Tugas Jurnal Perkuliahan 5

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

halo semuanya!!

Perkenalkan nama saya Muchammad Raja Haikal Fiaugustian dengan NPM 2155061016, kelas TI B ingin mengulas materi pertemuan mata kuliah Teknik Industri Pertanian yang disampaikan oleh Pak Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I pada hari kamis kemarin.

berikut materi yang disampaikan oleh Pak Rio dalam pertemuan ketujuh :

Artikel ilmiah adalah suatu karya tulis atau sebuah karangan yang mempunyai isi tentang perkembangan ilmu pengetahuan.Penulisan artikel ilmiah menggunakan metedologi ilmiah dalam tahap penyusunannya sehingga dapat menghasilkan informasi-informasi faktual.Menurut Brotowidjoyo (2002), Pengertian Artikel ilmiah sebagai bagian dari karya ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.Dalam KBBI artikel merupakan suatu karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Sedangkan ilmiah, maksudnya adalah ilmu pengetahuan; memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan.Artikel ilmiah dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional bila memenuhi syarat yang tertera.


 

Ciri-ciri dari Artikel Ilmiah :

Objektif artinya sebuah karya ilmiah hanya dapat dikembangkan secara aktual dan eksis, sehingga benar-benar harus diuji dan tidak dapat dimasukkan unsur-unsur asumsi.

Rasional artinya sebuah karya illmiah berdasarkan hal yang nyata atau sesuai dengan nalar dan logika sehingga dapat diterima oleh akal sehat manusia.

Kritis artinya sebuah karya ilmiah berfungsi sebagai wahana menyampaikan kritik timbal balik terhadap suatu permasalahan yang telah dijelaskan dalam artikel tersebut.

Reserved artinya sebuah karya ilmiah dibuat dengan menahan diri, hati-hati, dan keilmuannya tepat tidak dari rumor atau mitos.

Bahasa Formal artinya sebuah karya ilmiah memiliki gaya bahasa yang formal atau baku dan dibuat menggunakan bahasa sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam kaidah penulisan artikel ilmiah.

Sumber Referensi artinya sebuah karya ilmiah mengutip sumber jelas dan disertai dengan daftar pustaka. Adapun dalam pemilihan referensi harus berasal dari sumber yang terpercaya sehingga kebenaran data yang akan diambil dapat dipastikan.


STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH

  1. Judul
  2. Informasi Penulis
  3. Abstrak
  4. Kata Kunci
  5. Isi Artikel :
    • pendahuluan
    • studi literatur
    • metode yang digunakan
    • hasil dan pembahasan
    • kesimpulan dan saran
  6. Daftar Pustaka

    Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah :

Artikel yaitu tulisan yang berisi pendapat subjektif yang penulisannya tentang suatu masalah atau peristiwa yang ditulis melalui tahap metedologi ilmiah.

Makalah yaitu sebuah karya tulis ilmiah yang membahas topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup masyarakat.Pada dasarnya makalah mengulas permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan.

Skripsi yaitu karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjananya yang berisi pendapat penulis dengan mengacu atau berdasarkan teori yang ada sebelumnya.Namun diharapkan mampu membahas secara tajam dan mendalam.

Tesis yaitu Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan atau informasi baru yang didapat dari penelitian yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi.Tesis dilakukan oleh mahasiswa S2 untuk menyelesaikan program studi pascasarjana.

Disertasi yaitu karya ilmiah lanjutan yang diperuntukkan bagi mahasiswa untuk meraih gelar doktor yang mengemukakan analisis yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan dengan data dan fakta yang faktual atau valid dengan analisis yang terperinci. Disertasi berisi suatu temuan penulis sendiri berupa temuan orisinal yang berguna untuk masyarakat luas.

Paper yaitu tulisan yang meringkas topik tertentu yang didukung oleh data dan argumen yang valid dan kuat.Biasanya paper hanya ditulis sebanyak 6 halaman.

Artikel ilmiah popular yaitu sebuah karya tulis yang paling menarik dalam menjadi sarana penyampaian informasi ilmu pengetahuan untuk masyarakat. Artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah sehingga lebih bersifat umum dan mudah diterima.

Sekian jurnal untuk pertemuan ini,terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tugas Jurnal Perkuliahan 4

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

halo semuanya!!

Perkenalkan nama saya Muchammad Raja Haikal Fiaugustian dengan NPM 2155061016, kelas TI B ingin mengulas materi pertemuan mata kuliah Teknik Industri Pertanian yang disampaikan oleh Pak Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I pada hari kamis kemarin.

berikut materi yang disampaikan oleh Pak Rio dalam pertemuan keenam :

Database

Database merupakan pangkalan data yang biasanya disimpan pada suatu sistem komputer yang terorganisir dan dapat diakses secara elektronik. Adapun jenis data terdiri dari 3 bentuk yaitu :
1. Data Terstruktur
2. Data Semi Terstruktur
3. Data Tidak Terstruktur


Big Data

Big Data adalah sekumpulan jumlah data yang sangat besar secara terstruktur maupun tidak terstruktur sehingga teknologi pemrosesan data memerlukan algoritma serta teknologi tingkat tinggi yang berfungsi untuk menjalankan pengambilan, pendistribusian, analisis informasi, dan manajemen data sehingga informasi untuk keperluan pengambilan keputusan dapat tercipta. Big data sendiri merupakan pengembangan dari sistem database pada umumnya. Yang membedakan disini adalah proses kecepatan, volume, dan jenis data yang tersedia lebih banyak dan bervariatif daripada DBMS (Database Management System) pada umumnya.

Big Data memiliki beberapa ciri yaitu :

  1. Volume
    Kuantitas dari data dikumpulkan dan data tersimpan berbeda dengan data biasa yang berukuran kilobyte (1kb = 1.000byte) hingga gigabyte (1gb = 1.000.000kb), big data berukuran terabyte (1tb = 1.000gb) hingga (1pt = 1.000tb) bahkan lebih.
  2. Velocity
    Tingkat transfer data mempunyai kecepatan data berkisaran antara 30kb hingga 30gb tiap detiknya. Dengan kecepatan data yang tinggi ini kita dapat menghemat waktu lebih banyak.
  3. Variety
    Big Data mempunyai beberapa varietas yang digunakan yaitu Structured data, Semi-structured data,Unstructured data.

bd

Untuk saat ini Big Data memiliki beberapa sumber yaitu :

  • Social media
  • Communication data
  • Database
  • Network stream monitoring
  • IoT
  • Website
  • Cloud
  • Media

    Keuntungan menggunakan Big Data

Predictive Analysis, melakukan analisa prediksi dengan menggunakan data-data yang begitu besar.
Harness Data from social media, prediksi data tadi bisa digabungkan dengan data-data lain seperti data dari sosial media.
Decision Making, kemudian hasil analisanya bisa menghasilkan sebuah keputusan.
Recommendation, keputusan tersebut nantinya bisa menjadi rekomendasi untuk melakukan optimasi.
Optimization, optimasi dilakukan pada sebuah proses bisnis.
Innovation, setelah dilakukan optimasi pada proses bisnis tersebut bisa menghasilkan inovasi yang nantinya akan mengembangkan sebuah proses ataupun sebuah bisnis.


 

Masalah-masalah yang terjadi di Big Data

  1. Big Data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart farming dan terlibat keseluruhan rantai suplai.
  2. Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  3. Big Data diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain tradisional dan non-tradisional.
  4. kelola (termasuk kepemilikan data, privasi, keamanan) dan model bisnis adalah masalah utama yang akan ditangani dalam penelitian di masa mendatang.

Big Data In Agriculture

Smart agriculture adalah green agriculture yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam penerapannya.Konsep ini didasari oleh pendekatan ramah lingkungan yang meliputi penenerapan ilmu seperti biologi, fisika, ekonomi, dan sosial secara menyeluruh.Smart agriculture merupakan kunci untuk mencapai pertanian yang berkelanjutan mengikuti teknologi modern. Data-data yang digunakan adalah data-data real-time yang dikumpulkan via kendaraan terbang atau drone, dengan kamera khusus atau smartphone mulai dari satelit sampai smartphone itu sendiri.Dengan terkumpulnya data mengenai tanah, penanaman, panen, karakteristik dari benih, pola cuaca, keadaan dari tanah seperti pH dan nutrisi, dan lain-lain. Maka akan pengolahan agriculture dapat menghemat biaya sebesar 50% dan meningkatkan produksi sebesar 20%. Tidak hanya itu, banyak hal yang dapat dilakukan lainnya seperti mengantisipasi serangan hama danmeningkatkan efisiensi sumber daya.sampai manajemen marketing hingga kebiasaan konsumen dalam membeli dapat teratasi. Kumpulan dari agricultural big data disebut sebagai “crowed source”.

Ada 2 tantangan dalam penggunaan big data dalam pertanian yaitu teknis dan organisasi.

Tantangan teknis, tantangan ini berhubungan dengan teknologi dan pemasangan alat-alat teknis, kemampuan teknis, infrastruktur IT, power supply, dan menjaga jaringan untuk pemindahan data yang lancar.
Tantangan organisasi, tantangan ini berhubungan dengan investasi, rekrutmen personil, monitoring, tim ahli IT, ahli pertanian, dan manajemen keseluruhan.

Sekian jurnal untuk pertemuan ini,terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tugas Jurnal Perkuliahan 3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

halo semuanya!!

Perkenalkan nama saya Muchammad Raja Haikal Fiaugustian dengan NPM 2155061016, kelas TI B ingin mengulas materi pertemuan mata kuliah Teknik Industri Pertanian yang disampaikan oleh Pak Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I pada hari kamis kemarin.

berikut materi yang disampaikan oleh Pak Rio dalam pertemuan kelima :

AI for Agriculture
AI (Artificial Intelligence) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia.Kegunaan AI pada umumnya adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia dan memaksimalkan hasil yang diperoleh dari suatu pekerjaan.Pada Agriculture program AI sudah diterapkan dalam banyak hal seperti pola pekerjaan traktor secara cerdas,memutuskan kapan harus mulai menanam, kapan bisa panen, jenis tanaman apa yang akan ditanam, berapa banyak pupuk,bahan kimia lainnya yang perlu digunakan, serta seberapa sering mengairi ladang dan masih banyak lagi.


Proses Pertanian
proses pertanian

Proses pertanian memiliki 5 tahap yaitu :
1. Pengolahan lahan
Proses ini bertujuan untuk menyiapkan lahan tersebut sebelum ditanami.Tujuannya adalah agar tanaman yang ingin ditanam dapat tumbuh secara maksimal.
2. Pembibitan
Para petani menyiapkan bibit yang ditanam. Bibit-bibit tidak langsung ditanam, melainkan ditunggu sampai bibit memiliki kualitas tanam yang terbaik.
3. Penanaman
Setelah siap, bibit tersebut ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Bibit-bibit tersebut dikelola dengan baik agar menghasilkan produk yang berkualitas.
4. Pemanenan
Setelah tanaman sudah matang atau sudah mencapai usia dewasa tanaman sudah dapat dipanen agar hasil tanam tidak terbuang oleh lebihnya waktu tanam/busuk.
5. Penjualan
Pada proses ini, hasil pertanian akan dijual dengan cara mensortir tanaman untuk menentukan kualitas pada tanaman, guna menentukan harga jual. Tanaman-tanaman yang telah disortir selanjutkan dijual ke pasar, pengepul, dan lain-lain sehingga dapat sampai ke pembeli.


 

 AGROINDUSTRI

Pada komuditas pertanian Indonesia adalah salah satu negara terbaik dalam hal sumber daya alam, terutamanya sumber daya alam berupa rempah-rempah.  Setiap tahunnya, nilai ekspor rempah-rempah bisa mencapai 560 milyar rupiah. Agroindustri adalah kegiatan industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan dan jasa untuk kegiatan tersebut. Agrobisnis adalah suatu sistem terpadu yang melibatkan sumber daya hasil pertanian, manusia, ilmu dan teknologi, uang, dan informasi.  Fase-fase pada agroindustri yaitu perencanaan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi terpadu.


Agroindsutri di era revolusi industri 4.0

Di sektor pertanian ini, setidaknya ada 4 teknologi yang dapat menunjang agroindustri.

1. Internet of Things (IoT)
Secara garis besar, Internet of Things atau IoT adalah teknologi komunikasi antar mesin dengan menggunakan koneksi internet. Bentuk komunikasi pintar ini juga disebut Machine-to-Machine (M2M) dengan manusia sebagai pengelola dan penggunanya.

2. Artificial Intelligence (AI)
Seperti yang telah dijelaskan di awal artikel ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas, melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer.

3. Human Machine Interface (HMI)
(HMI) Human Machine Interface adalah suatu sistem yang menghubungkan antara manusia dan teknologi mesin. Sistem HMI sebenarnya sudah cukup popular di kalangan industri. HMI pada umumnya berupa pengendali dan visualisasi status melalui visualisasi komputer yang bersifat real time, sehingga manusia dapat melakukan pemantauan pada proses-proses pertanian.

4. Robotik dengan Pengendali Jarak Jauh
Teknologi robotik ini sudah banyak digunakan untuk membantu kegiatan di industri pertanian. Teknologi robotik yang banyak digunakan pada saat ini adalah teknologi Drone. Contohnya teknologi drone atau pesawat tanpa awak yang digunakan untuk melakukan pemetaan lahan atau yang melakukan penyiraman pada lahan pertanian.

Terima kasih,wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tugas Pekan Ke-4 : Penerapan Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Untuk Diagnosa Hama dan Penyakit Padi

Penerapan Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Untuk Diagnosa Hama dan Penyakit Padi
Oleh Khurotul Aeniunknown (4)

Untuk saat ini pertanian tidak bisa lepas dari kehidupan umat manusia. Pertanian merupakan salah satu sumber pangan terbesar manusia. Dari hasil pertanian ini lah masyarakat mendapatkan bahan pangan untuk diolah menjadi makanan. Oleh karena itu, sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Artikel jurnal ini membahas tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pertanian, yaitu “Penerapan Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Untuk Diagnosa Hama dan Penyakit Padi”.

Tanaman padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting untuk kelangsungan hidup manusia. Padi menghasilkan beras yang merupakan makanan pokok bangsa Indonesia, sehingga tanaman tersebut menjadi salah satu bidang pertanian yang dilakukan dan hampir disetiap wilayah Indonesia. Kegiatan mencocok tanam tanaman padi menjadi mata pencaharian
sebagian besar warga, sehingga tingkat keberhasilan jumlah padi yang dipanenpun menjadi sangat penting karena mereka menggantungkan hidupnya dari beberapa besar padi yang dapat dipanen.Namun pengetahuan masyarakat Indonesia tentang hama dan penyakit tanaman padi masih cukup rendah, termasuk penangananya yang dimana hanya mengandalkan pestisida.

Untuk saat ini pengetahuan petani tentang hama dan penyakit tanaman padi hanya diketahui sebatas pengetahuan sesama petani, jika ada hama dan penyakit jenis baru petani tidak mengetahuinya, disisi lain terdapat beberapa ahli atau pakar yang banyak mengetahui tentang hama dan penyakit tanaman padi, akan tetapi dengan jumlahnya ahli atau pakar yang tidak seimbang dengan jumlah petani membuat ahli atau pakar tersebut tidak bisa menginformasikan atau mensosialisasikan tentang hama dan penyakit tanaman padi yang baru ataupun jenis hama dan penyakit yang lama. Oleh karena itu, dengan adanya penerapan metode inferensi forward chaining pada sistem pakar untuk diagnosa hama dan penyakit tanaman padi, dapat menjadi informasi dan pengetahuan yang akan membantu masyarakat ataupun perorangan (petani) untuk mengetahui jenis hama dan penyakit apa yang menyerang tanaman padinya, tanpa harus menunggu dan mengharapkan jawaban langsung dari ahli atau pakarnya.

Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa
menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

 

unknownini lah tahapan yang digunakan dalam membuat aplikasi sistem pakar.Aplikasi sistem pakar ini akan seperti gambar yang ada dibawah ini

unknown (2)

Aplikasi sistem pakar ini menggunakan metode inferensi forward chaining telah dibuat untuk mendiagnosa hama dan penyakit tanaman padi, gejala-gejala serangan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan ahli atau pakar kepada pemakai, serta memberikan informasi pengendaliannya.alhasil dapat memberikan informasi kepada pemakai khususnya petani mengenai jenis hama dan penyakit sehingga dalam penyiapan proses budaya dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan saat proses pemanenan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] A. H. Dadi Rosadi, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal Computech & Bisnis, Vol-8, No.1, 2014.
[2] B. Tjahjono, Pengendalian Hama dan Penyakit Padi, Jakarta, 2003.
[3] S. Kusumadewi, Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya), Yogyakarta: Graha Ilmu,2003.
[4] M. Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar, Yogyakarta: Andi, 2005.
[5] I. Sommerville, Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak), Jakarta: Erlangga,2011.

 

Tugas Jurnal Perkuliahan 2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

halo semuanya!!

Perkenalkan nama saya Muchammad Raja Haikal Fiaugustian dengan NPM 2155061016, kelas TI B ingin mengulas materi pertemuan mata kuliah Teknik Industri Pertanian yang disampaikan oleh Pak Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I kamis kemarin.

berikut materi yang disampaikan oleh Pak Rio dalam pertemuan ketiga :

Proses Pertanian
Tujuan dari mata kuliah pertemuan ketiga ini agar kita mengetahui jenis pertanian dan proses pertanian.

Jenis Pertanian :

1. Sawah
sawah adalah salah satu lahan yang digunakan untuk pertanian yang dimana tanahnya ini harus basah atau tergenang oleh air.sawah sendiri memiliki dua jenis yaitu sawah irigasi dan sawah non irigasi.

sawah irigasi pun terdiri dari dua jenis yaitu alami dan buatan namun rata rata sekarang kebanyakan sawah sekarang menggunakan yang buatan dikarnakan pembukaan lahan itu tidak selalu dekat dengan sumber air.sawah non irigasi adalah sawah yang mengandalkan cuaca dan letak lahan tersebut.

2. Ladang / Huma
ladang adalah salah satu jenis pertanian yang tanahnya kering dan luas lalu tidak selalu datar.keringnya tanah yang digunakan membuat ladang ini menjadi jenis pertanian yang sering digunakan untuk menanam berbagai komoditas. ladang bergantung dari letak geografisnya namun biasanya ladang teletak dibawah kaki gunung yang dimana tanahnyaa ini subur.

3. Tegalan
Hampir mirip dengan ladang.Tegalan adalah salah satu jenis pertanian yang tanahnya kering namun bedanya tegalan biasanya berada diatas gunung atau lebih tinggi.

4. Kebun
Kebun adalah suatu bidang tanah atau area yang ditanami tanaman atau komoditas pertanian.kebun biasanya memiliki ukuran yang kecil seperti sepetak tanah di belakang rumah namun kebun juga dapat memiliki ukuran tanah yang luas seperti contoh adalah kebun teh yang luas cangkupannya dapat berhektar-hektar.


Proses dalam pertanian

Proses pertanian memiliki 4 tahap yaitu
1. Pengolahan lahan
2. Penyiapan budidaya
3. Pemanenan
4. Pemasaran produksi


 

Adapun materi tambahan yang disampaikan yaitu

Optimasi Sistem Cerdas Pada Pengering Tanaman Obat Berbasis Internet Of Thing dengan Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan.Mendeteksi kematangan tomat dan Memonitoring bibit lele menggunakan teknologi Raspberry pi.

Terima kasih,wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tugas Jurnal perkuliahan 1

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

halo semuanya!!

perkenalkan nama saya Muchammad Raja haikal Fiaugustian dengan npm 2155061016, kelas TI B ingin mengulas materi pertemuan mata kuliah Teknik Industri yang disampaikan oleh Pak Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I kamis kemarin.

berikut materi yang disampaikan oleh Pak Rio dalam pertemuan kedua ;

Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

tujuan diadakannya mata kuliah ini ialah untuk berpartisipasi dalam pengembangan teknologi pertanian

Keterlibatan teknologi dalam bidang pertanian dimulai sejak Revolusi Industri 1.0. yaitu penemuan mesin uap yang dimana membuat para manusia bisa membuat kendaraan, dan mengurangi tenaga kerja manusia yang dibutuhkan. Semakin berkembang, semakin sedikit pula tenaga kerja manusia yang akan dipakai. saat perkembangan revolusi industri juga ada yang namanya revolusi hijau. Revolusi Hijau ialah perubahan fundamental dalam teknologi pertanian yang membuat perubahan besar besaran pada industri ini.

Pengolahan Lahan

Dalam pertanian pengolahan sangat penting saat proses bertani. Dan dengan adanya teknologi, para petani lebih bisa mengolah lahan lebih akurat dan lebih simple. Alat yang biasanya digunakan ialah drone, traktor, dan banyak lainnya. Dengan manaruh software di perangkat, akhirnya mereka bisa mengolah lahan atas perintah pemakai.

Monitoring

salah satu inovasi yang berada di monitoring ialah IOT in Agriculture. Dengan aplikasi tersebut, petani bisa mengontrol perkembangan tanaman dan strategi apa yang bagus untuk kedepannya.

Pemasaran

Dengan berkembangnya teknologi pemasaran bia dilakukan dengan via online dengan menggunakan website atau aplikasi yang dibuat. Dimana dengan website atau aplikasi tersebut bisa menyambungkan pembeli dengan petani langsung tanpa perantara distributor yang kadang menaikkan harga dengan tak wajar.

 

“REKAYASA E-AQUACULTUREUNTUK OTOMASI MONITORING TAMBAK UDANG”

 Analisis situasi

Lampung adalah daerah penghasil udang dan pengekspor udang ke luar negeri. Lampung juga menyuplai benih Udang Vaname nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84 %.

Permasalahan

Masalah yang dihadapi lampung ialah para penambak yang kebanyakan masih memakai cara konvensional. Dimana dengan cara konvensional itu bisa saja terjadi keterlambatan penurunan kualitas air dikarenakan dikontrol secara berkala. Dan dengan penurunan kualitas air bisa menyebabkan penyakit white feces pada udang, dan berakhir dengan kerugian.

Solusi

Salah satu solusi untuk permasalahan ini ialah memakai Sistem monitoring kualitas tambak udang berbasis internet of things. Contohnya ialah IoT. Dimana perangkat IoT yang dapat melakukan akuisisi data. Data dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.

 

Sekian jurnal untuk pertemuan ini, wassalamu’alaikum!!