan pengetahuan tentang pertanian akan menjadi pemicu dalam menciptakan peluang untuk pembangunan pertanian dan ekonomi sehingga terjadi pengurangan kemiskinan. TIK dalam sektor pertanian yang tepat waktu dan relevan memberikan informasi yang tepat guna kepada petani untuk pengambilan keputusan dalam berusaha tani, sehingga efektif meningkatkan produktivitas, produksi dan keuntungan.

Pertemuan Ketiga Industri Pertanian PSTI C 2021

Pada tanggal 7 September 2021, pertemuan ketiga Industri Pertanian PSTI C membahas materi tentang Proses Pertanian. Dalam materi ini bertujuan untuk mengetahui jenis pertanian dan proses dalam pertanian.

1. Jenis Pertanian

• Sawah adalah lahan pertanian yang basah dan harus dialiri oleh air yang pada umumnya untuk menanam padi.
Sawah dibagi menjadi beberapa jenis :
a. Sawah irigasi adalah sawah yang memanfaatkan sumber air dari aliran sungai dan bendungan atau waduk. Sawah jenis ini airnya
tersedia sepanjang tahun.
b. Sawah nonirigasi dibagi lagi menjadi beberapa yakni :
– Sawah tadah hujan yang sumber airnya berasal dari air hujan.
– Sawah pasang surut yang airnya bergantung pada air sungai yang memanfaatkan pasang surut air laut. Biasanya terletak dekat muara
rawa atau sungai didaerah pantai.
– Sawah lebak umumnya terletak di dataran rendah sekitar sungai yang sumber airnya dipengaruhi oleh luapan air sungai.
c. Minapadi adalah lahan sawah yang dimanfaatkan juga untuk perikanan untuk memaksimalkan hasil tanah sawah.

• Ladang/Huma adalah lahan pertanian kering yang ditanami tanaman penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian penggunaannya berpindah-pindah jika tidak subur lagi.

• Tegalan adalah lahan pertanian kering yang biasanya ditanami tanaman pangan serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

• Kebun adalah lahan pertanian kering seperti tegalan yang tidak terlalu besar dan bisa dilakukan dihalaman sekitar rumah.

2. Proses dalam Pertanian

• Pengolahan lahan adalah suatu proses pengubahan lahan menggunakan alat supaya dihasilkan lahan pertanian yang sesuai dan siap untuk ditanami
• Penyiapan budidaya yakni proses menyiapkan sumberdaya atau bahan untuk pertanian.
• Pemanenan adalah proses pemungutan hasil dari suatu pertanian.
• Pemasaran adalah proses penjualan dan mempromosikan hasil dari pertanian.

Pertemuan Kedua Industri Pertanian PSTI C 2021

Pada tanggal 31 Agustus 2021, pertemuan kedua Industri Pertanian PSTI C 2021 membahas beberapa materi. Materi-maateri tersebut dapat kita lihat dibawah ini.

1. Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

Pertanian presisi (precision agriculture) merupakan sistem pertanian modern saat ini yang dapat menjawab dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari pertanian presisi adalah meningkatkan produksi pertanian dalam bidang teknologi informatika, seperti memprogram suatu alat untuk industri pertanian supaya dalam terlaksananya proses pertanian lebih efisien dan efektif. Sistem pertanian presisi dianggap sebagai solusi dalam menghadapi revolusi industri 4.0 sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Banyak hal yang dapat diterapkan dari teknologi informasi ke industri pertanian contohnya seperti dibidang pengolahan lahan dan pemasaran. Dibidang pengolahan lahan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan drone yang sudah disambungkan melalui aplikasi yang tepat untuk memonitoring suatu lahan baik untuk mengukur suatu lahan ataupun mendeteksi keadaan suatu lahan apakah lahan terserang hama, penggunaan air pada lahan, dan mengetahui emisi lingkungan. Sistem memonitoring tersebut biasa disebut dengan IoT (Internet Of Things). Yang kedua ada dibidang pemasaran, dengan cara membuat sebauh software yang berguna untuk pemilik lahan ataupun tidak. Software ini dapat membantu pemilik lahan yang tidak mempunyai modal yang dapat dipertemukan oleh orang yang tidak memiliki lahan tapi mempunyai modal dan hasil dari pertaniannya dibagi dua. Sistem software ini seperti layaknya broker yang menjembatani antara pemilik saham dan pemilik modal.

2. Rekayasa e-Aquaculture untuk Otomasi Monitoring Tambak Udang

Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil udang dan sebagian besar hasil udang diekspor ke luar negeri. Selain itu, Lampung juga merupakan provinsi pensupply benih Udang Vaname nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84%. Permasalahannya tambak udang di provinsi Lampung masih dilakukan secara tradsional walaupun sebagian sudah dilakukan secara intensif. Tambak udang secara tradisional dilakukan kontrol secara manual dan berkala, hal ini sering mengakibatkan terlambatnya diketahui penurunan kualitas air. Kualitas air yang buruk dapat menimbulkan resiko terkena penyakit white feces pada udang. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian.

Ditemukannya solusi untuk memonitoring tambak udang dengan IoT (Internet of Things). Perangkat IoT berupa sensor dan mini computer di pasang ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data. Data dikirim ke masterboard untuk diteruskan ke database. Dengan menggunakan IoT ini tambak udang dapat mencegah resiko udang terkena penyakit white feces.