NEWS !!!

Minggu, 2 Oktober 2022

Pemkot Kediri Terbitkan Buku Tenun Ikat

Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri menerbitkan buku tentang tenun ikat yang merupakan kain tradisional khas dari kota ini.Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Tanto Wijohari, Ahad, menjelaskan buku ini sebagai edukasi, sebab belum banyak orang yang memahami sejarah dibalik wastra lokal ini.”Sudah lama buku ini dipersiapkan dengan matang sebagai sarana edukasi budaya dan sejarah Kota Kediri,” katanya di Kediri.

Pihaknya menjelaskan, buku ini penting sebab tenun ikat adalah warisan budaya. Masyarakat yang ingin memahami tentang sejarah tenun ini bisa mencari informasi yang sudah dibuat oleh pemkot.

“Tenun ikat Bandar Kidul ini adalah warisan budaya dan sejarah Kota Kediri yang sakral, sehingga dalam penyusunan literatur ini benar-benar harus digarap dengan maksimal sebagai sumber edukasi masyarakat,” kata dia.

Ia juga mengatakan peluncuran buku ini kerjasama antara Disperdagin Kota Kediri dengan Dekranasda Kota Kediri.

“Kami sudah menyiapkan buku ini sejak lama bersama dengan Dekranasda Kota Kediri. Sempat beberapa kali mengalami revisi dan penyempurnaan hingga akhirnya hasil final bisa kami luncurkan,” kata dia.

Dalam buku 150 halaman itu selain memuat sejarah tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, juga ada beragam literasi lainnya misalnya bahan-bahan penyusun, Dhoho Street Fashion, hingga profil perajin tenun ikat Kota Kediri.

Buku tenun ikat ini juga dapat diunggah lewat elektronik buku “Menjalin harmoni, menjaga tradisi” secara gratis melalui tautan http://bit.ly/BukuTenunIkat2022.

Sebelumnya, pemkot juga menggelar lomba desain motif tenun ikat, yang merupakan kain tenun khas dari kota ini. Kegiatan itu digelar sehingga motif tenun ikat nantinya bisa menjadi semakin beragam, sehingga bisa meningkatkan penjualan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga mengatakan perajin tenun ikat nantinya juga bisa menyisihkan satu kain setiap motifnya sebagai sampel, sehingga ketika orang akan membeli bisa melihat secara langsung contoh motif yang sudah diaplikasikan ke kain tenun.

Wali Kota juga mengingatkan agar selalu menjaga kualitas kain tenun ikat ini. Selain itu, dia  menyarankan agar kain tenun ikat ini bisa langsung digunakan tanpa harus dicuci terlebih dahulu sehingga lebih memudahkan.

Di Kota Kediri, jumlah perajin tenun ikat sekitar 14 orang. Selain itu, terdapat sekitar 26 unit usaha yang terkait dengan kerajinan itu dengan melibatkan sekitar 350 tenaga kerja lokal.

Sumberjatim.antaranews.com
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Kamis, 01 Sep 2022

Hasil Riset Sektor Informal di Masa Pandemi Diterbitkan Jadi Buku

Badung – Lebih dari 20 orang peneliti melakukan riset terkait sektor informal di berbagai kota di Asia saat pandemi COVID-19. Hasil penelitian itu dirangkum ke dalam sebuah buku berjudul Informal Services in Asian Cities: Lessons for Urban Planning and Management from the COVID-19 Pandemic.
Buku tersebut diluncurkan Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali, Kamis (1/9/2022). Menurutnya, riset di dalam buku tersebut memaparkan perilaku dan kebijakan sektor informal.

“Jadi buku ini merupakan riset bersama dari lebih dari 20 periset untuk mengetahui bagaimana perilaku dan bagaimana policy, action plan dan juga bagaimana kebijakan-kebijakan yang harus diambil untuk sektor informal,” kata Bambang Susantono kepada wartawan usai peluncuran buku.

Menurut Bambang Susantono, studi dilakukan di berbagai negara di Asia, baik Indonesia, Filipina, Kamboja, Pakistan, Bangladesh hingga Nepal. Studi dilakukan guna beberapa tujuan, di antaranya untuk mengetahui kondisi sektor informal pada masa pandemi COVID-19.

“Ini merupakan suatu sintesa bersama, sehingga nanti diharapkan dengan pengalaman-pengalaman yang ada di beberapa negara tersebut. Nomor satu kita mengetahui bagaimana sih kondisi sektor informal terutama pada COVID-19,” harapnya.

Riset ini menunjukkan berbagai sektor informal menjadi salah satu yang paling terkena dampak pandemi COVID-19. Mereka tidak lagi bisa bepergian dan harus ‘mendekam’ di rumah. Riset di beberapa negara memperlihatkan bahwa mereka yang berada di rumah justru tidak lebih baik daripada yang dapat keluar rumah.

Namun di sisi lain, ada pula sektor-sektor informal yang mencari upaya-upaya sendiri dari sisi ekonomi. Mereka bisa bisa bertahan dengan cara berbeda.

“Misalnya (dalam) berjualan, yang tadinya berjualan biasa mereka kemudian berjualan online, jadi mengadakan services atau layanan di mana mereka bisa bertahan di tengah-tengah krisis. Tapi di sisi lain mereka juga bisa mengembangkan diri dengan peralatan-peralatan yang sederhana seperti digital teknologi dan lain-lain,” papar mantan Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) itu.

Setahun Proses Penulisan

Bambang Susantono menuturkan, buku Informal Services in Asian Cities: Lessons for Urban Planning and Management from the COVID-19 Pandemic ditulis kurang lebih selama satu tahun. Buku itu ditulis saat dirinya masih mengabdi sebagai Wakil Presiden di ADB.

Bagi Bambang Susantono, buku ini merupakan acuan yang cukup langka. Sebab tidak banyak orang yang menulis buku soal sektor informal. Bahkan dalam proses penelitian, pihaknya cukup merasa kesulitan soal data.

“Jadi data itu merupakan salah satu yang memang cukup menantang buat para periset. Keuntungan kami adalah perosetnya ada di berbagai negara, bisa langsung berinteraksi dan kemudian juga mencari data. Karena kita tahu data tentang sektor informal ini memang tidak gampang untuk mendapat datanya,” paparnya.

Bambang Susantono menegaskan, buku yang diluncurkan ini ditujukan kepada masyarakat global. Pihaknya mencoba untuk berbagai pengetahuan kepada masyarakat luas.

“Tidak hanya akademisi, tapi juga practitioner di development (atau) di pembangunan, kemudian manajer-manajer kota, terutama di Asia Pasifik. Karena memang ini banyak kental contoh-contohnya di Asia Pasifik,” papar Bambang Susantono.

ABOUT BOOK

Definisi Buku 

Dilansir dari KBBI Online, buku memiliki definisi sebagai lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Jadi, dari KBBI ini bisa dipahami bahwa buku sejatinya adalah lembaran kertas yang disatukan dan kemudian dikenal dengan istilah dijilid.

Buku ini bisa berisi puluhan halaman seperti LKS untuk siswa jenjang SD, SMP, sampai SMA. Kemudian bisa sampai ratusan lembar seperti pada novel yang umum dibaca oleh masyarakat dari segala usia. Demikian juga pada buku-buku pendidikan.

KBBI juga menjelaskan, buku tidak harus memiliki tulisan. Selama ada sekumpulan kertas yang dijilid meskipun kosong maka sudah bisa disebut sebagai buku. Misalnya, buku gambar, buku sketsa, buku tulis, buku petak, dan lain sebagainya yang sengaja dibuat kosong.

Definisi sebuah buku kemudian juga dijelaskan oleh sejumlah ahli, dan berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Sitepu

Pendapat yang pertama disampaikan oleh Sitepu (2012: 8), buku adalah kumpulan kertas berisi informasi, tercetak, disusun secara sistematis, dijilid, serta bagian luarnya diberi pelindung terbuat dari kertas tebal, karton, atau bahan lain dengan karakter sejenis.

2. Kurniasih

Pendapat yang kedua disampaikan oleh Kurniasih yang mendefinisikan kata buku. Menurutnya, buku adalah buah pikiran yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum secara tertulis.

Kurniasih menjelaskan bahwa buku merupakan buah pikiran, dan lebih mengarah pada pengertian buku ilmiah. Baik itu buku pelajaran seperti buku teks, buku ajar, modul, dan sejenisnya. Sehingga berisi ilmu pengetahuan yang ditulis mengikuti kurikulum pendidikan.

3. H.G. Andriese

Sedangkan menurut H.G Andriese, buku adalah informasi tercetak di atas kertas yang dijilid menjadi satu kesatuan. Sehingga segala bentuk informasi yang disampaikan secara tertulis dan kemudian dijilid disebut sebagai buku.

4. Unesco

Terakhir adalah definisi buku yang dipaparkan oleh Unesco di tahun 1964. Dijelaskan bahwa buku adalah publikasi tercetak, bukan berkala, yang sedikitnya memiliki 48 halaman.

Oleh Unesco kemudian diberi tambahan mengenai batas minimal jumlah halaman. Jilid dari sejumlah kertas baru bisa disebut buku jika minimal terdiri dari 48 lembar kertas atau 48 halaman. Jika kurang, maka belum bisa dianggap sebagai buku.

Manfaat Buku

Buku kemudian hadir di sekitar kita tentu bukan tanpa alasan, ada banyak alasan yang membuat kehadirannya penting. Bahkan tetap eksis dari zaman dulu sampai sekarang. Saat ini buku tidak hanya bisa dijumpai dalam bentuk tercetak pada media kertas.

Akan tetapi juga hadir dalam bentuk elektronik yang kita kenal dengan istilah e-book atau electronic book. Ebook hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi ruang dalam mengoleksi sejumlah buku.

Apapun bentuknya, buku kemudian memiliki peran sangat besar bagi kehidupan seseorang dan bisa dikatakan dalam kehidupan seluruh umat manusia. Berikut adalah daftar manfaat dari buku:

1. Media Mengakses dan Berbagi Buah Pikiran

Buku adalah kumpulan tulisan di media kertas yang dijilid. Setiap orang bisa menulis dan kemudian menjilid naskahnya menjadi bentuk buku. Isi buku tersebut merupakan buah pikiran dari penulisnya.

Sehingga buku memberi manfaat bagi setiap penulis untuk bisa menyampaikan isi pikirannya secara tertulis. Kemudian bisa dibaca atau diketahui oleh banyak orang. Buah pikiran ini bisa dalam bentuk ilmu pengetahuan, kisah inspiratif, motivasi, dan lain sebagainya.

Sebaliknya, di mata pembaca. Buku bermanfaat sebagai media untuk mengakses buah pikiran para penulis. Mereka yang menikmati setiap karya tulis dari seseorang akan mencari dan membaca buku berisi karya tersebut. Baik untuk dijadikan media hiburan, pembelajaran, maupun tujuan yang lainnya.

2. Media Mengakses dan Berbagi Informasi

Buku sudah ada bahkan jauh sebelum internet berkembang dan digunakan masyarakat luas seperti sekarang. Pada masanya, buku menjadi satu-satunya media untuk mengakses dan berbagi informasi. Artinya menjadi media untuk mendapatkan dan memberikan informasi.

Informasi bisa didapatkan dengan mudah dari buku, khususnya buku yang disediakan untuk menyajikan sekumpulan informasi. Misalnya adalah majalah. Buku ilmiah akan menyajikan informasi ilmiah seperti pada buku-buku pendidikan.

Sedangkan pada buku fiksi atau non ilmiah, informasi ini bersifat umum. Misalnya pada buku Layangan Putus, pembaca bisa mengetahui Cappadocia ada di negara mana dan menyajikan atraksi wisata seperti apa. Hal ini termasuk sebuah informasi, karena tanpa perlu datang ke Turki bisa tahu Cappadocia ada di negara tersebut.

3. Media untuk Mendukung Kegiatan Pembelajaran

Buku juga bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Saat belajar di sekolah atau di kampus, maka dijamin akan melibatkan buku. Baik itu dalam versi cetak maupun versi elektronik.

Buku fiksi juga bisa menjadi media untuk pembelajaran, yakni mengenai hal-hal yang sifatnya umum. Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, ada banyak buku fiksi yang berisi pengalaman menarik. Sehingga bisa belajar dari pengalaman tokoh yang diceritakan penulis lewat bukunya.

4. Media untuk Terhubung dengan Dunia Luar

Saat berdiam di rumah, seperti ketika sakit atau mungkin katakanlah saat melakukan karantina karena positif Covid-19. Maka buku bisa menjadi media bagi pasien untuk tetap bisa terhubung dengan dunia luar.

Buku bisa membantu mengakses informasi, mengenal banyak hal, bisa tetap membantu untuk belajar, dan melihat banyak hal di seluruh belahan dunia. Sehingga buku bisa membantu seseorang untuk terhubung dengan dunia luar di berbagai bidang.

5. Sumber Inspirasi

Sedang stres karena tekanan di kantor yang tinggi? Atau mungkin sedang merasa putus asa karena impian yang diusahakan harus direlakan pupus di tengah jalan? Kondisi seperti ini ternyata bisa diatasi dengan membaca buku.

Buku non fiksi adalah pilihan utama, sebab menyajikan tema yang ringan dan bisa jadi punya makna mendalam. Jika membaca buku dengan topik tertentu dan pas dengan momen yang dihadapi.

Maka buku bisa bermanfaat sebagai sumber inspirasi. Misalnya sedang stres karena di kantor deadline sangat mencekik. Lalu membaca novel yang menggambarkan seorang tokoh dengan kondisi serupa.

Oleh penulis, tokoh tersebut diceritakan bisa menyelesaikan persoalan di kantornya. Maka pembaca yang mengalami kondisi serupa bisa terinspirasi dari kisah tersebut. Bisa melakukan hal yang sama atau setidaknya mendekati agar tidak lagi terbebani dengan urusan kantor.

6. Media Hiburan

Bagi pecinta buku yang dalam kesehariannya selalu memanfaatkan waktu luang untuk membaca. Buku memberi manfaat sebagai media hiburan. Saat suntuk, bosan, dan merasakan gejala stres.

Maka dengan membaca buku berbagai persoalan tersebut menguap begitu saja. Sebab otak akan fokus pada isi buku tersebut. Jika ceritanya menarik maka akan membuat hati riang, jika ceritanya lucu maka akan tertawa terbahak-bahak. begitu seterusnya.

Jenis-Jenis Buku

Buku dengan segudang manfaat yang dimilikinya kemudian hadir dalam beberapa jenis. Jenis buku tertentu memberikan manfaat tertentu pula, sehingga satu sama lain memberi manfaat berbeda-beda.

Jenis buku jika dilihat dari segi bidang kreativitas, maka akan terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu:

1. Buku Fiksi

Jenis yang pertama adalah buku fiksi, merupakan buku yang isinya adalah murni hasil imajinasi penulisnya tanpa ada kenyataan atau fakta di dalamnya. Meskipun bukan kisah nyata namun penulis bisa membuatnya seolah-olah nyata.

2. Buku Faksi

Jenis kedua adalah buku faksi, yaitu jenis buku yang isinya berdasarkan kisah nyata dan tidak menyamarkan para pelaku dalam cerita tersebut. Misalnya adalah biografi, autobiografi, kisah yang diambil dari kitab suci, dan memoar.

3. Buku Non Fiksi

Terakhir adalah buku non fiksi. Buku non fiksi adalah buku yang isinya menyampaikan data valid dan tidak ada imajinasi di dalamnya. Biasanya berisi ilmu pengetahuan di bidang tertentu. Buku pendidikan, kamus, dan sejenisnya termasuk ke dalam buku non fiksi.

Sementara jenis buku jika dilihat dari aspek isi buku itu sendiri, maka terbagi menjadi setidaknya 11 jenis. Berikut detailnya:

  • Novel, yaitu karya tulis prosa dalam bentuk narasi dan biasanya terdiri dari 4.000 kata atau bisa lebih.
  • Ensiklopedia, yaitu sebuah buku yang berisi ilmu pengetahuan dan disusun berdasarkan abjad.
  • Antologi, merupakan kumpulan dari karya sastra seperti kumpulan puisi, kumpulan cerpen, dan lain-lain.
  • Biografi atau autobiografi, merupakan buku yang memuat kisah hidup seseorang dimulai dari lahir sampai memasuki usia senja atau sampai meninggal.
  • Catatan harian atau jurnal, merupakan buku yang isinya catatan harian seseorang. Contohnya adalah catatan harian Anne Frank.
  • Buku panduan, merupakan jenis buku yang isinya menjelaskan tata cara melakukan suatu hal secara terperinci. Misalnya buku tata cara berkebun tanaman herbal, cara merajut, cara memasak, dan lain sebagainya.
  • Fotografi, merupakan buku yang berisi kumpulan foto-foto yang diambil memakai kamera.
  • Atlas, merupakan kumpulan peta yang dijilid menjadi satu. Misalnya atlas Indonesia maka isinya peta dari semua provinsi di Indonesia.
  • Komik, merupakan karya seni berbentuk gambar yang saling terhubung dan membentuk jalan cerita. Komik kemudian dilengkapi dengan teks untuk mendukung jalan cerita tersebut.
  • Dongeng, merupakan sebuah buku yang isinya menceritakan hasil khayalan dan memiliki pesan moral. Biasanya ditujukan untuk dibacakan ke anak-anak.

Ciri-Ciri Buku yang Baik

Dalam membaca sebuah buku, kamu tentu memerlukan waktu yang lumayan. Selain itu, jika memutuskan untuk membelinya maka akan mengeluarkan sejumlah uang. Intinya, dalam proses membaca ada banyak usaha perlu dilakukan.

Maka tidak salah jika setiap pembaca menghendaki buku berkualitas. Supaya tidak kecewa dan merasa sudah salah pilih maka kenali ciri-ciri buku yang baik dan berkualitas. Berikut beberapa diantaranya:

1. Mengusung Tema yang Menarik dan Khas

Ciri yang pertama adalah dari tema buku tersebut. Hal ini berlaku untuk buku fiksi maupun non fiksi. JIka menemukan buku dengan tema yang dianggap menarik dan khas karena berbeda dari buku lainnya. Maka besar kemungkinan buku tersebut bagus, tinggal dibaca untuk memastikan.

2. Gaya Bercerita yang Tidak Membosankan

Berikutnya adalah dari gaya bercerita dari penulisnya, bisa dilihat di bagian sinopsis. Kemudian di toko buku biasanya disediakan buku tanpa cover plastik, sehingga bisa dibaca di bab-bab awal. Jika di halaman pertama menarik maka halaman selanjutnya bisa menarik juga.

3. Banyak Direkomendasikan

Buku yang bagus ibarat ratu lebah, saat satu pembaca menyukainya maka banyak pembaca lain ikut menyukainya. Jadi, jika pusing dalam memilih buku maka pilih buku yang banyak direkomendasikan.

4. Diangkat sebagai Film

Ciri berikutnya dari buku yang bagus adalah diangkat menjadi film, ini khusus untuk buku fiksi. Ada banyak novel yang diangkat oleh produsen ke dalam bentuk film dan hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga dunia. Seperti Harry Potter, Divergen, dan lain-lain.

5. Menyajikan Informasi Terkini

Buku yang bagus biasanya juga menyajikan informasi terkini. Khususnya untuk buku non fiksi yang perlu menyajikan ilmu pengetahuan hasil penelitian terbaru sehingga relevan.

6. Bukan Jiplakan

Buku yang bagus tentu bukan hasil plagiarisme. Penulis buku akan bertanggung jawab penuh terhadap isi buku. Setiap buku rata-rata sudah terdaftar HKI, sehingga aksi penjiplakan bisa mengantarkan penulisnya ke jeruji besi.

Buku yang bagus sudah tentu merupakan buah pikiran sendiri, sehingga segar dan orisinil. Selain itu, pembaca perlu menghindari buku bajakan. Sebab kualitas kertas dari cover sampai isinya tentu tidak sebagus buku aslinya. Selain itu juga menjajah penulis karya tersebut.

7. Diterbitkan oleh Penerbit Terpercaya

Terakhir adalah dari segi siapa penerbitnya. Buku yang bagus tentu akan diterbitkan oleh penerbit terpercaya, tidak harus penerbit mayor karena penerbit minor pun sekarang banyak yang kualitasnya bagus.

Jika buku diterbitkan secara resmi di penerbit yang kredibel, maka prosesnya akan ada tahap editing dan penyuntingan. Sehingga isi buku dipastikan sudah sesuai ketentuan dan termasuk jalan ceritanya sudah dipastikan menarik dan mudah dipahami.

Contoh Buku

Buku tentu menjadi salah satu kebutuhan bagi mereka yang gemar membaca sekaligus bagi siapa saja yang tengah menempuh pendidikan. Jika membutuhkan referensi, berikut adalah beberapa contoh buku dari berbagai jenis:

1. Buku Fiksi

Buku fiksi tentu mudah ditemukan karena tersedia di berbagai toko buku. Penerbit deepublish menyediakan buku jenis ini dengan judul yang beragam. Sebut saja seperti Seseorang di Pertengahan Tahun karya Rara Savira Zs, Takdir karya Ihwal Andra Winata, Sepucuk Surat di Penghujung Malam karya Fitrah Hayani,  Keyakinan dan Kenyataan karya dari Ani Kurnia, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Buku Non Fiksi

Buku non fiksi contohnya juga sangat banyak, penerbit deepublish menyediakan beragam judul. Sebut saja seperti Gus Dur Manusia Pembuka Multinasional, 5 Langkah Instan Menjadi Motivator, Metode Praktis Analisis Tumbuhan Berkayu (buku Kimia), Asuhan Keperawatan Nifas (buku keperawatan), Implementasi Jaringan Komputer (ilmu komputer), dan masih banyak lagi yang lainnya.

sumber : penerbit deepublish

ABOUT BLOG

Present By Team 6

Our Team’s Member :

– Annisa Zhafirah (2115061038)

– Meta Berliana (2115061047)

– Nur Afifah Rini Adilah (2115061062)

– Rodhiyyati Mardhiyyah (2115061059)

– Sabila Zata Amani (2115061071)

From Lampung University – Informatic Engineering A (2022)