Let’s Fight Against Corona Virus

COVID – 19

corona image

  • Apa itu COVID-19 ?

Pada awal tahun 2020 dunia dihebohkan dengan munculnya suatu wabah  yang sangat berbahaya dan mematikan yang disebut COVID-19. Virus ini lalu dikenal dengan nama virus corona. Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV).Nama virus corona berasal dari Bahasa latin “corona” dan Yunani “korone” yang artinya adalah mahkota atau lingkaran cahaya. Penamaan ini memang tak lepas dari wujud khas virus itu, yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilan yang mengingatkan pada “corona matahari.” Bentuk ini tercipta oleh peplomer viral spike yang merupakan protein yang mengisi permukaan virus.

  • Asal Mula Munculnya Virus Corona

Asal mula virus ini diduga berasal dari sebuah pasar hewan dan makanan laut di kota Wuhan salah kota di China, awalnya terdapat isu bahwa virus ini ditularkan oleh hewan liar namun hal ini terbantahkan karena bukti telah tertuju pada penularan manusia ke manusia. Gejala virus corona ini hampir sama seperti gejala demam yaitu suhu tubuh yang tinggi dan batuk, namun yang membedakan gejala infeksi virus corona adalah sesak nafas yang menjadi gejala utama dari virus ini. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, virus ini bisa menyebabkan pneumonia, kegagalan banyak organ dan kematian.

Perkiraan masa inkubasi virus ini antara terinfeksi dan timbulnya gejala berkisar antara satu hingga 14 hari. Sampai saat ini, kebanyakan orang yang terinfeksi menunjukkan gejala dalam lima hingga enam hari. Namun, terdapat juga pasien yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun. Artinya mereka tidak menunjukkan gejala tetapi terdapat virus tersebut ditubuh. WHO mengatakan bahwa pada umumnya, virus yang berasal dari China ini biasa menyerang mereka yang berusia di atas 60 tahun. Virus ini juga biasa menyerang mereka yang tengah menderita penyakit lainnya.

  • Pencegahan COVID-19

cegah corona

Menurut World Health Organization (WHO), virus corona COVID-19 menular melalui orang yang telah terinfeksi virus corona. Penyakit dapat dengan mudah menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk. Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona. Menurut panduan WHO cara agar kita terhindar dari virus ini yaitu dengan:

1. sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun minimal 20 detik

2. menjaga jarak dengan orang lain  minimal 1 meter/ 3 kaki

3. Hindari untuk menyentuh hidung mata dan mulut

4. menutup mulut dengan siku ketika batuk atau bersin

5. Jika mengalami demanm, batuk,dan kesulitan bernapas segera periksa ke dokter.

  • Kasus COVID-19 di Dunia

Sejak awal kemunculannya COVID-19 telah menginfeksi negara-negara yang ada di dunia, bahkan virus corona ini telah merenggut banyak korban jiwa diberbagai negara. Berikut adalah data statistik penyebaran virus corona di dunia

Data Statistik Kasus Covid-19 di Dunia Menurut JOHN HOPKINS UNIVERSITY & MEDICINE

data-odp-inter-300x175

Menurut data yang diperoleh dari  JOHN HOPKINS UNIVERSITY & MEDICINE yang menjadi salah satu Coronavirus Resource Center tercatat telah terjadi 492,603 kasus di dunia dengan 22,184 total kematian yang terjadi di 175 negara sampai dengan tanggal 26 Maret 2020 pukul 22.10.12 . Italia menjadi negara dengan angka kematian korban corona tertinggi di dunia.

  • Kasus COVID-19 di Indonesia

Indonesia pun tidak luput dari penularan COVID-19. Kasus pertama warga Negara Indonesia yang positif virus corona terjadi pada awal Maret 2020. Tidak tanggung-tanggung virus ini langsung menginfeksi dua WNI.

Data Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia

Data-statistik-odp

Menurut data yang diperoleh dari situs resmi COVID-19, tercatat sampai dengan hari ini tanggal 26 Maret 2020 telah terjadi peningkatan kasus corona sebanyak 103 kasus sehingga total menjadi 893 kasus. Angka kematian meningkat drastis sebanyak 20 orang sehingga menjadi 78 orang. Sementara pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah empat orang sehingga menjadi 35 orang. Provinsi DKI Jakarta hingga saat ini menjadi penyumbang kasus positif Corona atau COVID-19 terbanyak di Indonesia. Hasil pantauan Pemprov DKI Jakarta per 26 Maret Pukul 08:00 WIB, Jumlah kasus positif Corona di Ibu Kota mencapai 472 pasien. Dari jumlah tersebut, 27 pasien sembuh dan 43 meninggal dunia.

Berikut adalah data penyebaran corona diberbagai Provinsi di Indonesia :

1. DKI Jakarta Terkonfirmasi: 515 Sembuh: 25 Meninggal: 46

2. Jawa Barat Terkonfirmasi: 78  Sembuh: 5 Meninggal: 11

3. Banten Terkonfirmasi: 67 Sembuh: 1 Meninggal: 4

4. Jawa Timur Terkonfirmasi: 59 Sembuh: 3 Meninggal: 3

5. Jawa Tengah Terkonfirmasi: 40 Sembuh: 0 Meninggal: 6

6.Sulawesi Selatan Terkonfirmasi: 27 Sembuh: 0 Meninggal: 1

7. Daerah Istimewa Yogyakarta Terkonfirmasi: 16 Sembuh: 1 Meninggal: 2

8. Kalimantan Timur Terkonfirmasi: 11 Sembuh: 0 Meninggal: 0

9. Bali Terkonfirmasi: 9 Sembuh: 0 Meninggal: 2

10. Sumatera Utara Terkonfirmasi: 8 Sembuh: 0 Meninggal: 1

11. Papua Terkonfirmasi: 7 Sembuh: 0 Meninggal: 0

12. Kalimantan Tengah Terkonfirmasi: 6 Sembuh: 0Meninggal: 0

13. Kepulauan Riau Terkonfirmasi: 5 Sembuh: 0 Meninggal: 1

14. Sumatera Barat Terkonfirmasi: 3 Sembuh: 0 Meninggal: 0

15. Lampung Terkonfirmasi: 3 Sembuh: 0 Meninggal: 0

16. Kalimantan Barat Terkonfirmasi: 3 Sembuh: 0 Meninggal: 0

17. Sulawesi Tenggara Terkonfirmasi: 3 Sembuh: 0 Meninggal: 0

18. Riau Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 0 Meninggal: 0

19. Nusa Tenggara Barat Terkonfirmasi : 2 Sembuh : 0 Meninggal : 0

20. Sulawesi Utara Terkonfirmasi : 2 Sembuh : 0 Meninggal : 0

21. Aceh Terkonfirmasi : 1 Sembuh : 0 Meninggal : 0

22 Jambi  Terkonfirmasi : 1 Sembuh :0 Meninggal : 0

23. Suamtera Selatan Terkonfirmasi : 1 Sembuh : 0 Meninggal : 1

24. Kalimantan Selatan Terkonfirmasi : 1 Sembuh : 0 Meninggal : 0

25. Sulawesi Tengah Terkonfirmasi : 1 Sembuh : 0 Meninggal : 0

26. Maluku Terkonfirmasi : 1 Sembuh : 0 Meninggal : 0

27. Maluku Utara Terkonfirmasi : 1 Sembuh :0 Meninggal : 0

  • Penanggulangan COVID-19

Untuk menanggulangi adanya penularan wabah COVID -19 ini Pemerintah pun mengambil langkah tegas untuk menanggulangi virus ini mulai dari penyedian tenaga medis, peralatan medis dan menyiapkan 100 rumah sakit yang dilengkapi oleh ruang isolasi  untuk para pasien yang terinfeksi. Setelah jumlah kasus wabah COVID-19 di Indonesia meningkat tidak seperti negara lain yang mengambil keputusan untuk melakukan lockdown yaitu penutupan total wilayah dan negara dari akses dalam negeri maupun luar negeri, pemerintah Indoensia mengambil keputusan untuk melakukan social distancing, yaitu tindakan mencegah orang melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang menularkan virus, misalnya dengan bekerja di rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah. Sosial distancing ini telah dimulai pada tanggal 16 Maret 2020 lalu. Berbagai instansi telah menerapkan sosial distancing ini, termasuk instansi pendidikan. Saat ini proses pembelajaran tatap muka di sekolah maupun di Univeritas ditiadakan dan digantikan dengan pembelajaran sistem online yang dilakukan dirumah.

  • Bahaya dan Dampak COVID-19

Penyebaran COVID-19 ini sangat berdampak terhadap berbagai bidang. Berikut adalah bahaya atau dampak dari penyebaran COVID-19 :

1. bidang pendidikan, proses pembelajaran di sekolah maupun universitas menjadi terganggu dikarenakan proses pembelajaran dilakukan secara online selama masa sosial distancing. Pembelajaran via online ini dirasa kurang efektif karena para pelajar tidak terlalu memahami materi dan terkadang ketika proses pembelajran berlangsung sinyal internet tidak mendukung.

2. Kelangkaan barang pun terjadi akibat adanya virus corona ini. Permintaan akan kebutuhan pokok dan bahan baku meningkat, akan tetapi produsen tidak bisa memproduksi barang seperti biasanya. Tak hanya bahan baku masker dan hand sanitizer pun menjadi sulit didapatkan.

3. Poeses perdangan antar negara pun terganggu, termasuk proses perdagangan antara Indonesia dan China .China merupakan negara eksportir terbesar dunia. Adanya virus Corona yang terjadi di China menyebabkan perdagangan China memburuk. Hal tersebut berpengaruh pada perdagangan dunia termasuk di Indonesia. Penurunan permintaan bahan mentah dari China seperti batu bara dan kelapa sawit akan mengganggu sektor ekspor di Indonesia yang dapat menyebabkan penurunan harga komoditas dan barang tambang.

4. Dalam bidang pariwisata pun Virus Corona sangat memberikan dampak yang signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan asal China mencapai 2.07 juta orang pada tahun 2019 yang mencakup 12.8 persen dari total wisatawan asing sepanjang 2019. Adanya Penyebaran virus Corona ini menyebabkan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Selain itu tempat –tempat wisata pun ditutup dan hal ini pun berdampak terhadap penurunan devisa pariwisata.  Sektor-sektor penunjang pariwisata seperti hotel dan restoran  juga akan terpengaruh dengan adanya virus Corona. Sepinya wisatawan juga berdampak pada restoran atau rumah makan yang sebagian besar menjadi andalan para wisatawan untuk melakukan kuliner. Penurunan jumlah wisatawan pun berdampak terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena wisatawan yang datang ke suatu destinasi biasanya akan membeli oleh-oleh. Jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset UMKM juga akan menurun.

Agar penyebaran virus corona ini dapat ditanggulangi maka kita harus patuh terhadap anjuran pemerintah yaitu melakukan sosial distancing atau tetap berada di rumah jika tidak memiliki urusan yang mendesak. Sebisa mungkin kita meminimalisir adanya penyebaran virus corona ini, dimulai dari hal kecil seperti menjaga jarak dengan orang lain dan menggunakan masker ketika dirasa mengalami flu atau batuk. Selain itu juga kita harus selalu update terhadap informasi terkini mengenai virus corona dan tetap menjaga kesehatan kita.

Referensi

https://duta.co/dampak-virus-corona-terhadap-perekonomian-global-khususnya-di-indonesia

https://coronavirus.jhu.edu/map.html

https://www.covid19.go.id/

https://tirto.id/eHM2

https://koinworks.com/blog/virus-corona/

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Materi Ke- 5)

BAGAIMANA HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA KEDAULATAN RAKYAT DAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT ?

gambar demokrasi

Apakah warga negara memilki hak? Apakah warga negara memilki kewajiban ?

Menjadi seorang warga negara yang hidup bersosialisasi dengan warga negara lain tentu tidak terlepas dari nilai dan norma yang mengaturnya. Indonesia menjadi negara yang berazaskan demokrasi dan terbuka tentu mempunyai nilai dan norma seperti mengenai hak dan kewajiban setiap warganya.  Berdasarkan ketentuan UUD Negara Republik Indonesia Thaun 1945, setiap warga negara memiliki persamaaan kedudukan dalam kehidupan bermasyarakat, dan bernegara tanpa membedakan ras,agama,gender,golongan,budaya,dan suku.

Hal terebut sesuai dengan penegasan yuridis konstitusional tentang hak dan kewajiban warga negara Indoensia yang tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945 dan UU No.39 /1999 tentang HAM, yang isinya antara lain tentang hak dan kewajiban warga negara.

Kita sebagai seorang mahasiswa yang nantinya akan menjadi  calon sarjana dan profesional diharapkan berdisiplin diri melaksanakan kewajiban dan hak warga negara dalam tatanan kehidupan demokrasi Indonesia yang bersumbu pada kedaulatan rakyat dan musyawarah untuk mufakat; mampu menerapkan harmoni kewajiban dan hak negara dan warga negara dalam tatanan kehidupan demokrasi Indonesia yang bersumbu pada kedaulatan rakyat dan musyawarah untuk mufakat; dan melaksanakan proyek belajar kewarganegaraan yang terfokus pada hakikat dan urgensi kewajiban dan hak negara dan warga negara dalam tatanan kehidupan demokrasi Indonesia yang bersumbu pada kedaulatan rakyat dan musyawarah untuk mufakat.

Sebelum kita mengetahui apa saja hak dan kewajiban warga negara, kita harus tahu dulu apa itu arti hak dan kewajiban ? dan bagaimana hubungan keduanya?

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain mana pun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.

Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain mana pun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban dengan demikian merupakan sesuatu yang harus dilakukan (Notonagoro, 1975).

Secara umum  Hak  dapat di definisikan sebagai   hak untuk memiliki atau melakukan sesuatu, dan merupakan hak istimewa yang diberikan kepada masyarakat oleh badan pemerintahan. Sedangkan Kewajiban bisa diartikan sebagai sesuatu yang harus dikerjakan seseorang karena hukum, keharusan atau karena itu adalah pekerjaan mereka. Ini merupakan tanggung jawab seseorang oleh badan pemerintahan, yang harus dikerjakan oleh individu tersebut.

hak-dan-kewajiban-5714d595d69373c2087753e0

Dalam menjalani kehidupan bernegara antara hak dan kewajiban haruslah kita jalani dengan seimbang. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Menurut “teori korelasi”   Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan,  ada hubungan timbal balik antara hak dan kewajiban.  Setiap kewajiban yang harus dijalankan oleh sesorang berkaitan dengan hak orang lain, begitupun sebaliknya. Bayangkan jika kita tidak melaksanakan kewajiban kita sesuai dengan porsinya, maka kita akan merugikan orang lain.  Jadi antara hak dan kewajiban warga negara memiliki hubungan timbal balik yang erat.

Salah satu penerapan hak warga negara yaitu, seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan sebuah negara demokrasi sebagaimana telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan diatur dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan tidak mendapatkan hak-haknya.

Hak dan kewajiban tersebut telah diatur di UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berikut adalah pasal-passal yang mengatur hak dan kewajiban warga negara:

Hak warga Negara Indonesia  :

1. Pasal 27 ayat 2 : Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” .

2. Pasal 28A  : Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”

3.   Pasal 28B ayat 1 : Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah

4. Pasal 28 B ayat 2 :  Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”

5. Pasal 28 C:   Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi

6. Pasal 28C ayat 1: meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.

7.  Pasal 28C ayat 2 : Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.

8. Pasal 28 D ayat 1 : Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta

perlakuan yang sama di depan hukum.

9. Pasal 28 I ayat :   Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

10. Pasal 31 ayat 1 : Hak mendapat pendidikan

Kewajiban Warga Negara Indonesia  :

1. Pasal 27 ayat 1 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan  wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. 

2. Pasal 27 ayat 3 :  Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

3. Pasal 28J ayat 1 :  Setiap warga negara wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. 

4. Pasal 28J ayat 2 :  Dalam menjalankan hak dan kebebasannya ,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

5.  Pasal 30 ayat 1 : Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Setelah kita mengetahui pasal-pasal yang mengatur tentang hak dan kewajiban, lantas bagaimanakah sikap kita dalam meghargai hak daj kewajiban warga negara?

Sikap menghargai persamaan hak dan kewajiban warga negara perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini haru diwujudkan ditengah masyarakat kita yang pluralis dan multikultural. Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam macam suku bangsa, agama, kebudayaan, ras. Oleh karena itu, sebagai masyarakat multikultiral, Indonesia sangat rentan terhadap terjadinya konflik atau pertentangan. Konflik ini mampu memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat kita.

Agar konflik tersebut tidak terjadi, maka sebagai warga negara yang baik, kita perlu memiliki sikap saling menghargai persamaan, hak dan kewajiban diantara warga negara, seperti yang sudah diamanatkan dalam UUD 1945. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan penerapan sikap dari setiap warga negara untuk menghargai persamaan dan hak kewajiban warga negara tanpa membedakan ras,agama,gender,golongan,budaya dan suku bangsa.

Jadi kesimpulannya, marilah kita jalani hak dan kewajiban kita sebagai warga negara sesuai dengan porsi dan peran kita masing-masing dan kita tidak boleh egois dengan mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan golongan karena itu hanya akan merugikan orang lain.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN ( Materi Ke- 4)

NILAI DAN NORMA KONSTITUSIONAL UUD NRI 1945 DAN KONSTITUSIONALITAS KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN DI BAWAH UUD

Tugas  Presentasi Kelompok ( Materi ke-4)

A.  Penjelasan Mengenai Pertentangan antara UU ITE dan UUD 1945

Sebelum teknologi informasi komunikasi ber­kembang, konstitusi Indonesia telah mengatur rakyat Indonesia dalam berko­mu­nikasi dan mengekspresikan pendapat­nya. Un­dang Undang Dasar 1945 (UUD 45) Pa­sal 28E ayat (2) dan ayat (3), Pasal 28F dan Pasal 28I UUD 45 menjamin seluruh rak­yat Indonesia menyampaikan pikirannya se­cara tulisan dan lisan.  Namun pada kenyataannya hal ini bertentangan dengan UU ITE pasal 11 tahun 2008.

Kehadiran UU ITE membuat warga yang mengepresikan kebebasan berfikir dan pen­dapat tidak dijamin pelaksanaannya oleh negara. Hal ini karena UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE  bertentangan dengan UUD 1945 pada Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Pada Pasal 27 dan 28 UU ITE berpotensi membatasi pers karena berita pers dalam wujud informasi elektronik (di internet). Yang bertentangan dengan UUD 1945 pada pasal 28 tentang kebebasan berpendapat.Lebih parah lagi dengan an­caman hukuman enam tahun penjara se­hingga memenuhi satu syarat penyidik bisa langsung melakukan penahanan terhadap se­se­orang yang disangkakan.

Walaupun terdapat ketidaksesuaian antara UUD 1945 dan UU ITE seperti pada penjelasan diatas, namun tenyata dalam pasal lain masih terdapat kesesuain antara UUD 1945 dan UU ITE. Berikut adalah contoh kesesuaian antara UUD 1945 dan UU ITE.

B. Kesesuaian antara UU ITE dan UUD 1945 

1.  Pasal 26 Ayat 1 UU ITE

“Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.”

Pasal 26 Ayat 2 UU ITE

“ Setiap orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan undang-undang ini.”

Berkesesuain dengan

Pasal 28 J Ayat 1 UUD 1945

“ Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidpuan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara .”

Pasal 28 J Ayat 2 UUD 1945

“ Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan degan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suat masyarakat demokratis.”

Dari kedua Undang- Undang diatas memilki kesesuaian yaitu, setiap orang harus menghargai dan menghormati hak asasi dan kebebasan  setiap warga negara dalam kehidupan bernegara.

2. Pasal 27 ayat (3) UU ITE

“ Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Berkesesuaian dengan

Pasal 28D Ayat (1) UUD 1945

“ Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakan yang sama dihadapan hukum”

Pasal 28I Ayat (2) UUD 1945

“ Setiap orang bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.”

Kedua Undang-Undang tersebut memilki kesesuaian yaitu, setiap warga negara berhak mendapatkan hak perlindungan dan jaminan.

3. Pasal 40 ayat 2 UU ITE

“Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan”.

Pasal 40 ayat (2a)  UU ITE

“Pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan dan penggunaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Berkesesuaian dengan

Pasal 28 G ayat 1

” Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi,keluarga,kehormatan,martabat dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. “

Kedua Undang-Undang tersebut memiliki kesesuaian yaitu, Apabila warga negara menjadi korban tidak kriminal maka warga negara tersebut berhak untuk mendaptkan perlindungan dari negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Undang-undang yanga da di Indonesia haruslah didasarkan nilai-nilai yang tertera pada pancasila. Peran kita sebagai warga negara harus dapat mematuhi segala undang-undang yang ada dalam menajalani kehidupan bernegara.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN(PAPER ANALISA)

URGENSI INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU PARAMETER PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Nama Mahasiswa  : Atiqah Hanifah Shalihah
NPM                         : 1915061013
Mata Kuliah            : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama Dosen MK   : Rio Ariestia Pradipta

  • analisa  permasalahan yang terjadi di Aceh dan Papua yang Berhubungan dengan Tema Integrasi Nasional

seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beribu-ribu pulau yang terbentang luas. Sebagai sebuah negara kepulauan yang terdiri atas beranekaragam suku bangsa,agama, ras, budaya dan kekayaan sumber daya alam yang melimpiah ruah, Indonesia rentan menghadapi berbagai kemungkinan adanya perpecahan dan konflik yang dapat menjadi ancaman,tantangan,hambatan dan gangguan untuk kesatuan bangsa Indonesia. Ancaman tersebut bisa berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ancaman yang berasal dari dalam negeri dapat menyebabkan adanya disintegrasi bangsa, dimana bangsa Indonesia saling serang satu sama lain tanpa memperdulikan bangsanya sendiri.

Pada dasarnya keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang dapat dijadikan modal dasar dalam pembangunan bangsa. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan adanya rasa persatuan dan kesatuan yang tertanam di setiap warga negara. Namun pada kenyataannya masih banyak konflik yang terjadi dengan mengatasnamakan suku, agama,ras atau golongan tertentu  yang mengindikasikan bahwa integrasi belum dapat terwujud dengan baik.

Perpecahan bangsa telah terjadi sejak diraihnya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia harus menghadapi dua musuh dari depan maupun belakang. Dari depan, Indonesia masih harus menghadapi sekutu yang berupaya merebut kemerdekaan Indonesia. Sedangkan dari belakang Indonesia harus menghadapi pemberontakan dan pergolakan daerah yang mengancam keutuhan negara Republik Indonesia.

1. Permasalahan yang terjadi di Aceh

  • Sejak awal kemerdekaan Aceh telah mengalami beberapa konflik yang merujuk kepada adanya disintegrasi bangsa. Dimulai dengan adanya konflik DI/TII yang terjadi setelah kemerdekaan Indonesia. Seperti yang kita ketahui Aceh dikenal sebagai daerah yang kental akan agama islam, membuat adanya keinginan untuk membentuk suatu negara islam yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya pemberontakan DI/TII. Pemberontakan DI/TII Aceh yang dipimpin oleh Tengku Daud Beureuh sebagai Gubernur Militer Aceh .Pemberontakan ini diawali ketika terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada bulan Agustus 1950, Daud Beureuh merasa kecewa karena Soekarno tidak menpati janjinya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara islam dan lebih memilih untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang nasionalis. Selain itu Daud Beureuh juga merasa kecewa karena pemerintah mengadakan adanya penyederhanaan administrasi pemerintahan,sehingga beberapa daerah mengalami penurunan status. Salah satu diantaranya adalah Aceh, yang semula sebagai daerah istimewa turun menjadi daerah keresidenan dibawah Povinsi Sumatera Utara. Tepatnya pada tanggal 20 September 1953, Daud Beureuh menyatakan bahwa Aceh keluar dari NKRI dan memproklamsikan bahwa Aceh bergabung dengan Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo. Setelah menyatakan diri keluar dari NKRI mereka melakukan penyerangan-penyerangan kepada pemerintah Indonesia. Pemerintah tidak tinggal diam mereka menggunakan operasi militer untuk menumpas pemberontakan ini. Pemberontakan ini berakhir dengan adanya perdamaian melalui musyawarah yang di cetuskan oleh Panglima Kodam I Iskandar Muda, Kolonel M.Jasin Pangdam I yang dikenal dengan “ Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” Musyawarah ini berakhir pada tanggal 28 Desember 1962
  • Adanya perdamaian dari konflik DI/TII ini tidak serta merta membuat Aceh mengurungkan niatnya untuk tetap memisahkan diri dari NKRI untuk membentuk negara sendiri. Para tokoh DI/TII yang masih kecewa mendukung dibentuknya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tanggal 4 Desember dan mempercayai Hasan Tiro untuk memimpin gerakan separatis tersebut. Adanya pembentukan GAM dilatar belakangi karena kemarahan warga Aceh akan adanya jajahan Jawa atas masyarakat dan kekayaan sumber daya alam di Aceh. Gerakan tersebut semakin menjadi ketika adanya eksploitasi kekayaan Aceh. Pada masa pemerintahan Orde baru pemerintah melakukan eksploitasi gas alam dan minyak bumi di Aceh Utara. Dalam menanggapi GAM ini pemerintah orde baru tidak memberi ampun bagi siapa saja yang ikut aktif mendukung gerakan separatis ini, akibat adanya gerakan militer untuk membasmi pemberontakan ini banyak korban jiwa yang berjatuhan karena adanya pembunuhan, selain itu juga terjadi pelanggaran HAM dan kekerasan yang terjadi seperti peculikan dan pemerkosaan. Dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan GAM ini mulai dari masa pemerintahan Soeharto hingga masa pemerintahan Megawati namun, gerakan separatis ini tidak kunjung dapat dihentikan. Akhirnya pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ditemukan lampu hijau untuk menyelesaikan permasalahan GAM ini, dengan bantuan Crisis Management Initiative (CMI), yaitu sebuah lembaga yang dipimpin oleh seorang mantan pesiden Finlandia, Martti Ahtisaari.diadakan perundingan untuk menyelesaikan pemberobtakan ini dengan jalan damai. Setelah melakukan perundingan sebanyak 5 kali dan dengan ditandatangani nya hasil perundingan oleh kedua belah pihak maka pada tanggal 15 Agustus 2005 Gerakan Aceh merdeka (GAM) dinyatakan telah berakhir.
  • Selain konflik DI/TII dan GAM sampai saat ini pun masih terdapat konflik yang terjadi di Aceh yang akan menimbulkan adanya perpecahan salah satuya konflik penggunaan simbol-simbol yang pernah digunakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai bendera Aceh. Boleh atau tidaknya digunakan simbol tersebut masih menjadi kontrofersi dan belum ditemukan penyelesaiannya.

2. Permasalahan yang terjadi di Papua

Selain di Aceh, daerah yang melakukan pemberontakan dan ingin memisahkan diri dari Indonesia adalah Papua. Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memilki sejuta keindahan alam, tidak hanya keindahan alamnya Papua juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alamnya yang menjadi incaran bagi banyak negara di dunia. Namun dibalik keindahan dan kekayaan alamnya sering kali terjadi konflik yang dapat mengancam integrasi nasional. Dimulai dengan adanya konflik Organisaasi Papua Merdeka (OPM) yang berdiri sejak tahun 1965 berkeinginan untuk memisahkan diri dari NKRI dan mewujudkan kemerdekaan bagi Papua Barat. Banyak korban jiwa yang terenggut Akibat adanya OPM termasuk anggota TNI yang bertugas untuk menjaga keutuhan NKRI. Selain adanya OPM konflik yang sampai saat ini masih terjadi di Papua adalah adanya kesenjangan antara pemeritah pusat dan daerah. Sesungguhnya Papua merupakan daerah yang sangat kaya, kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah namun pada kenyataannya Papua masih mengalami ketertinggalan yang jauh dari segi pembangunannya.  Konflik rasisme terhadap orang Papua pun masih kerap terjadi dan rasisme itu sendiri dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yang seharusnya saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia belum bisa mewujudkan adanya sebuah integrasi nasional yang baik.

Melihat jonflik-konflik yang terjadi di dua daerah tersebut kita tidak boleh tinggal diam pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk tetap menjaga keutuhan dan persatuan NKRI.  Solusi yang dapat dilakukan oleh pemerintah yaitu:

  1. pemerintah harus memberi perhatian lebih kepada daerah-daerah yang berada di ujung Indonesia seperti Papua dan Aceh baik dari segi pendidikan maupun infrastruktur agar tidak terjadi adanya kesenjangan antar daerah.
  2. Praktik korupsi yang telah mendarah daging di Indonesia harus dihilangkan. Pemerintah harus cepat tanggap terhadap oknum-oknum yang melakukan korupsi karena korupsi yang dilakukan pemerintah akan menyengsarakan masyarkat dan akan membuat masyarakat tidak percaya terhadap pemetintah yang nantinya akan menyebabkan adanya disintegrasi
  3. Pemerintah harus tetap menjaga hubungan dengan daerah-daerah yang ingin memisahkan diri tersebut, menciptakan suasana damai, aman dan tentram agar tidak ada lagi keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI
  4. Pemerintah harus dapat melindungi sumber daya alam yang ada di daerah dan tidak mengeksploitasinya secara berlebihan

Jika hanya peran dari pemerintah saja maka tidak akan menjamin bahwa konflik-konflik disintegrasi ini akan berakhir harus dibutuhkan pula peran dari masyarakat Indonesia agar integrasi tersebut dapat ditegakkan.Solusi yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia yaitu:

  1. masyarakat Indonesia harus sadar bahwa Indonesia terdiri atas masyarakat yang multikultural oleh sebab itu masyarakat harus saling menghargai dan menghormati akan adanya perbedaan tersebut.
  2. Masyarakat Indonesia harus menjujung tinggi HAM agar tidak terjadi lagi kekerasan yang akan menyebabkan adanya perpecahan
  3. kita sebagai masyarakat harus menghilangkan adanya paham primodalisme yaitu paham yang memegang kuat mengenai hal-hal yang telah dibawa sejak kecil. Hal-hal tersebut bisa berhubungan dengan tradisi, kepercayaan, adat-istiadat, dan lain sebagainya. Semua orang harus mulai meninggalkan primodalisme sempit yang bisa mempengaruhi keutuhan negara.
  4. Pendidikan karakter penting untuk diajarkan sejak dini kepada masyarakat Indonesia agar masyarakat tetap berpegang teguh pada pancasila sehingga integrasi dapat terwujud.

Sumber :

nasional.sindonews.com

https://www.kompasiana.com/rizkirulya/550066458133115318fa7607/sekilas-tentang-konflik-aceh

Mustopo, M Habib. dkk.2017. Sejarah Indonesia: Yudistira

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (MATERI KE- 3)

URGENSI INTEGRITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU PARAMETER PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Jenis-Integrasi-Nasional-700x459

Kita harus ingat bahwa Indonesia merupakan negara yang  terkenal akan keragaman budaya dan suku bangsanya. Sebagai suatu negara yang memiliki banyak etnis dan budaya, Indonesia menghadapi berbagai kemungkinanan adanya perpecahan yang dapat menjadi ancaman, tantangan, rintangan dan hambatan bagi kesatuan bangsa. Oleh sebab itu peran kita sebagai warga negara sangat penting untuk memupuk rasa kebersamaan agar integrasi  tersebut dapat terwujud. Pada pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai Integrasi Nasional serta pentingnya Integrasi Nasional bagi bangsa Indonesia.

A. Pengertian Integrasi Nasional

Kata integrasi pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita, setiap kita mempelajari pendidikan kewargarganegaraan materi intgerasi nasional menjadi materi wajib yang harus kita pelajari, karena pentingnya integrasi itu sendiri. namun, sebelumnya apakah kalian tau apa itu integrasi ?

Menurut KBBI integrasi adalah pembaruan hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Sedangkan menurut Paul B.Horton, integrasi adalah proses pengembangan masyarakat yang mana segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi.

Adapun Integrasi nasional berasal dari dua kata, yaitu “Integrasi” dan “Nasional”. Integrasi berasal dari bahas inggris, Integrate artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Kata Nasional berasal dari bahasa Inggris, nation yang artinya bangsa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integrasi Nasional mempunyai arti politis dan antropologis.

  • Integritas Secara Politis

Integrasi secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.

  • Integritas Secara Antropologis

Integrasi secara antropologis berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa indonesia berarti hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu kesepakatan atau konsesu,nasional melalui sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 192

B. Pentingnya membangun Integrasi Nasional

Integrasi Nasional merupakan aspek penting dalam kehidupan berkelompok manusia,baik yang berbentuk organisasi negara maupun non negara. Integrasi muncul karena adanya rasa kebersamaan yang dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan nasib,kebutuhan,kondisi dan cita-cita dari beberapa orang manusia. Perasaan yang sama menjadikan mereka tergerak untuk memperbaiki nasib dan cita-cita, menjadikan mereka memiliki kekuatan dan semangat yang tinggi untuk berbuat sesuatu serta saling menghargai dan menghormati perbedaan masing-masing.

Pengaruh globalisasi yang telah masuk di Indonesia membuat Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, dikarenakan dengan adanya integrasi nasional dapat mempersatukan keberagaman dan perbedaan  yang ada di Indonesia sehingga Indonesia tidak akan goyah menghadapi era globalisasi.  Selain adanya pengaruh globalisasi sifat mementingkan diri sendiri atau kelompok diatas kepentingan bersama membuat timbulnya konflik yang mengatasnamakan suku, ras dan agama tertentu juga pembakaran tempat-tempat ibadah dan konflik-konflik lainnya yang membuat integrasi sulit untuk diwujudkan. Upaya integrasi terus dilakukan agar Indonesia menjadi satu kesatuan yang mana disebutkan dalam semboya bhinneka tunggal ika.

Adanya upaya mengintegrasikan Indonesia, perbedaan-perbedaan yang ada tetap harus diakui dan dihargai sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat mencapai tujuan dan cita-citanya serta tetap memelihara keberamaan. Selain menghargai dan mengakui berbagai macam perbedaan di Indonesia, masyarakat Indonesia harus memliki rasa toleransi terhadap sesama sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan yang dapat membuat disintegrasi bangsa  Indonesia.

C. Tantangan Terhadap Integrasi Bangsa

persatuan indo

Hal – hal yang menjadi tantangan dan penghambat dalam integrasi bangsa Indonesia yaitu :

  1. Masyarakat yang homogen dengan beranekaragam suku, budaya, dan agama yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
  2. Keadaan geografis Indonesia yang luas serta memiliki beribu-ribu pulau membuat Indonesia memiliki beragam kebudayaan,bahasa dan adat isitiadat.
  3. Pengolahan dan pengeksplorasian sumber daya alam Indonesia yang belum baik.
  4. Belum adanya kesadaran dari masyarakat Indonesia sendiri mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Lalu bagaimana cara kita menjawab semua tantangan terhadap integrasi bangsa tersebut??

Jawabannya adalah Pancasila, lebih tepatnya sila ke-3 pancasila. “ Persatuan Indonesia” kita harus dapat menghidupkan kembali semboyan “ Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti berebeda-beda tetapi tetap satu. Dengan adanya persatuan maka akan membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai perbedaan. Selain itu juga adanya persatuan membuat kita memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, jika kita telah memiliki rasa nasionalisme maka kita akan berkomitmen menjaga persatuan bangsa Indonesia dalam keberagaman ini.

Peran kita sebagai pemuda dan pemudi bangsa yaitu  wajib ikut serta dalam menjaga integrasi dari segala macam ancaman, gangguan tantangan dan hambatan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.  Sebagai warga negara yang baik marilah kita bersama-sama jaga persatuan dan kesatuan Tanah Air kita tercinta, menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dan meningkatkan semangat nasionalisme.

 

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (MATERI KE- 2)

ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER

Identitas-Nasional

A. Pengertian Identitas Nasional

Pada pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai identitas nasional. Apa sebenarnya identitas nasional itu ?

Kata identitas berasal dari “identity” yang berarti ciri – ciri, tanda – tanda, ciri khas, jati diri pada perorangan atau suatu kelompok tertentu yang bisa membedakannya dengan orang lain atau kelompok yang lainnya.

Sedangkan kata “nasional” merupakan gambaran akan identitas yang melekat pada diri seseorang atau suatu kelompok tertentu atau organisasi yang lebih besar berdasarkan kesamaan fisik, budaya, ragam, bahasa, sejarah, cita – cita, serta tujuan.

Menurut Koenta Wibisono (2005)  Identitas Nasional merupakan pengimplementasian nilai-nilai kebudayaan yang bertumbuh kembang pada aspek kehidupan sebuah bangsa dengan karakteristik khas yang melekat, serta menjadi aspek pembeda yang membedakan dengan bangsa lain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Identitas Nasional adalah  suatu jati diri dari suatu bangsa. Artinya, jati diri tersebut merupakan milik suatu bangsa dan berbeda dengan bangsa lainnya. Dalam garis besarnya, identitas nasional merupakan suatu jati diri yang tidak hanya mengacu pada individu tertentu, namun juga berlaku untuk suatu kelompok/organisasi/negara. Identitas Nasional Indonesia sendiri mengacu pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

B.  Unsur Identitas Nasional

suku bangsa image

Adanya Identitas Nasional tidak terlepas dari adanya unsur-unsur yang mendukungnya. Berikut adalah unsur-unsur identitas nasional :

  • Suku Bangsa

Merupakan kelompok sosial yang secara langsung saling berhubungan. Makna lainnya adalah hal yang telah melekat dari individu sejak lahir, ia masuk kedalam suku apa. Contohnya jika seseorang terlahir dikeluarga suku Lampung maka ia memiliki identitas yang melekat sebagai suku Lampung.

  • Agama

Merupakan unsur identitas nasional yang di golongkan sistem keperayaan yang diyakini. Seorang individu sejak lahir telah terikat dengan suatu agama berdasarkan agama yang dianut oleh orangtua nya.

  • Bahasa

Merupakan unsur identitas nasional yang didasarkan pada aspek simbolik yang berperan sebagai pemersatu dalam lingkup sarana interaksi. Perkembangan serta kemajuan bahasa sangat berhubungan dengan keanekaragaman budaya mengingat bahasa merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari budaya.

  • Kebudayaan

Makna kebudayaan merupakan kesatuan kemampuan manusia sebagai makhluk sosial yang di dalamnya terdapat seperangkat ide- ide maupun pengetahuan secara kolektif yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan kehidupan manusia. Budaya menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan identitas nasional. Dengan berbagai macam budaya yang dimiliki oleh Indonesia, dimana menjadi salah satu ciri khas dari negara Indonesia yang multikultural.

C.  Identitas Nasional Indonesia

pancasila

Indonesia dikenal dengan sebutan nusantara dimana didalamnya terdapat ribuan pulau dan sumber daya alam yang berlimpah, selain itu juga indonesia dikenal dengan sebuatan negara maritim yang berarti Indonesia memiliki lautan yang terhampar luas. Bangsa nya pun dikenal akan keramahtamahannya, karena  hal-hal inilah menjadikan Indonesia berbeda dengan negara lainnya. Indonesia juga memiliki identitas nasional yang menjadi ciri khas atau jati diri negara Indonesia. Berikut adalah Identitas Nasional Indonesia :

  1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
  2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
  3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
  4. Lambang Negara yaitu Pancasila
  5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
  6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
  7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
  8. Bentuk Negara KesatuanRepublik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
  9. Konsepsi Wawasan Nusantara
  10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

Dalam Undang-Undang pun dijelaskan mengenai Identitas Nasional Indonesia yang dimuat dalam Undang-Undang Bab XV tentang Bendera,Bahasa,dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

 Pasal 35

Bendera Negara Indonesia ialah sang merah Putih.

 Pasal 36

Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.

 Pasal 36 A

Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

       Pasal 36B

Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.

Pasal 36C

Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan diatur dengan undang-undang.

D. Jati Diri Bangsa Indonesia

gotong royongg

Jati diri bangsa merupakan pandangan hidup yang berkembang didalam masyarakat yang dijadikan pedoman dalam bernegara, dan sebagai landasan dinamis bagi  suatu bangsa dalam menghadapi segala permasalahan menuju cita-citanya. Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia yang berarti pancasila merupakan identitas bangsa Indonesia yang tidak dimilki oleh negara lain. Selain itu jati dari yang telah melekat di bangsa indonesia yaitu :

  1. Sifat Religius
  2. Menghormati bangsa dan manusia lain
  3. Persatuan
  4. Gotong royong dan musyawarah
  5. Keadilan sosial

Kesimpulan

Identitas Nasional merupakan jati diri atau karakteristik yang dimilki oleh suatu bangsa, yang membedakan negaranya dengan negara lain. Setiap negara memiliki keunikannya masing-masing sebagai penanda jati diri bangsanya. Kita harus senantiasa menjaga identitas nasional yang bangsa kita miliki karena identitas nasional menjadi pedoman dan pandangan hidup bangsa dalam kehidupan bernegara.

Demikian materi tentang Identitas Nasional ini, semoga bermanfaat. Terima kasih.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (MATERI KE- 1)

HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN UTUH SARJANA ATAU PROFESIONAL

Apa Itu Pendidikan Kewarganegaraan ?

Kita sebagai mahasiswa tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata pendidikan kewarganegaraan . Pendidikan kewarganegaraan telah menjadi pelajaran wajib sejak kita duduk dibangku sekolah dasar hingga menjadi mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi. Namun apakah kamu tahu  arti dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri?

Pengertian Pendidikan kewarganegaraan 

A. Pengertian Pendidikan

depositphotos_73709969-stock-illustration-cartoon-little-kid-holding-book

Secara Etimologi Pendidikan berasal dari kata “didik” ditambahi awalan “pe” menjadi kata benda “pendidikan” dan ditambahi awalah “me” menjadi kata kerja “mendidik”, pendidikan adalah pengasuhan, pembinaan atau bantuan untuk tumbuh.

Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

B. Pengertian Kewarganegaraan

pendidikan kewarganegaraan

Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara(UU RI No. 12 Tahun 2006 Pasal 1 ayat 2).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politiyang diperluas dengan sumber2 pengetahuan lainnya, pengaruh2 positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua, yang kesemuanya itu diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

C. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk membentuk dan membangun warga negara yang baik dan terdidik (Smart and Good Citizen). Oleh sebab itu betapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan diajarkan sejak pertama kali kita duduk dibangku sekolah dasar.

Apa Itu Program Sarjana dan Profesional ?

  • Pengertian program Sarjana

Program Sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah(Berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi )

Ketika kita telah lulus dari perguruan tinggi kita akan mendapatkan gelar sarjana sesuai dengan bidang yang kita geluti. Dengan gelar sarjana yang telah dimilki lulusan program sarjana  diharapkan :

1. menjadi intelektual dan/atau ilmuwan yang berbudaya,

2. Mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan pekerjaan, ketika mahasiswa sudah mendapat gelar sarjana mereka tidak hanya harus bekerja di sebuah perusahaan tetapi mereka dapat menciptakan suatu lapangan pekerjaan umtuk orang lain sehingga dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di indonesia.

3. Mampu mengembangkan diri menjadi profesional yaitu dengan memiliki keahlian di bidangnya masing-masing dan tentunya menyalurkan ilmu yang kita miliki untuk masyarakat luas.

Tadi kita telah mengetehui pengertian dari program sarjana lalu apakah pengertian dari profesional ?

  • Pengertian Profesional

Berdaarkan UU RI No 14 2005 tentang Guru dan Dosen Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi.