Artikel Ilmiah

Artikel = Merupakan publikasi dan laporan hasil karya. Artikel menurut KBBI adalah karya tulis lengkap seperti laporan berita dan essai dalam majalah.

Artikel ilmiah merupakan artikel yang dibuat dari seorang peneliti yang memiliki ilmu yang bermanfaat dan memiliki pmebuktian yang dilakukan dengan adanya data atau research dari seorang peneliti.

Hal-hal yang harus ditulis dalam artikel ilmiah:

1. Literatur

2. Penelitian

3. Hasil kerja peneliti

4. Publikasi (Tergantung apakah laporan bisa menjadi sangat bermanfaat atau tidak)

Jenis-jenis artikel:

1. Makalah

2. Kertas Kerja

3. Paper

4. Skripsi

5. Tesis

6. Artikel ilmiah popouler

 

Struktur artikel ilmiah;

1. Judul

2. Informasi penulis

3. Abstrak

4. Isi

5. Pendahuluan

6. Studi Literatur

7. Metode yang digunakan

8. Hasil dan pembahasan

9. Kesimpulan dan Saran

10. Daftar Pustaka

Jurnal Perkuliahan IPC Pertemuan ke-6

Dalam pertemuan ke-6 dalam mata kuliah Industri Pertanian pada tanggal 30 September membahas tentang Big Data. Berikut adalah beberapa poin yang dapat saya ambil dari pembelajaran Industri Pertanian Pertemuan ke-6.

1. Data adalah sesuatu yang ada yang bisa di catat yang nanti ketika ditentukan bisa menjadi informasi. Basis Data (Database) adalah tempat penyimpanan data agar lebih terstruktur. Jenis-jenis data: Terstruktur (Excel) , Semi Struktur, dan tidak terstruktur (data dalam bentuk vidio).

2. Big Data adalah sebuah istilah untuk menjelaskan tentang volume besar variabel data dengan kecepatan tinggi, kompleks yang membutuhkan teknik dan teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen dan analisa informasi – TechAmerican Foundation. Big data digambarkan dengan volume, velocity (kecepatan dalam mengolah data), variety, veracitu, value, validity, variability, venue, vocabulary, vagueness. Big data digunakan untuk mengumpulkan data, lalu di analisa, lalu menjadi informasi, dan menjadi pengetahuan. Pengetahuan ini nantinya digunakan untuk menjadi decision making.

3. Pengembangan dta yang sangat pesat di dukung juga dengan perangkat-perangkat seperti, IoT, Internet, dan masih banyak lainnya. Penggunaan Media sosial, cloud, website, database, network stream monitoring, communication juga sangat erat dengan big data source.

4. Contoh dari use of big data; Chatbot: Retail, Bussiness; Search Engine: Accurate Search Result; Artificial Intellegence: More use for AI, Data Science; IoT: foster IoT Development.

5. Manfaat dari big data: bisa mendapatkan analisa yang prediktif, Memanfaatkan data dari sosial media, decision making, merekomendasikan, mengoptimalkan, dan sebagai inovasi.

6. Big Data on Agriculture: Menganalisis atau sebagai smart control contoh untuk sebagai pengukur pH tanah dan berikur adalah konsep dasar big data on Agriculture

Screenshot 2021-10-01 at 00.33.16 (2)

7. Isu in Big Data: Big data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart Farming dan terlibat dalam keseluruhan rantai suplai. Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Big data juga diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan di antara pemain tradisional dan non-tradisional. Tata kelola dan model bisnis adalah masalah utama yang akan ditanganin dalam penelitian di masa mendatang.

Pertemuan ke-4 IPC

Nama: Alysa Astry Djayanti

NPM: 2115061003

Kelas: PSTI C

Pada perkuliahan IPC ke-4 membahas tentang AI for Agriculture. AI sendiri adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia.

Agroindustri merupakan suatu sistem terintegrasi yang melibatkan sumberdaya hasil pertanian, manusia, ilmu dan teknologi, uang dan informasi.

Dalam mendukung pertanian presisi, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dikembangkan untuk membantu petani dengan memberikan bimbingan yang tepat tentang nutrisi dan pengelolaan air, penanaman optimal, panen tepat waktu, jenis tanaman yang akan ditanam berdasarkan kondisi lingkungan, rotasi tanaman, hama, serta pengendalian dan pengelolaan penyakit.

Pembahasan: Proses Pertanian, Agroindustri, Revolusi Industri 4.0, AI dan Pertanian.

Proses pada Pertanian: Pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemanenan, penjualan hasil

Agroindustri adalah perusahaan industri yang memproses hasil pertanian dari bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan) menjadi produk dalam rangka meningkatkan nilai tambahnya. Proses yang digunakan mencakup pengubahan dan pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi.

Revolusi Industri 4.0merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Revolusi Industri 4.0 dikenal juga dengan istilah “cyber physical system”. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Dibantu teknologi informasi dalam proses pengaplikasiannya, keterlibatan tenaga manusia dalam prosesnya dapat berkurang. Dengan demikian, efektivitas dan efisiensi pada suatu lingkungan kerja dengan sendirinya bertambah. Dalam dunia industri, hal ini berdampak signifikan pada kualitas kerja dan biaya produksi.

AI for Agriculture

Pertanian juga bisa dikembangkan melalui Artificiall Intelligence dengan memanfaatkan IoT yang nantinya bisa digunakan dengan memnafaatkan sensor, menangkap gambar dan masih banyak kegunaan lainnya.

Vidio AI for Agroindustri:

  1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence (https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)
  2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food (https://www.youtube.com/watch?v=KfB2sx9uCkI)
  3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research (https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)
  4. Milenial dan Teknologi Bertani (https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)
  5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia (https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)

Tanggapan saya untuk video-video diatas:

Dalam video-video diatas dapat saya simpulkan bahwa para petani di Singapura sudah lebih dulu menggunakan dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Contoh-contoh penerapan AI dalam sektor pertanian ini sendiri sudah banyak seperti Drone pendeteksi ngengat yang menyebabkan hama tanaman, ada juga teknologi sensor pendeteksi temperature udara, kelembaban udara, dan masih banyak pendeteksi lainnya. Dalam pengembangannya kita dapat melihat bahwa teknologi AI ini sangatlah membantu perkembangan sektor pertanian. Apalagi, di Indonesia sendiri sektor dari pertanian ini termasuk salah satu sektor terpenting. Sekarang ini, kita sebagai penerus bangsa harus bisa memanfaatkan teknologi, bukan hanya memanfaatkan ktia juga harus bisa membuat dan menerapkannya pada sektor pertanian.

Penelitian Teknik Informatika dan Objek Penerapannya pada Bidang Pertanian.

Nama: Alysa Astry Djayanti

Kelas: PSTI C 2021

NPM: 2115061003

Judul Jurnal:  “Kajian Aplikasi Pertanian yang Dikembangkan di Beberapa negara Asia dan Afrika”

Karya:  Rosa Delim, Halim Budi Santoso, dan Joko Purwadi mahasiswa dari PSTI UKDW Yogyakarta.

Jurnal ini menguraikan tentang hasil kajian terhadap aplikasi pertanian yang telah dirasakan manfaatnya oleh para petani di China, India, Bangladesh, dan Uganda. Kajian ini di lakukan untuk memberikan gambaran mengenai bentuk aplikasi pertanian yang tersedia dan tantangan, peluang juga manfaat dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pertanian yang nantinya kajian ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk mendukung penerapan sistem berbasis teknologi informasi di bidang pertanian di Indonesia.

1. e-Agriculture dan m-Agriculture

e-Agriculture di definisikan sebagai informasi yang berhubungan dengan pertanian, teknologi atau tools untuk indormasi dan komunikasi berbagai jenis pertanian, dan keuntungan yang dapat dirasakan bidang pertanian dari penerapan aplikasi TIK.

m-Agriculture merupakan bagian dari e-Agriculture, namun m-Agriculture menerapkan platform teknologi yang berbeda. Melalui teknologi ini petani dapat mengirimkan pesan dan dapat berkomunikasi langung dengan pedagang.

2. Kajian Penerapan Aplikasi Pertanian

a. Agriinfo (China)

Merupakan salah satu sistem informasi pertanian berbasis call center di China. Salah satu tujuan utama dalam pengembangan AgriInfo ini adalah kebutuhkan untuk melakukan adopsi terhadap salah satu teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu untuk mengambil informasi yang sesuai saat sistem dan internet tidak tersedia. Aplikasi ini dikembangkan karena ketersediaan akses terhadap internet  yang masih kurang di beberapa tempat. Jadi, peralatan yang cocok untuk dikembangkan adalah telepon. Karena para petani lebih cenderung memiliki akses yang lebih banyak dibanding yang menggunakan internet. Penelitinya menggunakan teknologi cerdas yang mengimplementasikan sebagai modul proses bebas yang melakukan pertukaran informasi dan menjalankan beberapa fungsi yang terpisah sebagai pemecahan masalah.

b. Mobile Driven Extension (India)

Jika aplikasi Agriinfo di China menerapkan Aplikasi yang berbasis telepon tanpa menggunakan internet, maka di Mobil Driven Extension di India berfokus pada pemakaian internet tapi juga di dukung dengan pusat panggilan atau call center. cara kerjanya adalah petani menghubungi tele-centre dan selanjutnya mereka akan dihubungkan dengan seorang agen yang akan menjawab pertanyaan yang mereka ajukan.

c. IFFCO Kisan (India)

Indian Farmers Fertiliser Cooprative (IFFCO) Kisan Sanchar Limited merupakan sebuah organisasi yang aktifitas utamanya melakukan pelayanan berbasis ilmu dan teknologi kualitas hidup masyarakat pedesaan di India. Organisasi ini memiliki layanan  seperti Free Voice Message, Layanan Helpline, layanan Call Back Facility, Mobile Phone App dan yang terakhir,  Focused Communities.

d. E-Choupal (India)
Merupakan marketplace untuk produk pertanian. Aplikasi ini memebrikan akses ke pasar perdagangan hasil pertanian. Aplikasi ini juga mencakup analisa perubahan nilai produk yang tersedia di India.
e. Agricultural Market Information System (Bangladesh)
Aplikasi ini berfungsi untuk memberikan informasi terbaru tentang penawaran, permintaan ,dan stok produk pertanian. Mengasilkan laporan bulanan situasi global pasar dan perkembangannya, memberikan informasi mengenai isu-isu yang sedang berkembang yang berdampak pada pasar internasional, dan menginformasikan perkembangan pasar pangan dan identifikasi kondisi kritis tentang kebijakan yang sedang terjadi.
Kesimpulan:
Dengan beberapa contoh penerapan teknologi informasi di Bidang pertanian diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Teknologi Informasi ini terbukti sangat fleksibel. Fleksibilitas aplikasi atau penerapan dari TI ini telah terbuki mampu menjembatani pengguna dalam hal ini petani dengan berbagai pihak. Fungsi dari aplikasi dan sistem pertanian yang dikembangkan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu aplikasi yang berfungsi sebagai alat untuk berkontribusi langsung dengan produktifitas pertanian, dan aplikasi yang berfungsi sebagai tool pendukung bagi petani untuk mengambil keputusan dan memfasilitasi petani dalam berbagai data, informasi, dan pengetahuan.
Kemampuan aplikasi yang dikemambangkan mampu dijalankan pada berbagai perangkat seperti desktop, laptop dan smartphone baik secara online maupun offline.

PERTEMUAN KETIGA INDUSTRI PERTANIAN

Alysa Astry (NPM: 2115061003)

Dalam kuliah Industri Pertanian pada tanggal 7 September 2021, kami dijelaskan mengenai Jenis Pertanian dan  Proses dalam Pertanian.

Jenis-jenis pertanian

1. Sawah

Sawah adalah tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi. Sawah dibagi lagi menjadi sawah non irigasi dan sawah irigasi

Sawah non irigasi yaitu lahan sawah yang tidak memperoleh pengairan dari sistem irigasi tetapi tergantung pada air alam seperti : air hujan, pasang surutnya air sungai/laut, dan air rembesan.

Sawah irigasi adalah sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain melalui saluran-saluran yang sengaja dibuat untuk itu.

2. Ladang/Huma

Ladang/Huma adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman semusim dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah pindah)

3. Tegalan

Tegal/kebun adalah lahan bukan sawah (lahan kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah

4. Kebun

Kebun adalah sebidang lahan, biasanya di tempat terbuka, yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman.

Proses dalam pertanian

1. Pengolahan lahan,

2. Penyiapan Budidaya,

3. Pemanenan

4. Pemasaran Produksi

Materi Pertemuan Kedua Industri Pertanian PSTI C 21

Dalam mata kuliah Industri Pertanian hari ini, tanggal 31 Agustus 2021. Pak Rio menjelaskan tentang Penerapan Teknologi Informasi melalui pertanian presisi peningkatan produksi tanaman.

Precision Agriculture dan Pertanian Cerdas (Smart Farming) menerapkan teknologi informasi untuk meningkatkan produksi tanaman. Tujuannya untuk mengetahui proses dari pertanian, lalu proses tersebut bisa di maksimalkann dengan menerapkan beberapa teknologi karena kita di teknologi informatika, maka yang nantinya akan dipakai dalah teknologi informasi. Industri pertanian juga mengalami perubahan karena terpengaruh ke-fleksibelan teknologi informasi.

Smart farming diterapkan untuk memudahkan industri pertanian untuk me-monitoring lahan mereka. Contoh pengolahan lahan menggunakan strategi Smart farming seperti penggunaan drone untuk melakukan pemetaan daerah lahan yang luas. Dengan hadirnya teknologi informasi yang lebih maju dan kemudian diterapkan software yang tepat, maka bisa dibuat sebuah drone. Drone ini yang nantinya bisa digunakan sebagai survey-land.

Jadi, upaya yang dilakukan oleh teknologi informasi untuk berkontribusi dalam industri pertanian adalah bisa dengan membuat software yang bisa digunakan unutk me-monitoring drone untuk keperluan seperti survey-land, membuat sensor untuk mengecek pH tanah, aplikasi penjualan hasil tani, aplikasi yang membantu para petani untuk mencari modal, dan berbagai macam sistem IoT lainnya.