Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 5: Artikel Ilmiah

ABDUL RAHMAN WAHID – 2115061014 – PSTI B

ARTIKEL ILMIAH

7 CONTOH Artikel Ilmiah, Pendidikan, Kesehatan Menarik & Populer

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikel ilmiah merupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Sedangkan secara ilmilah, artikel bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Sehingga dapat disimpulkan, artikel Ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya.  Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional.

Ciri-ciri  Artikel Ilmiah

  • Rasional: sebuah karya illmiah berdasarkan atau sesuai dengan nalar atau logika, dapat dipikirkan secara bijaksana atau logis, dan dapat diterima oleh nalar.
  • Objektif: sebuah karya ilmiah hanya dapat dikembangkan secara aktual dan eksis, maksudnya adalah eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya berbeda antarbidang ilmu satu dengan yang lainnya.
  • Kritis: sebuah karya ilmiah berfungsi sebagai wahana menyampaikan kritik timbal balik terhadap suatu permasalahan yang dijelaskan dalam artikel tersebut.
  • Reserved: sebuah karya ilmiah dibuat dengan menahan diri, hati-hati, dan tidak mudah overclaming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi dan kepentingan tertentu,
  • Bahasa Formal: sebuah karya ilmiah menggunakan bahasa yang formal atau baku dan dibuat menggunakan bahasa sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam kaidah penulisan artikel ilmiah.
  • Sumber Referensi: sebuah karya ilmiah mengutip sumber jelas dan disertai dengan daftar pustaka. Adapun dalam pemilihan referensi tersebut harus berasal dari sumber yang terpercaya untuk memastikan kebenaran data yang akan diambil.

Apa yang ditulis pada Artikel Ilmiah?

  1. Literatur;
  2. Apa yang dikerjakan pada suatu penelitian;
  3. Melaporkan hasil kerja peneliti;
  4. Jika berguna maka harus ditulis dilaporkan dan dipublish agar orang lain bisa mendapatkan pengetahuan berdasarkan apa yang dikerjakan;
  5. Jika apa yang dikerjakan tidak penting maka tidak perlu membuat artikel ilmiah maupun mempublishnya.

Tahapan Penulisan Artikel Ilmiah

Menulis artikel ilmiah melalui tahapan yang menunjukkan alur berpikir yang sistematis. Tanjung (2007: 128-147) menyampaikan
tahapan menulis karya atau artikel ilmiah sebagai berikut:

1) pengembangan gagasan

2)perencanaan penulisan naskah

3)pengembangan paragraf

4)finalisasi.

Struktur Artikel Ilmiah

1.      Judul

2.      Informasi penulis

3.      Abstrak

4.      Kata kunci

5.      Isi artikel :

♦  Pendahuluan

♦  Studi literatur

♦  Metode yang digunakan

♦  Hasil dan pembahasan

♦  Kesimpulan atau saran

6.      Daftar pustaka

JENIS-JENIS ARTIKEL ILMIAH

  1. Artikel/jurnal ilmiah, wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian atau buah pikir seseorang kepada publik, biasanya 8 sampai 20 halaman.
  2. Makalah,  sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan.
  3. Kertas kerja, melaporkan hasil kerja suatu pekerjaan dalam bentuk kertas kerja.
  4. Paper, bentuk karya ilmiah yang membahas satu topik tertentu. Umumnya terdapat struktur, pendahuluan, referensi, dll.
  5. Skripsi, karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program Sarjana (S1).
  6. Tesis, karya tulis ilmiah yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. Tesis merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir pada pendidikan Magister (S2).
  7. Disertasi,  karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam penyelesaian program Doktor (S3).
  8. Artikel ilmiah populer, artikel ilmiah yang memiliki tingkat bahasa yang lebih bisa dipahami semua orang.

Isi Karya Ilmiah
Isi karya ilmiah dibagi menjadi beberapa bab diawali pendahuluan
diakhiri daftar pustaka. Setiap bab dimulai pada halaman baru.
1. Pendahuluan
a. Pengetikan:
(1) Judul “PENDAHULUAN” diketik tanpa tanda petik di
tengah- tengah kertas, berjarak enam spasi dari pinggir atas
kertas.
(2) Isi pendahuluan mulai diketik empat spasi di bawah judul bab.
b. Pendahuluan berisi:
(1) Masalah yang diteliti/dibahas, ruang lingkup, tujuan, dan
kegunaan penelitian, ATAU
(2) Masalah yang diteliti/dibahas, ruang lingkup, tujuan,
kegunaan, kerangka pemikiran, dan hipotesis penelitian.
2. Tubuh tulisan
a. Bagian ini memuat bab-bab dan subab-subab seperti yang
tercantum dalam daftar isi.
b. Pengetikan:
(1) Judul bab:
i. Setiap judul bab diketik seluruhnya dalam huruf kapital,
penebalan (bold) bukan keharusan tetapi optional, tanpa
tanda petik; di tengah-tengah kertas; berjarak 6 cm dari
pinggir atas kertas.
ii. Jika judul bab lebih dari satu baris, judul disusun simetris
dan berspasi tunggal.
iii.Penyantuman nomor bab bukan keharusan tetapi optional.
(2) Judul subbab:
i. Huruf pertama kata selain kata penghubung diketik
huruf kapital.
ii. Penebalan (bold) bukan keharusan tetapi optional.
iii.
iv. Penyantuman nomor subbab bukan keharusan tetapi optional.
Jika judul subbab lebih dari satu baris, judul diketik dalam
spasi tunggal

Ketentuan penulisan rujukan berdasarkan jenis rujukan:

1. Apabila sumber pustaka berupa artikel dalam jurnal ilmiah, ditulis mengikuti urutan: nama penulis. tahun. judul artikel. nama jurnal. volume(nomor): halaman (Nama jurnal diketik miring).

Contoh:

Rahmathulla, V.K., Das P., Ramesh, M. & Rajan, R.K. (2007). Growth rate pattern and economic traits of silkworm Bombyx mori, L under the influence of folic acid administration. Journal Applied Scince Environment Management. 11(4), 81-84.

2. Apabila sumber pustaka berupa buku teks, ditulis mengikuti urutan: nama penulis. tahun. judul buku. volume (jika ada). edisi (jika ada). kota penerbit: nama penerbit (Judul buku dicetak miring). Contoh:

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sangat, H.M., Zuhud, E.A.M. & Damayanti, E.K. (2000). Kamus penyakit dan tumbuhan obat (Etnofitomedika). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

3. Apabila sumber pustaka berupa buku terjemahan ditulis mengikuti urutan: nama penulis asli. tahun buku terjemahan. judul buku terjemahan. volume (jika ada). edisi (jika ada). terjemahan. kota penerbit: nama penerbit (Judul buku di cetak miring).

Contoh:

Robinson, T. (1995). Kandungan organik tumbuhan tinggi (Ed. 6). Terjemahan K. Padmawinata. Bandung: ITB Press.

Steel, R.G.D. & Torrie, J.H. (1991). Prinsip dan prosedur statistika. Suatu pendekatan biometrik. Terjemahan B. Sumantri. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

4. Apabila sumber pustaka berupa artikel dalam buku kumpulan artikel ditulis mengikuti urutan: nama penulis artikel. judul artikel. dalam: nama editor jika ada diikuti Ed (jika tunggal) atau Eds (jika lebih dari satu) dalam tanda kurung. tahun. judul buku. volume (jika ada). edisi (jika ada). kota penerbit: nama penerbit (Judul buku dicetak miring).

Contoh:

Ancok, D. (1999). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. dalam M. Singarimbun & Efendi (Eds). Metode penelitian survey (hal. 18-29). Jakarta: LP3ES.

Linz, J & Stephan, A. (2001). Some thought on decentralization, devolution and the many varieties of federal arrangements. In: Jhosua K (Ed). Crafting Indonesian Democracy (p. 89-100). New York, NY: Springer

5. Apabila sumber pustaka berupa artikel dalam prosiding ditulis mengikuti urutan: nama penulis. tahun. judul naskah seminar. judul prosiding. tempat penyelenggaraan seminar. waktu penyelenggaraan (Judul artikel dicetak miring).

Contoh:

Rahayu, E.S. (2001). Potensi alelopati lima kultivar padi terhadap gulma pesaingnya. Prosiding Konferensi Nasional XV Himpunan Ilmu Gulma Indonesia (Buku 1). Surakarta 17-19 Juli 2001.

6. Apabila sumber pustaka berupa karya ilmiah yang tidak dipublikasikan (misal: skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian), ditulis mengikuti urutan: nama penulis. tahun. judul laporan penelitian. nama proyek penelitian. kota penerbit: instansi penerbit/lembaga (Tulisan skripsi/tesis/disertasi/laporan penelitian dicetak miring).

Contoh:

Kasip, L.M. (2000). Pembentukan galur baru ulat sutera (Bombyx mori L) melalui persilangan ulat sutera bivoltine dan polyvoltine. Disertasi. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Aritonang, M.W. (2004). Kajian penyakit ayam broiler pada kandang close house. Skripsi. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

7. Apabila sumber pustaka berupa artikel dalam surat kabar/majalah umum, ditulis mengikuti urutan: nama penulis. tahun. judul artikel. nama surat kabar/majalah. kota, tanggal terbit dan halaman (Judul artikel dicetak miring).

Contoh:

Syamsuddin, A. (2008). Penemuan hukum ataukah perilaku chaos? Kompas. Jakarta. 4 Januari. Hlm.16.

Kukuh, A. (2008). Obsesi pendidikan gratis di Semarang. Suara Merdeka. Semarang 5 Maret. Hlm. L.

8. Apabila sumber pustaka berupa artikel jurnal online, ditulis dengan urutan: nama penulis. tahun. judul artikel. nama jurnal. volume(nomor): halaman (Nama jurnal dicetak miring).

Contoh: Ernada, S.E. (2005). Challenges to the modern concept of human rights. J. SosialPolitika. 6(11): 1-12.

Suparta, O., Sudradjat dan Sasmit, T. (2002). Pengaruh perlakuan kepadatan ulat sutera terhadap produksi dan mutu kokon di Tabing, Kabupaten Solok Sumatera Barat. Buletin Penelitian Kehutanan. 18(1): 70-81.

9. Apabila sumber pustaka berupa artikel online (internet) tanpa tempat terbit dan penerbit, ditulis mengikuti urutan: nama penulis. tahun. judul artikel. Diunduh di alamat website tanggal (Judul artikel dicetak miring).

Contoh:

Rusdiyanto, E. (2001). Peranan tanaman dalam mengurangi Pb dari emisi gas buang kendaraan bermotor di Jakarta. Diunduh di http://www.ut.ac.id/olsupp/FMIPA/LING1112/Peranan-tan-htm tanggal 2 Juli 2002.

Levy, M. (2000). Environmental scarcity and violent conflict: a debate. Diunduh di http://wwics.si.edu/organiza/afil/WWICS/PROGRAMS/DIS/ECS/repo rt2/debate.htm tanggal 4 Juli 2002.

 

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses pada 9 Oktober 2021 pukul 21.00

https://fh.unila.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/Panduan-Penulisan-Karya-Ilmiah-2020.pdf diakses pada 9 Oktober 2021 pukul 21.05

http://bk.unnes.ac.id/wp-content/uploads/2016/01/panduan-INDONESIAN-JOURNAL-OF-GUIDANCE-AND-COUNSELING.pdf diakses pada 9 Oktober 2021 pukul 21.15

https://ejournal.perpusnas.go.id/mp/article/view/899/877 diakses pada 9 Oktober 2021 pukul 21.30

Jurnal Perkuliahan Industri Pertanian 4 : Big Data for Agriculture

ABDUL RAHMAN WAHID – 2115061014 – PSTI B

Word Cloud "Big Data"

Apa itu Big Data?

Big Data merupakan sebuah istilah untuk menjelaskan tentang volume besar, kecepatan tinggi, dan kompleks yang membutuhkan teknik serta teknologi tingkat lanjut untuk mengaktifkan pengambilan, penyimpanan, distribusi, manajemen dan analisa informasi. Data dapat berupa teks, gambar, video, audio dan file. Big data  memerlukan algoritma serta teknologi tingkat tinggi yang berfungsi untuk menjalankan pengambilan, pendistribusian, analisis informasi, dan manajemen data.

KARAKTERISTIK BIG DATA

Pada dasarnya big data memiliki tiga karakteristik yang disebut 3V yang terdiri dari volume, variety, dan velocity. Kemudian, Big Data terus berkembang menjadi 5V, yaitu volume, variety, velocity, veracity, dan value. Kemudian dari big data ini berkembang lagi menjadi 10V yang bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Screenshot (441)

 Secara garis besar, karakteristik dari 3V sudah menjelaskan tentang big data yang paling utama sebagai berikut:

  • Volume :  jumlah data yang begitu besar dan cenderung meningkat
  • Velocity : memiliki kecepatan yang digenerated Kecepatan transfer data juga sangat berpengaruh dalam proses pengiriman data dengan efektif dan stabil. Big data memiliki kecepatan yang memungkinkan untuk dapat diterima secara langsung (real-time). Memiliki kecepatan yang degenerated
  • Variety : jenis variasi data yang dimiliki oleh big data lebih banyak daripada menggunakan sistem database. Tidak hanya berupa teks, tetapi bisa berupa file yang jenisnya bermacam macam, lalu ada juga audio, video. Jika disusun menjadi sebuah database nanti akan menghasilkan database yang tidak terstruktur sehingga akses menuju file tersebut akan lambat.

SUMBER BIG DATA

Big data pada saat ini bisa dihasilkan dari beberapa sumber yang terdiri dari informasi penggunaan teknologi yang berkembang pada saat ini. Adapun sumber-sumber dari big data, yaitu:

  1.  Website
  2.  Cloud
  3.  Media
  4.  Social Media
  5.  Communication Data
  6.  Database
  7.  Network Stream Monitoring
  8.  IoT

PENGGUNAAN BIG DATA

Screenshot (443)

  1. Chat Bot : merupakan program computer yang menyimulasikan percakapan manusia melalui perintah suara, obrolan teks, atau keduanya. Biasanya digunakan untuk memberikan balasan pesan dari customer secara otomatis.
  2. Search Engine : fitur yang sangat memudahkan pencarian informasi di internet, alat online yang dirancang untuk mencari situs web di internet berdasarkan permintaan pencarian pengguna. Contohnya : google,mozila firefox, dan yahoo
  3. Internet of Things (IoT) : mendorong untuk peningkatan pada pengembangan IoT dimasa yang akan datang. Iot juga bisa diterapkan pada dunia pertanian, sehingga data-data yang dihasilkan dari perangkat IoT bisa dikumpulkan lalu dilakukan analisa prediksi untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk melakukan pengembangan.
  4. Artificial Intelligence (AI) :  teknologi yang memungkinkan system computer, perangat lunak, program dan robot untuk “berpikir” cerdas layaknya manusia. AI akan terus berkembang sejalan dengan big data dan juga perkembangan IoT.

MANFAAT BIG DATA

  1. Predictive Analysis : melakukan analisa prediksi dengan menggunakan data-data yang begitu besar.
  2.  Harness Data from social media, prediksi data tadi bisa digabungkan dengan data-data lain seperti data dari sosial media.
  3. Decision Making, kemudian hasil analisanya bisa menghasilkan sebuah keputusan.
  4.   Recommendation, keputusan tersebut nantinya bisa menjadi rekomendasi untuk melakukan optimasi.
  5.   Optimization, optimasi dilakukan pada sebuah proses bisnis.
  6.  Innovation, setelah dilakukan optimasi pada proses bisnis tersebut bisa menghasilkan inovasi yang nantinya akan mengembangkan sebuah proses ataupun sebuah bisnis.

BIG DATA ON AGRICULTURE

big data on agriculture

Dengan adanya big data itu sangat diharapakan dan berdampak sangat besar pada smart farming, sehingga melibatkan seluruh rantai pasokan. Lalu sensor dan perangkat pintar yang ada, menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar dan memberikan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sistem yang dibuat pada penelitian mencakup dari aplikasi big datanya yaitu dari method network management, business process, supply chain.

Teknologi dari big data yang dapat mendorong penerapan smart agriculture adalah seperti benchmarking, analisa data, instalasi sensor, model yang berhubungan dengan prediksi dan manajemen untuk menghindari ancaman, dan untuk meningkatkan produksi optimal. Meski pada akhirnya keputusan ada di tangan manusia, model tersebut dapat membantu memberikan pilihan dan pertimbangan terbaik yang dapat diambil berdasarkan big data yang tersedia.

 ISU BIG DATA

  1. Big Data diharapkan memiliki dampak besar dalam Smart Farming dan terlibat keseluruhan rantai suplai.
  2. Smart sensor dan perangkat memproduksi sejumlah besar data yang menyediakan kemampuan pengambilan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  3. Big Data diharapkan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam peran dan relasi kekuasaan diantara pemain tradisional dan non-tradisional.
  4. Tata kelola ( termasuk kepemilikan data, privasi, keamanan ) serta model bisnis merupakan masalah utama yang akan ditangani dalam penelitian di masa yang akan datang.

Trend big data pada masa yang akan datang akan sangat mempengaruhi aspek-aspek pada bidang pertanian. Contohnya, pertanian di masa yang akan datang dibuat sebuah konsep big data, data-data yang dihasilkan dari sensor-sensor, contohnya yang ditanam di beberapa daerah baik itu di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun, perkebunan.  Data tersebut ketika di monitoring dikumpulkan, lalu dianalisa bisa menghasilkan sebuah informasi yang nantinya informasi tersebut bisa menjadi satu pengambilan keputusan yang bisa menyebabkan hasil pertanian atau proses pertanian menjadi lebih maksimal dan optimal. Lalu analisa-analisa yang tadinya belum dilakukan oleh para petani saat ini bisa dilakukan agar mungkin para petani secara mudahnya bisa mengetahui kapan harus menanam, kapan harus menambah pupuk pada tanahnya, dan kapan harus memanen tanaman.  Di masa depan diharapkan bidang pertanian bisa mengembangkan pertanian yang mengkolaborasikan beberapa teknologi. Agar bidang pertanian di Indonesia bias terus maju.

INDUSTRI PERTANIAN-JURNAL 3

ABDUL RAHMAN WAHID – 2115061014 – PSTI B

AI For Agriculture

Focus-on-Connectivity-750

AI atau lebih dikenal dengan Artificial intelligence adalah sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru suatu cara berpikir dan penalaran manusia. Implementasi dari artificial intelligence saat ini umum ditemui dalam bidang-bidang seperti berikut :
a. Computer Vision : yaitu suatu metode artificial intelligence yang memungkinkan sebuah sistem komputer mengenali citra sebagai Inputnya. Contohnya adalah mengenali dan membaca tulisan yang ada didalam citra.
b. Fuzzy Logic : yaitu suatu metode artificial intelligence yang banyak terdapat pada alat-alat elektronik dan robotika. Dimana alat-alat elektronik atau robotika tersebut mampu berpikir dan bertingkah laku sebagaimana layaknya manusia.
c. Game : yaitu suatu metode artificial intelligence yang berguna untuk meniru cara berpikir seorang manusia dalam bermain game. Contohnya adalah program Perfect Chessmate yang mampu berpikir setara dengan seorang grandmaster catur.
d. General Problem Solving : yaitu suatu metode artificial intelligence yang berhubungan dengan pemecahan suatu masalah terhadap suatu situasi yang akan diselesaikan oleh komputer. Biasanya permasalahan tersebut akan diselesaikan secara trial dan error sampai sebuah solusi dari sebuah masalah didapatkan. Contohnya adalah program Eureka yang dapat memecahkan model linier programming.
e. Speech Recognition : yaitu suatu metode artificial intelligence yang berguna untuk mengenali suara manusia dengan cara dicocokkan dengan acuan yang telah diprogramkan sebelumnya. Contohnya adalah suara dari pengguna dapat diterjemahkan menjadi sebuah perintah bagi komputer.
f. Expert System : yaitu suatu metode artificial intelligence yang berguna untuk meniru cara berfikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ada. Dengan expert system seorang user dapat melakukan konsultasi kepada komputer, seolaholah user tersebut berkonsultasi langsung kepada seorang ahli. Contohnya adalah program aplikasi yang mampu meniru seorang ahli medis dalam mendeteksi demam berdarah berdasarkan keluhan-keluhan pasiennya.

Proses Pertanian

Screenshot (54)

Proses pertanian ada 5 macam, yaitu:
1. Pengolahan Lahan : Proses pengolahan lahan ini adalah salah satu bagian terpenting yang terjadi pada proses industri pertanian. Proses ini bertujuan untuk menyiapkan lahan tersebut sebelum ditanami. Dalam proses ini, biasanya petani membajak/mencangkul lahan yang akan ditanami agar  unsur hara serta zat yang tergantung di dalam tanah dapat berperan maksimal dalam proses pertumbuhan tanaman yang ditanam
2. Pembibitan :  Petani biasanya mendapatkan bibit dengan membudidayakannya atau membeli di tempat yang tersedia Bibit-bibit tidak langsung ditanam, melainkan ditunggu sampai ada batang,daun muda, dan sedikit akar.
3. Penanaman : Bibit tanaman yang sudah disiapkan kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Bibit-bibit tersebut dilakukan pemantauan/pemeliharaan dengan baik agar menghasilkan produk yang berkualitas.
4. Pemanenan : Tanaman yang sudah kita tanam setelah beberapa waktu matang dan siap dipanen.
5. Penjualan hasil : Proses penjualan serta penyaluran dari petani hingga bisa sampai ke tangan konsumen dan dapat dirasakan/dibeli konsumen secara luas.

Agroindustri

Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan pertanian tersebut.

Dalam algoindustri terdapat 4 langkah yaitu :

  1. Perencanaan
  2. Perancangan
  3. Pengembangan
  4. Evaluasi terpadu

Picture1

Alur Agroindustri seperti bentuk lingkaran yaitu berputar-putar (looping). Adapun 12 alur agroindustri sebagai berikut

  1. Harvest planning
  2. Crop layout
  3. Field preparation
  4. Sowing
  5. Crop protection
  6. Harvesting
  7. Storage
  8. Quality control
  9. Processing
  10. Assortment building
  11. Domestric sale
  12. Export sale

Revolusi Industri 4.0

  1. Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan kehadiran mesin uap yang dapat mempermudah pekerjaan. Yang awalnya hanya dapat dikerjakan secara manual menjadi berbasis mesin dan tenaga hewan ternak/manusia.

  1. Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri 2.0 ditandai dengan lahirnya mesin elektrik yang dapat berjalan otomatis dengan bantuan tenaga listrik.

  1. Revolusi Industri 3.0

Revolusi industri 3.0 ditandai dengan kehadiran komputer atau automasi.

  1. Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0  ini telah hadir internet, dimana semua perangkat yang terhubung dengan komputer dapat di otomatisasi, monitoring, serta dapat diakses dengan  internet.

Teknologi Era 4.0 di Bidang Pertanian

1. Internet of Things (IoT)
Internet of Things adalah konsep yang muncul dimana semua alat dan layanan terhubung satu dengan yang lain dengan mengumpulkan, bertukar dan memproses data untuk beradaptasi secara dinamis. IoT adalah salah satu teknologi dimana perangkat elektronik sekarang dapat terhubung satu sama lain melalui internet. Dengan adanya Itnernet of Things (IoT) diharapkan dapat membantu para petani dalam mengelola untuk lahan pertanian.
2. Artificial Intelligence (AI)
AI atau lebih dikenal dengan Artificial intelligence adalah sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru suatu cara berpikir dan penalaran manusia. AI merupakan pengembangan dari Big Data dan komputer programming. Dengan menggunakan AI, kita dapat mengetahui seberapa efektif pertanian itu dijalankan.
3. Human Machine Interface (HMI)
(HMI) Human Machine Interface adalah suatu sistem yang menghubungkan antara manusia dan teknologi mesin. Sistem HMI sebenarnya sudah cukup popular di bidang industri. HMI dapat berupa pengendali dan visualisasi status baik secara manual maupun melalui visualisasi komputer yang bersifat real time, sehingga manusia dapat melakukan pemantauan pada proses-proses pertanian.
4. Teknologi Robotik
Teknologi robotik ini sudah banyak digunakan untuk membantu kegiatan di industri pertanian. Teknologi robotik yang banyak digunakan pada saat ini adalah teknologi Drone atau pesawat tanpa awak. Contohnya teknologi drone atau pesawat tanpa awak yang digunakan untuk melakukan pemetaan lahan, penyiraman pada lahan pertanian, proses mitigasi pertanian.

Video Artificial Intelligence dalam Bidang Pertanian
1. How Singapore Farms Use Artificial Intelligence (https://www.youtube.com/watch?v=qOGsz-rUx6E)
2. The Futuristic Farms That Will Feed the World | Freethink | Future of Food (https://www.youtube.com     /watch?v=KfB2sx9uCkI)
3. AI for AgriTech ecosystem in India- IBM Research (https://www.youtube.com/watch?v=hhoLSI4bW_4)
4. Milenial dan Teknologi Bertani (https://www.youtube.com/watch?v=6Zt7HZbRbe8)
5. Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia (https://www.youtube.com/watch?v=n2rE7DW0qqk)

Tanggapan Mengenai Video Artificial Intelligence dalam Bidang Pertanian

Penerapan teknologi Al dalam sektor pertanian memiliki banyak manfaat yaitu, meminimalisir tenaga manusia, menghasilkan hasil panen yang berkualitas dan mengurangi kerusakan di bidang pertanian. Dalam video tersebut teknologi AI telah diterapkan di berbagai Negara, miasalnya: Singapura, Belanda, India, dan Indonesia. Di Singapur,  teknologi AI diterapkan dalam bidang pertanian dan juga perikanan, mulai dari menganalisis kualitas air, pupuk, suhu, serta kelembaban dan kesehatan hewan. Di Belanda, teknologi AI diterapkan dalam bidang pertanian dengan dikembangkannya greenhouse berbasis AI yang bisa mengatasi permasalahan suhu serta cuaca. Di India, teknologi AI diterapkan dalam bidang pertanian untuk memonitor lahan pertanian. Dan di Indonesia sendiri sudah mulai menerapkan bercocok tanam dengan metode hidroponik. Sektor pertanian ini sangat penting demi menunjang kebutuhan pangan masyarakat.Dengan demikian, hadirnya teknologi dalam bidang pertanian contohnya AI  dapat membantu petani mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi hingga saat ini.

Tugas Pekan Ke-4 : Industri Pertanian

Sistem Pengukur Curah Hujan Sebagai Deteksi Dini Kekeringan Pada Pertanian Berbasis Internet of Things

Screenshot (36)Screenshot (37)

Hujan merupakan faktor penting dalam segala aspek kehidupan, tidak tentunya kedatangan hujan saat ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan industri, terutama pada sektor pertanian. Dalam industri pertanian tinggi rendahnya curah hujan sangat berpengaruh dalam pengelolaan sumber daya dan juga sangat menentukan hasil panen yang akan didapati. Sebagai contoh curah hujan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gagal panen dikarenakan resiko terjadinya banjir yang membuat tanaman padi mati, begitu pula curah hujan yang terlalu sedikit dapat pula menyebabkan gagal panen dikarenakan kurangnya sumber air.

Internet of Things adalah konsep yang muncul dimana semua alat dan layanan terhubung satu dengan yang laindengan mengumpulkan, bertukar dan memproses data untuk beradaptasi secara dinamis.  Dengan adanya Inernet of Things (IoT) dan Social Media diharapkan dapat membantu para petani dalam mengelola sumber air untuk lahan pertanian mereka

Dalam penelitian tersebut menggunakan Raspberry pi 3 sebagai controller. Bahasa pemrograman python digunakan untuk mengambil data dari sensor kemudian mengolahnya dan diteruskan melalui API telegram sebagai sebuah pesan. Sensor yang digunakan adalah sensor magnetic yang diterapkan dalam bentuk tipping bucket untuk membaca pengukuran curah hujan. Dengan menggunakan sebuah social media berupa Telegram,  dapat memudahkan masyarakat dalam pengelolaan pertanian.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan pengukuran langsung pada hujan. Terdapat beberapactahapan dari pembuatan sistem ini seperti analisa kebutuhan, perancangan Hardware dan Software, pembuatan Hardware dan Software, dan pengujian sistem

Proses pertanian yang menjadi pengembangan penelitian tersebut adalah tahap  pengolahan lahan. Di dalam pengolahan tidak hanya digunakan untuk mengolah lahan pertanian namun bisa digunakan untuk pemantauan lahan. Pemantauan lahan sangat penting dikarenakan tanaman memerlukan pemantauan secara berkala mulai dari pembenihan hingga pemanenan. Pada jurnal tersebut, penulis memaparkan  kegunaan alat tersebut  dapat mengukur curah hujan dan memberi informasi dalam bentuk notifikasi peringatan dini potensi kekeringan pada sektor pertanian, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pada sektor pertanian.

Sumber : https://journals.ums.ac.id/index.php/emitor/article/view/8493/6573

Laksono, Satrio dan Nurgiyatna, “Sistem Pengukur Curah Hujan Sebagai Deteksi Dini Kekeringan Pada Pertanian Berbasis Internet of Things” Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta  Vol. 20 No. 02 September 2020. Diakses pada 18 September pukul 7.00

INDUSTRI PERTANIAN- JURNAL 2 PERTEMUAN 3

MATERI PERTEMUAN 3 INDUSTRI PERTANIAN PSTI B

Nama : Abdul Rahman Wahid

NPM : 2115061014

Kelas : Teknik Informatika B

Proses Pertanian

Picture1

Jenis Pertanian

Beberapa jenis-jenis pertanian sebagai berikut:

  • SawahMerupakan suatu lahan yang digunakan untuk menanam jenis tanaman basah. Sawah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
    • Sawah irigasi, biasanya kebutuhan air lebih banyak. Sawah irigasi ada yang terbentuk secara alami dan buatan.
    • Sawah non-irigasi, kebutuhan air sedikit. 
  • Ladang/huma
    • Lahan kering dan luas
    • Tidak selalu datar, ada yang dataran rendah dan dataran tinggi.
    • Menyesuaikan dengan kondisi alam
  • Tegalan
    • Lebih ke dataran yang lebih tinggi
    • Lahan kering
    • Kebanyakan di dataran tinggi
  • KebunMerupakan lahan yang dipersiapkan dan direkayasa. Komoditas biasanya sayuran dan buah-buahan.
    • Lahan terbatas

    Contoh : sayur

    • Lahan luas

    Contoh : teh

  • LainnyaDapat berupa perternakan dan perikanan.
    • Peternakan

    Contoh : ungags

    Perikanan

    Contoh : perikanan air tawar (ikan lele), perikanan air laut (ikan bandeng)

     

    Proses dalam pertanian

     

    • Pengoloahan lahan

    Penyesuaian lahan dengan tanaman yang ditanam

     

    • Penyiapan budidaya

    Menyiapkan benih/bibit

     

    • Pemanenan

    Meliputi proses pemetikan hasil pertanian

     

    • Pemasaran produksi

    Petani menjual hasil panen

     

     

 

INDUSTRI PERTANIAN-JURNAL 1

MATERI PERTEMUAN 2 INDUSTRI PERTANIAN PSTI B

Nama : Abdul Rahman Wahid

NPM : 2115061014

Kelas : Teknik Informatika B

Penerapan Teknologi Informasi Melalui Pertanian Presisi Peningkatan Produksi Tanaman

1

Pertanian presisi merupakan suatu mekanisme yang digunakan dengan menentukan perlakuan yang tepat baik pada aspek variabilitas spasial dan temporal dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau (montoring) lokasi/lahan.

Tantangan bagi petani kita di Indonesia dalam era pertanian presisi harus memiliki kemampuan dalam pengelolaan lahan, pengelolaan tanaman, pengelolaan alat dan mesin pertanian, baik yang digunakan pada tahapan pra-panen maupun pascapanen, serta pengelolaan tenaga kerja. Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi pada tingkat keberhasilan dalam implementasi pertanian presisi. Akselerasi pengembangan pertanian presisi di Indonesia juga tidak dapat lepas dari pemanfaatan teknologi modern saat ini. Teknologi yang diaplikasikan harus mampu dalam mendeteksi apa yang ada di lahan, memutuskan apa yang akan dilakukan, dan memberikan perlakuan yang sesuai dengan keputusan yang telah dibuat.

Saat ini berbagai jenis teknologi yang mendukung implementasi pertanian presisi sudah banyak dikembangkan, walaupun penggunaannya masih terbatas pada tataran riset dan uji coba. Namun demikian hal ini menunjukkan optimisme kita bersama bahwa transisi menuju pertanian presisi di Indonesi sudah melalui jalur yang benar. Berikut beberapa jenis teknologi dalam pertanian presisi yang bisa dicontohkan, antara lain; (i) Geographical Position System (GPS), (ii) Geographic Information System (GIS), (iii) Variable Rate Application (VRA), (iv) Remote Sensing System, (v) Yield Mapping, (vi) Database Management System (DBMS), Spatial Variability. Dalam pertanian presisi, jenis teknologi tersebut di atas memberikan dukungan dalam proses pengambilan keputusan untuk dapat menentukan perlakuan yang tepat dan memberikan manfaat dalam tahapan sistem produksi.

 

Penerapan TI dalam bidang pertanian sebagai berikut:

  1. Pengolahan lahan

 

2

 Pemanfaatan GPS untuk mengelola lahan

Pemanfaatan teknologi di bidang pertanian dalam pengelolaan lahan contohnya penyiraman pestisida menggunakan teknologi dan pemanfaatan GPS untuk mengelola lahan. Ini adalah suatu konsep dari pertanian presisi yang mana memanfaatkan teknologi dalam penerapannya. Dengan harapan, pemanfaatan teknologi tersebut dapat menghemat biaya yang dikeluarkan, waktu yang lebih efisien, dan mendpatkan hasil yang maksimal

  1. Monitoring

        3

   Pemanfaatan Iot di bidang pertanian

Pemanfatan IoT di bidang pertanian dapat berupa pengawasan kualitas nutrisi tanaman, mendeteteksi penyakit, dan pengukuran pH tanah. Dengan demikian, IoT dapat membantu petani mengawasi tanaman tanpa terjun ke lapangan hanya cukup melihat di layar monitor.

  1. Pemasaran

4  

Sikumis.com, salah satu web pemasaran pertanian

Hasil panen bisa dijual melalui aplikasi/web yang tersedia. Web sikumis.com merupakan salah satu bentuk pemasaran secara digital yang dilakukan petani. Dengan memanfaatkan web tersebut, para petani dapat menjual hasil panen secara online dan pembeli tidak perlu repot membeli secara langsung.

  1. Aplikasi pertanian

5

iGrow, salah satu aplikasi mobile di bidang pertanian

Aplikasi iGrow merupakan suatu bentuk penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi yang berfungsi mendanai para petani yang tidak mempunyai modal. Aplikasi iGrow menghubungkan masyarakat yang memiliki modal dan petani yang menjadi penerima modal untuk bersama-sama meningkatkan skala penanaman/budidaya dan kesejahteraan para pelaku dunia pertanian

 

 

Budidaya Udang di Provinsi Lampung

6

Pengelolaan Tambak di Lampung

Tradisional

  • Tanpa input teknologi
  • Stocking density ≤ 10 ekor/m2
  • Tanpa biosecurity
  • Banyak terdapat di tulang bawang, Mesuji, lampung Timur

Semi intensif

  • Input teknologi
  • Stocking density ≤ 60 ekor/m2
  • Penerapan biosecurity
  • Tulang bawang, lampung Timur

Intensif

  • Input teknologi
  • Stocking density ≥ 60 ekor/m2
  • Penerapan biosecurity
  • Lampung Selatan, Pesawaran, pesisir barat Lampung

Penyebab timbulnya penyakit pada udang

  1. Kondisi Udang
  • Kualitas benur jelek
  • Daya tahan/imunitas rendah
  1. Agen penyakit
  • Adanya sumber penyakit dalam tambak
  • Agen penyakit :
  • Virus : white spot syndrome virus (WSSV), TSV, IMNV,IHHNV
  • Bakteri/vibrio : White feces (kotoran putih)
  • Protozoa
  1. Lingkungan
  • Amoniak tinggi
  • Plankton pekat (kecerahan < 30cm)
  • Oksigen terlarut rendah (< 4mg/l)
  • TVC tinggi >104 cfu/ml
  • Green colony > yellow colony
  • Suhu rendah<270C

Solusi permasalahan

  1. Persiapan Tambak
  2. Lakukan strelisasi
  3. Penebaran benur
  4. Pemberian pakan
  5. Persiapan kebutuhan kincir
  6. Hindari penggunaan peralatan tambak secara Bersama
  7. Pengecekan kualitas air secara rutin

 

 

Rekayasa e-Aquaculture untuk Otomasi Monitoring Tambak Udang

Screenshot (20)

Provinsi Lampung merupakan daerah  penghasil udang dan sebagian besar hasil udang di ekspor ke luar negeri.Selain itu, Lampung juga merupakan provinsi pensupply benih Udang Vaname nasional nomor satu, yaitu sebesar 37,84 %.

Tambak udang di Lampung masih dilakukan secara tradisional meskipun sebagian sudah dilakukan secara intensif Tambak udang secara tradisional di mana kontrol terhadap kualitas tambak itu sendiri dilalukan secara manual dan berkala Hal ini mengakibatkan seringnya penurunan kualitas air terlambat diketahui.

 

Permasalahan: Kualitas air yang buruk dapat menimbulkan resiko terkena penyakit white feces pada udang.Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian.

Solusi : sistem monitoring kualitas tambak udang berbasis IoT

Screenshot (18)

Perangkat IoT berupa sensor dan mini computer di pasang ditiap kolam untuk melakukan akuisisi data.Data dikirim ke master board untuk diteruskan ke database.