Pertemuan 7 – Artikel Ilmiah

Izin memperkenalkan diri, nama saya Asima Beatricia dengan NPM 2115061116. Disini saya akan menjelaskan beberapa hal yang dijelaskan oleh dosen pengampu industri pertanian pada pertemuan ketujuh. Materi yang dijelaskan ialah mengenai artikel ilmiah yang sangat penting untuk diketahui.

Menurut KBBI, artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya, sedangkan ilmiah berarti bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat ( kaidah) ilmu pengetahuan. Menurut beberapa ahli, artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat di jurnal atau buku kumpulan artikel, ditulis dengan tata cara ilmiah disesuaikan dengan konvensi ilmiah yang berlaku ( Suyitno, 2011). Menurut Komara, artikel ilmiah merupakan sebuah karangan faktual atau nonfiksi tentang suatu permasalahan yang dimuat dalam jurnal, ,majalah, atau buletin dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta, guna meyakinkan, mendidik, dan menawarkan solusi dari suatu permasalahan. Menurut Brotowijoyo, Artikel ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dari beberapa pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa artikel ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi  ilmiah dalam penyusunannya. Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.

Terdapat beberapa jenis artikel ilmiah, diantaranya ialah jurnal ilmiah, makalah, kertas kerja, paper, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel ilmiah populer. Seperti yang sudah dijelaskan, artikel ilmiah tidak boleh ditulis secara sembarangan. Artikel ilmiah harus ditulis berdasarkan kaidah penulisannya. Struktur dari artikel ilmiah yang pertama ialah judul dari artikel ilmiah dan dilanjutkan dengan informasi penulis. Kemudian, penulisannya dilanjutkan dengan abstrak yang berisi gambaran kasar dari isi artikel ilmiah yang akan ditulis dan kita perlu menuliskan kata kunci. Bagian isi dari artikel berisi pendahuluan, studi literatur, metode yang digunakan, hasil dan pembahasan, dan simpulan saran. Setelah itu, artikel ilmiah ditutup dengan daftar pustaka yang berisi sumber-sumber yang dipakai dalam penulisan artikel tersebut.

Beberapa hal yang dapat ditulis dalam artikel ilmiah adalah literatur, hal yang dikerjakan pada suatu penelitian, dan laporan hasil kerja para peneliti. Jika kita merasa artikel ini berguna, maka artikel harus dilaporkan dan dipublis agar kita bisa berbagi pengetahuan berdasarkan apa yang sudah kita teliti. Tentunya publikasi artikel ilmiah harus melewati beberapa tahapan untuk dapat dipublikasikan. Tahapannya ialah menyusun manuskrip, menentukan target jurnal, submit manuskrip, reply dari editor, revisi manuskrip, submit manuskrip yang direvisi, diterima atau ditolaknya manuskrip, dan proof manuskrip. Untuk itu, kita harus benar-benar memperhatikan setiap detailnya dalam proses penulisan artikel ilmiah mengacu pada kaidah penulisan artikel ilmiah yang sudah ditentukan.

Demikianlah penjelasan singkat saya mengenai artikel ilmiah yang sudah dijelaskan pada pertemuan ketujuh, mohon maaf jika terdapat salah kata, Terima kasih.

 

Pertemuan keenam- Big Data

Izin memperkenalkan diri,nama saya Asima Beatricia dengan NPM 2115061116. Disini saya akan menjelaskan tentang materi yang disampaikan pada pertemuan keenam mengenai Big Data. Hal ini sangat menunjang dalam upaya untuk memajukan pertanian di negara kita bahkan dunia.

big data

Big data ialah kumpulan proses yang terdiri volume data dalam jumlah besar yang terstruktur maupun tidak terstruktur dan digunakan untuk membantu kegiatan bisnis. Big data sendiri merupakan pengembangan dari sistem database pada umumnya. Yang membedakan disini adalah proses kecepatan,volume,dan jenis data yang tersedia lebih banyak dan bervariatif daripada DBMS. Pada awalnya definisi dari big data juga dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu volume,velocity,variety. Volume berarti big data memiliki kapasitas yang besar. Kita dapat melakukan proses data dengan ukuran yang besar untuk dijalankan. Velocity berarti big data memiliki kecepatan yang memungkinkan untuk dapat diterima secara langsung. Variety berarti jenis variasi data yang dimiliki oleh big data lebih banyak daripada menggunakan sistem databse SQL. Jenis data yang masih bersifat tradisional,lebih terstruktur daripada data yang belum terstruktur.

Selain dari 3 definisi big data diatas,masih ada beberapa definisi lagi yang dapat menggambarkan big data tersebut. Value merupakan nilai atau aliran data yang tidak teratur dan konsisten dalam beberapa kondisi dan periode. Veracity merupakan bentuk pembenaran suatu data yang mengacu pada kualitas data tersebut. Selain dari pada itu semua, big data telah didefisinikan kembali dengan aspek validity, variability, venue, vocabulary, dan vagueness sehingga saat ini ada 10 definisi yang menggambarkan apa itu big data sebenarnya.

Big data memiliki beberapa peran penting untuk proses pengembangan suatu aplikasi. Kita dapat mengetahui penyebab suatu masalah atau pun kegagalan secara real time. Jadi, kita dapat meminimalisir terjadinya kegagalan dalam proses penyimpanan data. Big data juga dapat berperan dalam pengambilan sebuah keputusan yang cerdas dan tepat. Big data dapat digabungkan dengan sistem seperti IoT dan AI. Tugasnya disini adalah untuk memberikan dan menyimpan data dan informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan sebuah produk.Selain itu, Big data dapat mendeteksi sebuah anomali atau perilaku yang menyimpang dalam sturuktur bisnis yang sedang kita jalankan. Big data dapat merencanakan beberapa pilihan untuk mengurangi dan mengatasi anomali tersebut. Big data dapat juga mengurangi biaya,waktu,dan meningkatkan peforma produk aplikasi sehingga lebih efektif dan efisien.

Big data memiliki peranan penting di beberapa manfaat di berbagai bidang,terutama di bidang teknologi informasi. Penggunaannya dapat `digunakan untuk pengembangan perangkat mobile saat ini,salah satunya yang telah kita gunakan saat ini yaitu GPS ( Global Positioning System). Maraknya penggunaan media sosial akhir-akhir ini juga adalah penerapan big data ini dikarenakan kita sering mengupload foto,video,maupun teks ke dalam aplikasi media sosial tersebut. Semua informasi tersebut adalah jenis data yang akan terekam dan tersimpan dalamn sistem basis data dengan kapasitas besar yang kita sebut big data. Big data juga dapat menjadi penyedia informasi dan penyimpanan data dalam pengembangan perangkat cerdas yang banyak dikembangkan oleh negara-negara maju saat ini. Selain itu, big data dapat berpengaruh pada saat kita menggunakan website dan aplikasi streaming,contohnya spotify dan netflix. Sistem basis data yang telah digunakan tersebut mampu mencatat data musik ataupn film yang telah kita akses dan memberikan rekomendasi untuk kita.

Selain penerapannya di bidang teknologi informasi, big data juga berperan  dalam bidang bisnis. Big data dapat meningkatkan sistem operasional bisnis dengan mengatasi berbagai permasalahan data dengan kebutuhan besar untuk kepentingan,khususnya untuk operasional bisnis. Big data juga dapat berperan untuk meningkatkan hubungan yang baik dengan para pelanggan dan sa`les. `Kita dapat menggunakan beberapa fitur untuk memonitoring dan mengawasi jalannya bisnis kita. Hal ini juga dapat meningkatkan pengalaman penggunaan aplikasi. Dengan peran big data ini,proses transfer dan manajemen data berjalan lebih cepat dan juga akurat.

Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan mengenai big data yang telah saya dapatkan di pertemuan keenam pada mata kuliah industri pertanian. Mohon maaf jika ada salah kata dan pengertian, terima kasih.

Pertemuan 5 – AI for Agriculture

Izin memperkenalkan diri,nama saya Asima Beatricia dengan NPM 2115061116 dari Teknik Informatika C. Disini saya akan menyampaikan catatan perkuliahan saya pada pertemuan kelima pada mata kuliah Industri Pertanian yang diampu oleh Bapak Rio Ariesta Pradipta. Hal yang dibahas pada pertemuan kali ini umumnya adalah tentang Artificial Intelligence (AI) untuk bidang pertanian. Topik yang akan dibahas adalah mengenai proses pertanian, agroindustri,revolusi industri 4.0, dan artificial inteligence dan pertanian.

Beberapa proses pertanian harus dilalui oleh para petani untuk mendapatkan hasil produksi yang diinginkan. Proses yang pertama ialah pengolahan lahan dengan cara menyiapkan lahan sebelum ditanami dilihat dari segi unsur haranya. Setelah lahan sudah siap,proses pertanian dilanjutkan dengan pembibitan dimana petani membeli atau menyiapkan bibit,disiangi hingga bibit sudah siap yang ditandai dengan  tumbuhnya akar dan daun muda. Setelah itu,petani dapat melakukan penanaman bibit yang telah disiapkan. Petani harus melakukan pengelolaan dan penjagaan terhadap tanaman agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Setelah semua proses itu telah dilalui dengan baik,maka petani dapat memanen hasilnya untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual. Penjualan hasil pertanian dapat langsung dilakukan pada kosumen ataupun melalui proses pendistribusian. Proses-proses diatas dapat memanfaatkan kemajuan teknologi seperti IOT sehingga hasilnya dapat lebih maksimal.

Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku,merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Agroindustri merupakan bagian dari kompleks industri pertanian sejak produksi bahan pertanian primer,industri pengolahan atau transformasi sampai penggunaannya oleh konsumen. Beberapa proses dalam penerapan agroindustri antara lain adalah perencanaan,perancangan,pengembangan,dan evaluasi terpadu. Pengembangan agroindustri di indonesia menjadi salah satu faktor yang membentuk pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia adalah salah satu negara terbaik dalam hal sumber daya alam. Urutan nilai ekspornya adalah udang,ikan,kopi,dan yang terakhir ialah rempah-rempah.Salah satu kendala dalam pengembangannya adalah kemampuan untuk mengolah yang masih rendah sehingga komoditas yang diekspor masih merupakan bahan mentah yang mengakibatkan tidak maksimalnya pemasukan negara dalam hal ini. Padahal,jika bahan mentah tersebut dapat diolah lagi menjadi suatu produk,maka nilainya akan lebih tinggi daripada tidak diolah.

Revolusi industri 4.0 sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Revolusi ini dimulai dari revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan adanya mesin uap,revolusi industri 2.0 yang ditandai dengan adanya mesin electric,revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan adanya komputer,dan yang sekarang kita hadapi adalah revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan adanya internet dan AI. Contoh teknologinya adalah IoT,HMI, teknologi robotik,dan AI. IoT ( Internet of Things) adalah perangkat perangkat elektronik bisa terkoneksi melalui internet. HMI ( Human Machine Intervest) adalah sistem yang menghubungkan manusia dengan sistem mesin. Teknologi robotik adalah alat yang dapat bekerja secara otomatis. Dan yang akan kita bahas lebih jauh lagi adalah AI ( Artificial Intelligence) yang merupakan sistem yang menghubungkan manusia dengan sistem mesin.

AI

AI adalah mesin yang diprogram untuk berpikir maupun bertindak seperti manusia. Dua komponen utama dalam pengembangan AI adalah big data dan juga computing power. Contoh penerapannya antara lain chatbot,scan,personal assistant,recommendation engine, dan self driving and parking vehicle. Indonesia peringkat ke-5 se-Asia Tenggara dalam hal kesiapan penerapan AI tersebut. Kendala dalam penerapannya adalah pengelolaan big data dan juga mindset inovasinya. Cara mengatasi hal tersebut adalah SDM di Indonesia harus punya skill kemampuan analitis,pengambilan inisiatif,dan keterampilan IT.

AI juga dapat diterapkan dalam bidang pertanian. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian Indonesia karena hal ini sangat berpengaruh dalam hal kemajuan pengelolaan pertanian di Indonesia. Ketahanan pangan dapat terwujud mulai dari kita sendiri. Jangan sampai Indonesia kehilangan jati dirinya sebagai negara agraris. Tidak hanya Indonesia, dunia harus sadar bahwa kita butuh sumber pangan untuk kedepannya yang salah satunya bersumber dari sektor pertanian. Kita harus melihat negara-negara yang sudah banyak menerapkan AI untuk pertaniannya,contohnya singapura dan India. Mereka sudah menggunakan banyak teknologi dan inovasi baru untuk memajukan sektor pertanian mereka. Contohnya adalah penggunaan drone untuk memantau cacing dan serangga yang dapat merusak tanaman. Oleh karena keterbatasan lahan, singapura menerapkan pertanian indoor yang ternyata dapat mengakibatkan hasil produksi menjadi lebih banyak karena lahan dapat dibuat bertingkat.Teknologi yang digunakan juga dapat membantu untuk mencapai konsistensi hasil produksi. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa berinovasi untuk memajukan pertaniannya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan mengenai materi yang saya dapatkan pada pertemuan kelima mata kuliah industri pertanian. Mohon maaf jika terdapat salah kata, terima kasih.

Pertemuan 4 – Menjelaskan Kembali Jurnal Pengembangan Pertanian dengan Penerapan Teknologi Informasi dan Komputer

Izin memperkenalkan diri, nama saya Asima Beatricia dengan NPM 2115061116. Disini saya akan menjelaskan kembali sebuah jurnal yang sudah saya dapatkan mengenai pengembangan pertanian dengan menerapkan teknologi informasi dan komputer. Judul jurnal tersebut adalah Pengenalan Jenis Tanaman Mangga Berdasarkan Bentuk dan Tekstur Daun Menggunakan Kecerdasan Artifisial K-Nearest Neaighbor (KKN) dan Fusi Informasi.

Tanaman mangga ( Mangifera indica ) adalah salah satu tanaman yang buahnya banyak digemari oleh masyarakat karena mengandung banyak vitamin dan dengan menanam tanamanya dapat membantu penghijauan. Terdapat banyak jenis tanaman mangga yang berada di sekitar kita. Kita akan sulit membedakannya jika tanaman mangga belum menghasilkan buahnya dan menunggu tanaman mangga berbuah membutuhkan waktu yang cukup lama. Permasalahan ini dirasakan terutama pada penjual tanaman mangga ataupun konsumen yang ingin membeli tanaman ini. Jika terdapat kekeliruan, maka dapat menimbulkan kekecewaan pada konsumen. Untuk itu, dirancanglah aplikasi ini untuk mengenali jenis tanaman mangga berdasarkan bentuk dan tekstur daunnya menggunakan pengklasifikasian KNN yang dikombinasikan dengan fusi informasi.

Data citra yang dijadikan objek penelitian adalah citra daun mangga dari jenis mangga gadung,mangga lalijiwo,mangga golek,dan mangga irwin yang semuanya bewarna hijau tua. Masing-masing jenis tanaman mangga diwakilkan oleh 30 data citra dengan total data citra sebanyak 120 buah. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan observasi ke tempat penjual bibit mangga atau masyarakat yang telah melakukan budidaya tanaman mangga. Selain itu, dilakukan wawancara  kepada para petani tanaman mangga terkait dengan cara membedakan jenis tanaman mangga untuk memperoleh data. Data citra daun mangga diperoleh dengan mengambil foto daun-daun tersebut pada sebuah kotak yang berlatar belakang berwarna putih yang dirancang untuk penelitian ini.

Ada dua metode pengolahan citra yang dilakukan,yaitu metode rectangularity dan metode LBP. Metode rectangularity  adalah metode yang dilakukan dengan membagi luas objek dengan luas area dari objek tersebut. Metode ini dimulai dengan mencari nilai panjang dan lebar dari objek daun lalu didapat nilai objek luas daun dengan mengalikan nilai panjang dan lebar dari objek daun. Tahapan berikutnya adalah mencari nilai panjang dan lebar dari area daun atau daerah yang mengelilingi objek daun. Nilai luas area daun diperoleh dengan mengalikan nilai panjang dan lebar area daun yang telah didapatkan diikuti dengan membagi nilai luas objek daun dengan luas area daun. Metode yang kedua adalah metode LBP yang menggunakan jendela berukuran 3 x 3. Proses selanjutnya adalah menentukan nilai tengah dan nilai tetangga kemudian membandingkan  nilai- nilai tersebut. Jika  nilai tetangga lebih besar dari  nilai tengah,maka diberi nilai 1 dan jika sebaliknya jika nilai tetangga lebih kecil sama dengan nilai tengah maka diberi  nilai 0. Nilai-nilai biner tersebut kemudian diubah menjadi nilai desimal.

Pada penelitian ini,data citra akan dibagi ke dalam dua data set,yakni data set untuk pelatihan dan data set untuk pengujian. Kunci utama dari klasifikasi menggunakan metode KNN adalah fitur. Semakin bagus fitur yang diperoleh maka semakin akurat hasil klasifikasinya. Data citra dari masing-masing jenis tanaman adalah 25 data citra untuk data set pelatihan dan 5 data citra untuk data set pengujian. Pelatihan pengklasifikasian KNN dimulai dengan memasukkan data citra ke sistem. Kemudian dilakukan pengolahan awal citra tersebut yang melibatkan proses-proses,yaitu mengubah ukuran citra (resize), mengubah citra ke skala keabuan (grayscale), memisahkan citra dengan latar belakangnya (thresholding) dan mengambil wilayah dari data citra yang diperlukan (cropping). Selanjutnya dilakukan ekstraksi fitur pada citra yang dipotong tersebut menggunakan metode rectangularity untuk mendapatkan fitur bentuk dan metode LBP untuk memperoleh fitur tekstur sehingga didapatkan nilai entropinya. Sebelum digunakan untuk pelatihan dan pengujian ,kedua fitur tersebut difusikan dengan metode fusi informasi operator AND untuk memperoleh fitur tunggal sebagai masukan bagi pengklasifikasi KNN. Setelah pelatihan selesai, pengetahuan KNN disimpan ke dalam sebuah basis pengetahuan. Sama halnya dengan proses pelatihan,pengujian KNN dimulai dengan memasukkan data citra ke sistem kemudian dilakukan proses pengolahan awal (preprocessing). Lalu dilakukan proses penggabungan dua nilai ekstrasi fitur menggunakan fusi informasi. Proses pengenalan dilakukan dimana KNN membandingkan pengetahuan yang telah diperoleh. Apabila citra dikenali, maka akan dihasilkan output, yaitu jenis tanaman mangga. Apabila tidak dikenali, maka sistem akan mengulang kembali proses input hingga semua citra dalam data set telah diujikan.

Fusi informasi merupakan salah satu teknik untuk ekstraksi pengetahuan dari sekumpulan data atau informasi guna menghasilkan pengetahuan baru. Salah satu mode dalam fusi informasi adalah Feature In-Feature Out ( FEI-FEO). FEI-FEO diterapkan untuk menghasilkan fitur terfusi setelah itu fitur terfusi FEO digunakan sebagai masukan pengklasifikasi KNN guna memperoleh prediksi tanaman mangga. Pengujian akurasi adalah pengujian yang dilakukan untuk menguji tingkat keakuratan atau kesesuaian dari data uji yang dihasilkan oleh sistem dengan data yang didapat dari pakar.

Setelah melalui semua proses tersebut, implementasi sistem disampaikan ke bentuk sebuah aplikasi program komputer. Sistem akan menerima data citra daun mangga yang akan diproses ke dalam sistem guna mengetahui jenis pohon mangganya. Ekstraksi fitur menggunakan dua metode berbeda untuk memperoleh dua macam fitur,yakni bentuk daun dan tekstur daun. Fitur bentuk daun didapat melalui metode rectangularity,sedangkan fitur tekstur diperoleh dari kombinasi LBP dan entropi. Citra LBP dihasilkan dari perbandingan piksel tetangga dengan piksel tengah,lalu mengubah nilai piksel menjadi 1 dan 0 kemudian diubah kembali menjadi nilai piksel 8  bit dan terakhir menjumlahkan nilai-nilai tersebut untuk menggantikan nilai piksel tengah. Nilai rectangularity yang diperoleh dari ekstraksi fitur bentuk daun dan nilai entropi yang diperoleh dari ekstraksi fitur tekstur digabungkan menjadi satu nilai fitur baru yaitu fitur terfusi yang akan menjadi masukan bagi pengklasifikasi KNN. Fitur utama dari sistem pencitraan digital untuk pengenalan jenis tanaman mangga ini terletak pada pemanfaatan fusi informasi untuk menghasilkan fitur terfusi yang telah merepresentasikan baik fitur bentuk daun maupun fitur tekstur daun.

Pada antarmuka ekstraksi fitur terdapat tombol ekstraksi fitur yang digunakan untuk melakukan proses pengolahan awal yang dilanjutkan dengan ekstraksi fitur bentuk da ekstraksi fitur tekstur dari citra daun tanaman mangga yang dimasukkan ke sistem. Nilai dari hasil ekstraksi fitur tersebut ditampilkan pada masing-masing textbox yang bersesuaian. Proses klasifikasi akan dilanjutkan dengan menampilkan hasil dari klasifikasi. Pada halaman pengujian,pengguna dapat memilih nilai K yang akan digunakan untuk klasifikasi. Hasil klasifikasi akan ditampilkan dalam textbox yang tersedia berupa jenis tanaman mangga yang sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh KNN. Pengujian juga dilakukan dengan membandingkan kinerja sistem pengklasifikasian menggunakan fitur masing-masing.

Dari hasil-hasil pengujian sistem dengan fitur terfusi dapat diketahui bahwa akurasi hasil klasifikasi tertinggi adalah sebesar 70 % dengan K=9,K=10,K=11. Waktu komputasi yang dibutuhkan untuk melakukan klasifikasi adalah sebesar 6,40 detik. Sebaliknya, hasil pengujian sistem dengan fitur tidak terfusi diperoleh akurasi klasifikasi tertinggi sebesar 75 % dengan K=5 dengan waktu komputasi 6,51 detik. Perbedaan waktu komputasinya adalah 0,11 detik. Hal ini menunjukkan bahwa fusi informasi adalah hal penting dalam pengenalan data-data baru oleh sistem ini.

Penelitian yang telah dilakukan ini mengembangkan proses pertanian pada bagian pemasaran. Alasan yang mendasarinya adalah karena aplikasi yang dirancang ini membantu para petani penjual bibit  tanaman mangga dalam proses jual beli bibit tanaman  ke konsumen. Aplikasi ini sangat membantu penjual dan dapat juga membantu konsumen untuk menentukan jenis bibit tanaman mangga yang akan dibeli agar kedua pihak diuntungkan dan tidak timbul kekecewaan pada pihak konsumen.

 

 

Pertemuan Ketiga Industri Pertanian C

Perkenalkan,nama saya Asima Beatricia dengan NPM 2115061116. Disini saya akan menjelaskan beberapa hal yang saya dapatkan dari pertemuan ketiga mata kuliah industri pertanian yang diampu oleh Bapak Rio Ariestia Pradipta,S.Kom.,M.T.I.

Pertanian adalah salah satu dasar atau fundamental untuk pembangunan suatu negara. Kita dapat melihatnya dari kasus stunting yang banyak terjadi di Indonesia. Tentunya kita tidak menginginkan generasi penerus bangsa terdampak oleh hal tersebut.Dari bidang pertanian dihasilkan berbagai kebutuhan pokok masyarakat yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan penduduk. Kita mengetahui bahwa negara kita adalah negara agraris dimana sebagian besar penduduk adalah petani. Untuk itu,negara tidak boleh lupa untuk memperhatikan hal tersebut. Jika pertanian maju dan petani makmur,maka kesejahteraan rakyat bisa terwujud dalam bidang ini.

 pertanian

Pada hari Selasa,7 September 2021, Pak Rio menjelaskan materi tentang Proses Pertanian. Terdapat beberapa model pertanian yang ada di Indonesia,salah satunya adalah model pertanian sawah. Model pertanian ini menggunakan lahan yang basah. Ada dua jenis sawah,yaitu sawah irigasi yang memanfaatkan irigasi untuk sumber airnya dan sawah non irigasi yang memanfaatkan air hujan untuk sumber airnya. Kemudian, model pertanian yang kedua adalah model pertanian ladang. Berbeda dengan sawah,ladang menggunakan lahan yang kering. Selanjutnya, ada model pertanian tegalan yang memanfaatkan lahan yang kering juga. Untuk skala yang kecil,ada model pertanian kebun yang bisa berada di lingkungan rumah masing-masing.

minapadi 1

 

 

 

 

 

Disamping itu, petani dapat menggabungkan antara produksi di bidang pertanian dan juga perikanan yang disebut minapadi. Sistem minapadi ini menggabungkan pertanian dan perikanan dalam satu lahan. Minapadi merupakan suatu bentuk usaha gabungan dengan memanfaatan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam budidaya perikanan. Tujuan dari minapadi tersebut adalah memaksimalkan hasil tanah sawah yang sedang dipergunakan,salah satunya adalah saat padi panen,ikan juga dapat dipanen. Jadi,penggunaan lahan dapat lebih efisien dan hasil yang didapatkan bisa lebih baik.

Ada beberapa proses pertanian yang harus dilewati dengan baik oleh petani jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Proses yang pertama adalah pengolahan lahan. Pengolahan lahan meliputi persiapan lahan yang sesuai dengan komoditas yang akan ditanam. Proses yang kedua,yaitu penyiapan budidaya. Proses yang dilakukan adalah menyiapkan bibit yang unggul.Proses ini memakan waktu yang cukup lama agar petani mengetahui mana bibit yang terbaik dan unggul.Perawatan kepada tanaman harus dilakukan jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan. Tanaman membutuhkan kasih sayang dalam bentuk perawatannya karena tanaman juga merupakan makhluk hidup. Selanjutnya ada proses pemanenan yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Jika proses diatas sudah dilalui dengan baik,maka petani akan merasakan manfaatnya. Proses yang terakhir adalah pemasaran yang meliputi penjualan hasil panen dengan mendistribusikan hasil pertanian ke customer.

 

iot

Sebagai seseorang yang nantinya akan menekuni dunia teknologi, kita juga harus memahami apa yang kebutuhan untuk memajukan pertanian di Indonesia. Berbagai kemajuan teknologi yang ada seharusnya dapat memajukan pertanian. Berbagai penelitian sudah banyak dilakukan,tetapi banyak juga yang belum terealisasikan. Untuk itu,di masa depan kita harus bisa mewujudkan hal tersebut untuk Indonesia yang lebih maju,khususnya di bidang pertanian. Demikianlah beberapa hal yang saya dapatkan,semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, terima kasih.

 

Pertemuan Kedua Industri Pertanian C

Perkenalkan, nama saya Asima Beatricia dengan NPM 2115061116. Disini saya akan menuliskan beberapa materi yang saya dapatkan di pertemuan kedua mata kuliah industri pertanian.

IPC 1

Pada tanggal 31 Agustus 2021, telah dilaksanakan perkuliahan industri pertanian. Di pertemuan kedua ini, Pak Rio membahas tentang Penerapan Teknologi Informasi melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman dan Rekayasa E-aquaculture untuk Otomasi Monitoring Tambak Udang. Berikut adalah hal-hal yang saya dapatkan dari mata kuliah kali ini.

Perindustrian saat ini berkembang seiring berjalannya waktu. Saat ini kita telah sampai di revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari kesuluruhan aspek produksi di inustri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Dengan begitu,kita harus mengerti tentang hal ini,khususnya kita yang menekuni bidang teknologi informasi yang sangat berkaitan dengan hal ini.

Indonesia adalah negara yang dikenal sebagai negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bekerja pada bidang pertanian. Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas dan sumber daya alam yang berlimpah. Untuk itu, perlu dilakukannya pengelolaan yang baik agar pertanian di Indonesia dapat semakin berkembang. Jika dikelola dengan baik, Indonesia dapat menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas sehingga negara kita tidak perlu lagi mengimpor dari negara lain,bahkan negara kita dapat mengekspor hasil pertanian kita ke negara lain.

Pemanfaatan teknologi untuk bidang pertanian sangatlah berpengaruh untuk menunjang pengelolaannya. Dari segi pengolahan lahan kita dapat memanfaatkan teknologi seperti GPS untuk jalur traktor otomatis,drone dan sebagainya. Untuk memonitoring, kita juga dapat memanfaatkan teknologi untuk dapat saling berkomunikasi untuk mengirim dan menerima data,contohnya untuk data ph dan suhu. Pemasaran di bidang pertanian sering menjadi permasalahan. Untuk itu, dengan memanfaatkan teknologi,sekarang kita dapat menggunakan aplikasi untuk menjual hasil pertanian sehingga transaksi jual beli antara petani dan konsumen dapat lebih dipermudah. Selain itu,saat ini kita juga dapat menggunakan aplikasi pertanian untuk melakukan kerjasama antara petani dengan pihak yang ingin berinvestasi di bidang pertanian.

tambak udang 1

Pada materi selanjutnya,dibahas mengenai rekayasa e-aquaculture untuk otomasi monitoring tambak udang. Setelah dianalisis,provinsi Lampung merupakan daerah penghasil udang yang hasilnya diekspor ke luar negeri dan Lampung merupakan pensupply benih udang vename nasional nomor 1 ( 37,84 %). Oleh karena itu,perlu adanya peningkatan dalam pengelolaan tambak udang agar produk udang yang dihasilkan boleh berkualitas sehingga meningkatkan penjualannya.

Permasalahan yang dihadapi adalah tambak udang ini sebagian masih dikelola secara tradisional dimana kontrol terhadap kualitasnya masih secara manual dan berkala. Hal ini dapat menyebabkan kualitas air yang buruk dan dapat menyebabkan penyakit white feces pada udang. Oleh sebab itu, perlu dilakukan tindakan agar hal tersebut tidak terjadi. Solusinya adalah penambak udang harus memperbaiki sistem monitoring kualitas tambak udang yang berbasis internet of things. Contohnya adalah penambak udang dapat memasang sensor dan mini komputer di tiap kolam untuk melakukan akuisisi data. Data yang didapat akan dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.

Kesimpulan yang saya dapat dari pertemuan kali ini adalah kita harus memahami dengan baik teknologi untuk memperbaiki pengelolaan pertanian dan tambak udang di Indonesia khususnya Lampung.Di masa yang akan datang,kita harus bisa mengembangkan teknologi. Indonesia memiliki potensi yang sangat baik di bidang sumber daya alamnya,tinggal kita yang harus bisa mengelolanya dengan baik agar produk-produk yang dihasilkan dapat berkualitas untuk dikonsumsi dalam negeri  dan dapat bersaing secara internasional.